Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 198


__ADS_3

Marissa dan Dinda yang mendapat kan kabar tentang Alan dan Joe juga begitu syok, begitu pun dengan Veni, bahkan kini Veni sudah membawa Mobil Asisten Li menuju kerumah sakit, air matanya sudah banjir di perjalanan.


'*Aku masih di rumah sakit, aki tidak apa-apa jangan cemas ... aku akan segera pulang ' ucapan Asisten Li sebelum Veni menuju kerumah sakit


'Kau jangan kemana-mana, aku yang akan datang ... kau dengar ...! aku yang akan kesana ...! teriak Veni yang langsung mematikan ponselnya*.


Itulah akhir pembicaraan Veni yang mana membuat Veni menuju kerumah sakit.


*****


"Tuan, sebaiknya Tuan pulang, Nona pasti merasa cemas, apalagi Ibu sekarang ada disini" ucap Asisten Li


"Kau akan disini ... ?" tanya Tian


"Ya ... Tuan ... sebaiknya Tuan pulang bersama Om, biar aku yang mengurus nya yang di sini" ucap Asisten Li


"Bilang saja kau menunggu wanita mu kemari, baiklah ... Aku akan pulang, kalau terjadi sesuatu segera hubungi aku, para polisi juga akan membantu menjaga di luaran " ucap Tian


"Baik Tuan" ucap Asisten Li


Om nya Tian dan Tian pun berlalu meninggalkan rumah sakit, tanpa mengabari dulu pada Ibu dan Ayahnya Leona yang masih dalam ruang perawatan.


Benar saja, terlihat Veni yang berlari di lorong rumah sakit dengan begitu cemas, air mata nya sudah berderai, rambutnya tergerai tanpa di ikat, bahkan ia sampai terjatuh, dan Asisten Li melihat semua itu, akhirnya Asisten Li berjalan cepat menghampiri Veni.


Veni yang melihat orang yang ia cemaskan baik-baik saja kini malah semakin menangis.


Tangan Asisten Li terulur, dan Veni menggapainya.


Veni berdiri dan langsung memeluk Asisten Li.


"Aku sudah mengatakan kalau aku baik-baik saja, kenapa masih begitu cemas ... ?"ucap asisten Li


"Kalian main pistol, Bagaimana aku tidak cemas ...!kau tahu Alan terluka bahkan Joe juga terluka,Bagaimana aku bisa percaya dengan ucapanmu "ucap Veni Seraya masih memeluk asisten Li


"Terima kasih karena kau sudah mencemaskanku sudah jangan menangis kau lihat sendiri kan ... aku baik-baik saja sekarang" ucap lagi Asisten Li


"Keadaan Alan dan Joe bagaimana ... lalu ... apa penyebab nya serangan itu ... ? kau tahu ... saat aku melihat di televisi, seperti melihat film korea tau ... "cebik Veni.


"Kau terhebat" imbuh Veni sambil mengeratkan pelukannya


"Masih ada Tuan Tian yang lebih hebat" ucap Asisten Li seraya mengelus kepala Veni

__ADS_1


"Nika di bandingkan dengan Tuan Tian ya iyyalah dia yang terhebat, tapi di hatiku kau yang terhebat, janji nikahin aku setelah ini, aku sudah memujimu loh" ucap Veni seraya menatap Asisten Li dengan senyum khas Veni.


Asisten Li langsung mencubit kedua pipi Veni dengan gemas seraya berkata


"Baiklah ... bulan depan kita alan menikah, setelah perayaan Baby twins Tuan Yian bagaimana ... ?" tanya Asisten Li


"Janji .... jangan di undur ... kalau di permaju aku mau " ucap Veni


"Janji ... kenapa kau yang tidak sabaran ... seharusnya aku kan ... ?" tanya Assisten Li heran dengan Veni


"Karena kamu.hanya selalu mengutamakan Tuan Tian, Bagaimana bisa kau akan tidak sabaran dalam hubungan kita" ucap lirih Veni


Kini Asisten Li mengerti dengan kecemasan yang Veni rasakan.


"Baiklah, maafkan aku ... " ucap Asisten Li yang langsung memeluk Veni lagi.


Setelah itu, Asisten Li mengajak Veni bertemu dengan Alan dan juga Joe.


"Bagaimana ... apakah sangat parah ... ?" tanya Veni pada Alan


"Tidak ... ! masih lebih parah Joe" jawab Alan


"Kalian kayak di film-film tau gak, Dor .... dor ... dor ... ah ... bagus kali ya kalau liat secara live" ucap Veni seraya membayangkan aksi pertempuran mereka.


*****


Namun tidak ada Leona di kamar, iapun langsung mencarinya di kamar si bayi.


Benar saja, dari jauh ia sudah bisa mendengar suara bayinya yang menangis.


Dengan langkah cepat, Tian mendekati kamar itu, Terlihat wajah Leona yang panik.


Tian langsung mendekati Leona yang menggendong bayi Nala yang menangis.


"Sayang ... papa datang, Nak ... " ucap Tian seraya meminta Nala agar di berikan dalam gendongan nya.


Leona pun memberikan Nala pada Tian.


Tian mengayunkan Nala dalam gendongan nya, dengan Sesekali mencium pipi sang putri yang sedang menangis.


Leona menatap sang suami ya g terlihat lelah namun masih menggendong sang bayi, sedang kan baby sitter mereka juga hanya bisa menatap, benar saja, Nala perlahan mulai tenang dalam gendongan Tian.

__ADS_1


Setelah Nala sudah tenang dan memejamkan matanya, Tian menatap Leona yang matanya mulai berkaca-kaca.


Tian pun meletakkan Baby Nala di box bayinya dengan perlahan.


Setelah itu membawa Leona keluar dari ruangan itu dengan merangkul pundak Leona


"Kenapa menangis ... " ucap Tian seraya memeluk Leona


"Kau capek, malah ku suguhkan dengan anak yang menangis ... " ucap Leona dalam pelukan Tian.


"Hei, wajar bayi nangis ..., apalagi dia merindukan Papanya, kenapa kau malah merasa bersalah begini ... seharusnya aku yang minta maaf" ucap Tian yang terus membelai kepala Leona


"Kau tidak lelah ... ?" tanya Leona


"Lelahku hilang saat melihat kalian, kalian adalah semangat dan hidupku, Sayang ... aku tidak akan mengeluh apapun padamu, jika anak kita rewel kita urus mereka bersama " ucap Tian menangkup kedua pipi Leona, lalu mendekat kan bibir nya dengan bibir Leona yang sudah beberapa hari sangat ia rindukan.


Sesaat Leona menghentikan gerakan bibir nya, saat ia baru menyadari kalau ada bau darah di tubuh suaminya.


"Sayang ... ! ada darah di bajumu ...? darah siapa ... ? dan ... apa yang terjadi ... !" panik Leona.


Menyadari itu, Tian juga gelagapan mencari alasannya.


"Ini bukan darahku sayang, tadi ... tadi ada kecelakaan, aku hanya menolong nya saja, dan kebetulan darahnya terkena ke bajuku, pria itu tertabrak jadi ... aku dan Li membantu nya, sekarang Li ada dirumah sakit, aku pulang bersama Om " ucap Tian


"Om ...? om Marcell ...?" tanya Leona


"Iya, dia sudah ku suruh istirahat, kasihan ... soalnya dia juga lelah dalam perjalanan tadi " ucap Tian bohong lagi.


Bener kata pepatah satu kali berbohong maka akan menimbulkan kebohongan yang lain.


maka janganlah sesekali kalian berbohong jika tidak ingin mengulang kebohongan yang lain.


Banyak rasa penasaran dalam pandangan Leona, Namun ... Tian terus membawa Leona ke kamarnya dengan beberapa cerita yang menyenangkan..


"Kau tidak lagi menyembunyikan sesuatu dariku kan ... ?" tanya Leona dengan tatapan menyelidik


"Apa yang harus aku sembunyikan sayang, ada hal yang terjadi, setelah aku mandi kita akan membicarakan nya" ucap Tian menyentuh pipi sang istri yang mulai bertambah tembem.


"Pipimu makin bulat, makin suka aku" ucap Tian seraya lagi dan lagi mencubit pipi Leona.


"Benarkah ... udah ah ... sana mandi dulu,baumu amis" ucap Leona seraya mendorong tubuh Tian kedalam kamar mandi.

__ADS_1


*Percayalah bahwa kejujuran adalah hal yang paling penting dalam segala hal, baik hubungan ataupun pekerjaan, kebohongan pertama mungkin akan terlihat rapi tapi jika selalu berbohong pasti akan menimbulkan kecurigaan.


Kepercayaan pasangan adalah hal yang paling penting, jadi ... jagalah kepercayaan itu, jangan sampai rasa percaya itu hilang dan berganti rasa curiga*


__ADS_2