Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 295


__ADS_3

Tian dan Leona pun keluar untuk menyambut mereka semua. Terlihat Joe yang mendekat dan menundukkan kepalanya di hadapan Tian. Tian langsung memeluk lelaki itu seraya menepuk punggung nya.


"Selamat, jadilah kau kebanggaan kami" ucap Tian seraya melepaskan pelukannya, Sedangkan Dinda sudah di antarkan ke kediaman Candra oleh pak Him, sopir Tian yang lain.


"Marissa mana?" tanya Leona


"Ya ... dia kan seorang kakak sekarang, jadi dia ada di pihak wanita" ucap Joe yang membuat mereka tertawa


"Seperti nya aku juga harus ada di pihak Wanita," ucap Galla terkekeh


*****


"Papa" ucap Dinda seraya memeluk Papa nya


"Anak Papa sudah besar, Sebentar lagi akan jadi istri orang,Papa akan benar-benar kehilangan kamu, Nak" ucap Candra dengan mata yang sudah berkaca


"Apa yang Papa katakan, Mana ada Papa akan kehilangan Dinda, selamanya Dinda akan ada di dekat Papa" ucap Dinda


"Kalian jangan bicara begitu, Candra ....bawalah anakmu duduk dulu, Nak Marissa ... duduklah" ucap sang Nenek. Menyadari akan hal itu, Candra melepaskan pelukannya dan berganti memeluk Marissa


"Bagaimana kabar anak Papa ini, dimana suami mu?" tanya Candra

__ADS_1


"Dia ikut mobil kak Galla, Pw. nanti dia pasti akan datang kemari, tapi dia ada di pihak laki-laki,mengingat Joe itu siapa ?" ucap Marissa


"Ada dipihak siapapun itu, kalian akan bersatu menjadi satu keluarga " ucap Tuan Candra seraya melepaskan pelukannya pada Marissa, Dan kini mereka menikmati makan siang bersama.


*****


Malam telah tiba, Tian dan yang lain sedang berkumpul di ruang atas, sedangkan di bawah sudah sibuk menghias. Pernikahan Joe dan Dinda adalah akhiran dari kisah cinta Kebangkitan Istri Tersakiti. Jangan malu jadi Janda, asal kita tidak merasa membuat kesalahan kenapa kita harus malu dengan gelar Janda. Tidak ada yang menginginkan posisi sebagai janda, hanya saja ... mempertahankan hubungan yang sudah rapuh, Apakah akan bisa menjadi keluarga yang utuh.


Usaha Tian dalam mengejar cinta Leona yang seorang Janda, akhirnya membuahkan hasil dengan rumah tangga yang bahagia.


Tawa Pandawa Lima kini bergelegar di balkon rumah Tian dan Leona. Ya .. Tian, Li, Galla, Alan dan Joe kini tertawa lepas, bahkan Li yang tabiat nya pelit senyum, kini bisa tertawa lepas mendengar perbincangan para sahabatnya . Sedangkan Angelin, Leona dan Veni berkumpul dengan para orang tua, Orang Tua Tian, Orang Tua Alan dan juga orang Tua Leona.


"Nak Veni, kau tidak lupa mengundang Ibu dan Kakakmu kan?" tanya Ibunya Leona


"syukurlah kalau begitu, Tante berpikir kalau kau lupa mengabari mereka "ucap ibunya Leona dengan terkekeh


Malam semakin larut namun para pekerja yang menyiapkan dekorasi di ruang bawah masih sangat terlihat sibuk.


Bagian katering pun telah dihubungi dan mereka tentu bersedia untuk melakukan undangan mendadak itu, perias yang dihubungi secara mendadak juga bersedia datang besok hari jam 09.00 siang, mereka berpikir ini adalah jembatan bagi mereka agar bisa melambungkan bisnis mereka.


*****

__ADS_1


pagi sudah menyapa semua orang keluarga Chandra kini sudah dijemput oleh orangnya Tian, begitupun dengan Arsa dan keluarganya mereka juga hadir di acara itu sebagai keluarga dari mempelai wanita, Arsa hanya bisa memandangi Dinda yang kini terlihat tersenyum, persahabatan yakini yang tidak memungkinkan ia untuk menyentuh Dinda meski hanya sebagai seorang teman.


"selamat untuk pengantin baru" ucap Arsa Seraya mengeluarkan tangannya pada Dinda


Dinda tidak meraih tangan itu melainkan langsung memeluk Arsa Seraya berkata


"Terima kasih Arsa karena menjadi teman yang baik untukku dan semoga juga kau dan Kak Kamila bisa bahagia selamanya" ucap Dinda seraya melepaskan pelukannya.


Pernikahan adalah jalan terakhir menuju halal, Dan kini Joe dan Dinda akan melangsungkan pernikahan itu, Mereka sudah lama menjalin hubungan yang sudah seharusnya mereka resmikan menjadi sepasang suami istri.


Malam telah tiba, para undangan yang tidak terlalu banyak kita sudah hadir, semua dari kalangan besar.


Dinda yang gugup di rias Ala Cinderella kini


"Udah gak usah gugup, siakan mental untuk belah duren nanti" goda Veni


"Kak Veni ... " ucap Dinda


"Nah benar kata Veni, Jangan gugup ... yang kamu harus pikirkan cara menghadapi Joe nanti malam" imbuh Marissa


"Kak Marissa, jangan nakutin ah, emangnya harus persiapan ? kan ... gak menyeramkan? buktinya kakak sampai 1 Minggu gak keluar kamar" skakmat Dinda pada Marissa

__ADS_1


"Hahhahaha " Leona yang sedari tadi hanya nyimak kini tertawa mendengar ucapan Dinda yang berhasil membuat Marissa bungkam sedangkan Veni menahan tawanya.


__ADS_2