Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 43 Korban Layangan Putus


__ADS_3

Malam pun telah berlalu, matahari kini bersinar dengan begitu cerah.


Leona mengusap wajahnya dengan air, saat ia melihat lingkaran hitam di bawah matanya.


"Kau jelek sekali Leona, pantas saja kau di duakan"ucap Leona pada diri sendiri seraya menatap wajahnya di kaca.


"Semangat Na, mereka sekarang senang-senang, hanya kau yang menderita sendiri, jangan lemah lagi,perlihatkan kepada mereka siapa Leona yang sebenarnya"ucap Leona lagi.


Berulang kali ia menyiram wajahnya dengan air, lalu ia segera keluar dari kamar mandi dan merias wajahnya, berusaha menutupi lingkaran hitam di bawah matanya.


"Na...aku udah membuat kan kau nasi goreng, tenang saja, rasanya pasti sudah enak, karena bumbunya aku sudah beli"ucap Veni yang mana ia masih ingat dengan masakan nya sendiri, semua rasanya tidak bisa di makan, yang satu rasa nya asin, yang satu lagi terlalu manis dan yang satu pedas dan hambar.


"Kau yakin ini bisa di makan?"ucap Leona, di lihat dari penampilan nya, terlihat lumayan sih, seperti nasi goreng biasanya. Irisan sosis fan juga telur gulung menjadi hiasan di nasi goreng itu.


Leona yang sudah ingin segera berangkat ke kantor, kini telah duduk dan menikmati sarapan paginya.


"Bagaimana na... Apakah sudah pas?"tanya Veni.


"Pas, ini beneran kau kan yang masak?"tanya Leona.


"Tentu dong itu aku, masak iya tetangga sih"ucap Veni.


"Oke thank you sayang, makasih atas kerja keras nya, yuk kita berangkat"ucap Leona seraya meminum air putih di gelas yang ada di dekatnya.


Sedangkan di rumah Arsa, Arita tiba- tiba jadi emosi saat melihat bukti transferan yang begitu banyak.


"Kok belum berangkat?"tanya Arsa pada Arita.


"Jawab yang jujur mas, apa mas yakin mencintaiku dan ingin menikahi ku?"tanya Arita.


"Yakin... memang nya kenapa sih sayang"tanya Arsa seraya menyisir rambutnya.


Lalu Arita mendekati Arsa, membalikkan tubuh Arsa dengan kasar.


"Kau bahkan berfoto bersama Dinda mas, berdua lagi"ucap kesal Arita.


"Memangnya kenapa sayang, kita itu partner kerja, dia Asisten sekaligus sahabatku,"ucap santai Arsa.


Arita menghela nafas nya.


"Arita, aku bekerja untuk kita, untuk masa depan kita"ucap Arsa seraya memegang kedua bahu Arita.


"Yakin...bekerja mu untuk kita saja mas?"tanya Arita

__ADS_1


"Tentu yakin, tapi... Untuk kedua orang tuaku juga sih"ucap Arsa seraya memegang tengkeruk leher belakang nya.


Tiba-tiba Arita melempar sebuah kertas.


"Lalu itu apa mas, Dinda dan Leona...nama mereka ada di mana-mana loh, bahkan kau sering mentransfer uang berkali-kali ke mereka dengan kartu yang aku sendiri tidak tahu loh mas kalau kamu punya"ucap kesal Arita seraya menangis.


"Arita...kau kenapa pagi-pagi ngomel gak jelas begini,tentu aku transfer ke Dinda, dia karyawan ku, lagian yang kau lihat itu adalah bukti transferan dari kartu ATM perusahaan, bukan milik pribadi ku, dan Leona... perusahaan pernah meminjam uang pribadi nya untuk menutupi kerugian, perusahaan membayarnya dengan cara di cicil"ucap Arsa menjelaskan.


"Cukup mas...cukup oke ...aku salah kali ini, lalu...ini apa? Kau membeli kan Leona sebuah Villa megah yang seharga 5 M"teriak Arita.


"Arita, kau sudah gila"ucap Arsa.


"No..No....No...aku tidak gila mas, kamu yang gila!!! Aku gila..? Kamu yang gila mas?"ucap Arita seraya menahan sesak karena marah.


Arita terjatuh karena menangis, ia masih sangat terpukul dengan bukti pembelian villa untuk Leona.


Arsa menahan kesal karena ia tahu dengan Dialog ini.


Arsa duduk di depan Arita seraya berkata.


"Kau tidak lagi membuat konten layangan Putus kan?"ucap Arsa membuat Arita melihat ke arahnya.


"Arita...Vila itu ku berikan tanpa Leona ketahui sebelumnya,aku membelikan Villa karena jasanya yang begitu banyak terhadap ku dan juga perusahaan ku, tanpa nya perusahaan ku tidak akan seperti saat ini, berhenti...berhenti berfikir jelek tentangku, semenjak aku bercerai pikiranmu selalu di penuhi rasa curiga terus"ucap Arsa.


Semua yang di katakan Arsa benar, semenjak Arsa dan Leona bercerai perasaan Arita semakin posesif, fikiran nya selalu terbayang kalau Arsa akan mengkhianati nya, sebagaimana yang ia dan Arsa lakukan dulu.


"Arita...ayo kita berangkat",ucap Arsa seraya membangunkan Arita dari duduknya.


"Jangan sentuh aku mas, aku bisa jalan sendiri"ucap Arita.


Arsa menghela nafas nya, berusaha menahan kekesalan, Bagaimana bisa sepagi ini sudah ada drama Layangan putus di rumahnya.


"Arita jangan kekanakan, sudah aku jelaskan semuanya oke?" Ucap Arsa mengekori langkah Arita.


Namun Arita masih enggan bicara dengan Arsa, kini Arsa tidak ingin ambil pusing, ia pun berangkat ke perusahaan nya, ia ingat kalau nanti ada meeting dengan para pemegang sahamnya, dan sudah lama Arsa tidak melakukan tugas dengan baik.


******


"Tuan anda sudah di tunggu "ucap sekertaris Tian.


"Baiklah...li... siapkan semuanya dengan sempurna"ucap Tian.


"Akan saya lakukan Tuan"ucap Asisten Li dengan tegas.

__ADS_1


Tian dan Asisten Li pun keluar dari ruangan setelah semuanya sudah berkumpul di ruang meeting,


Meeting kali ini berjalan begitu lama, karena ada kesalahan di bagian pemasaran, dan itu membuat raut wajah tian makin tidak enak di lihat.


"Segera perbaiki kesalahan-kesalahan, jam 1 kita lanjutkan meeting ini"ucap Tian seraya berdiri dari duduknya.


ia meninggalkan ruangan itu yang sedari tadi terasa sesak bagi yang hadir.


Bagaimana bisaa ada kesalahan itu Li?"ucap Tian tidak mengerti.


"Ada bahan yang masuk dalam gudang tanpa pemeriksaan Tuan,karena itulah kesalahan ini ada"ucap Asisten Li.


"Bagaimana bisa?"ucap kesal Tian.


"Tuan, apakah Anda tidak ingin makan bersama dengan Nona Leona"ucap Li mencari aman dengan menggunakan nama Nona Leona.


'Semoga nama mu bisa menyelamatkan aku saat ini Nona' ucap Asisten Li dalam hati


"Makan siang bersama?"ucap Tian


"Iya Tuan, apakah Anda tidak ingin memiliki hubungan dekat dengan Nona Leona, sekarang dia sudah resmi menyandang status sendiri saat ini"ucap Asisten Li, yang mana Tian mengangguk kan kepala nya tanda mengerti.


Tanpa berkata Tian mengirimkan pesan untuk Leona.


[Siang ini bisakah kita makan siang bareng?]Tian


[Ini perintah apa permintaan Tuan]Leona


[Yang mengajak mu sekarang buka lah Tuan Tian, tapi hanya Tian]Tian


Lama Leona tidak membalas, mungkin karena pekerjaan nya.


begitulah yang ada di fikiran Tian.


Sedangkan Leona tidak membalas bukan karena pekerjaan, tapi dia bingung harus jawab bagaimana.


'Leona...anggaplah sebagai tanda terimakasih karena selama ini Tuan Tian telah membantumu' ucap Leona dalam hati.


[Baiklah Tuan, Dimana? biar saya yang datang kesana] Leona.


Tentu itu membuat Tian tersenyum, melupakan segala kemarahan nya.


[Aku yang akan menjemput mu di basemen] Tian.

__ADS_1


__ADS_2