Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 35 Angelina adalah Tameng


__ADS_3

"Hai..Leona, kita berjumpa lagi"ucap seorang wanita yang Tian maksud adalah temannya.


"Hai Tan..tante"ucap Leona membalas uluran tangan Nyonya Diana.


"Tuan... Apakah__?"


"Iya, saya adalah temannya Tian kekasihmu ini"ucap Nyonya Diana yang mana membuat Leona terkejut, bukan karena Diana adalah temannya Tian, tapi karena Diana berkata kalau Leona adalah kekasihnya Tian, dan lebih mengejutkan nya lagi, Tuan Tian nya tidak menyangkal hal itu.


Tian membiarkan Nyonya Diana menyangka kalau mereka adalah pasangan kekasih


"Tante ..., tapi aku bukanlah kekasih Tuan Tian"ucap Leona seraya menatap kearah Tian dan Asisten Li secara bergantian, mengharap mereka bisa juga berkata demikian.


"Aish, Tian tidak akan melakukan hal ini juka bukan pada orang yang spesial"ucap Nyonya Diana seraya tersenyum pada Leona dan Tian.


"Tapi..tapi, aku benar-benar bukan__"


"Mari masuk"ucap Tian tiba-tiba menghentikan ucapan Leona.


"Baiklah, Ayo sayang"ucap Nyonya Diana yang masih melihat Leona terkejut.


Leona memandang Veni, memintanya untuk ikut menjelaskan, namun Veni hanya tersenyum manis ke arah Leona.


Akhirnya mereka pun duduk kecuali Asisten Li, ia pergi ke dapur, dan di ikuti oleh Veni.


Asisten Li membuat minuman untuk Nyonya besarnya dan juga Tuannya.


"Biar saya saja yang membuat nya Tuan"ucap Veni.


"Kau tidak tahu selera Tuan dan Nyonya Diana, biar aku saja yang buat"ucap Li pada Veni.


Benar juga, akhirnya Veni hanya menatap pria datar tepat nya sama-sama datar dengan tuan Tian nya serius dalam membuat sebuah minuman.


"Ini bawalah,dan hati-hati saat meletakkan gelasnya, jangan sampai berbunyi, karena Tuan tidak suka"ucap Asisten Li, awalnya Veni akan biasa tapi kini malah jadi ragu dan was-was.


"Tuan, bisakah Tuan saja yang membawa nya, saya takut akan membunyikan gelasnya nanti"ucap Veni cemas.


"Ya...kau harus berusaha"icap enteng Asisten Ki dan segera berlalu meninggalkan Veni.


"Ah... nyessel banget sih, ikutin dia kesini, tahu gini, seharusnya aku tetap di sana kan... ah... Leona... bantu aku" ucap Veni dalam hati, seraya berjalan mendekati para orang yang duduk dengan penuh ketegangan di wajah Leona.


Veni pun berusaha dengan semaksimal mungkin untuk tidak membuat gelas dan meja itu saling berbunyi.

__ADS_1


meski tangannya sedikit gemetar namun, Veni berhasil melakukannya.


terlihat senyum kelegaan di wajah Veni.


"Baiklah Tian, Li Apakah kalian akan terus berada disini?" tanya Diana pada Tian dan asisten Li.


"Apakah kalian tidak akan ke kantor?" tanya lagi Diana.


"Baiklah, jika ada hal yang perlu kau tanyakan, tanyakan saja padanya, dia akan menjawab semua pertanyaanmu" ucap Tian pada Leona.


"baik Tuan" jawab Leona.


akhirnya Tian dan asisten Li pun telah meninggalkan tempat Leona.


sedikit tegangan pun telah berkurang, Leona dan Veni sama-sama bisa menghela nafasnya dengan bebas.


"Apakah kalian takut dengannya?" tanya Diana pada Leona dan Veni.


"bukan takut si Nyonya, hanya saja rasanya tidak nyaman berada di orang yang kedudukannya jauh lebih tinggi dari kita"ucap Leona.


"sebenarnya kedudukan manusia itu sama pangkat dan derajatnya mereka itu sama, yang membedakan itu adalah cara penilaian kita sendiri, Leona, Veni, Kalian juga gak usah sungkan terhadap ku, anggap saja kita berteman,sebagaimana Tian telah menganggapku sebagai temannya" ucap Diana pada Leona dan Veni.


Akhirnya, Leona dan Diana pun memulai pelajaran nya, Leona menggambar sebuah set sebuah set perhiasan, Lalu Diana akan melihat nya .


"Tuan, ada tamu di ruang tunggu"ucap karyawan pada Asisten Li saat mereka sudah sampai di perusahaan.


"Siapa?"tanya Li, karena jika tamunya itu akan membuat Bad mood bagi Tuannya tentu itu akan menjadi masalag besar bagi karyawan itu.


"Dia Nona Angelina Tuan, katanya dia sudah memiliki janji dengan Tuan Presdir.


"Janji... ? baiklah, kau kembali lah bekerja"ucap Asisten Li dan segera menuju ke ruang tunggu, benar saja ia sudah melihat Tuan Abi manyu dan Angelina di situ.


Melihat kedatangan Asisten Li, tentu Tuan Bau Manyu dan Angelina langsung berdiri.


"Sudah ada janji dengan Presdir?"tanya Asisten Li.


"Iya tuan, putri ku sudah mengatakan kalau kami akan kemari sekarang"ucap Abi Manyu dengan bangga mengatakan kalau Angelina berhasil membuat janji dengan Tian secara pribadi,tanpa melewati Asisten nya itu.


"Benarkah? kalau begitu tunggulah di sini"Ucap Asisten Li seraya meninggalkan mereka kembali.


"Angelina, kau yakin kan...kalau Tian mau bertemu dengan kita?"tanya Abi manyu ragu dengan putrinya, karena melihat expresi wajah Asisten Li yang tidak suka.

__ADS_1


"Apa yang papa katakan, tentu Angelina sudah mengatakan hal itu Pa"ucap Angelina.


"ingat Angelina asisten Li bukan lah seseorang yang bisa kita anggap remeh, dia pemegang nomor dua dalam perusahaan ini setelah Tian" ucap Abimanyu pada putrinya.


"menyinggung Asisten Li, itu sama saja menyinggung Tuan Tian" ucap Abimanyu lagi.


"kalau Angelina sudah bisa menaklukkan hati Tian, Apa yang papa takutkan lagi"ucap Angelina dengan percaya diri.


"Semoga Sayang, Semoga kau segera menaklukkan hati Tian, karena yang papa tahu, tidak seorang wanita pun yang berhasil menyentuhnya" ucap Abimanyu.


"Apakah Papa masih meragukanku?" ucap Angelina dengan wajah manjanya.


"tentu tidak sayang kau adalah kebanggaan bagi Papa" ucap Abimanyu.


Abimanyu dan putrinya pun saling berpelukan.


saat mereka berpelukan, suara pintu terbuka terdengar, membuat Abimanyu dan Angelina seketika melepaskan pelukannya.


"mari, Tuan Tian sudah menunggu kalian" ucap asisten Li.


dengan percaya diri Angelina mendahului langkah asisten Li, membuat asisten Li menggelengkan kepalanya dengan senyum mengejek.


"silakan masuk" ucap asisten Li Seraya membuka pintu untuk Abimanyu dan Angelina.


"selamat datang tuan Abimanyu, Angelina" sapa Tian seraya berdiri dan menjabat tangan Abimanyu dan Angelina bergantian.


beruntungnya Tian segera memakai sarung tangannya, karena ia tahu Angelina akan menggunakan kesempatan ini untuk menyentuhnya.


"Putri mu bilang kau akan membicarakan masalah bisnis denganku?" tanya Tian Seraya melihat kearah Angelina.


Abimanyu dan Angelina yang sudah duduk di depan meja Tian saling bertukar pandang.


"benar Tuan, kedatangan Saya kemari untuk memohon kepada anda agar anda menginvestasikan dana untuk pembangunan resort baru"ucap ragu Abimanyu.


terlihat Tian mengetukkan jari-jarinya ke meja Seraya menatap Abimanyu bergantian dengan Angelina.


lalu dia memandang ke arah Asisten Li, asisten Lili pun mau paham dengan isyarat pandangan itu.


dengan segera asisten Li menghampiri Tian.


"serahkan berkasnya pada Li, nanti Li yang akan menghubungi Kalian"ucap Tian Seraya mengambil bolpoin untuk menandatangani berkas yang ada di depannya.

__ADS_1


dan itu adalah isyarat agar Abimanyu dan Angelina meninggalkan ruangannya.


__ADS_2