![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Jam makan siang, sudah berlalu ... Arsa dan Dinda sudah kembali, dan siang ini juga ia harus kembali ke perusahaan pusat.
"Kenapa harus terburu-buru Ars ... ?" tanya Dinda
"Papa mendadak drop, aku harus segera sampai di rumah sakit" ucap Arsa.
Dinda terkejut mendengar ucapan Arsa yang tiba-tiba, ia pun diam saat Arsa menambah kecepatan laju mobilnya.
Sedangkan Leona sudah menuju ke Perusahaan ibunya.
*****
"Hai sayang ... kenapa tidak bilang dulu kalau mau kesini ... ?"ucap Ibunya Leona.
"Hanya mampir kok Bu, loh ibu mau kemana ... ?" tanya Leona saat melihat ibunya yang sudah memegang tas nya.
"Ibu dan Rosa akan meninjau parfum baru yang akan Lounching bulan depan, kau mau ikut ... ?"tanya sang Ibu seraya membelai kepala putrinya.
" Ah lain kali saja, Bu ... soalnya Leona mau menghabiskan seharian ini tanpa adanya Tuan Tian" ucap Leona dengan senyum di bibirnya.
"Iss ... suami pergi jauh kok istri malah kelayapan, usah bilang sama Nak Tian ... ?" tanya sang ibu.
"Udah, dia cuma bilang tidak boleh nakal, Lihat kan ... Tian semakin hari semakin menganggap Leona anak kecil, hilang sudah kedewasaan Leona selama ini" ucap Leona seraya memanyunkan bibirnya.
"Itu tandanya suami mu begitu mencintai mu, banyak-banyak lah bersyukur, karena di luaran sana sangat lah jarang memiliki suami seperti Nak Tian"nasehat Ibunya Leona.
"Leona sangat bersyukur, bu ... memiliki suami seperti nya, tidak akan mungkin Leona dapatkan meski dalam 10 kehidupan yang akan datang, Tian menerima semua yang ada pada Leona"Ucap Leona.
"Jaga dan pertahan kan rumah tanggamu, jangan luka yang dulu sampai terulang kembali" ucap Ibunya Leona.
"Ah baiklah ... kalau begitu ... ibu pergilah, kami juga akan pergi setelah ini" ucap Leona.
"Jaga diri dan hati-hati di jalan" ucap Ibunya Leona seraya mengelus pipi Putri nya.
Leona tersenyum membalas pada ibunya.
"Apakah kita akan langsung ke Bu Tantri ... ?" tanya Veni saat keluar dari perusahaan Ibunya Leona.
"Ya ... mau kemana lagi, kau tahu gak Ven, Kalau aku ingat semuanya ... aku merasa ... Tian membeliku dengan sangat mahal, Ia yang mengurus perceraian ku, dia yang membiayai perawatan ibuku, bahkan dia memberikan perusahaan harapan ibuku pada Ibu, dia juga mewujudkan cita-cita ku untuk menjadi seorang desainer, meski ... itu dalam perusahaan nya sendiri"ucap Leona.
"Itu adalah hadiah atas semua luka yang kau alami sebelumnya Na ... awalnya aku iri padamu, tapi ... kalau di pikir, apakah aku kuat menanggung cobaan seperti mu ... ?" ucap Veni dengan tawa nya.
Leona tersenyum seraya melihat ke arah Veni
__ADS_1
"Kau benar, semua cobaan pasti akan dapat hadiah, ku harap kau tidak merasakan apa yang aku rasakan, dan semoga ... Lihaonan adalah jodohmu, dia setia pada Tian, tentu akan lebih setia pada pasangannya" Leona menepuk bahu Veni.
"Semoga saja" balas Veni dengan tawanya.
Kini mereka sudah sampai di depan gedung tempat mereka bekerja dulu.
Leona dan Veni turun dengan gaya mereka yang berbeda
Veni mencoba gaya sok nya, dengan kaca mata hitam yang ia sanggahkan di matanya sebagai penyempurna penampilan nya.
Leona dan Veni berjalan beriringan, saat mereka masuk ... sidah ada beberapa karyawan yang tidak mereka kenali.
"Cari siapa Nona ... ?" tanya resepsionis
Veni hendak membuka mulutnya, namun ... Leona menyentuh lengannya, memberi isyarat agar dirinya saja yang berkata.
"Kami ingin bertemu dengan Bu Tantri, apakah beliau ada ... ?" tanya Leona.
"Bu Tantri sedang rapat Nona, silahkan tunggu dulu"ucap ramah karyawan itu.
Beda Dengan resepsionis yang dulu, yang terkenal tidak ramah.
Sambil menunggu rapat selesai, Leona dan Veni melihat beberapa ruangan di perusahaan itu, benar ... sudah banyak yang berubah ...
Padahal beberapa minggu yang lalu ... saat ia berkunjung bersama Tian ...semua ya masih sama, dan karyawan masih sama.
"Hai ... Nyonya Leona ... apa kabar ... ?" tanya Bu Tantri saat baru masuk ke dalam ruang tunggu.
"Isss ... kok panggil Nyonya sih, Bu ... " ucap Leona yang kini duduk, Sedang kan Veni masih belum kembali dari toilet.
"Bagaimana kabarnya, Bu ... ?" tanya Leona.
"Baik, sangat ... baik, Terimakasih ... karena mu ... sekarang jabatan ku naik, Leona ... kau sungguh sangat beruntung " ucap Bu Tantri.
"Aku tidak berbuat apa-apa loh, Bu ... Ibu pantas naik jabatan, karena kerja Ibu memang profesional" Leona tersenyum pada Bu Tantri.
"Tapi, Bu ... sekarang perusahaan dan beberapa karyawan ... banyak berubah ya .. ?" tanya Leona.
"iya, ... sudah 1 minggu semuanya berubah, banyak keluhan atas ketidak ramahan resepsionis dan juga banyak kesalahan yang sudah di lakukan oleh karyawan lainnya, hingga Asisten Li mengambil keputusan mengubah semuanya, tapi ... mereka tidak di pecat ... hanya fi pindah tugaskan olehnya" Bu Tantri menjelaskan sesuai dengan kebenaran.
"Suami mu sangat menghargai para karyawan senior, Beliau memberi saru kesempatan untuk mereka mengubah sikap mereka" tambah Bu Tantri.
"Dan tata dalam perusahaan ... ?" tanya Leona lagi.
__ADS_1
"Suamimu ingin kau melihat perusahaan ini dengan berbeda, karena perusahaan yang lalu ... akan membuat mu teringat akan kejadian yang lalu, kau sangat beruntung Leona ... berbahagialah ... kau pantas mendapatkan nya" ucap tulus Bu Tantri seraya memegang kedua tangan Leona.
Saat Leona dan Bu Tantri masih berbincang, Veni masuk.
"Hai, Bu ... " ucap Veni dengan senyum kudanya.
"Hai juga Veni ... kau terlihat semakin cantik loh ven" goda Bu Tantri.
"Hahahhaha ... ibu bisa saja, kan emang dari dulu Veni cantik, Bu ... "ucap Veni seraya mendaratkan tubuh nya di sofa
"sayangnya masih gak laku-laku, Bu ... hehehhe" imbuh Veni yang membuat Leona dan Bu Tantri tertawa.
Akhirnya Bu Tantri membawa Leona dan Veni berkeliling melihat perubahan suasana perusahaan, benar ... tempat dan ruang rapat sudah di pindah, ruang rapat yang mengingatkan Leona akan kedatangan Arsa saat itu, kini sudah menjadi sebuah gudang yang jarang sekali di buka.
*****
"Bagaimana Li ... apakah ada masalah ... ?" Tanya Tian saat melihat raut wajah Li yang tidak bersahabat.
"Banyak kesalahan Tuan" ucap Asisten Li lalu menjelaskan semua kesalahan yang ada dalam laporan.
"Apakah akan lama untuk memperbaiki nya ... ?" tanya Tian
"Kemungkinan sedikit lama Tuan, bisa jadi ... kita alan bermalam di sini" jawab Asisten Li.
Terdengar Tian yang mendesis kesal, begitupun dengan Asisten Li.
Tian jelas akan merindukan istrinya, apalagi ia sudah bilang kalau hanya sehari, sedangkan Asisten Li, apa yang membuat nya kesal ... dia kan jomblo ... jomblo Oon lagi hehehhehe.
"Kabarkan pada istriku, kalau aku alan pulang besok, jangan sampai dia cemas" ucap Tian.
"Baik Tuan"
Asisten Li pun memberikan kabar pada Nona mudanya, setelah selesai ... ia memasukkan ponsel Tian dalam sakunya, namun ... 8a mengeluarkan ponsel lainnya.
Ponsel siapakah ... ?
Mungkin ponsel Asisten Li ... ?
Lalu ... mau menghubungi siapa si Asisten jomblo itu ... ?
Maafkan ya teman-teman, masih banyak salah dalam penulisannya, dan juga masalah kata-kata nya, terimakasih atas kominan nya yang mengatakan aku harus banyak belajar hehehhe beginilah kalau hanya lulusan Sekolah Dasar, tapi sumpah aku akan belajar sedikit demi sedikit kok.
Terimakasih atas kominan nya ya ... maaf jika membuat kalian tidak nyaman membaca nya.
__ADS_1
Aku sayang kalian ...