Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 161


__ADS_3

Sedangkan hubungan Angelina dan Galla kini semua orang sudah tahu, termasuk mama dan papanya.


"Saya ingin menjadikan Angelina sebagai istri saya, bukan karena bisnis kita, tapi karena kami memang merasa cocok, Tuan Abimanyu ... ku harap anda tidak akan menjadikan putri anda sebagai transaksi dalam bisnis, Angelina juga berhak mengeluarkan suara untuk kehidupan nya sendiri " Galla berkata pada papanya Angelina.


"Saya tahu ... saya sudah salah selama ini, saya juga sudah melihat bagaimana hubungan kalian, untuk putriku, maafkan papa, papa malu padamu ..., perusahaan ada dalam genggaman mu kini sudah bisa berdiri tegak, tapi papa masih berharap kau untuk melakukan keinginan papa, maafkan papa untuk semua yang papa lakukan padamu " ucap Abimanyu pada putrinya


"Aku sayang sama papa, restui hubungan kami" Angelina menyadarkan tubuhnya pada lengan sang papa


"Tentu ... tentu papa merestui kalian" Angelina tersenyum mendengar ucapan papanya.


Angelina pun mengantarkan Galla keluar dari kantor nya.


"Nanti malam datang ke apartemen ku ya, aku merindukan mu" Galla memeluk pinggang Angelina.


"Baiklah, dah ... hati-hati" Angelina melepaskan tangan Galla yang masih melekat di pinggangnya.


"Udah sana pergi, gak malu di lihat banyak karyawan" ucap Angelina seraya melihat ke arah sekeliling.


"Mereka tidak akan berani membicarakan kita, kita atasan mereka, iya kan ..." Galla semakin mendekat kan wajahnya ke wajah Angelina.


"Hem ... hem ... hem ... " Deheman seseorang yang membuat Galla langsung melepaskan tangannya.


"Kalau mau bermesraan, jangan di tempat umum, malu ... " cebik Alan yang baru sampai di kantor Angelina.


"Kau, ada urusan apa kau kemari ...?" tanya Galla dengan wajah gugupnya


"Tentu masalah pekerjaan, bukan masalah asmara" Alan semakin menjadi untuk menggoda Galla dan Angelina


"Udah, pergilah ... mau ku pecat kau jadi calon adik ipar " ancam Galla dengan tendangan kecil untuk Alan.


"Eh, kenapa kau malah menggunakan itu untuk mengancam ku, Awas saja ya kalau kau berani memecat ku untuk jadi calon suami buat Marisa, kau tidak akan menemukan lagi pria setampan aku, sebaik aku ... tentu yang romantis seperti ku" Alan berkata dengan senyum tidak tahu malunya.


Lalu ia melangkah meninggalkan Galla dan Angelina dengan senyum yang masih terlihat.


"Baiklah, seperti yang kau dengar, calon adikmu mau membahas kontrak baru, aku harus menemuinya kan ...?" Angelina menjadi kan Alan sebagai alasan


"Baiklah, nanti malam kau tidak akan ku lepaskan ... aku sangat menginginkan mu malam ini" goda Galla tepat di daun telinga Angelina


Angelina hanya tersenyum mendengar kata itu, kata yang sudah sering Galla ucapkan, namun seperti yang Tian katakan, sebelum resmi jangan melakukan hal di luar batas pacaran, karena di situlah kita sebagai pria akan di nilai bejat dan tidaknya.


Galla pun berlalu dari hadapan Angelina, begitupun dengan Angelina ia sudah masuk ke dalam perusahaan, banyak mata dan bibir tersenyum kala tatapan mereka bertemu dengan tatapan Nona nya.


Karena malu, Angelina mempercepat langkahnya. ia tidak bisa memungkiri bahwa mereka pasti melihat kejadian di luar tadi.

__ADS_1


Angelina pun langsung masuk kedalam ruangan sang papa, benar saja Alan sudah membahas kontrak baru bersama papa nya.


"Bagaimana ... apakah sudah sama-sama menguntungkan ...?" tanya Alan seraya menutup berkas yang ia bawa tadi.


"Tuan sangat lah pintar dalam masalah negoisasi, baiklah ... kami setuju" ucap Papa nay Angelina.


"Baiklah, Nona Angelina ... segera berikan kabar baik, sebelum kakak iparku melahirkan" goda Alan pada Angelina


"Pasti Tuan," Angelina tersenyum mendapati tatapan mengejek Alan.


"Baiklah kalau begitu ... saya permisi dulu Taun, Nona Galla" goda lagi Alan yang mana membuat Abimanyu tertawa melihat hubungan anak nya dengan para petinggi perusahaan ternama.


Akhirnya Alan pun pergi dengan dorongan Angelina yang sudah kesal dengan candaan Alan.


"Oke ... Fine ... Fine " Alan berkata saat tubuhnya sudah di dorong oleh Angelina


"Ku beri tahu Marissa biar kau kena hajar lagi mau ...!" ancam Angelina.


"Cih, emang pasangan serasi kalian ya, sukanya main ancam pakai nama Marissa " Alan berkata seraya melenggang pergi.


Yakinkah jika kita berbuat baik, maka akan mendapatkan kebaikan.


Malam telah tiba, Angelina sudah menuju ke apartemen Galla.


"Kakak ... ! awas ya ... kalau gak bisa jaga diri, mending kakak cepat-cepat nikah saja, biar lebih jelas" ucap Marissa saat kakak nya berkata ingin bermalam dengan Angelina


cletak ...


Galla menjitak dahi Marissa karena ucapan nya.


"Kamu fikir kakakmu ini pria brengsek ... ! biar begini ... kakak bisa mengontrol diri, aku hanya ingin bermalam karena besok kakak akan melakukan perjalanan jauh dan lama" Galla berkata seraya mengelus kepala adiknya


"Cih, jadi lebih memilih bersama Angelina ketimbang adeknya gitu ... ?" Marissa cemberut pada Galla


"Kaku kan sudah Alan, sedang kan dia hanya ada kakak" Galla memeluk Marissa


"Jaga diri oke ... sebenarnya kakak ingin meresmikan hubungan kakak dengannya sebelum hari ini tiba, biar kau ada temannya di sini, tapi ... ya sudahlah nunggu kakak datang " ucap Galla


"Aku sayang kakak, hati-hati di sana, jangan lupa makan juga, rindukan aku juga, jangan Angelina saja" Marissa berkata seraya melepaskan pelukannya.


"Pasti, kau tetap menjadi adik kesayangan kakak" Galla pun pergi.


*****

__ADS_1


Galla sudah ada di dalam apartemennya, ia sudah menunggu kekasihnya datang, ia berdiri di dekat tempat dimana beberapa minuman terjejer di kamarnya.


Suara pintu terdengar jelas, namun Galla memilih diam, ia ingin Angelina yang datang menghampiri nya.



Galla adalah pecinta minuman, namun ia bisa menahan mabuknya.


Angelina memeluk Galla dari belakang dengan expresi yang mampu membuat Galla tersenyum.


"Ini bukan isyarat kalau kau akan melakukan perjalanan jauh lagi kan ... ?" ucap Angelina dari balik tubuh Galla.


Galla mengambil tangan Angelina dan membuat ia kini berada di hadapannya


Gala menangkup kedua pipi Angelina.


"Kau baik-baik lah disini" ucap Galla


"Aku ikut ya, sekalian saja kita liburan" Angelina melingkar kan tangannya di perut Galla


Galla memeluk Angelina seraya berkata


"Aku akan lama disana ... ? apakah Tuan Abimanyu akan mengizinkan mu ... ?"tanya Galla


"Berapa lama ... ? satu tahun ... dua tahun ... atau tiga tahun ... ?" tanya Angelina


Galla tidak menjawab ia mencium bibir kecil itu, meluap kan segala hasr*t nya.


Angelina yang juga menginginkan hal itu, membalas semua permainan Galla.


Malam ini mereka hanya saling berpelukan dan berciuman, Galla memeluk Angelina dari belakang saat mereka sudah siap berbaring.


*****


"Galla akan ada pekerjaan di sini, tapi dia bilang di negara lain" ucap Tian


"kenapa begitu ... ?" tanya Leona


"Kau tahu Marissa kan ... ? dia pasti akan ikut, jika Marissa ikut, otomatis Alan juga ikut, bukan bekerja yang akan di lakukan di sini, tapi akan liburan" ucap Tian


"Ya, makin rame kan makin enak sayang, aku juga merindukan Angelina" ucap Leona sambil memanyunkan bibirnya.


"Kau tidak boleh merindukan siapapun, kecuali aku ...!"

__ADS_1


__ADS_2