![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Veni langsung kabur setelah mengatakan hak yang seharusnya tidak ia katakan,
Ia tidak lagi memperhatikan tatapan tajam Asisten Ki yang terus menatap nya.
Masa bodoh dah ... ayolah Veni ... kesempatan untukmu untuk bersenang-senang, let's go ... abaikan Asisten kaku itu saat ini, yang penting kau harus pamitan dulu pada pengantin baru, beres kan ... '
Veni mengirimkan pesan pada Leona dengan foto dirinya yang sedang Happy,
Leona sayang ... aku jalan dulu ya ... mau kumpul sama teman-teman di cafe ...
Begitulah pesan dari Veni.
*****
Candra mendatangi rumah sakit dimana istrinya melahirkan saat itu, namun sudah banyak dokter yang pensiun, meski ada sebagian yang masih bekerja.
"Maafkan saya Tian, itu adalah hal yang tidak bileh kami lakukan"
"Tapi ini penting dokter, ini tentang anak kandungku, saya hanya perlu data wanita yang melahirkan saat malam itu dan pada tanggal itu Dok ... ku mohon ... sekali ini saja bantu saya" mohon Candra.
Namun ... Candra tidak mendapatkan hasil, ia tidak bisa menemukan data para wanita yang melahirkan bersamaan dengan istrinya.
Candra kembali kerumahnya, tanpa di sengaja ia melihat Arita yang duduk di atas ranjang dengan pandangan yang kosong.
Candra ingin mengabaikan nya, namun ... ia juga tidak bisa tidak memiliki hati.
Biar bagaimanapun ... dirinya pernah berjanji akan membuat Arita berubah.
Candra memasuki kamar Arita dengan tanpa suara.
"Apa yang kau lamunkan ... ?"tanya Candra saat duduk di sisi ranjang dekat Arita.
"Kau sangat kecewa telah membesar kan anak yang bukan darah daging mu bukan ... ? itu lah yang aku fikirkan ... anak siapa aku ... ?"ucap Arita dengan tatapan kosong.
Sejenak Candra terdiam, Dia tidak menyesal telah membesarkan nya, tapi... ia menyesal karena telah gagal mendidiknya.
"Aku tidak menyesal untuk itu ... yang sangat membuat aku menyesal adalah, aku gagal sebagai ayah yang baik untukmu, aku gagal mendidik mu menjadi gadis yang baik, aku gagal telah membuat mu menjadi wanita yang sekarang, Arita ... berubah lah nak ... akui kesalahan mu dan bertobat lah, kau cantik nak ... jangan menjadi wanita seperti ini lagi Papa mohon" ucap Candra yang sudah kehilangan kata-kata untuk menasehati Putri nya, tepat nya bukanlah putri kandungnya.
__ADS_1
Arita menatap ke arah Candra sesaat, lalu ... menunduk kan wajahnya.
"Apa lagi yang bisa ku banggakan, aku sudah tidak bisa apa-apa lagi, tanganku bahkan masih sangat terasa sakit, aku belum tentu bisa sembuh ... sudah lengkap penyakit yang ku alami, tapi... sebelum ajal menjemput ku, aku berharap kau akan menemukan anak kandung mu"ucap Arita menatap papa nya.
Candra terhenyak mendengar penuturan Arita, apa maksud dari perkataan nya tadi, tidak ... tidak, meskipun ia tidak begitu mencintai Arita tapi mendengar ia berkata seperti itu tentu hatinya merasa pilu.
Candra membalas tatapan Arita lalu memeluk nya.
"papa ... "ucap Arita, pecahlah tangisan Arita, ini pertama kalinya Candra memeluk nya selama ini.
"Ini pertama kalinya papa memeluk ku oya kan ...? Arita menetes kan air matanya.
"Asal kau berubah, papa akan terus memeluk mu nak ... papa akan terus ada di sisi mu, asal kau berubah" Candra mengelus kepala Arita membawanya dalam dekapan tulus nya.
"Penyakit Arita seperti nya semakin parah pa ... sakit dan perih nya sangat terasa"keluh Arita.
"Maka dari itu nak ... berubah lah ... jangan lagi bermain pria, menyesal lah atas setiap kesalahan mu, jika kau mau berubah dan meninggalkan kebiasaan mu bermain dengan pria, papa akan membawamu jauh ... jauh dadi semua orang yang telah mengenal buruk mu" ucap Candra menatap wajah putri yang selama ini ia abaikan.
"Mengapa kau masih baik dan peduli padaku, padahal kau sudah tahu kebenaran nya" ucap Arita.
Candra tidak menjawab, ia mengambil obat untuk Arita dan menyuruh nya untuk istirahat.
Candra keluar setelah menyelimuti Arita, sakit di tangan dan rasa gatal, perih kadang kambuh secara bersamaan, sehingga membuat Arita menjerit kesakitan.
*****
"Kita akan benar-benar seharian di kamar ... ?" tanya Leona tak percaya dengan apa yang Tian katakan.
Tian tidak menjawab, ia hanya sibuk mendusel-duselkan hidungnya di cengkeruk leher bagian belakang Leona.
"Geli sayang ... " pekik Leona.
"Aku ingin lagi ... ini salahmu ... kau dari tadi bergerak terus, hingga adik juniorku kini bangun lagi, kau harus tanggung jawab untuk itu" ucap Tian seraya terus memeluk Leona dari belakang.
Tian duduk di ranjang, melebar kan kakinya, sehingga Leona duduk di antara dua kaki Tian.
"Kau yabg dari tadi bergerak terus ... " sargah Leona.
__ADS_1
"Aku bilang kamu ya kamu lah sayang ... " Tian berkata dengan tangannya masuk kedalam kimono Leona, bermain dengan dua benda kenyal yang menjadi mainan Favorit Tian saat ini.
Leona menikmati setiap pilinan lembut di benda kenyal itu, dengan sesekali Tian meremas kedua benda itu dengan gemas dan gair*h.
Kimono yang menjadi penghalang antara kulit nya dengan kulit Tian kini telah tergeletak fi lantai, Tian mencium setiap inci punggung mulus Leona.
Hingga Leona mengeluarkan suara indah yang membangkitkan hasrat Tian.
Benda keras yang ada di bawah tubuh Tian kini telah menyentuh punggung Leona tanpa penghalang.
Tian meminta Leona untuk menduduki benda keras itu, dan menghadap dirinya.
Tanpa ada paksaan Leona menuruti kemauan Tian.
Ia menghadap kearah Tian fan menduduki benda keras itu.
Menaik turunkan tubuhnya di atas tubuh Tian, membuat Tian menengadahkan kepalanya, merasakan sensasi yang luar biasa.
Tidak ingin menyia-nyiakan buah yang nikmat, Tian langsung menerkam buah itu, menghisap dan mengulum nya dengan lembut, sehingga membuat Leona semakin semangat dalam olahraga naik turun di tubuh Tian.
"sayang ... kau luar biasa" ucap Tian seraya menikmati permainan Leona.
Tidak ingin istri nya kelelahan, Tian membaringkan Leona dengan lembut tanpa melepaskan benda pusaka nya dari danau Leona.
Kini Tian memaju mundurkan tubuhnya, Tian menghentakkan benda pusaka nya dengan begitu dalam, memutar - mutar bokong nya sehingga Leona mengeluarkan suara indahnya n dengan begitu keras karena merasa kan kenikmatan.
"Sayang ... apakah kau akan sampai ... ?" bisik Tian di daun telinga Leona.
"Sebentar lagi ... Ah ... lebih cepat ... " Leona menjambak rambut Tian karena begitu menikmati.
Hanya des*h*n yang terus terdengar dan di tambah dengan suara pacuan dari tubuh keduanya.
Saat mereka sudah sampai pada puncaknya, keduanya mengerang dengan begitu keras, melepaskan kenikmatan yang keluar secara bersamaan.
Akhirnya tubuh Tian ambruk di atas tubuh Leona, peluh sudah membasahi kedua manusia yang seakan-akan sama-sama tidak mengenal kata puas.
"Love you " bisik Tian di tengah suaranya yang terputus-putus.
__ADS_1
"Love you to " balas Leona dengan di iringi pelukan yang penuh dengan cinta.