![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Tian menatap tangannya yang masih di pegang oleh tangan mungil.
"Tuan mau kemana ... ? banyak loh tamu yang belum mengucapkan selamat pada Tuan" ucap berani Arita pada Tian.
Leona sudah melihat aura amarah Tian dari wajahnya, Leona menggenggam erat lengan Tian, seolah ingin berkata.
Jangan ... jangan terpancing oleh nya ...
Mungkin begitu lah isyarat pegangan tangan Leona.
"Hai Arita .. kau juga datang, terimakasih ... kau datang bersama siapa ... ?"tanya Leona seraya ingin melepaskan tangan Arita dari lengan Tian.
Namun ... sebelum Leona menyentuh tangan Arita,Tian menghempaskan tangan Arita terlebih dahulu.
Beruntung nya tangan Arita tidak menyentuh kulit Tian sama sekali, bisa gagal malam pertama ini.
"Apakah para penjaga di sini sudah lengah semua ... kenapa membiarkan wanita ini mendekati ku, seret dia ... dan ... lakukan seperti biasa"ucap Tian tanpa menoleh lagi kearah Arita yang sudah tersungkur di bawah lantai.
Sungguh lelaki yang datang bersama Arita kini pergi tanpa perduli lagi pada Arita. sedangkan Arsa ... ia masih syok, ternyata Arita benar-benar memiliki keberanian untuk menggoda Tian.
Dinda juga tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, apakah Arita berfikir semua lelaki itu sama ... ? Syukurin ...
mungkin itulah kata yang ingin dinda katakan pada Arita saat ini.
*****
"Kau terlihat begitu emosi ... maafkan aku ... mungkin ... " sebelum Leona menerus kan kata-kata nya Tian menutup bibir Leona dengan bibirnya.
Mmmuuuwaahhhh ...
Hanya suara itu yang terdengar, Tian mencium serta melum*at bibir Leona dengan penuh emosi.
Leona melepaskan ciuman itu dengan kasar.
"Sudah ... hentikan"ucap Leona.
Leona langsung menangkup kedua pipi Tian seraya berkata.
"Jangan lakukan ini dengan emosi, ku mohon ... "ucap Leona menatap mata Tian.
__ADS_1
"Maafkan aku ... aku tidak tahu kenapa dia bisa datang, akan ku pastikan dia tidak akan muncul lagi"ucap Tian memeluk Leona.
"Aku tidak apa-apa, kau tidak perlu se emosi itu, Aku sudah melupakan itu, jadi jangan marah dan merusak suasana malam ini"ucap Leona mengeratkan pelukannya.
perlahan Emosi Tian sudah terkontrol.
Tian membuka resleting gaun Leona seraya masih berpelukan.
"Mandilah ... kau pasti sangat kelelahan"ucap Tian setelah resleting itu terbuka.
"Aku tidak lelah, jadi lakukan lah malam ini"ucap Leona mengecup bibir Tian sekilas.
"Kau yang mengatakan nya, jadi jangan salahkan aku ... "ucap Tian dengan senyum nakal nya.
"Tunggulah, aku akan membersihkan diri dulu"pamit Leona menuju ke kamar mandi.
Sedangkan Tian langsung merogoh sakunya, mengambil benda pipih.
"Patah kan tangannya yang sudah menyentuh ku tadi, dan ungkap kan pada Candra bahwa dia bukanlah anak kandungnya"perintah Tian pada orang di balik ponsel.
Setelah mengucapkan itu, Tian langsung
'Aku sudah memberi peringatan padamu ... tapi kau tidak menggubris peringatan ku ... ini kedua kalinya kau melakukan hal ini ... apa kau fikir aku akan tergoda padamu, hanya karena kau jauh lebih muda dari Leona ... iss ... mengapa ****** sekarang lebih parah'
...Tian berdiri menatap keindahan suasana di luar hotel yang ia tempati....
Sebelum ia menikahi Leona, ia sudah menyelidiki semua orang yang bersangkutan dengan Leona, termasuk Arita, wanita muda yang sudah berhasil menanam luka dihatinya dan menghancurkan rumah tangga yang selalu ia jaga.
Dan kenyataan yang sebenarnya adalah Arita bukanlah anak kandung dari Candra, tes DNA menyatakan kalau mereka tidak ada hubungan keluarga sama sekali.
Anak siapa kah Arita ... ?
Ya tentu ... seperti yang Arsa katakan, turun dari mana watak yang Arita miliki sedangkan kedua orang tuanya adalah orang-orang yang sangat baik.
Tian menghela nafasnya dengan begitu berat, sudah banyak hal yang ia lakukan di belakang Leona, semuanya demi Leona, wanita yang akan selalu tinggal di sisinya.
*****
"Apa yang ingin kalian lakukan ... !!! ingat ... negara ini negara hukum, kalian tidak bisa melakukan hal semau kalian terhadapku ... "teriak Arita pada anak buah Tian.
__ADS_1
"Nona ... aku pernah berkata, jauhi Nona Leona apalagi Tuan Tian ... apakah kau berfikir kalau Tuan ku sama dengan Arsa atau pria lain yang sudah dekat dengan mu, sayang sekali Nona ... meskipun kau telanjang sekalipun, Tuanku tidak akan pernah menyentuhmu"ucap Asisten Li seraya menghempaskan wajah Arita yang sedari tadi di pegang nya.
"Kau sudah cukup bermain Nona Arita, aku fikir kau akan berubah dan mau berubah, tapi ternyata aku salah ... kau bahkan lebih berani sekarang, tapi ... jika tangan mu patah satu apakah kau masih bisa melakukan hal menjijikkan ini ... ? dan ingat baik-baik , Tidak akan ada hukum yang bisa menghukum Tuanku"ucap Asisten Li .
*****
"Kalian nikmatilah pestanya, Angelina ... Marisa ... Veni ... kalian juga, nikmatilah pestanya"ucap Maminya Tian dan juga Ibunya Leona.
"Tante ... apakah wanita kecil itu akan baik-baik saja, ku lihat raut wajah Asisten Li sangatlah menyeramkan"ucap Marissa.
"Dia tidak akan baik-baik saja, aku yakin besok dia akan hanya tersisa dengan satu tangan"ucap Alan serius.
"benarkah ... ? apakah Tian sekejam itu ...?"Ucap Angelina.
"bukan Tian yang kejam, tapi ... Asisten Li yang kejam"bela Veni pada kedua pria itu.
"Sama saja kan... ? Tian yang memberi perintah Li hanyalah melaksanakan tugasnya"ucap Galla
"Jangan di fikirkan, Tian sudah pasti memikirkan hal ini di jauh hari, Jeng ... kau terlihat sangat gelisah kenapa ...?"tanya Maminya Tian.
"Nak Tian pergi dengan perasaan marah, apakah akan baik-baik saja untuk Leona?"ucap cemas Ibunya Leona.
"Tenanglah ... Leona adalah kelemahan Tian dan juga kekuatan bagi Tian sekarang, Leona akan berada di atas Tian saat Tian marah, namun akan ada di bawah saat Tian bertutur lembut, kuharap Ajeng bisa mengerti maksud dari perkataan saya"ucap Maminya Tian seraya mengusap punggung tangan Ibunya Tian.
Ibunya mulai merasa tenang saat mendengar perkataan Maminya Tian.
Sedang kan Arsa sudah menghubungi Candra.
"Aku sudah mendengar nya Arsa ... bagaimana mungkin ... bagaimana mungkin Arita bukanlah putriku ... Arsa ... kebenaran apa lagi ini," ucap Candra yang malah membuat Arsa terkejut.
"Maksud mu ... Arita bukan putri kandung mu? lalu ... lalu dimana putri kandung mu ... ?"tanya Arsa dengan cemas.
"Itu belum di ketahui Ar, Tian sudah jauh menyelidiki tentang kita semua, dia tahu semua tentang kita Ar, dan inilah kenyataan nya, bukti tes DNA antara aku dan Arita membuktikan kalau dia bukanlah Putriku, Arsa ... Tian adalah monster seperti yang sudah di rumor kan, dia tidak akan segan menghancurkan siapapun yang telah mengusiknya, termasuk Arita" ucap Candra.
"Apa yang sudah Tian lakukan pada Arita?" tanya cemas Arsa.
"Tangan yang sudah Arita gunakan untuk menyentuh Tian, sudah Tian patahkan, ia meringis kesakitan, namun tidak ada belas kasihan dari mereka Arsa ... "ucap Candra.
Arsa yang mendengar penuturan Candra menjadi ngeri sendiri, apakah masih ada orang kejam seperti Tian ... ?
__ADS_1