Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 159


__ADS_3

Suasana rumah Tian kini telah hening kembali, Tian memerintahkan semua orang agar tidak menggangu nya fan istri nya.


"Sudah jangan khawatir begini, kau sudah dengar sendiri kan apa kata dokter, aku baik-baik saja, maaf karena sudah membuat mu khawatir terus padaku" Leona mengelus kepala Tian yang menempel di dadanya.


"Jangan lakukan hal berbahaya lagi, kau tahu ... rasanya aku ingin menghancurkan mereka saat ini juga, tapi apa kata Li barusan, bahkan mereka bunuh diri sebelum di hukum" Tian berkata namun masih menenggelamkan kepalanya di dada sang istri


"Aku hanya refleks saja saat melihat wanita itu di siksa sama mereka, baiklah ... lain kali tidak akan lagi" ucap Leona tidak ingin Tian semakin mengkhawatirkan nya.


"Refleks tapi sampai seperti itu, tau ah, pokok nya malam ini aku ingin tidur begini, hatiku masih kacau tau ... " cebik Tian seperti wanita yang sedang merajuk.


Leona cengengesan saat mendengar suara manja Tian.


*****


"Tuan, hei ... aku tidak apa-apa, dari tadi aku hanya bersembunyi" Veni sudah lelah meyakinkan Assisten Li bahwa dirinya tidak apa-apa, jangan kan terluka ... tergores saja tidak, karena seperti yang Veni katakan, ia hanya bersembunyi di bawah baju yang di gantung.


Tubuh Veni berulang kali di putar dan di periksa, bahkan Asisten Li juga memanggil kan dokter untuk Veni.


"Baiklah, aku lihat kau sangat khawatir padaku ... ? kau menyukaiku ... ? kalau begitu kita pacaran sekarang ... !" Veni langsung membuat Asisten Li terdiam.


"Kenapa diam, kalau kau tidak menyukai ku, lalu apa nama dari sikap perhatianmu selama ini, kau bahkan membatasi nomor kontakku, kau juga menghapus semua nomor teman priaku, bahkan kau membuat status kalau kau adakah pria ku, cih ... lebay banget, ayo katakan ... apa itu namanya ... " Saat Veni terus mengoceh Asisten Li langsung menarik tangan Veni dan memeluknya.


"Hei, kau lagi-lagi melakukan hal semaumu ..." Veni berusaha melepas kan pelukan Asisten Li.


"Diam, biarkan aku memeluk mu seperti ini" Asisten Li terus memeluk Veni.


Mendengar ucapan Asisten Li, Veni diam tidak memberontak lagi.


"Apa status ku dalam hidup mu, setidaknya beri aku kejelasan" Veni berkata dengan nada pelan.


"Haruskah hal semacam itu di ungkapkan ... ? tidak kah kau melihat dan menilai sendiri bagaimana tindakan ku padamu" Asisten Li berkata seraya terus memeluk Veni.


."setidaknya katakan kalau kau menyukaiku, aku juga ingin pengakuan " Veni berkata dengan tangan yang ragu untuk membalas pelukan Asisten Li.

__ADS_1


"Pengakuan ... ? Aku tahu ... kau bertaruh dengan Nona Leona, Nona Marissa dan juga Nona Angelina, aku tahu semua itu, tapi .. aku tetap bersikap seperti ini padamu, lalu ... apakah kau belum mengerti apa maksud ku ...?"


"Kadang cinta tidak perlu ungkapan, tapi butuh tindakan" ucap Asisten Li


"Itu sudah berlalu, itu taruhan dulu, saat kau masih menyebalkan, bukan menyebalkan, tapi sangat menyebalkan" ucap Veni dengan bibir manyun.


Terdengar Assisten Li tertawa lirih.


"Kau begitu berarti bagiku, apakah ini sudah cukup sebagai pengakuan ... " Ucap Asisten Li yang membuat Veni kini tidak ragu untuk membalas pelukan si kaku yang kini telah memeluknya.


"Bagaimana keadaan ibu, apakah sudah baik ...?"tanya Asisten Li seraya melepaskan pelukannya.


"Ya sudah jauh lebih baik, terimakasih" ucap Veni dengan mimik wajah merona.


Asisten Li mengusap lembut kepala Veni.


"Istirahat lah, minumlah obatnya" Asisten Li m3mbawa Veni ke ranjangnya.


"Aku sudah bilang, aku baik-baik saja, Kenapa harus minum obat juga" ucap Veni kesal seraya menatap Asisten Li.


Terpaksa Veni meminum obat yang Asisten Li berikan. Asisten Li pun membantu Veni berbaring, dan menyelimuti nya.


"Jangan suka membuat orang khawatir" ucap Asisten Li seraya mengecup kening Veni.


"Siapa yang suka membuat khawatir, kau saja yang terlalu berlebihan" ucap lirih Veni dengan bibir nya manyun beberapa senti wkwkwk


"Coba katakan sekali lagi" Asisten Li berbalik badan saat mendengar kata samar itu, namun sedikit yang ia dengar jelas.


Asisten Li mendekati ranjang Veni lagi.


"Apa ... ! memangnya aku bilang apa ... ?" Veni masih saja memanyunkan bibirnya, bibir yang selalu membuat Asisten Li menelan ludahnya.


Setelah beberapa waktu yang lalu, ia menikmati bibir itu dengan sangat leluasa tanpa pemilik nya tahu.

__ADS_1


Asisten Li mendekati Veni lalu menatap wajah itu, wajah yang sudah membuat pendiriannya tergoyahkan.


Asisten Li semakin mendekati wajahnya dengan wajah Veni yang mana mata Veni sudah melotot dengan lebar, ia tidak percaya .. kini bibir nya telah bersatu dengan bibir Asisten Li dalam keadaan sadar.


Veni tidak merespon kehadiran bibir lembut Asisten Li, karena ia tidak tahu ... harus bagaimana, Namun ... hati dan tindakannya berbeda, semua terjadi di luar perkiraan Veni.


Veni bahkan mengalungkan tangannya ke leher Asisten Li, membuat penyatuan dua lid*h itu terjadi dengan begitu nyaman.


Sehingga mereka tidak sadar, sudah berapa lama mereka melakukan adegan itu.


Menyadari akan hal itu, Asisten Li melepaskan ciumannya.


"Aku akan belajar bagaimana mencintai seperti ala anak jaman sekarang, aku akan belajar bagaimana menjadi seperti yang kau inginkan, tapi ... berjanji lah, untuk berusaha berada disisi ku" Asisten Li berkata tepat di atas wajah Veni.


Veni yang masih belum siap menerima kata-kata manis hanya bisa mengangguk kan kepalanya.


"Tidurlah, aku akan keluar" ucap Asisten Li.


Saat Asisten Li sudah melangkah kan kakinya, Veni berkata:


"Tuan Tian, biasanya akan mencium kening Leona jika akan pergi atau mau apapun" ucap lirih Veni dari balik selimut.


Asisten Li tersenyum dalam kesamaannya. Melihat Asisten Li hendak berbalik Veni langsung menutupi seluruh wajah nya dengan selimut.


Asisten Li mendekati Veni, ia berbisik di dekat wajah Veni.


"Apa saja yang Tuan lakukan kepada Nona, apakah kau juga menginginkan ...?" goda Asisten Li pada Veni.


...Cinta sejati bukanlah bagaimana kamu memaafkan, tetapi bagaimana kamu melupakan, bukan apa yang kamu lihat tetapi apa yang kamu rasakan, bukan bagaimana kamu mendengarkan tetapi bagaimana kamu mengerti, dan bukan bagaimana kamu melepaskan tetapi bagaimana kamu bertahan. ...


...Asmara bukan hanya sekadar saling memandang satu sama lain. Tapi juga sama sama melihat ke satu arah yang sama....


...Cinta sejati bukanlah jumlah ciuman atau seberapa sering kamu mendapatkannya, cinta sejati adalah perasaan yang masih bertahan lama setelah ciuman berakhir."...

__ADS_1


Kelanjutan, menyusul ya teman-teman, Terimaksih atas partisipasi kalian.


LOVE you untuk kalian semua.


__ADS_2