![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Sedangkan Veni dan Asisten Li, kini telah berada di perusahaan juga.
Mereka sangat sibuk mengurus beberapa dokumen yang akan Li bawa ke perusahaan kota Leona.
Tia. yang memang tidak ke perusahaan hanya berdiam diri dirumah, sambil bermain air di kolam bersama Leona
"Kau yakin akan di sini selama 3 hari? kau yidak merindukan Nathan dan Nala ... ?" tanya Tian
"Ibu yang mana yang tidak merindukan anak-anaknya Mas, begitu juga dengan Mami, sebenarnya Mami sangat merindukan mu, hanya saja Mami dan kamu sama-sama membesarkan ego kalian" ucap Leona yang mulai menepi dari kolam.
"Benarkah ... ?" tanya Tian
"Coba Mas datangi Mami, bicaralah sebagaimana anak pada ibunya, bukan sebagai Tian sang penguasa" ucap Leona
Sejenak Tian terdiam, ia merasa apa yang di katakan Leona adalah benar.
*****
"Alan ... bagaimana ? apakah kau sudah menemukan model yang tepat untuk bajuku?" tanya Marissa
"Itu baju bertema anak muda kan ...? kenapa gak kau pakai Dinda saja, tubuhnya mungil, dia juga cantik kok" ucap Alan
"Cantikan mana antara dia dan aku?" tanya Marissa
"Marissa sayang, tentu kau yang paling cantik tiada duanya, baik di dunia nyata ataupun dunia lain, hanya kau yang paling cantik" puji Alan.
Pujian itu bukannya membuat senang Marissa malah membuat Marissa terperangah dan marah.
"Ala ....n" teiak Marissa seraya memukul Alan berulangkali
"Hei, kenapa malah memukulku, bukankah aku sudah memujimu?" ucap Alan seraya menutupi tubuhnya dengan tangannya, agat pukulan Marissa tidak mengenainya.
"Kau memuji apa gimana? masa aku cantik di dunia nyata atau dunia lain, emangnya kau fikir aku hantu" pekik Marissa
"Iya, kau seperti hantu ... karena selalu menghantui hatiku, kau bukan Cinderella tapi kau selalu buat aku gila" goda Alan di tengah amarah Marissa
"Aku kalah kalau kau hantam dengan kata-kata gombal mu" ucap Marissa seraya meninggalkan Alan.
Alan tersenyum lalu berlari kecil mengejar Marissa, memeluknya dari belakang dan mengangkat tubuhnya.
__ADS_1
"Kau yang terbaik, kau yang tercantik "ucap Alan seraya membuat tubuh Marissa melayang berputar dalam pelukan nya.
"Aku mencintaimu " ucap Marissa
Semua karyawan Marissa sudah tahu dengan cinta manis mereka, meski sering cek cok tapi percaya lah, Alan selalu mengalah dalam melawan Ego nya Marissa.
Alan mencintai Marissa susah dari dulu, semenjak Marissa masih menaruh hati pada lelaki lain, Alan telah menanam hatinya dengan naman Marissa.
Sekarang, ia tidak mungkin menyerah akan Marissa, wanita super cantik, mandiri dan periang, tentunya ia setia dengan satu hati.
Itulah yang Alan suka dari Marissa. Sedangkan Marissa sudah melihat cinta yang sudah lama Alan tunjukkan, setelah ia tidak di perduli kan oleh orang yang ia harapkan, Alan masih bersedia menariknya dalam dekapannya.
*****
"Leona akan pulang 3 hari lagi, Mas tidak keberatan ?"tanya Ibunya Leona
"keberatan untuk apa? dia ada di rumah mertuanya, malah aku senang karena anak kita begitu di sayang oleh keluarga barunya, aku sudah tua, kita tidak tahu umur manusia itu sampai kapan, tapi ... aku bahagia di usiaku yang sudah mulai tua, aku masih di beri kesempatan untuk berkumpul dengan kalian" ucap Ayahnya Leona
"Kau jangan bicara yang sembarangan, kau masih punya tugas untuk membesarkan cucu-cucumu sebagai tebusan kau tidak merawat Leona dari kecil" ucap Ibunya Leona yang yidak menyukai ucapan sang suami
"Kau benar, aku harus menebus hari itu, hari dimana aku tidak melihat perkembangan putriku, " ucap Tuan Darrel seraya tersenyum kearah istrinya.
Hari demi hari telah meraka lewati, benci dan rindu, selalu bermain dalam kehidupan, begitu juga dengan kehidupan Dinda.
Dinda tidak habis pikir, apakah begini cara tuhan menghukum Arsa, bukankah Arsa susah bertobat dan tidak akan mengulang kesalahan nya lagi? tapi kenapa ia di nyatakan tidak bisa memiliki keturunan, sehingga ia berusaha membuat dirinya dekat dengan Laksya.
Anak Kamila yang kini sudah bisa berjalan dan bisa mengatakan kata Mama saja itu, kini telah lengket dengan Arsa.
"Kau sudah yakin dengan keputusan mu? menikah dengan kak Kamila?"tanya Dinda
"Tentu aku yakin, menginginkanmu ibarat Aku menginginkan rembulan tidak akan pernah tercapai" ucap Arsa dengan tawa kekehnya
"Siapa suruh kau jadi bajing*n dulu"jawab Dinda dengan tawanya juga.
"Kau tidak akan pulang?" tanya Arsa
"Haruskah aku pulang?" jawab Dinda dengan pertanyaannya juga
"hahaha tidak usah,pernikahanku dan Kamila hanya dilakukan secara sederhana saja, hanya keluargaku yang datang dan juga keluargamu"ucap Arsa
__ADS_1
"kok begitu, kau pengusaha muda loh ... banyak klien mu dan juga kenalannya mu yang juga harus tahu akan pernikahanmu" ucap Dinda
"Kenapa ... ? apakah kau takut aku akan selingkuh lagi ... ?"tanya Arsa
"Ya ... siapa tahu masih ada Pelakor lain yang mau sama kamu, sejatinya kamu juga tampan sih"ucap Dinda
"Nah, itu kan kau bilang aku tampan, kau saja yang gengsi "ucap Arsa
Tawa mereka pun lepas dengan begitu bahagia, Arsa menikmati tawa Dinda yang sudah lama ia rindukan.
"Baiklah, aku masih ada jam kuliah, Da ... Arsa ... selamat ya untuk pernikahan mu, dan juga semoga kau bahagia" ucap Dinda
"Baiklah, sukses ya ... semangat bidadari kecil" ucap Arsa
"Siah ... bidadari kecil katanya, aku udah gedde ya ... ? dah tahu pacaran juga" ucap Dinda
"Baiklah ... Bidadari sempurna ku, selamat belajar" ucap Arsa
"Da ... Duda tampan" ucap Dinda
Panggilan vidio call itupun telah berakhir, air mata Arsa terjatuh saat layar itu telah menjadi hitam.
'Semoga kau bahagia, aku akan bahagia juga do sini' bathin Arsa
Dinda pun mulai kelasnya lagi, sepulang nya Dinda, ada mobil yang berhenti di depan A
Dinda, sontak Dinda berhenti dari langkahnya.
"Hai, ayo masuk, biar ku antar"
"Tidak usah, makasih" ucap Dinda seraya berlalu.
Tangan orang itu mencengkeram erat setir mobilnya, namun ia berusaha membuat bibirnya terlihat tersenyum di hadapan Dinda.
"Sebentar lagi seperti nya akan hujan, kau yakin tidak mau ku antar?" ucap orang itu yang tidak lain lagi adalah Zhan yang tidak menyerah untuk mendekati Dinda.
"Saya sudah lesan Taksi, jadi ... terima kasih " ucap Dinda yang mana benar saja, Taksi datang ke dekatnya.
Saat taksi yang di tumpangi Dinda melaju, Zhan memukul setir mobilnya dengan keras.
__ADS_1
"Sial, ... dasar wanita murahan, berani sekali dia menolak ku, akan ku buat kau bertekuk lutut, memintaku untuk menjadi kekasihnya, lihat saja Dinda, kau akan aku hancurkan" ucap marah Zhan seraya menatap Taksi yang Dinda tumpangi.
Setelah lama Zhan meluapkan emosinya, ia pun melajukan mobilnya dengan begitu cepat, bentuk emosi yang masih belum ia luapkan.