Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 257


__ADS_3

Tidak ada manusia yang melakukan kesalahan, hanya saja jangan mengulang kesalahan yang sama. Sesampainya Tian di hotel ia merebahkan tubuhnya dan merogoh ponselnya. Layar wallpaper yang tampil membuat nya tersenyum, segala kekesalannya tiba-tiba hilang melihat 3 orang yang paling berharga dalam hidup nya tersenyum di layar ponselnya.


"Hallo Pa, Apakah sudah sampai ... ?" tanya Leona pada si penelepon.


"Susah, Ma. ini baru rebahan di hotel " Ucap Tian


"Syukurlah ... kalau begitu istirahat dulu lah, Pa. Setelah itu makan" ucap Leona


"Iya, sayang. Anak-anak bagaimana ...?" tanya Tian


"Anak-anak pintar kok, Pa. mereka gak rewel cuma itu belajar berjalannya yang buat mereka jatuh terus" ucap Leona


"Kenapa harus jatuh, Mama carikan mereka pelatih yang profesional,Ma" ucap Tian


"Iss ... Papa, mereka belajar berjalan bukan mau balapan ... mana ada pelatihan profesional, cukup lah Mama dan Bibik aja" ucap Leona


"Emangnya gak ada ya ... pelatih profesional buat bayi yang baru belajar jalan ... ?" tanya Tian dengan bodohnya


"Ya gak adalah, Pa. Papa ada-ada aja, mana ada pelatih macam itu" ucap Leona


"Nanti papa akan adakan pelatih buat bayi yang baru belajar berjalan, Ya ... " ucap Leona


"Jangan aneh-aneh deh, Pa. udah papa urusin bisnis papa di sana biar cepat pulang kerumah" ucap Leona


"Siap Ibu Negara ... " ucap Tian yang memiliki julukan untuk Leona karena sering mengomeli dirinya. tapi bukan marah yang Tian rasakan tapi ia merasa di perhatikan olehnya.


Wanita cerewet tidak boleh ini dan itu, karena mereka sayang dan peduli pada kita, bukan karena benci atau tak suka, Mereka cerewet tidak memperbolehkan kita untuk melakukan sesuatu yang bahaya bukan mereka yak percaya pada kemampuan kita, hanya saja mereka tidak ingin terjadi sesuatu pada kita. Kita berarti bagi mereka, tinggal kita saja yang memahami keinginan mereka.


"Baiklah, Ma. Papa istirahat sebentar ya, nanti jam 7 malam Papa ada pertemuan lagi" ucap Tian


"Baiklah, Pa ... jaga diri dan kaga kesehatan, Papa tidak bawa sapu tangan Papa, lupa atau di sengaja ... ?" tanya Leona


"Lupa,Ma ...papa gak tahu kalau dimana-mana ada ulat bulu yang berkeliaran, doakan saja semoga Papa aman dari virus ulat bulu" ucap Tian yang ingat akan pandangan dua gadis yang ada di hadapannya tadi.


"Mama yakin, Papa visa menjaga diri" ucap Leona.


Perbincangan mereka pun terputus, benar saja, Tian langsung memejamkan matanya melepas lelah yang ia rasa sedari tadi.

__ADS_1


Begitu juga dengan Asisten Li, ia sudah menghubungi Veni, katanya dia sudah makan, Dani yang membelikan nya makanan.


"Ia, kak Dani tadi yang beli" ucap Veni


"Gak muntah ... ?" tanya Asisten Li


"Muntah tapi sedikit" ucap Veni


"Kalau begitu, minum yang rutin obatnya" ucap Asisten Li


"Iya, hati-hati di sana, jaga mata dan jaga hati, awas udah mau jadi bapak loh"ucap Veni memperingati Asisten Li


"Kau masih meragukan aku ... ? mana mungkin aku akan melihat wanita lain, jika yang di rumah sudah sangat cantik seperti mu" ucap Asisten Li


"Cih, belajar dari mana kata-kata alay itu" ucap Veni


"Belajar dari pengalaman, kau cantik, bahkan sangat cantik, kau takkan tergantikan, kau yang terbaik" ucap Asisten Li


"Terimakasih karena sudah menjadi istriku, dan mau mengandung anakku" ucap Asisten Li


"Kok jadi melow begini sih ucapanmu, aku kan gak bisa galak-galak kalau kamu berkata manis seperti itu"ucap Veni yang membuat Asisten Li tersenyum.


"Tuan pasti sudah istirahat" gumam Asisten Li


*****


"Kehamilan Veni sangat lucu, kau tahu ... bahkan Tian sampai memasak untuknya" ucap Angelina pada Galla.


"Benarkah ... Tian masak untuk Veni ... kok bisa ... ?" tanya Galla yang baru saja datang dari Kantor


"Veni gak bisa menelan makanan apapun kecuali yang di inginkan, Nah ... Veni ngidam nasi goreng yang mana yang buat harus Tian, Bahkan Veni dan Asisten Li datang kerumah Tian pukul 10 malam dan membangun kan Tian hanya untuk memasak makanan untuk Veni, hebat begitu ya anaknya Veni dan Li" ucap Angelina


"Lalu ... bagaimana dengan hasil masakan Tian ... ?" tanya Galla


"Masakan nya rasanya aneh dan asin tapi sangat di nikmati oleh Veni bahkan sampai habis tak tersisa" ucap Angelin


"Untungnya kau tak ngidam aneh-aneh itu sayang, bisa kewalahan aku" ucap Galla seraya mengkhayal Bagaimana Tian malam itu, pasti jika di buat vidio akan viral sejagat raya.

__ADS_1


Apalagi dengan karir Tian yang sangat terkenal dalam dunia bisnis. Bisa langsung menjadi trending utama di media


"Kau pasti berkhayal tentang keadaan Tian saat itu ya ... Aku juga bertanya seperti itu pada Leona, eh Leona lupa katanya" ucap Angelina


"Oh iya kau sudah menghubungi Tuan Candra ....? pernikahan Marissa dan Alan sudah kurang 1 minggu, segeralah kabarin Tuan Candra, agar semua pekerjaan nya saat itu bisa ia handle" ucap Angelina


"Kau benar juga, sayang. Bentar ya ... aku hubungi Tuan Candra dulu" ucap Galla


Angelina mengangguk kan kepalanya, ia barus saja memberikan Asi pada anaknya


"Hallo Tuan Candra, ini saya Galla, kakak nya Marissa" ucap Galla


"Iya, Tuan ada yang bisa saya bantu ...?" tanya Candra


"Marissa akan menikah seminggu lagi Tuan, bisakah anda hadir dan menjadi walinya, Saya tidak bisa menolak permintaan nya, Tuan" ucap Galla


"Marissa sangat menginginkan sosok seorang Ayah, aku sudah berusaha menjadi ayah sekaligus kakak untuk nya, hanya saja ... sosok itu ia dapat kan dari Anda, setiap hari ia mengatakan kalau ia sudah memiliki Ayah dan itu adalah Anda Tuan, bisakah anda datang dan memenuhi permintaan adik saya ... ?" ucap Galla.


Mungkin Galla tidak tahu cara minta tolong, Tapi di setiap perkataan nya tersirat kesedihan yang mendalam baginya. Adik yang ia besarkan seorang diri hanya dengan bantuan pembantu nya kini menginginkan sosok ayah dalam pernikahan nya.


"Tuan Galla, saya juga sudah menganggap Marissa sebagai putri saya, saya akan datang pada acara itu, saya pasti akan datang, terimakasih juga untuk Tuan Galla telah menjaga Dinda selama Tuan Joe ada di sini" ucap Candra


"Seperti yang Tuan Candra katakan tadi, Jika Marissa sudah Tuan anggap anak, berarti Dinda adalah adiknya, sudah tugas kakak menjaga adiknya"


Candra dan Galla sama-sama tertawa dengan ucapan itu. dan kedua nya mengakhiri perbincangan mereka setelah mengutarakan semua keinginan Galla.


*****


"Kau sangat kerasan disini ... ? tidakkah kau ingin tinggal bersama ku ... ?" tanya Joe pada Dinda


"Kak Marissa yang melarang ku keluar dari rumah ini, dia bilang kan dia sudah jadi anak Papa, jadi aku adalah adiknya" ucap Dinda saat Joe menjemput nya di kampus nya.


"Cih, anak itu ternyata bersungguh-sungguh menganggap Papamu sebagai Papanya" ucap Joe


"Kata Kak Galla, Marissa tidak pernah merasa kasih sayang orang tua, mungkin karena itulah dia menginginkan sosok Papa dalam hidupnya, kasihan juga sih menurut ku, dan untuk Kak Galla salut untuknya, karena bisa menjaga Marissa sampai ia sebesar ini, seorang diri lagi" ucap kagum Dinda pada Galla.


"Dulu ... Galla dan Marissa selalu bermain di rumah Tuan Tian tapi semenjak Tuan Tian menolak Marissa hubungan mereka mulai renggang dan Galla baik Marissa tidak pernah lagi bermain kerumah Tuan Tian, tapi ... ya syukur lah ... sekarang semua hubungan visa terjalin kembali" ucap Joe

__ADS_1


Semua memiliki cerita masing-masing, ada bahagia, ada luka, ada, suka dan juga merana. Semua rasa itu akan menghiasi seperti warna dalam hidup kita. Menjadi kan semua kejadian itu sebagai pelajaran yang harus kita jadikan pelajaran .


__ADS_2