Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 259


__ADS_3

Sesuai rencana, Satu keluarga berfikir bahwa rencana mereka berhasil, Sehingga anak kedua dan anak ketiga nya sudah melaporkan kejadian itu pada pihak yang berwajib.


Jam 11 malam, polisi datang ke kamar Tian, yang mana Tian sedang istirahat. Asisten Li yang tidak takut akan seragam itu langsung menghadang mereka dan tidak membiarkan mereka menyentuh pintu kamar Tian


.


"Jangan halangi tugas kami, Tuan. Kami mendapat kan laporan dan kami harus membawa tersangka " ucap kepala polisi itu.


"Kalau begitu kalian harus hadapi Tuan Troy untuk itu" ucap Asisten Li


"Tuan Troy anak buah mu ingin mengganggu Tuanku" ucap Asisten Li santai seraya menyandarkan tubuhnya di dinding.


Setelah mengatakan hal itu, keluar lah orang uang di maksud Asisten Li


"Maafkan atas sikap bawahan saya Tuan Li, meeka tidak tahu siapa yang akan mereka datangi" ucap Troy pada Asisten Li seraya menundukkan kepalanya.


Tentu membuat ke 4 polisi itu terkejut, jika Tuan Troy bisa menundukkan kepalanya, apalah mereka yang hanya polisi bawahan.


"Kalian pergilah, laporan itu palsu, kalian tidaj tahu siapa yang Kalian tuduh sebagai tersangka, hanya dengan sedikit kesalahan saj, pekerjaan kalian akan hilang dalam hitungan menit, Apakah kalian tidak melihat laporan saat ini, Walikota sudah tidak menjabat sebagai Walikota saat ini, itu karena dia menyinggung orang yang seharusnya tidak kalian singgung, sebelum kalian juga menerima hukuman darinya, maka pergilah " ucap Tuan Troy selaku pimpinan polisi di kota itu.


Mendengar ucapan Troy, mereka langsung pergi dengan cepat, beruntungnya mereka tak langsung masuk tadi, bisa-bisa pekerjaan nyang susah payah mereka dapatkan hilang dengan begitu mudahnya.


*****


Malam berlalu dengan begitu cepat, panas yang Tian rasakan kini sudah mulai berkurang.


Asisten Li istirahat di kamar Tian, ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Tuannya .


"Li ... aku baik-baik saja, bukankah aku sudah sering mengalami hal semacam ini ... ? Kenapa kau terlihat begitu marah ... ?" tanya Tian


"Ini beda Tuan, mereka bahkan melaporkan anda pada polisi, bukankah mereka sangat tidak tahu diri" ucap Asisten Li


"Aku dari awal sudah mencurigai mereka, hanya saja aku tidak menyangka mereka akan melakukan rencana itu dengan begitu cepat, bahkan ... aku masih sehari disini" ucap Tian

__ADS_1


"Kenapa Tuan tidak menceritakan dari awal padaku, " ucap Asisten Li


"Aku kira, mereka akan menggunakan cara yang sama dengan lainnya, nyatanya mereka menggunakan cara yang berbeda bahkan yang tidak bisa aku tebak sekalipun"ucap Tian


*****


"Halo friend, Bagaimana keadaanmu?" tanya Leona


"Keadaanku jauh lebih baik kok Na, sudah ada kak Dani yang menjagaku disini" ucap Veni


"Syukurlah kalau begitu, kau sudah menghubungi asisten Li ... ? soalnya tadi aku menghubungi Tian nomornya tidak aktif "tanya Leona


"Belum Na, mungkin sebentar lagi,aku masih rebahan diatas kasur nih" ucap Veni


Owalah, baiklah Bumil, aku tidak akan menggangu mu lagi" ucap Leona seraya mematikan ponselnya.


Tok ... Tok ... tok ...


Ketukan pintu terdengar oleh Veni, Veni pun menyangka bahwa itu adalah Dani sang kakak.


Masuklah Dani dengan nampan di tangannya.


"Hai, Tuan Putri sudah bangun ... nih pelayan mu sudah membawakan mu sarapan pagi, apakah kau ingat ... ! ini makanan kesukaan mu loh, kita bahkan sampai rebutan dulu" ucap Dani seraya meletakkan nampan di atas bantal Veni yang ada di hadapan Veni


"Kakak bisa membuatnya ... ?" tanya Veni tak percaya


"Tentu dong, saat kau pergi dari rumah, aku belajar membuat nya, agar kalau aku kangen sama kamu, aku bisa masak ini dan makan ini sambil membayangkan kalau aku lagi makan denganmu, cobalah siapa tahu rasanya masih sama" ucap Dani


"Terimakasih ya Kak, maaf aku merepotkan kakak, padahal kakak kesini ada pekerjaan penting" ucap Veni


"Tidak masalah, bahkan Kakak senang, dengan begini ... kakak bisa menjagamu dan merawat mu" ucap Dani


"Kakak tidak makan ... ?" tanya Veni

__ADS_1


"Sudah tadi di bawah, aku kira kamu belum bangun, niatnya tadi mau ku letak kan saja di nakas, tapi mendengar kau bangun ya sekalian lihat kamu menikmati nya" ucap Dani


"Sebentar lagi, Kakak akan keluar, kau tidak apa-apa di tinggal ... ?" tahta Dani


"Tidak apa-apa lah kak, aku sudah jauh lebih baik, itu berkat kakak " ucap Veni seraya tersenyum pada Dani. Lelaki yang dulu begitu ia cintai, hanya saja Dani bukanlah pria yang menjadi jodohnya.


Setelah sarapan yang Dani bawakan habis, Fani mengambil kan Veni obat dan membantunya untuk meminum nya.


"Kalau kau mau ikut, tidak apa-apa, dari pada kau tidak ada temannya" ucap Dani


"Emangnya tidak apa-apa kalau aku ikut kak ... ? entar malah mengganggu acara kakak" ucap Veni


"Tidak, kakak hanya berkumpul dengan teman di cafe dekat sini kok, kalau mau ikut cepatlah bersiap" ucap Dani yang mana membuat Veni kegirangan.


"Ye ... ye ... Aku ikut, Ye ... ye .. Kakak bolehin aku ikut" ucap Veni seraya memasuki kamar mandinya. Dani tersenyum melihat tingkah konyol Veni seperti dulu. Sikapnya dan sifatnya yang selalu apa adanya itu lah ciri khas yang di miliki Veni,


Dani pun keluar dengan membawa nampan itu kembali ke dapur. dan membersihkan piring yang digunakan Veni tadi.


*****


" Kak Joe ... mau langsung keperusahaan ... ?" tanya Dinda pada Joe


"Iya, ada apa ... ?" tanya Joe


"Tidak apa-apa, jangan lupa selalu ingat aku, jangan ingat Nirmala itu terus" ucap Dinda dengan cemberut


"Ya ampun, Sayang. Masak iya kamu cemburu sama wanita jadi-jadian itu sih, Aku masih pria normal, sayang" ucap Joe pada Dinda Seraya mengelus kepala Dinda


"Kan banyak tuh, yang suka terong sama terong, apalagi wanita jadi-jadian nya secantik Nirmala, yang gadis tulen mundur alon-alon dengan dandanan nya, sangat cantik dan perfeck" puji Dinda pada Nirmala,


"Kau jauh lebih cantik dari siapapun, aku tidak alan berpaling, sebenarnya ini keberuntungan apa petaka sih, setiap kami .. Pandawa Lima memilki kekasih, maka mereka tidak bisa menyukai wanita lain manapun, itu sudah seperti kutukan untuk kami, kecuali Nona Leona, kesabaran nya telah membuat Tuan Tian tergila-gila padanya, janda mendapat kan perjaka bukankah itu sangat lah bagus.


"Ya .. lak Joe malah bawa-bawa Nona Leona,Nona Leona beda ya ... dia wanita yang super super dan super, dia inspirasi ku sebagai seorang wanita, kekuatan dan ketabahan nya adalah guru terbaik untuk ku jadikan pelajaran.

__ADS_1


Kesabaran nya ... ketabahan nya ... dan caranya ia menghadapi orang-orang yang menyakiti nya sangat lah elegan. Tidak banyak wanita yang seperti itu di dunia ini" ucap Dinda


"Kau benar, usianya yang sudah berumur, tapi kecantikan nya masih seperti Anak gadis sekarang, anak gadis sekarang malah kebanyakan dandan kayak orang tua, jadi kebalikannya ya ... " ucap Tiba-tiba gurunya Joe yang tiba-tiba ada di belakang tubuh Dinda.


__ADS_2