Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 283


__ADS_3

Selama ada dalam perjalanan, benar saja ... Putri mengabari adik-adiknya, bahwa ia sekarang sudah bebas, dan di bawa oleh Tian, untuk bekerja di perusahaannya, sebagai ganti rugi.


Veni yang sudah geram akan suaminya, langsung mengirimkan pesan untuk Asisten Li


"Kalau sudah sampai, belikan aku pizza, hot dog, kebab, dan juga spaghetti" pesan Veni untuk Asisten Li, yang mana membuat Asisten Li tersenyum karena membaca pesan itu. Ia sudah hafal betul, Jika Veni marah atau kesal padanya, ia akan banyak minta makanan, dan makanan semuanya di hadapannya, berharap Asisten Li melarangnya dan emosi, tapi kenyataannya ... Asisten Li malah suka jika Veni baik dalam nafsu makannya, hanya saja ... jika marah terus tidak baik untuk kesehatannya.


"Baik, akan aku belikan semuanya, tunggu aku ya sayang" balas Asisten Li seraya mengendarai mobilnya.


Asisten Li tersenyum membalas pesan Veni, Putri yang duduk di sampingnya menjadi heran


'Eh, dia bisa tersenyum juga ternyata. Tapi tampan juga sih kalau tersenyum, tidak semenakut kan kayak tadi ' batin Putri seraya kembali melihat kearah depan.


Sedangkan Tian dan Zoya kini sama-sama bersender, mungkin karena mereka lelah, Tapi Tian meletakkan kepala Leona di bahunya.


"Tuan, haruskah kita istirahat dulu, sepertinya Nona sangat kelelahan" ucap Assisten Li


"Tidak, tidak usah, kita lanjutkan saja ... aku hanya sedikit ngantuk saja" ucap Leona


"Karena itu sayang, kita istirahat dulu ya" ucap Tian


"Tidak, aku hanya ingin segera sampai dirumah" ucap Leona


"Baiklah, lanjut Li. Jangan berhenti" ucap Tian


*****


"Kalau begitu ... aku kembali ke kantor, Ya" ucap Joe pada Dinda


"Ya, hanya sendirian lagi deh aku" ucap Dinda cemberut

__ADS_1


"Ingin ikut ke kantor?" tanya Joe


"Emangnya gak apa-apa kalau aku kesana?" tanya Dinda


"Emangnya kenapa? tentu tidak apa-apa lah, ayo ... biar semangat juga aku kerja nya" ucap Joe


"Siap! aku ganti baju dulu ya kak, biar gak di katakan kekanak-kanakan" ucap Dinda seraya masuk kedalam kamarnya dan memilih baju, yang sekiranya terlihat lebih dewasa.


"Apapun yang kau pakai, kau pasti akan terlihat cantik" ucap Joe seraya membelai pipi Dinda yang sudah berganti baju.


"Kakak emang suka ngegombal, kayak kak Alan" ucap Dinda. Tapi kenyataannya ... Dinda jauh lebih cantik, saat memakai Dress. Ia terlihat lebih dewasa, Karena Dinda tidak mau kalau nanti ada gosip, bahwa Joe pacaran sama anak ingusan lagi, padahal umur Dinda sudah dewasa loh.


"Kalau begitu, ayo kita berangkat" ucap Joe, setelah beberapa saat ia sadar akan kekaguman nya pada sang kekasih.


"Ayo, suamiku" ucap Dinda seraya menggandeng lengan Joe. Joe tersenyum dengan ucapan Dinda. Ingin sekali rasanya menghalalkan Dinda segera, agar ia bisa melampiaskan semua yang ingin ia lakukan pada Dinda. Terutama ia ingin sekali menjaga Dinda 24 jam penuh.


'Bukankah dia model di majalah remaja Nona Marissa ya ,? wah aslinya makin cantik,Ya. Ternyata dia kekasih Tuan Joe, aduh ....patah hati gue' bisik karyawan yang menyukai Joe.


'Udah, sabar saja. Lagian ....kita kan belum tahu, Apakah Tuan Joe dan Wanita-wanita pacaran' ucap karyawan yang lain


"Yang kau katakan benar juga, sih.Belum tentu kan mereka pacaran, kau lihat sendiri ... usia mereka kayaknya terpaut sangat jauh, dan Tuan Joe gak mungkin mencintai anak bawah kencur kayak dia' imbuh karyawan yang lain.


Dinda dan Joe kini masuk kedalam ruangan Joe. Awal nya Dinda melihat suasana ruangan Joe yang nyaman dan tertata modern, ia juga bis melihat pemandangan dari balkon ruangan itu. Sangat luas, bahkan ruangan Joe terletak di paling atas no 2, sedangkan ruangan yang paling atas hanyalah hamparan tanpa ruangan.


"Kalau kau lelah, di situ ada kamar, istirahat lah dulu" ucap Joe seraya menelfon Ob untuk mengantarkan minuman dan makanan ke ruangan nya untuk dua orang.


"Berarti ini juga perusahaan Tuan Tian ya kak?" tanya Dinda kagum


"Ya, aku hanya mengelola nya saja,Karen masih ada beberapa cabang disini, Sebenarnya ... Tuan Tian di berikan tugas untuk mengembangkan perusahaan ini, hanya saja ... saat Tuan Tian berkunjung ke perusahaan kecil itu, ia malah jatuh cinta pada Nona Leona. Karena itulah ia menolak untuk mengurus perusahaan disini, dan lebih memilih yang disana, Mengejar Cinta Janda" ucap Joe terkekeh.

__ADS_1


Dinda juga ikut tersenyum, karena Dinda sangat tahu kisah itu, Lepas dari seorang Arsa, malah mendapat kan yang jauh lebih dari Arsa, yaitu Tuan Tian. Bukankah itu keberuntungan yang sangat langka.


Tuan Tian, perjaka tampan, pengusaha muda yang sukses, tentunya dia sangat setia pada pasangannya karena ia sendiri tidak bisa menyentuh wanita manapun. Sehingga ia bertemu dengan Leona, satu-satunya wanita yang bisa ia sentuh, hingga kini mereka memiliki anak.


*****


"Sayang ....ini semua pesanan yang kau inginkan" ucap Asisten Li saat sudah sampai di kediaman nya.


"Eh, kamu bawa semua makanan yang aku pesan, tapi kenapa kau bawa hadiah lain juga, siapa dia ... ? Lihaonan ...! katakan siapa dia?" ucap Veni dengan begitu emosi seraya menunjuk kearah Putri yang mana Tian menyuruh nya untuk tinggal di apartemen Li untuk hari ini saja .


"Sayang, dia Putri.. Wanita yang aku ceritakan kemaren di hp" ucap Asisten Li


"Oh, jadi dia penggoda itu, Hah? Setelah tidak berhasil menggoda Tuan Tian, dana sekarang dia ingin menggoda mu,begitu?" ucap Veni seraya menatap mata Asisten Li dengan begitu tajam


"Hai, sayang. jangan salah faham dulu, dia tidak akan menggoda ku percayalah. Begini ....Tuan Tian menyuruh ku untuk memberinya tumpangan untuk sementara waktu, jadi ... hanya hari ini saja, dia wanita yang baik kata Nona Leona" ucap Asisten Li meyakinkan pada Veni.


"Malam Nona, perkenalkan saya Putri, maaf kan saya ... karena sudah membuat kesan yang tidak baik untuk Nona Veni" ucap Putri


"Saya sudah menilai kau dengan hal seperti itu" ucap Veni


"Maafkan saya Nona, karena saya sudah mengecewakan Nona. aku berharap ... Nona tidak salah paham pada Tuan Li, kejadian nya karena ketidak sengajaan" ucap Putri


"Tidak masalah" ucap Veni.


Veni pun mengantarkan Putri kekamar ya. dan menyiapkan semua kebutuhan Putri, seperti selimut dan bantal serta baju tidur.


"Ini kamarmu, tapi awas saja kalau kau kegatelan disini, akan aku pastikan punyamu akan ku harus dengan parutan kelapa" ancam Veni pada Putri, Putri malah tersenyum mendengar ucapan Veni.


Hai semuanya, sekarang hanya 1 bab saja ya ... tapi besok tanggal 1 akan saya crazy up. Maafkan karena othor nya harus kejar daily kemaren-kemaren jadi sangat jarang nulis, tapi ... insyaallah akan aktif lagi.

__ADS_1


__ADS_2