Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 117


__ADS_3

Tian berjalan terus dengan tangan yang menggenggam erat jari jemari sang istri, Leona berusaha tersenyum pada teman sekerja nya dulu, berusaha selalu menampilkan senyumannya saat mereka menunduk takzim padanya.


Veni yang juga menjadi pusat perhatian, kini malah menjadi kikuk di sisi Asisten Li.


"Hei ... bolehkah aku ke toilet" ucap pelan Veni di dekat Asisten Li.


"Kami akan menunggu di ruang Presdir" ucap Asisten Li tanpa expresi dan tanpa menoleh.


'Iss... benar- benar manusia kaku, apakah ia tidak ada hal yang di sukai?'


Veni pun berlalu meninggalkan ke 3 manusia yang menjadi pusat perhatian, ia menuju ke toilet perusahaan.


"Hai Ven ... iss ... kau hebat sekali, keren tau ... " ucap Temannya Veni yang mengetahui kalau Veni pergi ke toilet.


"Kalian mengagetkan aku saja, hebat apanya ... gak enak tahu ada di dekat manusia-manusia kaku seperti mereka " ucap Veni seraya mencuci wajah nya di wastafel.


"Tapi kan enak bisa cuci mata setiap hari, mandangin Tuan Tian yang gantengnya kebangetan, dan Asisten nya itu, ya gpp kaku" ucap teman bergosip Veni dulu.


"Mungkin Leona merasa biasa, karena kita juga mengenal dia gak banyak bicara, lah aku ... selalu keceplosan dengan mulut biar-bar ku ini" ucap Veni.


"Owh ... aku kangen banget sama kalian, kangen ngerumpi, kangen teriak-teriak kayak Tarzan hahhahahahah" ucap Veni seraya memeluk kedua temannya.


"Kami juga kangen sama kamu, nasib mu baik Ven, buktinya penampilan mu semakin wah saat ini" ucap Temannya Veni.


"Hahahhaha lumayanlah gajinya, jadi bisa happy-happy" ucap Veni.


Mereka bertiga pun keluar dari toilet.


"Aku pamit dulu ya ... by " ucap Veni seraya melambaikan tangannya.


kedua temannya juga melambaikan tangannya membalas Veni.


*****


" Kenapa ... ? apakah terjadi masalah ... ?" tanya Galla pada Angelina.


"Tidak ada, hanya saja ... kadang orang tua selalu egois terhadap anaknya, mereka menginginkan yang terbaik untuk anaknya, meski mereka tidak tahu, kalau itu bukanlah yang terbaik untuk anaknya" ucap Angelina pada Galla.


"Selagi masih ada orang tua, maka turuti lah" ucap Galla mengelus pucuk kepala Angelina.


"Keinginan nya ? entahlah ... apakah aku bisa menuruti kemauannya," ucap Angelina dengan bibir tersenyum menatap Galla.

__ADS_1


Kini mereka berada dalam perjalanan untuk meninjau lokasi pembangunan hotel, yang merupakan proyek antara perusahaan Angelina dan Galla.


Marissa dan Alan tidak berhenti berdebat sepanjang perjalanan pulang.


"Kau yang pria mesum, kau selalu membawa wanita pulang ke apartemen mu, dasar kau bajingan"


"Ya ... aku emang tampan, pantas saja banyak yang tertarik padaku kan ... ? nah ... dari pafa situ, memiliki wajah cantik tapi ... gak laku hahahahhaha" ucap Alan menertawai Marissa.


"Alan ... siapa yang gak laku, kau yang gak laku ... aku hanya ingin terbaik saja, mana ada gak laku" cebik Marissa.


"Oh ... benarkah ... ?" ucap Galla mendekati wajah Marissa.


"Apa yang ingin kau lakukan, jangan mendekat ... eh ....jangan mendekat" ucap Marissa gugup seraya mendorong tubuh Alan yang semakin mendekat padanya.


"kenapa kau malah semakin dekat, Alan jangan bercanda deh" ucap Marissa saat Alan menjatuhkan kepalanya di dada Marissa.


"Alan ... ah ... bangun ... kenapa kau malah bersandar di dadaku ... !!!" teriak Marissa, tentu itu di dengar oleh sopir pribadi Alan.


"Sssstttt ... aku ingin istirahat, Marissa ... aku tidak sebejat yang kau kira" ucap Alan yang langsung memejamkan matanya.


*****


"Aku akan Istirahat, Jika tiba saat Seminar aku akan keluar sendiri bersama istriku" ucap Tian pada Asisten Li.


Tian pun menutup pintu nya, lalu menghampiri Leona yang sudah duduk di sofa memakan buah yang di bawakan oleh staf tadi.


Tian mendarat kak ciuman di pucuk kepala Leona lalu ikut duduk di sampingnya.


"Kau pasti kelelahan," ucap Tian menarik tubuh Leona agar bersandar di dada bidangnya.


"Aku tidak lelah, aku tidak melakukan apapun, bagaiamana bisa aku akan lelah" ucap Leona mengunyah buah yang sudah masuk dalam mulutnya.


Tian mendongakkan kepala Leona dan mencium bibir Leona, Leona yang masih mengunyah buah apel dalam mulutnya nya menjadi terkejut, Tian mengambil sebagian buah itu dan menelannya, begitu juga dengan Leona.


Mereka melakukan ciuman p*nas di sofa ruang kerja Tian.


Tian tidak bisa lagi menahan hasr*t nya, ia menindih tubuh istrinya.


Membuka kancing baju Istri nya dengan mulutnya, hingga kini terjadi lah hal yang memang seharusnya di lakukan oleh suami istri, tentu Asisten Li sudah mematikan cctv untuk ruangan Tuannya.


Kata istirahat bagi Tian adalah hal yang tidak bisa di ganggu gugat oleh Asisten Li, apalagi istirahat saat bersama istri.

__ADS_1


Tentu Asisten Li faham dan langsung mematikan cctv dalam ruangan Tuannya.


Suara irama yang Tian dan Leona keluarkan membuat yang mendengar nya mabuk kepayang, Ah ... author nya lemah kalau harus mendikripsi kan HB.


"Love you Leona ... " ucap Tian saat pelepasan itu talah usai.


Tian langsung membawa Leona kedalam kamar mandi dan membantu istrinya untuk membersihkan diri.


Sungguh ini sensasi yang berbeda bagi Leona, melakukan hal demikian di tempat kerja adalah hal yang tidak pernah Leona pikirkan sama sekali.


Kini Leona dan Tian sudah rapi dengan bajunya kembali, Leona memeluk Tian dari belakang, menyandarkan tubuhnya di punggung suaminya.


Tian memegang kedua tangan Leona yang berada di dadanya.


"Aku akan membuat kau selalu nyaman dan aman di sisi ku, ku mohon dukung aku selalu" ucap Tian mencium punggung tangan itu.


"Aku nyaman dengan mu, kau juga segalanya bagiku Tian, aku sangat mencintaimu," ucap Leona mengeratkan pelukannya.


"Aku akan lakukan yang terbaik untuk kita" balas Tian seraya memutar tubuhnya, dan memeluk tubuh istrinya.


Beberapa saat kemudian, Tian dan Leona sudah keluar.


"Semuanya sudah siap ?" Tanya Tian.


"Sudah Tuan"jawab Asisten Li


"Leona masih berjalan di belakang Tian dan Asisten Li.


Sejenak Tian berhenti dari langkah nya. lalu menoleh ke belakang, ia melihat istrinya tersenyum lada semua karyawan yang menunduk kearahnya.


Tian menjulurkan tangan nya, agar Leona memegang tangan nya dan berjalan di sampingnya.


Melihat tangan Tian terulur ke arahnya, Leona menyerah kan tangannya yang langsung di genggam oleh Tian.


Membuat semua karyawan merasa iri, apalagi yang jomblo.


'*Ternyata Tuan Tian bisa romantis ya ... ah beruntung banget Leona'


'Iya ... sangat beruntung dapat perjaka ganteng, kaya dan ah pokoknya yang terbaik deh Tuan Tian'


'Leona juga sangat cantik, tapi semoga saja ia tidak mengalami hal serupa dengan kisah sebelumnya, kalian tahu sendiri kan ... kalau Tuan Tian jauh lebih segalanya dari Arsa'

__ADS_1


'Tapi aku yakin Tuan Tian tidak sebejat Arsa, dia seperti tipe lelaki yang setia, kalian kan tahu ... Tuan Tian tidak pernah mengalami skandal apapun selama ini'


'Ho'o ... Arsa saja yang tidak bersyukur punya istri secantik Leona*'


__ADS_2