![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Galla yang sudah melamar Angelina, kini tengah di sibukkan dengan persiapan lamaran itu, tentu ... Tian dan Leona di undang dalam acara pertunangan itu.
Hanya saja ... Leona berfikir tidak bisa hadir, karena ia tidak bisa meninggalkan baby nya
''Bagaimana ...? apakah kau yakin tidak ingin ikut ... ?''tanya Tian pada Leona
''Kemana nak, ? tanya ibunya Leona
''Galla ... dia akan bertunangan bu ... Ayah ... bayi kami masih kecil untuk kita bawa naik pesawat''jawab Leona
''Kalian pergilah, biar Nathan dan Nala, ayah dan ibu yang bantu jaga''ucap sang ayah
''Leona takut mereka rewel dan merepotkan ayah dan juga ibu''ucap Leona
''Apa yang kau katakan ... ! kami adalah kakek dan nenek mereka, tentu kami tidak merasa direpotkan''ucap Ibunya Leona
''Jadi ... kau ikutkan ...?''tanya Tian
''Kalau ibu dan ayah sanggup, ya sudah ... aku akan ikut, lagian mami dan papi juga nyuruh ikut''ucap Leona
*****
Malam ini Li benar-benar berusaha untuk membujuk Veni agar berbaikan padanya, namun pertahanan Veni semakin teguh untuk mengerjai Asisten Li.
''Dengan cara apa lagi, agar kau bisa memaafkan aku ...? bukankah aku sudah meminta maaf padamu, ayolah ... '' ucap Asisten Li
Namun Veni masih sibuk dengan ponselnya, lalu terlihat Asisten Li membuka ponselnya, ia membuka situs untuk mencari jawaban tentang membujuk seorang wanita yang ngambek, benar saja keluar beberapa jawaban dari satu pertanyaan Asisten Li
Asisten Li pun berdiri dari duduknya dan meninggalkan Veni sendirian di ruangannya, Asisten Li terlihat menelfon seseorang, Veni hanya mengamatinya secara sembunyi-sembunyi dengan pertahanan kecuekannya.
''Kenapa lama sekali di luar ...?'' gumam Veni
''Gak asyik ah, masak gak tahu cara bujuk cewek sih ...? menyedihkan banget nasib punya pacar yang kaku'' gumam lagi Veni, dengan sesekali melihat kearah pintu ruangannya.
Lama menunggu ... akhirnya Asisten Li datang dengan buket bunga di tangannya, bunga mawar merah ukuran besar, sehingga wajah Asisten Li tidak terlihat.
Asisten LI terlihat duduk di bawah dengan kaki satu yang menahannya
'' Sayang ... maafkan aku ... ? aku salah telah mengabaikan mu, seharusnya aku mengutamakan dalam segala hal, aku mohon ... jangan diam kan aku begini, lebih baik kau marah-marah padaku, dari pada kau begini'' ucap Asisten Li
__ADS_1
Mendengar perkataan itu, tentu Veni menghentikan jari-jarinya yang bermain di keyboard laptopnya.
Ia melihat wajah Asisten Li yang menunduk dengan buket bunga besar di tangannya
''Aku mencintaimu, lebih dari apapun, meskipun tiada orang lain yang tahu, Aku mencintaimu ... sedalam hatiku" ucap Asisten Li dengan wajah yang. masih tertunduk
Veni merasa tidak nyaman dengan posisi ini, dimana Asisten Li , duduk di bawah.
Veni bangun dari duduknya dan duduk di bawah mensejajari Asisten Li
"Kau yakin tidak akan mengabaikan aku lagu ... ?" tanya Veni seraya mengangkat wajah Asisten Li dengan kedua tangannya.
Asisten Li hanya mengangguk kan kepalanya.
"Kalau begitu bangunlah, dimana Asisten Li yang bijak, yang selalu di takuti dan selalu berdiri kokoh ... !" ucap Veni seraya membangunkan tubuh Asisten Li
"Apakah kau sudah memaafkan aku ... ?" tanya Asisten Li dengan nada seperti anak kecil.
Veni mengangguk kan kepala nya dengan senyum di bibirnya, sontak Asisten Li memeluk tubuh Veni.
Bukan hanya pelukan yang Asisten Li lakukan, namun ... Asisten Li mencium seluruh wajah Veni, wajah yang sangat ia rindukan senyuman nya.
Hingga bibir itu kini telah saling bertemu, melakukan ciuman ganasnya di suasana perusahaan yang sudah sepi.
"Jangan diamkan aku lagi" ucap Asisten Li dalam pelukan Veni
"Kau tidur dimana semalam ... ?" tanya Asisten Li
"Di apartemen mu, tapi kau tidak mencariku bahkan kau tidak pulang sama sekali, apakah pekerjaan mu begitu penting ... ?"tanya Veni
"Bukan begitu, tugas itu sangat lah penting dan harus segera di kirim kan file nya, karena itu ... aku Langsung menyelesaikan semuanya sebelum ada proyek baru" ucap Asisten Li memberi penjelasan untuk Veni
"Baiklah, terimakasih atas bunganya, aku sangat menyukainya "ucap Veni memberi ciuman di pipi Asisten Li
Terlihat senyum di bibir Asisten Li saat melihat wajah ceria Veni lagi.
"Kau tahu ... Risma tadi mengatakan kalau wajahku begitu buruk kalau tidak senyum, mereka selalu menebak ku, ribut dengan pacarku " ucap Veni mengerucutkan bibirnya
"Apakah mereka belum ada yang tahu, kalau Nona Veni adalah tunangan ku ... ?" tanya Asisten Li yang mana pertunangan nya dengan Veni masih di rahasiakan di dalam kantor.
__ADS_1
Hanya krang tertentu yang tahu, tentang pertunangan itu.
"Kita kan tidak mengundang bagian Divisi pemasaran saat itu" ucap Veni
Benar yang dikatakan Veni, hubungan mereka tergolong masih belum ada yang tahu, kebanyakan yang datang saat itu adalah para petinggi dan juga teman bisnis Tian, bukanlah karyawan Tian
"Pernikahan kita susah hampir, setelah pertunangan Tuan Galla, pernikahan kita akan semakin dekat, apakah kau ingin mengundang semua teman-teman mu ... ?" tanya Asisten Li seraya melingkarkan tangannya di pinggang Veni
"Tentu ...semua teman-teman ku harus datang, tanpa terkecuali " ucap Veni dengan senyum jenakanya
"Asal kau bahagia ... lakukanlah apa yang ingin kau lakukan " ucap Asisten Li mengelus pipi Veni
Veni tersenyum dan membalas rangkulan tangan Asisten Li.
"Sudah malam, kita pulang ya ... ?" tanya Asisten Li
"Kau tidak ingin lembur lagi, ini masih jam 8 loh ... " ucap Veni
"Aku tidak akan lembur lagu dan membuat wanita ku marah " ucap Asisten Li mencium pipi Veni seraya melangkah kan kakinya
Veni tersenyum dan menyandarkan kepalanya di lengan Asisten Li.
*****
"Apakah semuanya sudah siap ... ?" tanya Marissa
"Masih 80% yang selesai " jawab karyawan Marissa
"Baiklah ... sudah jam segini ... kalian pulanglah dulu, besok kita lanjut kan lagi" ucap Marissa yang juga terlihat kelelahan untuk menyiapkan acara lamaran sang kakak.
"Kau lelah ... ?" peluk Alan dari belakang tubuh Marissa di hadapan banyaknya karyawan nya
"Sss .... dasar tidak tahu malu, banyak karyawan tahu ... " ucap Marissa seraya melepaskan pelukan Alan
Alan hanya tersenyum mendengar ucapan Marissa
"Kenapa ... ? mereka juga pasti memiliki pasangan juga kan ... ? kenapa kau turun tangan sendiri ... ? serahkan saja pada mereka, mereka ahlinya juga kan ... ?"ucap Alan
"Aku ingin, acara kakak ku ... akulah yang menyiapkan nya, sebagai tanda aku sangat mencintai kakak ku" ucap Marissa dengan nada sedih.
__ADS_1
"Sebentar lagi, kakak ku akan menjadi milik istrinya, aku dan dia akan jarang bertemu, Alan ... kau tahu sendiri kan ... betapa berartinya kakak di hatiku " ucap Marissa dengan air mata yang sudah berjatuhan
"Aku tahu, kau begitu mencintai Kakakmu, kehadiran ku ... juga tidak bisa menggantikan nya nanti, tapi percayalah ... aku tidak akan membuat mu mengeluh tentang ku sekecil apapun itu " ucap Alan memeluk Marissa