Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 150


__ADS_3

Di saat veni masih termenung memegang bibir nya, kedua wanita yang semalam memberinya minuman aneh datang, dengan menahan senyum.


"Kok gak masuk ... ?" tanya Marissa pada Veni


"Eh, kalian sudah datang, oh iya ... bibir ku kenapa ya ... kok kayak gimana gitu rasanya ..." ucap Veni seraya masih memegang bibir nya.


"Eh, iya ... kayak bengkak gitu, memangnya semalam kau ngapain dan kamu tidur dimana ... ?" tanya Angelina


"Mungkin kau tidur nya tidak hati-hati, bisa saja semut yang menggigit nya" Marissa menimpali nya dengan mengamati bibir Veni.


Asisten Li yang tidak sengaja mendengar nya, menjadi salah tingkah sendiri.


"Nona ... Nona Leona memanggil anda ... " ucap Asisten Li tanpa melihat ke arah Veni.


"Aku ... ! ah baiklah ... ayo kalian gak mau masuk juga ... ?" ajak Veni yang tidak ingin menjadi ledekan Leona nantinya.


Semua keluarga berkumpul di ruang yang agak jauh dari ranjang Leona.


Tian juga ikut berkumpul dengan keluarga saat para teman Leona datang.


"Kenapa kau masih di luar saat kau sudah datang dari tadi ... ?" tanya Leona seraya memegang kedua tangan Veni.


"Aku hanya tidak nyaman saja, saat ada Keluarga mu di dalam, kau baik-baik saja kan ... ? apakah ada yang sakit ... ?" tanya Veni


"Tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja, aku sangat bahagia ... di saat begini ... kalina selalu ada di dekatku, terimakasih ... " ucap Tulus Leona pada ke tiga wanita yang ada di sampingnya.


"Tidak masalah, sekarang kita adalah saudara ... kita akan selalu bersama setelah ini" ucap Marissa

__ADS_1


"Tentu ... karena sebentar lagi, Nona Marissa akan menjadi Nyonya Alan ... " Timpal Angelina yang membuat Marissa langsung mencubit lengannya,


Leona dan Veni hanya tertawa dengan ucapan Angelina.


"Kalian jangan dengarkan ucapan dia, yang sebenarnya adalah ... dia akan segera menjadi kakak iparku, awas saja kalau menjadi kakak yang galak, ku pecat kau ... !" ucap Marissa dengan nada mengancam namun ada candaan.


Mereka semua tertawa mendengar perdebatan antara Marissa dan Angelina.


Tanpa mereka sedari, ada sepasang mata yang memerhatikan tawa salah satu di antara mereka.


Tatapan itu seakan ingin melahap nya.


Ia tersenyum kala mengingat kejadian semalam, ia tidak tahu ... kenapa Veni begitu nyenyak dalam tidurnya, meski ia sedikit mencium aroma alkohol, tapi apakah sampai Sebegitu nya, apakah Veni tidak pernah merasakan alkohol sama sekali selama ini, sehingga ia menjadi mayat saat sudah tertidur.


"Eh, tunggu ... aku ingat sekarang ... kalau gak salah kalian memberikan aku minuman aneh semalam, karena itu aku tidak ingat apapun yang terjadi ... " ucap Veni saat baru ingat sesuatu.


Seketika Veni terlonjat kaget menutup mulut nya, ia berharap ia tidak melakukan apapun semalam sehingga membuat nya malu di hadapan Asisten Li.


"Kenapa ... ? jangan bilang kalau itu pertama kalinya untukmu ... ?" tebak Marissa.


"Tentu itu pertama kalinya bagiku, kalian.tega banget sih sama gadis polos seperti ku ... " cebik Veni


"Bagaimana jika ada seseorang yang memanfaatkan keadaan ku semalam, bisa brabe kan urusannya ... " Veni berkata seraya manyun.


Tentu ... Asisten Li terlihat semakin gusar saat mendengar perkataan Veni, karena ia telah mengambil kesempatan di saat Veni terlelap dalam tidurnya.


"Udah ... itu kan sudah berlalu, kau masih sehat dan anggota tubuhmu masih lengkap kan ... ? jadi jangan khawatir lagi" ucap Angelina.

__ADS_1


*****


"Tuan Tian secara khusus memerintahkan saya untuk menangani putri Tuan, di sini ... saya akan menjelaskan penyakit Putri Tuan, Kanker Serviks yang menyerang nya sudah masuk dalam tahap stadium 3B, kemungkinan untuk sembuh itu sidah kurang dari 50% pak, tapi ... tidak ada yang tidak mungkin jika yang berkuasa sudah berkehendak" ucap seorang Dokter Kandungan Subspesialis Onkologi, yang kemaren datang langsung dari luar negri.


"Saya baru tahu akan penyakit itu, Dok ... saya sangat berterima kasih pada Tuan Tian dan juga Dokter, saya hanya berharap kesembuhan putri saya" ucap Candra.


"Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim. Dalam perjalanan penyakitnya, kanker digolongkan serviks digolongkan dalam beberapa stadium, yaitu stadium 1, stadium 2, stadium 3 dan stadium 4. Yang dimaksud dengan stadium 3b adalah kanker serviks yang sudah menyebar ke ****** bawah, dinding otot dan ligamen sekitar panggul, saluran kemih, dan kelenjar getah bening di sekitar organ reproduksi. Kemungkinan sembuh penderita kanker serviks stadium 3 adalah kecil dikarenakan sel kanker yang sudah menyebar ke berbagai organ tubuh lain. Perlu diketahui adalah tidak ada pengobatan yang dapat menjamin seorang penderita kanker sembuh 100 persen. Keberhasilan pengobatan kanker dilihat dari angka harapan hidup yang dinilai pada 1, 3, 5, dan 10 tahun setelah didiagnosa kanker. Menurut data statistik, tingkat harapan hidup seorang penderita kanker serviks stadium 3 adalah kurang dari 50 persen.


Pilihan pengobatan pada kanker serviks stadium 3 berupa kemoterapi dengan atau tanpa disertai dengan radioterapi (terapi sinar). Tujuan dilakukan kemoterapi dan radioterapi ini adalah untuk memperlambat penyebaran sel kanker ke organ lain, mengurangi gejala yang muncul, atau sebagai tindakan paliatif (mengurangi penderitaan pasien). Tindakan alternatif merupakan hak pasien, akan tetapi sebaiknya tetap menjalani terapi medis untuk memantau kondisi dan perkembangan pasien. Selain itu


dukungan keluarga juga merupakan dorongan hidup yang sangat berarti dalam tindakan pengobatan kanker. Kontrol secara teratur ke dokter dan konsumsi obat-obatan sesuai dengan dosis anjurannya untuk terus mengetahui perkembangan penyakit" Dokter itu menjelaskan pada Candra dan Kamila.


"Saya yang akan menangani langsung putri anda Tuan, saya harap putri anda bisa bekerja sama dengan saya, agar pengobatan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan" Ucap dokter itu.


"Baiklah, saya sangat berharap pada anda, Dok"


Setelah mengetahui penyakit Arita, Candra dan Kamila keluar dari ruangan Dokter itu.


"Om, Tuan Tian itu siapa ... ? mengapa dia sangat baik pada Arita ...?" tanya Kamila.


"Bukan Tuan Tian yang melakukan nya, tapi Leona .... Wanita yang sudah Arita sakiti dengan berselingkuh dengan Arsa. Kau pasti sudah mendengar nama itu dari Arsa, Leona wanita yang sangat baik, cantik dan cerdas, ia masih ingin membantu Arita yang sudah jelas-jelas menghancurkan rumah tangganya, tapi ... Namanya kebaikan, pasti akan mendapatkan balasan yang sepadan, ia di nikahi oleh Tuan Tian, lelaki terkaya di kota ini, masih singgel dan begitu mencintai Leona, ini sudah pasti dia yang meminta pada suaminya itu."


Kamila merasa kagum pada sosok yang bernama Leona.


Ia tersenyum menatap ke arah Candra yang masih menatap kosong arah depannya.


"Om benar, orang baik akan mendapatkan yang baik pula, tapi orang jahat ... masih bisa berubah dan menyesali setiap kejahatannya, termasuk aku dan Arita, kami ingin memperbaiki hidup dan kesalahan kami, semoga ini jalan yang baik untuk kami kedepannya" Kamila mantap dengan jalan yang ia ambil.

__ADS_1


__ADS_2