![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Akhirnya Leona kini bisa istirahat setelah melakukan obrolan sekejap dengan sang suami.
Nala dan Nathan juga sudah Istirahat, kedua bayi itu tidak pernah rewel,Mereka terlihat begitu tenang dan damai.
*****
Sedangkan Asisten Li dan Veni di perusahaan berusaha sebaik mungkin untuk menjalani hubungan pribadi dan hubungan pekerjaan secara profesional.
Pagi itu, Asisten Li mengecek data karyawan yang sering absen di resepsionis, Pagi itu Veni dan Asisten Li tidak berangkat bersama, Saat Veni baru masuk dalam perusahaan, ia sudah bertingkah, tersenyum kepada semua karyawan yang datang, Veni juga bertingkah konyol, sehingga tawa Veni mengalihkan pandangan Asisten Li, Asisten Li memperhatikan Veni, di saat Veni sadar dengan aura dingin yang ada, Veni melihat kearah Asisten Li, betapa terkejutnya Veni sehingga ia tidak sadar menginjak kaki karyawan pria yang ada di belakang tubuhnya.
"Aw ... aw ..." pekik karyawan pria itu
"Eh ... Eh ... maaf, itu bukan salah ku, lihat tuh tatapan nya seakan mencekik ku, maafkan ya ... " ucap lirih Veni pada karyaw.yyan itu, lalu berlari menunju ke lift saat melihat Asisten Li berjalan kearahnya.
Veni pura-pura tidak melihat keberadaan asisten Li dengan segera menekan tombol life dan masuk namun sayangnya tangan asisten Li terlalu cepat untuk menahan pintu lif tersebut.
Sehingga kini Veni dan Asisten Li berduaan di dalam, memastikan tidak ada orang, dengan segera Veni mendekati Asisten Li, bahkan ... tangannya kini bergelayut di lengan Asisten Li.
"Maafkan aku, bukan maksud ku mengabaikan panggilan mu ... " ucap manja Veni
"Aku tahu itu, tapi ... !"
"Kalau sudah tahu, berarti tidak ada kata tapi" ucap Veni memotong ucapan Asisten Li
"Apakah setiap pagi tingkah mu seperti itu, berjalan sambil menari dan menyapa semua karyawan ... ?" ucap Asisten Li yang kini sudah menarik paksa tubuh Veni, namun dengan segera Veni mendorong tubuh Asisten Li karena merasa pintu lif itu akan terbuka.
Benar saja, pintu itu terbuka dan masuklah dua karyawan, betapa terkejutnya karyawan itu karena melihat Asisten Li yang ada di lif karyawan.
Kedua karyawan itu bergantian melihat kearah Veni yang pura-pura cuek, dan melihat kearah Asisten Li seraya memberi hormat.
Seperti kebiasaan Asisten Li wajah kaku tanpa expresi selalu tampil namun terlihat menawan di hadapan semua karyawan wanita.
Veni yang merasa kekasihnya di lirik wanita lain, langsung saja mengirimkan pesan pada Asisten Li.
'*Awas saja kalau kau membalas tatapan mereka ... akan ku buat kau tidak berkedip menatap ku ... ' ancam Veni dalam pesan nya.
'Benarkah .... ? apa yang akan kau lakukan ... ?'balas Asisten Li
__ADS_1
"Aku akan memakai baju terbuka di hadapan semua para karyawan pria' balas Veni dengan emoji kesal*
Sejenak Asisten Li melihat kearah Veni yang kini pura-pura melihat ke langit-langit lif tersebut.
Terlihat senyum Asisten Li saat melihat kecanggungan yang ada di antara mereka.
Padahal Asisten Li ingin sekali mempublikasikan hubungan nya dengan Veni, tapi apalah daya, Veni tidak ingin.
Saat Lif itu terhenti, Veni ikut keluar bersamaan dengan kedua karyawan itu, Namun ... Veni menghentikan langkah mereka dengan ucapan nya.
"Jangan menatap Asisten Li lagi, jika kalina masih ingin mata kalian berada di tempatnya " ucap lirih dan cuek Veni pada kedua Karyawan itu, namun masih terdengar jelas oleh Asisten Li yang mana pintu lif pun tertutup sat Asisten Li mulai tersenyum mendengar ucapan Veni.
Sedangkan kedua karyawan itu bergidik ngeri, benar saja ... rumor itu menyebar meski rumor itu tentang Tian, tapi tidak menutup kemungkinan kalau Asisten nya juga begitu.
*****
"Joe ... kau yakin ... ini tempat yang papa ku katakan ... ?" tanya Alan saat sampai di tempat yang kecil jauh dari perkotaan elit.
"Aku sangat yakin, turunlah .... tapi ganti bajumu dengan baju seperti mereka" ucap Joe seraya memberikan baju saka seperti yang penduduk itu pakai.
Melihat keadaan yang terlihat kumuh namun sejahtera.
"Tuan, aku beli makanan ini dua bungkus" ucap Joe pada penjual yang ada di pinggir jalan
"Baik Tuan " ucap Orang itu
"Disini sangat nyaman ya Tuan, tempat nya begitu ramah " ucap Joe berbasa-basi
"Kalian pendatang baru ... ? apakah sudah melapor pada Tuan Darel ... ?" tanya orang itu seraya menghentikan aktifitas nya.
"Mmmm ... iya Tuan, kami baru sampai, ada yang mengatakan kalau ada pendatang baru ... harus melapor, tapi kami tidak tahu tempat dan siapa pemimpin disini Tuan" ucap Joe
"Anak muda, tempat ini terlihat nyaman karena pemimpin kami yang bijaksana, Yuan Darel adakah kebanggaan kami, dia tidak alan mengijinkan pendatang baru tinggal lama di sini kecuali ada kepentingan yang darurat " ucap orang itu.
"Kalau boleh, kami minta tolong, dimana tempat Tuan Darel itu berada Tuan ? kami tidak ingin dikira penyusup datang " ucap Joe
"Jalan ini, kalian lurus lah, setelah itu ada belokan ke kiri, nah rumah besar itulah rumah Tuan Darel" ucap orang itu.
__ADS_1
"Baiklah Tuan, terimakasih " ucap Joe seraya membayar makanan yang mereka beli.
Tentu saja Joe dan Alan segera mengikuti arah yang ditunjukkan oleh penjual itu.
Rumah besar yang mereka maksud sudah terlihat, di sana tidak terlihat siapapun, satu penjaga pun tidak ada.
Namun Joe dan Alan segera menekadkan diri untuk mengetuk pintu rumah itu.
Tok ... Tok ... Tok ...
Suara ketukan pintu itu terdengar sangat jelas dari dalam rumah.
"Siapa ... ?" tanya seseorang sambil membuka pintu rumah itu.
Seorang wanita sekitar berumur 35 tahunan keluar membukakan pintu untuk Joe dan Alan
"Apakah benar ini rumah Tuan Darrel... "? tanya Joe
"Benar, masuklah ... akan ku panggil kan beliau" ucap wanita itu sopan
"Terimakasih" ucap Joe dan Alan secara bersamaan.
Joe dan Alan kini duduk di ruang tamu, mereka melihat sekeliling ruangan itu, tidak ada hal uang menarik untuk di lihat, namun ada foto kecil yang terpajang di dekat kursi yang mereka duduki.
Dengan segera Joe memfoto gambar itu mungkin bisa memberikan petunjuk selanjutnya, karena mereka lihat, foto itu adalah foto jaman dahulu.
Lama mereka menunggu, sehingga akhirnya Wanita tadi keluar dengan nampan di tangan nya.
"Tunggu lah sebentar" ucap wanita itu
"Nikmati lah minuman dan cemilan seadanya ini" ucap lagi wanita itu yang langsung berdiri meninggalkan mereka.
"Terimakasih" ucap Joe dan Alan.
Namun ... di saat wanita itu sudah pergi, Alan dan Joe hendak meminum teh yang di suguhkan, tangan Joe terhenti saat mencium aroma yang berbeda dari minuman itu.
"Jangan di minum ... ? minuman ini sudah tercampur obat" ucap Joe pada Alan, yang mana Alan langsung menghentikan gelas yang sudah hampir menyentuh bibirnya.
__ADS_1