Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 276


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan Leona, Putri langsung terduduk lemas di lantai penjara itu.


Iya dari awal memang sudah sadar, bahwa apa yang ayahnya katakan dan rencanakan itu adalah salah,hanya saja Putri juga menginginkan Tian dalam hidupnya, siapa yang tidak ingin memiliki suami seperti Tian, lelaki yang terlihat sangat sempurna di mata semua wanita, pasti mereka sudah tahu bahwa Tian memiliki seorang istri dan juga anak, Namun keinginan Ayahnya harus Putri tangani.


"Papa, Bagaimana ini?" ucap Putri pada Laksamana


"kau Jangan cemas, papa akan mencari jalan agar kau bebas dari sini, sayang maafkan papa karena telah membuatmu menderita seperti ini"ucap Laksamana Seraya memeluk putrinya


"Papa tidak salah, Putri sayang sama Papa,Putri tidak ingin jauh dari Papa, mungkin papa salah tapi Putri tahu bahwa papa ingin yang terbaik untuk Putri" ucap Putri seraya terus memeluk Papanya.


Sejak itu penyesalan sangat terasa oleh Laksamana, ia melihat Putri nya, Putri yang terlihat sangat cantik. Kini harus mendekam di penjara karena keserakahan nya.


"Papa akan berusaha membebaskan mu dari sini, sayang, kau jangan khawatir, Maafkan Papa, Maafkan Papa " ucap Laksamana


"Tidak, Putri tidak mau bebas jika Papa masih ada disini, kita berdua yang melakukan kesalahan, jadi kita berdua yang harus menerima hukuman" ucap Putri.


*****


"What ! kenapa gak di Jambak aja tuh cewek " ucap Veni saat menerima kabar dari Asisten Li


"Sayang ... jangan emosi, pikirkan anak kita oke, Aku akan segera kembali setelah keadaan Tuan membaik" ucap Asisten Li


"Ah gak asyik kamu sayang, aku kan ingin meluapkan kekesalan ku" cebik Veni


"Kau tuntaskan saat aku pulang saja, aku sudah merindukan mu," ucap Asisten Li yang mana membuat pipi Veni merona.


"Kau tumben menginginkan kayak gituan .. ? jangan-jangan kau melihat wanita **** di sana ya ... ?" curiga Veni yang langsung membuat Asisten Li menepuk jidatnya.


"Sayang, dengarkan aku, meskipun banyak wanita seksi di hadapan ku, aku tidak akan tertarik pada mereka, aku hanya untuk kamu, dan kamu hanya untukku " ucap Asisten Li

__ADS_1


"Baiklah, aku tak bisa melawan mu jika sudah berkata seperti itu, I Love You, Assisten Li " ucap Veni


"Aku lebih mencintaimu " balas Asisten Li dengan penuh senyuman.


Lama mereka berbincang,sehingga asisten dia menyadari bahwa ia sudah lama pergi dari ruangan Tuan Tian nya.


"Baiklah, sebaiknya kau istirahat jaga diri baik-baik dan juga jaga calon anak kita "ucap asisten di pada Veni


"Kau juga jaga diri jangan sampai kau tersentuh oleh wanita manapun, meskipun kau tidak memiliki penyakit spesial seperti Tuan Tian tapi aku tidak rela jika kau sampai tersentuh oleh wanita manapun" ucap Veni, yang Asisten Li yakini bibirnya sekarang lagi manyun.


Asisten Li tersenyum dengan semua yang diucapkan oleh Veni, Dia sangat senang jika istrinya itu memiliki rasa cemburu, karena selama ini yang selalu cemburu hanyalah Asisten Li saja.


"Oke sayang, tidak akan yang berani menyentuh priamu ini" ucap Asisten Li


"Akan ku periksa kalau kau tiba disini, awas saja kalau aku menemukan jejak di tubuh mu" ucap Veni. Dan itu berhasil membuat Asisten Li tersenyum nyaris tertawa. Namun ia sadar bahwa dia sekarang ada di rumah sakit.


*****


"Aku sudah mengatakan apa yang harus Arsa katakan Ma, tapi sepertinya Tuan Laksamana masih bersikukuh melanjutkan tuntutan nya, sidang nya sudah tadi siang, sudah pasti Tian dan Leona yang akan menang" ucap Arsa seraya bermain dengan Laksya.


"Kau tidak bertemu dengan Leona ... ? Mama sudah merindukan nya" ucap tiba-tiba Mama nya Arsa


"Sekarang sudah ada Kamila, Apakah Mama tidak suka dengan istriku?" tanya Arsa


"Ckkk, siapa bilang mama tidak suka dengan Kamila, Mama suka dengan Kamila, Dia pengertian, perhatian dan juga sangat memperdulikan Mama dan Papa, dia mirip dengan Leona, hanya saja Mama juga merindukan sosok Leona wanita yang telah Mama sia-siakan di masa lalu" ucap Mama nya Arsa


Arsa hanya diam mendengar ucapan mamanya, dia tidak mungkin mengabulkan permintaan mamanya untuk bertemu dengan Leona. Sekarang Ia memiliki keluarganya sendiri, Arsa tidak ingin melukai hati Kamila hanya karena keinginan mamanya


Arsa benar-benar takut mengulang masa lalu,kesalahan dimana ia harus menyakiti orang yang ada di dekatnya, orang yang tulus mencintainya, dan orang yang setia menunggunya, Arsa tidak ingin mengulang kesalahan itu kembali,apalagi saat ini ada Laksya diantara mereka, meskipun Laksya bukan anak kandung Arsa, tapi kasih sayang Arsya sudah sangat melekat pada anak kecil itu.

__ADS_1


"Mama tahu kau tidak akan mengabulkan permintaan Mama ini, mama mengerti kok. Mama juga tidak ingin mengulang kesalahan itu kembali, jagalah keluargamu dengan baik Arsa" ucap Mama nya Arsa


"Mana biar mama yang menggendong Laksya" ucap rumahnya Arsya Seraya mengambil Laksya dari pangkuan Arsa


"Baiklah sekarang Laksya bersama nenek dulu ya, biar papah Lihat mama dulu" ucap Atsa pada Laksya


Arsya pun melangkah pergi menuju ke dapur tempat di mana saat ini istrinya sedang memasak untuk mama dan papanya yang sedang bertamu.


"Masak apa aja ?"tanya Arsa Seraya memeluk Kamila dari belakang


"Ya ampun Mas, ngagetin banget loh, jangan begini ... nanti dilihat Mama tidak enak" ucap Kamila dengan pipi merona


"Mama tidak akan ke sini,karena dia sedang menggendong Laksya, sayang jangan capek-capek ya ,soalnya nanti malam aku kan minta jatah "bisik Arsa di daun telinga Kamila


*****


"Cukup, cukup kak Joe, aku tahu ... aku tahu kakak mencintaiku, terimakasih atas cinta yang kakak berikan, tapi tidak begini caranya kak !melarang ku untuk kuliah, dan mendatangkan sendiri dosen ke apartemen, apakah itu termasuk cinta kakak, atau ... bentuk ke egosian kakak " ucap Dinda dengan tangisannya yang menjadi saat temannya mengabari bahwa ia tidak akan kuliah kembali.


"Dinda dengar kan aku, aku bisa menjelaskan ini padamu, ini demi kebaikan mu " ucap Joe


"Kebaikan mu yang bagaimana kak ? jika begini, mending aku kembali ke papaku, untuk apa jauh-jauh kemari" ucap Dinda seraya duduk, mencoba meredam emosi nya.


Joe duduk di bawah dan memegang tangan Dinda


"Maafkan aku, hanya sementara waktu, tidak selamanya " ucap Joe


Namun ... Dinda tidak menjawab, ia melihat kearah yang berlawanan dengan pandangan Joe.


"Ini sudah malam, sebaiknya kakak kembali ke apartemen kakak, aku mau istirahat" ucap Dinda seraya berdiri dari duduknya, Namun Joe langsung menarik tangan Dinda dan memeluk nya.

__ADS_1


"Aku mohon jangan marah padaku" ucap Joe yang memeluk Dinda.


" Aku tidak marah, hanya kecewa saja, Kakak mengambil keputusan tanpa bertanya padaku, kita masih pacaran, kakak tidak memiliki hak penuh dalam hidupku " ucap Dinda yang sangat menusuk hati Joe


__ADS_2