Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 275


__ADS_3

Leona geram sekali dengan Putri yang jelas sudah tahu saran Ayahnya salah tapi masih mengikutinya.


"Nona, sebaiknya Nada jangan pergi ke tahanan itu, itu tidak baik untuk anda" ucap Asisten Li saat mencegah Leona di luar ruangan Tian di obati.


"Li, rahasia kan ini dari suamiku, kau jangan jangan cemas, aku bisa jaga diri, aku masih gemas ma tuh anak," ucap kesal Leona tapi membuat Li tersenyum saat melihat wajah kesal Nona nya.


"Kenapa kau malah tersenyum, jangan tertarik padaku ya, ingat bini " cebik Leona pada Asisten Li yang semakin membuat Li gemas.


'Pantas saja, Tuan Tian semakin hari semakin mencintai anda, Anda sangat menggemaskan Nona' ucap Asisten Li dalam hatinya seraya tersenyum.


Sehingga ia tak menyadari kalau Leona sudah tidak ada lagi di hadapannya, saat Asisten Li ingin menyusul, Ia di cegah oleh Pengacara Zain yang batu saja tiba di rumah sakit.


"Tuan Li, Bagaimana keadaan Tuan Tian ?" tanya Pengacara Zain


"Sudah membaik meski gatal dan nyeri masih terasa" ucap Assisten Li


"Aku kira kau sudah tidak ada lagi di dunia ini " ucap Assisten Li seraya membuka ruangan Tian, dan di ikuti oleh Pengacara Zain.


Zain tersenyum mendengar ucapan Asisten Li yang terlihat kejam padanya.


"Kau jangan berkata seperti itu, jika bukan karena Nyonya besar, mana mau aku meninggalkan Tuan Tian yang selalu di kelilingi gadis cantik " ucap Pengacara Zain


"Alasan, tapi bagaimana ... Apakah sukses ... ?" tanya Asisten Li


"Kalau tidak sukses, mana berani aku kembali kesini dan langsung menangani kasus ini " ucap Zain yang kini berada di dekat Tian


"Kau, kenapa harus melakukan hal itu, jadi gak seru kan ... !" ucap Zain pada Tian


"Mau nya kau Bagaimana ... ? aku yakin kau ingin seperti istriku " tebak Tian

__ADS_1


"Memang istrimu maunya bagaimana ... ?" tanya Zain


"Dia ingin kedua orang itu di permalukan di sana, dengan cara berdebat, aku tak suka itu, itu akan mempermalukan dia juga " ucap Tian.


"Tapi bukan istrimu kalau dia tidak hebat, seharusnya kau dukung dia, biar seru " cebik Zain seraya duduk di kursi yang ada di dekat ranjang Tian.


"Anaknya Laksmana yang dua sudah kabur duluan, Bagaimana ... Apakah kau ingin mengejar mereka juga, tapi hebat lih yang satu gak kabur, kelihatan sekali kalau dia perduli sama bapaknya " ucap Zain


"Putri, dia yang terbaring di ranjang itu, gila ... benar-benar gila " ucap Tian mengingat bagaimana Putri berpose di atas ranjangnya Tian.


"Yang dua itu juga harus di beri hukuman, mereka yang melapor kan kejadian itu, jadi meskipun sedikit, berilah mereka hukuman, biar tidak mengulang kembali perbuatan nya" ucap Tian


"Sedikit Bagaimana kalau dalam versi mu " tanya Zain


"Li sudah tahu, Sedikit Versiku, bukankah begitu, Li ... ?" tanya Tian pada Asisten Li


"Iya, Tuan, saya mengerti" ucap Asisten Li


*****


"Kau masih disini bersama Ayah, kenapa kau tidak ikut kedua adikmu, kau sudah berulang kali mengingat kan Papa, saat ini kau juga masuk dalam penjara karena Papa" ucap Laksmana


"Kalau Putri pergi, lalu siapa yang alan bersama Papa, Papa mungkin ingin memberikan Putri yang terbaik, dengan ingin menjadikan Putri sebagai istri Tuan Tian, tapi cara Papa salah, dan aku salah juga, karena setuju dengan rencana Papa, jadi ... aku berhak juga di hukum " ucap Putri


"Putri, Maafkan Papa karena telah membuat mu seperti ini " ucap Laksmana


"Ini buah yang harus kita petik dari setiap yang kita lakukan, Pa. Kita sudah puas bersenang- senang-senang selama ini, Putri tidak apa-apa,asal Putri masih bisa bersama Papa, Putri akan selalu setia pada Papa" ucap Putri menggenggam tangan sang Papa yang ia yakini juga menggenggam tangannya saat masih kecil.


Dan semua yang mereka bicarakan di dengar oleh Leona.

__ADS_1


'Benar-benar sayang orang tua' bathin Leona


"Inikah wajah aslimu, atau ... ini topeng mu ...?" ucap Leona dari luar jeruji. Seketika Putri dan Laksmana terkejut.


"Mau apa lagi kau kemari ? Bukankah kalian sudah menang ? Apakah kau ingin menertawakan kami ?" ucap Putri seraya mengusap pipinya


"Aku kira, kau akan meminta maaf tapi ternyata kau masih angkuh, benar-benar keras kepala" decak Leona


"Saya rasa anda sudah tak memiliki urusan dengan saya, bisakah anda meninggalkan kami " ucap Putri


"Oh tidak semudah itu, bukankah aku pernah mengatakan, kalau aku ingin mengabulkan keinginanmu untuk di nodai seorang pria ... ? Apakah kau lupa ... ?" tanya Leona yang mana membuat Putri terkejut.


"Hei, kau masih punya hati tidak ! kau ini perempuan, Apakah kau tak punya hati dan rasa malu ... !" ucap lantang Putri yang hanya di balas senyuman oleh Leona


"Hahahaha hati ... ? Malu ... ? Apakah kau tidak salah bertanya seperti itu padaku ... ? seharusnya aku yang mengatakan hal itu padamu, kau tahu Toan sudah beristri, tapi kau masih naik keatas ranjangnya, bahkan mempertontonkan tubuhmu di hadapannya, Apakah kau ingat dengan wanita yang selalu menunggunya dirumah ? Apakah kau ingat dengan rasa malu yang kau banggakan itu ... ? " ucap Leona dengan dada yang naik turun.


"Itu belum terjadi, dan aku ... aku .. "


"Karena suamiku tak tertarik sedikit oun terhadap tubuhmu iya kan ... ? Kau begitu patuh pada Ayahmu bukan ... ? sehingga kau mengorbankan harga dirimu sebagai perempuan , sayang sekali" Ucap Leona


"Ya, demi Papa, karena aku hanya punya papa dan aku rela melakukan apapun demi Papaku" ucap Putri seraya menatap Leona tanpa takut, tapi ada rasa penyesalan.


"Patuh dalam hal yang salah ! mana bisa di katakan sayang " cebik Leona.


"Apakah kau tidak memiliki ayah, jika kau memiliki ayah, kau pasti akan tahu, kebahagiaan anak perempuan nya adalah saat melihat ayahnya bahagia " ucap Putri yang berhasil membuat Leona terpaku. Apakah begitu ? benarkah begitu jika terlalu sayang pada seorang ayah ... ? melakukan segala apa yang di perintahkan meski itu hal yang salah ...? Wajah Leona berubah masam, ia menjadi teringat pada Ayahnya, dimana ia dan Ayahnya susah terpisah selama 20 tahun.


Namun ... mengingat kejadian itu, Leona tidak ingin kehilangan akal, ia membuang semua ingatan itu agar tetap sadar dan stabil.


"Karena aku juga seorang anak, makanya aku berkata begitu, jika anak melakukan kesalahan, maka kewajiban orang tua lah untuk menasehati nya, dan menunjukkan jalan bagi sang anak, begitu juga sebaliknya, Jika orang tua yang melakukan kesalahan, maka kewajiban anaknya yang memperingati nya, bukan malah mendukung nya, sehingga apa ... semua masalah datang kan ... ? jabatan Ayahmu di cabut, adik-adik mu kabur meninggalkan kalian, dan kalian masuk dalam penjara, Apakah ini yang di sebut kasih sayang ... ? seandainya kau mampu mengingatkan Ayahmu, semua kejadian ini tidak akan pernah terjadi, dan kau serta adik-adik mu masih bisa menikmati kemewahan yang di miliki Ayahmu, Putri ... aku mengatakan ini padamu, agar kau sadar dan tidak lagi mendukung keputusan ayahmu yang salah, sekarang kau lihatlah, dan Tanyakan pada Papa mu, Apakah dia menyesal ... ? karena perbuatannya anak yang menjadi korban" ucap Leona kesal

__ADS_1


"Putri, aku tahu kau anak baik bagi Ayahmu, tapi kau bukan orang baik bagi kaum wanita, karena wanita baik tak akan menyakiti perasaan Wanita lain, paham kau ! renungkan kesalahan kalian, semoga ada cerah yang bisa meringankan hukuman kalian " ucap Leona Kesal lalu meninggalkan tempat itu.


__ADS_2