Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 88 Kerinduan Tian Dan Leona


__ADS_3

Ibunya Leona kini berdiri di dekat jendela, menatap langit yang begitu indah.


Namun saat ia melamun akan keindahan langit, suara ponsel yang baru yadi siang di berikan oleh seorang pelayan kini telah berbunyi.


Ibunya Leona tahu kalau itu pasti nomor orang penting, tanpa berfikir ibunya Leona pun mengangkatnya.


"Hallo ... "suara ibu Leona.


"Hallo ibu ... selamat malam, bagaimana keadaan ibu?"tanya orang di seberang sana yang tidak lain lagi adalah Tian Alvaro.


"Saya Tian bu ... calon menantu ibu"ucap lembut Tian.


"Nak Tian ... ibu baik-baik saja nak ... Terimakasih atas semua kebaikan Nak Tian, ibu tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikan nak Tian sama ibu dan Leona" ucap Ibunya Leona.


"Ibu cukup berikan restu pada Tian dan Leona, dan hidup bahagia bersama kami itu sudah cukup bu"ucap Tian.


"Ibu sudah mendengar kalau Leona sudah menerima Nak Tian, Ibu titip putri ibu satu-satunya nak, jaga dia ... dan sembuhkan luka nya"ucap Ibunya Leona.


"Ibu jangan khawatir kan itu, Bahagia Leona adalah perioritas utama ku, ibu cukup bahagia di sana"ucap Tian.


"Baiklah nak ... ibu akan bahagia disini"ucap ibunya Tian.


"Kalau begitu ... Tian tutup dulu ya bu ... selamat malam"ucap Tian.


"Selamat malam juga nak Tian"balas ibunya Leona.


Panggilan itu pun berakhir.


"Tuan tidak ingin menghubungi Nona ... ?"tanya Asisten Li.


"Aku akan semakin merindukan nya Li"ucap Tian


"Setidaknya Tuan bisa melihat wajah dan mendengar suara Nona meski lewat ponsel bukan ... "ucap Asisten Li.


"Baiklah ... apakah dia belum tidur?"tanya Tian.


"Nona pasti belum bisa tidur tuan, Nona juga pasti sangat merindukan Tuan saat ini"ucap bohong Asisten Li,


"Benarkah ... ? dari mana kau tahu ? apakah dari Veni ... kau sudah mulai dekat juga dengannya?"tanya Tian beruntutan.


'Kenapa malah jadi ke aku, padahal aku berbohong hanya demi membuatnya bahagia kan ... '

__ADS_1


Ucap Asisten Li dalam hati.


"Ambilkan laptop ku"ucap Tian tiba-tiba,


Tanpa berkata Asisten Li mengambil laptop tuannya dan menyala kannya, Asisten Li faham kalau Tuannya ingin menghubungi Nona nya melalui Laptopnya.


Akhirnya panggilan itupun tersambung.


"Hai ... selamat malam"ucap Leona saat melihat wajah lelaki yang tadi pagi mengajaknya menikah.


"Apakah kau merindukanku? kalau iya ... aku akan mempercepat pekerjaan ku"ucap Tian dengan sesuka hatinya.


"Eh ... mmm ... iya ... aku merindukan mu tapi jangan terburu-buru untuk pulang, selesai kan dulu masalahnya oke"ucap gugup Leona, yang mana Leona terpaksa mengatakan hal itu karena bayangan Asisten Li di belakang Tian yang mengatupkan kedua tangannya.


"Aku juga merindukan mu, jaga diri baik-baik, dan juga selalu bahagia seperti tadi siang"ucap Tian.


Membuat Leona mengernyitkan dahinya bertanda bingung.


"Tadi Mora mengirimkan aku video mu, kau terlihat sangat bahagia dan tertawa lepas, bisakah kau begitu juga saat di hadapan ku? jangan ada rasa sungkan, aku ingin menjadi bagian dari seluruh hidupmu"ucap Tian serius membuat Asisten Li yang berdiri di belakangnya mundur secara alon-alon, dan menutup rapat pintu ruangan itu.


"kita masih baru menjalani hubungan ini Tian, beri waktu untuk hubungan kita agar bisa saling beradaptasi, aku yakin seiringnya waktu hubungan kita akan menjadi sesuai dengan harapan kita"ucap Leona dengan serius juga.


"Sudah ... kau sendiri bagaimana ?"Tanya balik Tian.


"Aku juga sudah makan malam, by the way istirahatlah jaga kesehatanmu"ucap Leona


"Kau harus pulang dengan tubuh yang sehat, kau sudah berjanji kan untuk mengajak aku menikah" goda Leona dengan senyum yang selalu membuat Tian merindu.


"Kau yang berkata ya ... kalau kau sudah mau ku ajak nikah pas pulang dari sini"ucap Tian membalas senyum Leona.


Akhirnya mereka bercerita tentang apa yang terjadi sehari ini.


Sehingga akhirnya Tian melihat Leona yang menguap karena menahan kantuk.


"Kau sudah ngantuk ? kalau begitu istirahat lah"ucap Tian


"Lalu kau ... apakah kau tidak akan istirahat?" tanya Leona seraya menutup mulutnya karena menguap lagi.


"Aku ada pekerjaan yang harus ku selesai kan, kau istirahat lah, aku mencintaimu"ucap Tian.


"Aku juga mencintaimu"ucap Leona seraya melambaikan tangannya.

__ADS_1


Layar mereka pun sama-sama menampilkan layar hitam, Akhirnya Leona merebahkan tubuhnya, menelantangkan kedua tangannya.


"Ah .. beginikah pacaran dengan jarak jauh, mengapa aku merindukan nya, dia sangat menggemaskan"ucap Leona seraya memeluk bantal guling nya.


Sedangkan Mami nya Tian sudah membicarakan hal yang serius dengan Papi nya Tian.


"Mami yakin mau datang besok?"ucap Sang papi.


"Tentu Pi ... aku harus datang di acara besan kita ... aku akan membuat kejutan untuk menantu kita itu, aku juga akan membawanya Pi ... ah ... tidak sabar menunggu Tian kembali lalu membuatkan kita cucu uang banyak"ucap Mami nya Tian dengan bayangan menimang cucu yang lucu-lucu.


"Menikah saja belum, tapi Mami sudah membicarakan cucu, Mora bilang sesuatu sama Mami?"tanya sang papi saat melihat Keponakan nya yang tadi berpapasan di depan rumah namun dengan wajah yang cemberut dan tidak bersahabat.


"Iya ... Mora belum menyukai Leona untuk menjadi kakak iparnya, dan dia bilang untuk tidak memberi restuku pada mereka"ucap Sang Mami seraya menutup tubuhnya dengan selimut.


"Lalu mami jawab apa?"tanya Papi.


"Mami bilang kalau mami sangat menyukai Leona begitupun dengan Papi, apalagi Tian yang begitu mencintainya, menemukan wanita yang bisa Tian sentuh adalah sebuah keberuntungan bagi Mami"ucap sang Mami.


"Owh ... Papi kira alan menuruti kemauan keponakan Mami yang tersayang itu"ucap sang Papi.


"Iss ... Tian tetap nomor satu Pi ..."ucap sang Mami.


Setelah perbincangan itu, Mereka berdua oun juga terlelap dalam tidurnya.


Sehingga pagi telah menyapa semua manusia yang bersiap untuk melakukan aktifitas nya.


"Na ... kamu benar-benar menyelesaikan pesanan Nona Marissa itu, bukankah Tuan Tian sudah melarang mu untuk membuat nya"ucap Veni.


"Aku tahu ... awalnya Nona Marissa ingin merencanakan sesuatu padaku, karena seperti yang aku ceritakan padamu kalau ternyata Tian pernah menolak cintanya Nona Marissa, tapi ... setelah pesta itu, Nona marissa akan berfikir dua kali untuk mencelakai ku, atau menjebakku, Veni ... dalam segala pekerjaan akan ada cobaan, tidak tahu dari arah mana, yang pasti semua tak akan berjalan mulus, tapi aku yakin ... aku tidak pernah berbuat jelek pada orang lain, semoga orang lain juga begitu padaku"ucap Leona seraya menyimpan gambar hasil karyanya.


Veni semakin merasa kagum dengan sosok wanita yang sebenarnya sudah lama ia kenal, namun ... beberapa bulan lalu yang dekat.


Sesampainya mereka di perusahaan, Leona ataupun Veni duduk di tempat masing-masing, melakukan pekerjaan nya.


Namun saat jam 9 siang, Alan datang keruangan Leona seraya berkata.


"Kakak ipar di panggil calon mertua tuh"ucap Alan seraya bersandar di pintu ruangan Leona.


Tangannya bersedekap di dada, dengan setengah menggoda Leona.


Terlihat Leona yang celingak-celinguk memastikan tidak ada karyawan yang lain uang mendengar nya.

__ADS_1


__ADS_2