Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 64 Gonore penyakit menular


__ADS_3

Hari ini Leona terlihat begitu semangat dalam bekerja, ia mendesain beberapa perhiasan dengan begitu indah, ternyata suasana hati mampu membuat sebuah rancangan yang indah.


"Na, kita harus meninjau perhiasan Angelina secara langsung"ucap Alan saat sudah ada di dekat Leona.


"Waw... Amazing Leona..., karyamu sungguh luar biasa"ucap Akan seraya menundukkan badannya melihat karya Leona yang begitu indah.


"Terimakasih Tuan Alan, tapi.... anda tidak harus datang kesini, saya bisa datang keruangan anda Tuan"ucap Leona seraya berdiri daru duduknya, karena merasa tidak nyaman dengan posisi yang mana wajah Leona sangatlah dekat dengan wajah Alan.


"Eh, kebetulan saya lewat, jadi saya datangi saja tempat mu, kau bisa kan nanti setelah makan siang?"tanya Alan.


"Bisa tuan"ucap Leona sopan.


Kini Alan mengerti mengapa Tian begitu mengagumi sosok Leona, meski Alan berusaha menebar pesona nya, Leona tidak melirik nya sama sekali, jadi Leona lulus dalam ujian yang di berikanlah oleh Maminya Tian.


"Baiklah kalau begitu saya kembali keruangan saya"ucap Alan, yang mana langkah kakinya langsung berhenti saat melihat Marissa yang berdiri di pintu ruangan Leona.


"Wah ada tamu, Selamat datang Nona Marissa"sapa Alan pada Marissa, wanita cantik bagaikan bidadari yang turun dari kahyangan, namun cintanya di tolak oleh seorang Tian.


"Hai Tuan Alan, kau juga di sini, maaf saya datang tanpa menghubungi kalian dulu"ucap Marissa yang melangkah mendekati Leona.


"Hai Nona Marissa,selamat datang di tempat ku bekerja"ucap Leona seraya menjulurkan tangannya.


Marissa pun membalas uluran tangan Leona dengan senyum nya yang cantik.


"Ini adalah gaun yang Tante Diana pesan kan untukmu,semoga Nona Leona puas dengan hasilnya"ucap Marissa seraya memberikan paper bag itu.


"Terimakasih Nona Marissa, anda sudah repot-repot mengantarkan nya kemari, padahal anda bisa menghubungi saya agar saya saja yang ketempat Nona"ucap Ramah Leona, seraya meletakkan paper bag di atas meja samping nya.


"Tidak repot sama sekali Nona, malah saya senang sekali bisa datang atau berkunjung kemari"ucap Marissa,


"Duduklah Nona, biar temanku ambilkan anda minum"ucap Leona.


"Baiklah, saya tidak akan sungkan"ucap Marissa seraya mendaratkan tubuhnya di kursi depan meja Leone.


Leona pun menyuruh veni untuk mengambil Marissa segelas minuman.


"Wah, Desainer baru mu sangat lah hebat Tuan Alan"ucap Marissa saat melihat semua karya Leona.

__ADS_1


"Karena itu Tante begitu menyukai nya"Jawab Alan.


"Pilihan Tante memang tidak akan meleset"ucap Marissa.


"Seperti nya, aku akan menjadi pelanggan setia hasil desain perhiasan mu Na"ucap Marissa Seraya tersenyum pada Leona.


"Nona Marissa terlalu memuji karya ku,sebenarnya ini masih dalam tahap belajar, tapi mendengar pujian dari seorang Nona Marissa membuat kepercayaan diri ku membesar"ucap Leona membalas senyuman Marissa.


"Tentu pilihan tante Diana tidaklah pernah salah" ucap Alan memuji Leona.


Saat mereka masih berbicara suara pintu terbuka membuat pandangan mereka teralihkan.


Ternyata Veni datang dengan 3 gelas kopi susu.


"Terima kasih Veni" ucap Leona Seraya mengambilkan segelas kopi susu untuk Marissa.


"Sama-sama Nona kalau begitu saya keluar dulu" ucap Veni Seraya menundukkan kepalanya.


Leona mengangguk kan kepalanya, lalu menyuruh Alan dan Marissa untuk menikmati kopi buatan Veni.


"Terima kasih Na...kau baik banget"ucap Marissa seraya menuangkan kopi susunya.


Mereka terlibat pembicaraan yang serius mengenai perhiasan, disitu leona mendapatkan ilmu baru tentang mendesain sebuah perhiasan, saat Marisa menunjukkan hasil karya yang Leona kenal sebagai Desainer perhiasan dunia.


"Leona... bisakah kau membuatkan aku perhiasan semacam ini, hanya saja Ala karya Leona, jangan terlalu di samakan"ucap Marissa yang membuat Leona mengerti.


"Aku mengerti dengan apa yang Nona Marissa katakan, akan saya usahakan Nona, saya harus mempelajari karya ini, sebelum saya membuatnya"ucap Leona seraya terus memandang karya itu.


"Kau tidak perlu terburu-buru, aku juga tidak terburu-buru Nona" ucap Marissa pada leona.


"Sepertinya anda akan menjadi penerus sang legenda itu" ucap Marisa tersenyum pada Leona.


"Anda terlalu tinggi memuji saya Nona" ucap Leona.


"Itu memang kenyataannya Nona, kalau begitu saya permisi dulu semoga Anda bisa puas dengan karya saya" ucap Marissa Seraya menjabat tangan Leona.


"Tuan Alan, kalau begitu saya permisi dulu"ucap Marissa pada Alan.

__ADS_1


"hati-hati Nona Manis" ucap Alan pada Marissa.


Alan mengantarkan Marissa hingga sampai keluar perusahaan, tentu itu membuat Leona tersenyum dengan arti bahwa Alan menyukai Marissa.


*****


"Tuan, ini masih beruntung, karena penyakit Gonore yang di derita Putri anda masih dalam fase awal yang biasanya di sebut 'fase primer'


Fase primer ini biasanya akan muncul setelah 10-90 hari setelah putri anda terpapar bakteri.


Gonore berbeda dengan Sipilis, gejalanya berbeda,putri anda mengalami nyeri saat buang air kecil.


Penyakit Gonore, Infeksi menular seksual dia akibat kan bakteri spiroset, Triponema pallidum,


Dan penyakit ini bisa menular jika tidak segera di tangani tuan."ucap Dokter Mei menjelaskan.


"Apakah bisa di sembuhkan Dok?"tanya Candra.


"Bisa Tuan, ini masih dalam fase pertama jadi tidak terlalu bahaya"ucap Dokter Mei seraya tersenyum pada Candra.


"Juga ini adalah Gonore tidak terlalu bahaya untuk Putri anda, tapi jika Sipilis..., itu akan mengganggu saraf dan otak"imbuh Dokter Mei membuat Candra merinding sekali mendengar nama penyakit itu.


"Berikan yang terbaik buat anak saya dokter"ucap Candra pasrah.


"Anda pernah menolong saya saat itu, saya pernah berkata kalau saya akan membalas kebaikan anda, mungkin dengan cara inilah saya bisa membalas jasa anda tuan"ucap Dokter Mei pada Candra, yang mana Candra hanya tersenyum kecut, matanya di liputi kesedihan.


Ia ingin menebus kesalahan nya pada putrinya,


Ia akan membawa putri nya pergi jauh jika Arsa tidak ingin bertanggung jawab.


Akhirnya Candra pun berpamitan keluar dari ruangan Dokter Mei setelah Dokter mei berkata, kalau dia yang akan memberi obat pada Arita secara langsung.


Sedang kan Arsa menerima kabar, bahwa Paman ya tidak dapat membantunya untuk bekerja di perusahaan ya, karena perusahaan nya sendiri sekarang mengalami masalah, mungkin akan segera menyusul perusahaan Arsa yang bangkrut.


"Cih, apakah ini ulah Tian, bukankah kita tidak pernah punya urusan dengannya, kenapa kita malah di usik oleh nya"ucap pamannya Arsa.


"Tentu karena gadis itu, dia pasti cerita yang tidak-tidak padanya, Tian adalah pembisnis yang tidak main perasaan, tentu gadis tidak tahu diri itu yang telah menghasutnya"ucap Istri pamannya Arsa yang tidak menyukai Leona.

__ADS_1


__ADS_2