![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Setelah sarapan pagi selesai, Asisten Li membawa Veni kerumah Tian dan Leona.
Rasanya Asisten Li sudah sangat merindukan Tuan nya itu.
"Mau sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Tuan Tian ya ... " ucap Veni
"Jangan sampai kau nanti memeluknya dan mengatakan hal lebay " imbuh Veni
"Mana ada aku seperti itu, bukankah itu kau yang akan melakukan nya pada Nona ?" ucap Assisten Li seraya tersenyum pada Veni.
"Ya enggaklah ... mana ada juga aku seperti itu" ucap Veni
"Yakin ... ?" ucap Asisten Li
"Yakin ... !" ucap Veni tanpa ragu
"Kalau begitu kita taruhan, kalau kau yang bertingkah lebay maka nanti malam semua permainan harus kau yang memimpin, tapi jika aku yang bertingkah lebay, maka aku yang akan memimpin permainan itu, Bagaimana ... ?" ucap Asisten Li Seraya menyunggingkan bibirnya
"Eh, kenapa semuanya membuatmu enak ?" ucap Veni
"Bilang saja kalau kau tidak berani" ucap Asisten Li
"Berani, siapa takut. Tapi bisa di ganti gak hadiah pemenang nya ... ?" ucap Veni yang merasa kini di bodohi oleh suaminya sendiri.
Veni terlihat begitu memikirkan tantangan dari suaminya itu, tentu Asisten Li tersenyum melihat kebodohan sang istri, Itu yang di suka oleh Asisten Li, kepolosan Veni yang membuat nya semakin jatuh cinta setiap hari.
*****
"Kau kenapa ... ?" tanya Leona pada Tian yang dari tadi mondar-mandir
"Aku merasa dadaku berdetak kencang, seperti akan mau bertemu dengan orang istimewa" ucap Tian di tengah kegelisahan nya.
"Kau jangan bicara yang tidak-tidak, mau ku blokir jatah malam mu" ucap Leona
"Ya janganlah sayang, aku sudah cukup lama cuti olahraga malam, jangan blokir dong" ucap Tian
"Lalu ... siapa yang kau maksud orang istimewa yang akan datang itu ... ?" ucap cuek Leona
"Entahlah, pokok nya orang itu sangat penting bagiku dan selalu aku rindukan"
BUUUKK
Lemparan bantal mengenai kepala Tian dari Leona.
"Malam ini kau tidur di kamar tamu" ucap Leona seraya membalikkan tubuhnya agar tak menghadap ke arah suaminya
__ADS_1
"Sayang, jangan merajuk begini lah, aku bercanda, sumpah" ucap Tian seraya mengelus punggung Leona dari belakang.
Tentu Leona tersenyum dengan kepanikan suaminya itu.
"Sayang ... sayang ... jangan ngambek ya ... kau mau ku pijit ?" ucap Tian seraya memijit punggung tubuh Leona, Namun Leona masih saja diam, sehingga suara ketukan pintu membuat Tian menghentikan aksi memijit istrinya itu.
"Ada apa, Bik?" tanya Tian
"Ada tamu di bawah Tuan," ucap Pembantu itu.
"Tamu ... ? sepagi ini ... ?" ucap Tian seraya melihat jam yang melingkar di tangannya
"Siapa, Bik!?" tanya Leona dari belakang tubuh Tian
Bibik nya tidak menjawab
"Apakah perempuan, Bik ... ?" tanya Leona
"Iya, Non" ucap pembantu baru yang baru seminggu kerja di rumah Leona, karena pembantu lama harus pulang kampung
Tatapan Leona makin tajam pada Tian, Tian yang merasa terancam memasang wajah yang memelas.
Leona langsung pergi kebawah untuk memastikan tamu siapa yang datang sepagi ini, Tian mengikuti Leona dengan hati yang cemas namun tetap memasang wajah yang mempesona.
"Veni ... !" Teriak Leona seraya berlari ke bawah, sedangkan Tian menghembuskan nafas lega nya.
"Nana ... aku merindukan mu" ucap Veni tanpa sadar. Veni dan Leona berpelukan bagaikan sepasang kekasih yang lama tak bertemu.
"Ehem ... kalian sudah pulang , pantas saja aku merasa aneh, ternyata bayangan ku sudah kembali" ucap Tian yang melihat ke arah Leona
"Tuan, Bagaimana kabar Tuan" tanya Asisten Li
"Aku setiap hari harus menerima Omelan dari sang ibu Negara, apalagi tadi ... dia merajuk terus" ucap Tian yang langsung membuat Leona tersenyum.
"Ven, kita ke atas yuk, udah kangen banget tau" ucap Leona seraya menarik tangan Veni
Veni langsung mengikuti Leona, sedang kan Asisten Li mengikuti langkah Tian keruang kerja
"Pembantu baru, Tuan ... ?" tanya Asisten Li
"Iya, baru seminggu yang lalu yang bekerja," jawab Tian seraya membuka pintu ruang kerjanya.
"bagaimana ... Apakah tidak ada masalah?" tanya Tian
"Tidak ada, Tuan" jawab Asisten Li
__ADS_1
"Tuan, bagaimana keadaan Nona Angelina?" tanya Asisten Li, yang langsung membuat Tian menghentikan gerakan tangannya.
Tian terdiam sejenak lalu menatap Asisten Li seraya berkata
"Kau tahu rupanya, aku lupa kalau kau Lihaonan, kau tidak akan tertinggal berita sedikit pun jika tentang kami" ucap Tian dengan senyumannya
"Angelina mengalami trauma, tapi kata Galla sudah jauh lebih baik" ucap Tian
"Apakah Haris dilepas kan ... ?" tanya Asisten Li
"Terpaksa, wanita yang bernama Kinan yang telah membuat nya lepas, kalau Abimanyu sudah, Wuss ... terbang ke alamnya" ucap Tian
"Kau bisa begitu tenang bersama Veni, apakah kau tidak khawatir?" tanya Tian
"Jika Tuan merahasiakan ini dariku, itu berarti tenaga ku tidak di butuhkan, dan aku yakin, Tuan Galla bukanlah orang yang alan diam saja saat wanita nya mengalami hal semacam itu" ucap Asisten Li
"Di sana juga ada Veni, aku juga tidak mau dia khawatir dengan keadaan Nona Angelina" ucap Asisten Li
"Kau benar, aku juga tidak di perbolehkan kesana, Karena Galla bilang, Baby Twins sekarang lagi butuh-butuhnya orang tua untuk masa nya" ucap Tian
*****
"Menikahlah denganku, aku berjanji akan memperlakukan mu dengan baik, jika nantinya aku atau kau sudah bertemu dengan orang yang kita cintai, aku tidak akan selingkuh, tapi aku akan bicara dengan mu dengan baik-baik, begitu juga dengan kau, jika kau bertemu dengan orang yang kau cintai, kau bisa mengatakan nya padaku, Kinan ... aku hanya ingin anak itu lahir dengan orang tua yang lengkap, aku janji tidak akan ikut campur urusan pribadi mu" ucap Haris
"Mas, jika mas takut pada Tuan Galla, aku sudah mengatakan nya pada mereka, dan mereka tidak akan menyakiti mas lagi, tidak apa-apa, aku bisa menjaga anakku" ucap Kinan
"Ank kita, Kinan. Kita akan tetap menikah, aku juga ingin membuat Ayahmu bisa melihat mu kembali, Kinan ... beri aku kesempatan untuk berubah, dengan bertanggung jawab akan anak yang ada dalam kandungan mu" ucap Haris
"Aku sudah cacat, dan aku juga tidak bisa menjalankan perusahaan dengan baik, karena itu aku ingin menyerah kan perusahaan ke tanganmu" ucap Haris lagi.
"Ku mohon ... Anggap saja aku memohon padamu untuk membantuku" ucap Haris lagi
"Bagaimana dengan Ibumu ?" Tanya Kinan
"Ibu akan mengikuti setiap yang aku katakan" ucap Haris
Kinan terdiam, ia juga memikirkan anak dalam kandungan nya, sesekali Kinan melihat kearah Haris yang kini duduk di kursi roda.
"Terima lah, itu suatu tanggung jawab untuk anakmu, jika dia berbuat yang tidak-tidak dengan mu, kau bisa katakan itu semua pafa kami, ingatlah ... kami bisa kau anggap polisi dan hakim, yang akan membantumu setiap saat" ucap Marissa
"Terimakasih, Nona. Baiklah ... saya akan menikah dengan Mas Haris" ucap Kinan setelah banyak bujukan dari Haris.
"Ingat Haris, kau di beri kesempatan untuk berubah, maka gunakanlah dengan baik, dan juga ingat saat kau ingin berkhianat, kakakku ... bukan hanya seorang diri, ada kak Tian di belakang nya" ucap Marissa mengancam Haris.
Awalnya ia juga demikian, takut pada Galla karena di belakang Galla ada Tian dan Marcell. Tapi melihat kondisi Kinan, Haris benar-benar ingin bertanggung jawab akan anak yang ada dalam kandungan nya.
__ADS_1