![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Merasa semua urusan nya sudah selesai, Joe kini telah meninggal kan Dinda dengan dosen nya.
"Mari masuk " ucap sang Dosen saat mobil Joe sudah menghilang. Namun saat belum sampai di kelasnya, Dinda bertemu dengan Zhan.
"Din ... bareng aku yuk " ucap Zhan saat melihat Dinda yang kikuk dengan Dosen nya.
"Maaf, Pak. boleh ya ... Dinda ku pinjam sebentar soal nya ada beberapa materi yang tidak aku mengerti, Pak " ucap Zhan pada Dosennya
"Oh, silahkan ... satu server memang harus saling berbagi, Dinda ajari Zhan" ucap sang Dosen.
"Baik Pak" ucap Dinda
Akhirnya Dosen itu pun pergi dari hadapan Dinda dan Zhan. lalu Dinda menatap kearah Zhan.
"Ada apa ... ? kau ingin mengerjai aku lagi ... ?" tanya Dinda pada Zhan
"Isss ... kau selalu saja salah faham padaku" ucap Zhan
"Lalu ... ?" tanya Dinda
"Ya enggaklah, kau tidak lihat tatapan anak-anak yang lain padamu, kau jalan sama Dosen, berdua lagi, mau digosipin pakai jalur belakang ... ?" ucap Zhan
"Eh, apa maksudnya ... ?"tanya Dinda yang tidak mengerti.
"Begini Dinda yang cantik, Kau berjalan berdua dengan pak Dosen, nilaimu sangatlah bagus-bagus, nanti mereka tidak percaya kalau itu hasil pikiranmu malah nanti mereka berfikir itu hasil hubungan mu dengan pak dosen ... " ucap Zhan yang kini membuat Dinda mengerti
"Aw .. ogah ya ..mana mungkin aku melakukan hal semacam itu" ucap Dinda kesal, tapi benar kata Zhan jika ia sering berjalan berdua dengan Dosen tidak menutup kemungkinan mereka akan menilai begitu, pikir Dinda
"Zhan ... tumben kau tidak jahil padaku ... ? makasih ya ... " ucap Dinda
"Dari pada kau digosipkan dengan Dosen mending di gosipkan dengan ku ... " ucap Zhan dengan tawanya.
Ya ... Zhan dan Dinda kini sudah berteman, Zhan melupakan dendam Ayahnya.pada Joe, karena ia kini sudah sembuh dari sakitnya.
Bahkan Zhan dan Dinda selalu 1 regu saat ada materi yang harus mereka lakukan bersama.
Sedangkan Marissa sudah menyiapkan gaun pengantin nya dengan begitu sempurna, meskipun Marissa adalah seorang desainer tapi ia tidaklah mungkin Mendesain gaunnya sendiri.
"Alan bagaimana ... ? Apakah bagus ... ?" tanya Marissa pada Alan
"Bagus, hanya saja bagian sini kebesaran " ucap Alan seraya menyentuh lengan gaun yang dipakai oleh Marissa
__ADS_1
"Oh, baiklah ... akan aku beritahukan pada temanku" ucap Marissa seraya mematikan di ponsel nya.
"Mama bilang, kau jangan sampai kelelahan, masalah gaun, kau bisa serahkan pada Mama dan Tante ku" ucap Alan
"Ya ... kau benar sekali, mana sekarang aku gak bisa lelah sedikit pun lagi" ucap Marissa
"Nah, benar kan ... ? kalau kau kelelahan bisa kacau acaranya jika pengantin nya sakit " ucap Alan.
"Sekarang kau katakan pada teman mu bagian mana yang harus di perbaiki, lalu pulang dan istirahat "ucap Alan
Benar saja Marissa mengikuti Semua ucapan Alan,meskipun Marissa anak yang manja tapi ia bisa mengkondisikan keadaannya.
Seorang wanita akan menjadi ratu bila ia berada di tangan lelaki yang tepat namun akan menjadi babu Jika ia berada di tangan lelaki yang salah.
Semua kebahagiaan itu tidak bisa dilihat dari harta dan glamor nya tampilan kita, namun Kebahagiaan yang sejati adalah ketenangan dan kebahagiaan yang kita rasa dari hati bukan semata ingin berbagi.
Kamila dan Arsa kini hidup dengan nyaman, anaknya yang sudah berusia dua tahun, Semakin terlihat tampan .
"Kamila ... bagaimana ... ? Apakah ada tanda-tanda kamu hamil ... ?" tanya Mama nya Arsa
Saat Kamila ingin menjawab, Arsa datang dan membuat Mamanya terdiam
"Ma ... masalahnya bukan dari Mila, Ma. tapi dari aku ... bukan Kamila yang tidak bisa memiliki anak, tapi aku, Ma. Aku yang sudah di vonis tidak bisa memiliki anak,, tapi .. Aku dan Kamila sudah memiliki Laksya ... kami bahagia dengan rumah tangga kamu, Ma" ucap Arsa
"Itu kenyataannya, Mam .... mama jangan bahas anak lagi ya ... Arsa mohon" ucap Arsa seraya mengatupkan kedua tangan nya di hadapan Mama nya.
"Jangan ulangi kesalahan yang sama, Ma" Ucap Arsa seraya menarik tangan Kamila untuk naik keatas dan memilih meninggalkan Mamanya
"kenapa malah kita meninggalkan Mama, Mas" tanya Kamila
"Mama sekarang lagi kumat, kalau dia bahas anak, maka masalah nya tidak akan selesai, kau tahu ... jangan dulu memiliki anak, kasihan Laksya nantinya bisa kurang kasih sayang" ucap Arsa yang sangat di mengerti oleh Kamila.
"Tentu, Mas. makasih karena sudah memikirkan nasib Laksya" ucap Kamila.
Kamila pun menyiapkan air untuk Arsa mandi, serata menyiapkan baju untuk Rasa, meletakkan baju kotor Arsa pada tempat nya, semua yang di lakukan Kamila membahas Arsa ingat akan Leona . Sedikit 11-12 lah sama Leona, meski tubuh Leona lebih putih dan lebih bersih, maklumlah ... ini yang datang adalah anak ndeso, makanya salam kenal semuanya" ucap author nya ya ... Wwkwkwk
Arsa tersenyum melihat Kamila sibuk sendiri membenarkan sprei ranjang tidur nya dan membenarkan bantal nya.
"Laksya mana ... ?" tanya Arsa
"Dia bermain sama Bibik di belakang" ucap Kamila
__ADS_1
"Kau sudah memberinya Asi ... ?" tanya Arsa
Kamila menggeleng kan kepala nya
"Kenapa ....?" tanya Arsa
"Dia sudah jarang minum Asi saat sudah tahu berjalan, dia juga lebih suka minum air putih dari gelas Mas" ucap Kamila pada Arsa.
*****
Alan dan Marissa kini sudah rebahan di atas ranjang Alan, mereka sama-sama melepaskan lelah yang mereka rasa . Alan yang masih tidak tahu cara bagaimana menulis kata-kata yang indah untuk sang calon istri malah di buat kebingungan.keinginan Marissa yang ingin Alan mengucapkan kata-kata indah saat pernikahan membuat Alan frustasi.
*****
"Kak Galla sudah menghubungi Papa Candra, kuharap kau juga sudah menerima restu dari Papaku " ucap Dinda
"Kenapa mmm ?" tanya Joe
"Kau sudah tidak sabar ya ... "goda Joe
"Eh, kok gitu .... mana mungkin begitu ... " ucap Gugup Dinda
"Gak usah takut, mereka pasti sudah menghubungi yang lain"ucap Joe
*****
"Ayah ... dia Monster kau tidak tabu seberapa menyeramkan dia saat mengamuk" ucap putri.
"Kenapa bisa gagal dan juga, kalian kenapa malah terburu-buru melaporkan ke kepolisian?" tanya kesal Tuan Laksmana.
Sedangkan diluar sudah rusuh tentang kasus yang menimpa Laksamana. terutama di bagian penertiban jalan.
"Dia Tian Alvaro, yang memiliki kekuasaan Besar di kota ini, jangan gagal lagi menjadi penertiban jalan" ucap orang itu pada penertiban jalan.
*****
"Emangnya kenapa ... ?" tanya Tian
"Ya ... Tuan, anda masih mau disini atau kembali ke kediaman utama" tanya Assisten Li
"Kau benar, aku sudah menyiapkan semuanya, tapi harus gagal seperti ini, kau pimpin saja melumpuhkan kedua kaki putri itu" ucap Tian
__ADS_1
Asisten Li hanya bisa mengangguk kan kepala nya dan melakukan tugasnya dengan baik. Bukan penjara yang Tian inginkan tapi penderitaan mereka.
Tian Kembali ke kotanya dengan alergi yang masih terlihat.