![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Tian memandang dua sosok yang kini terlihat cemas,
"Tenanglah ... Aku tidak akan melakukan hal yang buruk terhadap kalian, selagi kalian bersikap baik pada Leona maka aku akan bersikap baik pula pada kalian" ucap Tian
terlihat wajah Papanya Arsa mulai tenang dan tersenyum namun beda dengan mamanya Arsa wajah cemas nya makin terlihat.
"kalian tuan rumah di sini ... duduklah jangan berdiri begitu"ucap Tian yang mana papanya Arsa dan mamanya langsung terduduk seperti anjing yang patuh pada tuannya.
"sangat beruntung rumah kami didatangi oleh orang besar seperti Tuan Tian Alvaro" ucap papanya Arsa.
"saya tahu Tuan Lukman sangatlah pandai memuji orang lain" balas Tian
"langsung saja kedatangan saya kemarin hanya untuk Leona, buang prasangka kalian terhadap Leona, Leona tidak pernah mengadukan hal sedikitpun tentang kalian baik itu tentang Arsa, tentang mama mertuanya,ataupun tentang orang-orang yang telah menyakiti Nya.
Itu semua adalah bentuk dari kasih sayang saya pada Leona, Stoop menyalahkan Leona, dan tentang pamannya Arsa, dia telah berani ingin melukai saya dan juga Leona, hukumannya terlalu ringan hanya dengan menjebloskannya dalam penjara, saya bisa saja membunuh dia ... hanya saja Leona tidak menginginkan itu"ucap Tian seraya menatap langsung kearah Mama nya Arsa.
"Tuan Lukman Anda adalah orang yang paling sering diceritakan oleh Leona, Anda adalah orang yang paling baik dalam keluarga ini, saya benar-benar sangat berterima kasih pada anda" ucap Tian tersenyum pada arah Papanya Arsa
"Leona adalah menantu yang baik dan istri yang baik, disini yang salah adalah Arsa dan keluarga kami, kami benar-benar minta maaf padanya" ucap papanya Arsa penuh dengan penyesalan.
"be ... benar Tuan, Saya benar-benar minta maaf pada Leona, saya sangat bersalah selama ini ...dan terima kasih untuk Leona karena telah menyelamatkan Arsa dari amukan Anda" ucap gugup mamanya Arsa.
terlihat Dian yang menyunggingkan bibirnya ia tersenyum mengejek pada arah mama Arsa.
"jika anda tulus minta maaf pada Leona ... maka datanglah ke acara pernikahan kami, minta maaf lah langsung di sana, maka saya akan memaafkan kalian" ucap Tian dengan tersenyum.
"Bukankah ... itu adalah acara pertunangan Mengapa bisa menjadi acara pernikahan?" tanya mama-nya Arsa yang terkejut.
"kami sudah sama-sama dewasa acara pertunangan hanya akan membuang-buang waktu"jawab Tian.
"datanglah bersama Arsa dan bersikaplah baik pada Leona, sayang kalian yang selama ini tidak pernah Leona dapatkan, hanya minta kalian memberi senyuman di acara pernikahan kami"ucap Tian.
"kami pasti akan datang dan melakukan semua yang anda katakan ucap" papanya Arsa.
mendengar ucapan Papanya Arsa,Tian pun berdiri yang mana diikuti oleh Papanya Arsa dan juga mamanya Arsa.
"saya pamit dulu Tuan Lukman" ucap Tian.
"Terima kasih Tuan, dan maafkan semua kesalahan kami" ucap Tuan Lukman.
Tian hanya tersenyum pada arah kedua manusia itu dan langsung melangkahkan kakinya meninggalkan kediaman Lukman.
__ADS_1
*****
"Mama sudah dengar sendiri kan apa kata dia, bukan Leona yang menceritakan tentang kita, jika sudah mencintai ... hal sekecil apapun pasti akan dicari tahu apalagi tentang kehidupan pribadinya" ucap bapaknya Arsa pada istriny"
Mengapa anak itu seberuntung itu nasibnya pa? kisah dengan Arsa mendapatkan orang yang jauh lebih hebat dari nya"ucap mamanya Arsa.
"karena Leona anak yang baik nasib baik akan selalu berpihak padanya"ucap Papanya Arsa.
mamanya Arsa terdiam mendengar semua perkataan suaminya.
ia merutuki kesalahannya karena telah bahagia dengan perpisahan Arsa dengan Leona.
*****
malam telah tiba semua berkumpul di rumah yang telah diberikan oleh Tian.
"Bagaimana perusahaanmu?"tanya Tian pada Galla.
"begitulah karena sempat bersaing dengan perusahaan mu, saham perusahaan menurun meski hanya sedikit sih" ucap Galla.
"yang menyuruhmu bersaing dengan perusahaan ku Siapa? kau saja yang tidak punya pekerjaan lain"ucap Tian seraya melihat beberapa pesan yang masuk di ponselnya.
"Kau tidak mencari masalah denganku lagi kan...?"ucap Tian tanpa melihat ke arah Galla.
Terdengar tawa Galla yang seakan berhasil memancing emosi Tian.
"Apa sebegitu berarti nya dia untukmu'?"tanya Galla lagi.
"Jika di ibaratkan nyawa ... dia jauh lebih penting dari pada nyawa ku sendiri, jadi jangan mengusiknya bahkan jangan berani menatapnya"ucap Tian serius seraya menatap Galla.
Seketika Galla terdiam dari tawanya.
Ini adalah mode serius Tian saat bicara dengan musuh yang mengancam.
"Jangan melihat ku begitu ... aku tidak akan berani lagi melawanmu"ucap Galla. .
saat mereka berbicara dengan serius tiba-tiba mereka mendengar suara tawa yang mengusik pendengaran mereka.
"Tian ... apakah kau dengar ... ?"tanya Galla.
"Itu suara Leona kalau sudah bercanda fengan teman-temannya"ucap Tian.
__ADS_1
"Benarkah ... ? kenapa kau langsung mengenali nya?"tanya Galla.
"Karena aku mencintainya, makanya jatuh cinta lah maka kau akan tahu bagaimana bahagia nya saat jatuh cinta"ucap Tian seakan mengejek Galla, Tian ingin memamerkan kalau dia lebih unggul dari Galla.
"Aku sudah sering ya ... bermain dengan wanita, tidak seperti dirimu yang baru saat ini"cebik Galla.
"bermain dan jatuh cinta itu beda, kau pernah tidak mengkhawatirkan seseorang dengan sangat ...? kau pernah tidak merasa bahagia saat hanya melihat senyumnya? tidak kan ...? karena kau tidak pernah pakai hati saat bersama perempuan"ucap Tian
"Kau memiliki Marissa untuk kau jaga, jangan lagi mempermainkan wanita, kau bayangkan saja jika Marissa yang mengalaminya, bagaimana perasaan mu ...?"ucap Tian yang langsung mengenai hati Galla.
Saat mereka masih sibuk dengan urusan masing-masing, Maminya Tian sudah datang dari menjemput suaminya.
"Om ... "ucap Galla yang membuat Tian juga melihat ke arah mata Galla memandang.
"Papi ... " ucap Tian seraya memeluk Papinya.
"Anak Papi sudah ingin menikah, berbahagia lah, dan berikan cucu yang banyak untuk kami"ucap Papinya Tian seraya melihat kearah sekitar.
"Dimana calon menantu ku?" tanya Papinya Tian.
"Biar Galla yang memanggil mereka Om"ucap Galla seraya menaiki tangga rumahnya menuju dimana para perempuan berkumpul.
"Hai na ... mertuamu datang tuh"ucap Galla dari arah pintu.
"Kalian semua juga ... turunlah"ucap Galla.
Marissa, Veni dan Angelina senyum-senyum menatap Leona.
"Seharusnya beliau jadi mertuaku"ucap Marissa
"Tapi ... rasanya lebih enak jadi anaknya dari pada mantunya iya kan ..."ucap Marissa.
"Cih ... kau saja tidak laku untuk Tian" cebik Angelina.
"Sama ... kau juga kan ... "ucap Marissa.
"Leona ...." teriak Angelina dan Marissa bersamaan, membuat mereka semua tertawa atas kekonyolan kedua wanita hebat itu.
Hai semuanya, maaf kalau kedua part ini belum memuaskan ya ...
Saya bukan bertele-tele untuk acara pernikahan hehehhe hanya saja biar berjalan seiring nya waktu.
__ADS_1