Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 221


__ADS_3

Sesampainya di rumahnya, Tian fan Leona langsung Menuju ke kamar Baby Twins.


Ya mereka begitu merindukan anak-anaknya, terutama Leona.


Leona mengambil Baby Nala dan Tian mengambil Baby Nathan.


"Hallo sayang, bagaimana kabar kalian, maaf karena sudah meninggal kan kalian " ucap Leona


"Mama dan papa sedang mengunjungi Nenek dan Kakek disana, lain hari Nathan dan Nala juga harus mengunjungi Nenek dan kakek juga"


Leona dan Tian sama-sama mencium kedua pipi anak kembar itu, rindu mereka terlihat jelas saat air mata keduanya jatuh tanpa terasa.


Tidak ada orang tua yang tidak mencintai anaknya, perasaan itu sama.


Cinta mereka sama hanya yang membedakan adalah cara mereka mengapresiasi kannya


Tapi tujuan mereka sama, hanya menginginkan hal yang terbaik untuk anak-anaknya.


"Kalian istirahat lah, Nathan dan Nala juga masih nyaman tidurnya" ucap sang Ibu


"Baiklah,Bu, terima kasih, karena sudah menjaga Nathan dan Nala" ucap Tian


"Mereka cucuku, tentu aku akan menjaga mereka, bagaimana kabar orang tuamu di sana" tanya Ibunya Leona


"Mereka sehat semua, Bu dan juga mereka titip salam untuk Ayah dan Ibu" ucap Tian


"Leona, ibu sudah buatkan kalian susu jahe, bawalah ke kamar kalian dan istirahat lah "ucap Ibunya Leona


"terimakasih Ibu" ucap Leona


Tian dan Leona pun meletakkan Bayi mereka di tempat masing-masing.


Lalu mereka sama-sama keluar dari ruangan itu.


"Mas ke kamarlah dulu, aku ambil susu jahe dulu" ucap Leona


"Baiklah" jawab Tian seraya berpisah arah dnegan Leona


Namun sebelum Leona ke dapur, ia menyempatkan diri melihat keadaan ayahnya, yang Ibunya bilang kesehatan nya lagi kurang enak.


"Bagaimana keadaan ayah ... ?" tanya Leona


"Ayah baik-baik saja, hanya kaki yang terasa tidak nyaman" ucap Ayahnya Leona


"Kita kerumah sakit saja ya Yah, "ucap Leona


"Tidak perlu, cukup minum obat, nanti sembuh sendiri " ucap Ayahnya Leona

__ADS_1


"Kau baru datang, istirahat lah, kau pasti lelah" ucap Ayahnya Leona


"Iya, Ayah ... kalau terasa sakit katakan smaa Leona Yah, izinkan Leona merawat Ayah" ucap Leona


"Baik sayang, Ayah akan memanggil Leona kalau ayah sakit " ucap Ayahnya Leona


"Baiklah, Leona kekamar dulu ya yah" ucap Leona seraya memegang tangan Ayahnya .


Ayahnya tersenyum melihat putri satu-satunya.


Leona pun membawa nampan yang sudah ada dua gelas susu jahenya.


*****


"Istirahat lah, kau juga pasti lelah"ucap Veni


"Kau yang harus istirahat, baiklah ... kau bersihkan dulu tubuhmu, aku akan membuat kan susu hangat" ucap Asisten Li pada Veni


"Kau saja yang mandi duluan, biar aku yang buatkan kau susu hangat"ucap Veni


Asisten Li mendekati Veni lalu mencium keningnya, hidungnya terakhir bibirnya.


"Aku yang akan membuat kan kau susu, nurut tidak boleh membantah " ucap Li seraya menyentuh kepala Veni.


Veni masuk kedalam kamar mandi dengan bibir tersenyum, Ya semenjak acara Veni ngambek, Asisten Li membuat Veni tinggal di apartemen nya, ketidak beradaan Veni saat itu benar-benar membuat Li takut kehilangannya.


Rasanya Li merasa hidupnya sudah banyak berubah, dulu ia yang selalu hidup sendiri, sekarang merasa bahagia karena ada orang yang mengerti akan tabiat dirinya.


Setelah selesai membuat dua gelas susu, Asisten Li membawa nya ke kamarnya, dengan di lengkapi dua roti yang sudah di isi selai.


Saat Asisten Li meletakkan nampan itu do meja sofa kamarnya, itu bersamaan dengan Veni keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai kimono berwarna putih itu.


Rambut basah yang berusaha ia keringkan dengan handuk kecilnya. Melihat itu Asisten Li segera mendekati beni lalu mengambil alih handuk kecil yang ia pegang.


"Duduklah biar aku yang mengeringkan rambutmu "ucap asisten Li


"Kau terlalu memanjakan aku, Jangan sampai aku bergantung dengan sikapmu" ucap Veni


"Justru aku ingin kau selalu bergantung pada ku,aku tidak ingin wanita ku terlalu Mandiri sehingga dia mengabaikan keberadaan Ku Ucap asisten Li


"Bukankah semua lelaki menyukai wanita yang mandiri ?"tanya Veni


"Lelaki memiliki sifat dan sikap yang berbeda, ada yang menyukai wanita Mandiri ada pula yang menyukai wanita yang manja, Mandiri dalam urusan pekerjaan tapi manja dalam urusan rumah tangga, itu yang aku suka" ucap asisten Li


"Apakah Tuan Tian juga begitu?" tanya Veni


"kau selalu menyamakan aku dengan Tuan Tian ,aku tidak sesempurna dirinya, aku masih banyak kekurangan yang mana aku harus menyeimbangi dirimu dan diriku"ucap Asisten Li

__ADS_1


"Tapi aku merasa kau begitu mirip dengan Tuan Tian,Apakah hanya perasaanku saja ya "ucap Veni


Asisten Li langsung menjitak kening Veni


"Aw ... sakit" pekik Veni


"Sudah kering, sekarang makanlah roti itu dan minumlah susunya, mumpung masih hangat" ucap Asisten Li


"Temani ... " ucap Veni seraya menarik tangan Asisten Li


"Tentu " ucap Asisten Li yang langsung menggendong tubuh Veni


Mereka pun menikmati makanan itu dengan bercanda, hanay dengan Veni Asisten Li melepas kan tawanya, hanya dengan Veni Asisten Li berbagi candanya, hanya dengan nya Asisten Li berbagi suka dan dukanya.


Veni adalah dunia kedua setelah Tian bagi Asisten Li.


*****


"Aku batu sampai sayang, ini masih menuju ke hotel"ucap Angelina saat panggilan nya dengan Galla tersambung


"Baru sehari kau pergi, aku sudah merindukan mu, Angel ... ah ... kau mengalihkan duniaku"ucap Galla


"Jangan membual deh, aku batu sampai, masak iya kau mau menyuruhku kembali lagi" ucap Angelina, yang mana Galla tertawa mendengar ucapannya itu.


"Hahahha ... baiklah sayang, kalau sudah sampai ke hotel, kabari akunya, jaga hati jaga mata juga"ucap Galla


"Idih, seharusnya aku yang mengatakan itu ke kamu"ucap Angelina


"Baiklah, miss you sayang"ucap Angelina mengakhiri pembicaraan nya dengan sang tunangan nya.


Cinta akan bertambah seiring waktu dan hati yang mendalam, Cinta tak akan bisa jika kita saling mengerti, saling percaya dan saling berbagi.


"Pak, antarkan saya ke hotel Bintang Seven"ucap Angelina pada sopir yang sudah di utus oleh kliennya


"Baik, Nona, pertemuan nya nanti malam jam 7, saya akan menjemput Nona nantinya"ucap Sopir itu


"Baiklah pak, terimakasih" ucap Angelina


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, Hingga tanpa Angelina sadari mereka sudah sampai.


Angelina turun dari mobilnya, dengan penampilan nya yang waw, membuat mata banyak yang tertuju pada nya, kaca mata hitam yang bertender di atas hidungnya, membuat ia semakin terlihat memukau.


Angelina berjalan menuju ke resepsionis dan mengambil kunci kamar yang sudah ia pesan terlebih dahulu.


"Mari saya bantu, Nona" ucap seorang pelayan


"Terimakasih" ucap Angelina.

__ADS_1


__ADS_2