![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Hai semuanya ... semoga masih setia menunggu ya ...
Setelah acara pertunangan itu, Asisten Li kini sedikit bisa tersenyum pada beberapa orang tertentu, dan itu adalah awal yang baik untuk mengurangi ke kakuannya.
Sedangkan Alan dan Joe sudah kembali ke Negara nya bersama dengan Papa Joe Marcell.
"Kau ingin bertunangan juga ... ! segera bawa Papa ke kediaman Marissa" ucap Tuan Marcell
"Siap Pa ... " ucap Alan dengan senyum bahagianya
Sedangkan Joe hanya fokus lada layar ponselnya, ia baru saja mendapatkan pesan bahwa orang di masa lalunya sudah datang, tangan Joe mengepal erat.
Matanya berkaca menahan sesuatu yang akan terjatuh, ia ingin meluapkan segala yang ia rasa.
'Kenapa kau datang ... kenapa kau kembali ... apakah kau tahu ... bagaimana aku harus menata hati untuk menerima kepergian mu, Ah ... Aku ingin kau menghilang saat ini dan tidak kembali lagi dalam hidupku' rutuk kesal Joe dalam hati.
Sedangkan di tempat lain, ada wanita lain yang menunggu kedatangan nya di apartemen Joe, karena sebelumnya Joe sudah mengatakan kalau ia akan kembali dan meminta nya untuk menunggu di apartemennya.
Di saat Dinda sudah menyiapkan semuanya, tiba-tiba ada suara hendle pintu yang terbuka, sontak Dinda terkejut, dan ia segera menyunggingkan senyumnya dengan sebegitu rupa.
Tapi sayangnya ... senyum nya hilang saat ia melihat sosok gadis cantik yang berambut lurus panjang hitam pekat, berdiri tepat di hadapannya saat ini.
Gadis itu dengan senyuman manisnya memperlihatkan pada Dinda yang begitu syok karena kehadiran nya.
"Hai, ... kau yang bertugas membersihkan apartemen ini ya ... makasih ya ....orangnya akan segera datang, kau pulanglah ... ! dan ini tips untukmu karena sudah menyiapkan semua ini untuk nya" ucap ramah wanita itu pada Dinda seraya menyerahkan dua lembar uang di tangan Dinda.
"Anda siapa ... ?" tanya Dinda dengan hati yang tidak tahu bagaimana rasanya.
"Aku kekasihnya ... " ucap santai wanita itu yang mana ia langsung meninggalkan Dinda dan masuk kedalam kamar Joe, kamar yang sedari tadi takut Dinda dekati, nyatanya dengan mudah di masuki oleh wanita lain.
Dengan perlahan Dinda mundur dari langkah nya, hatinya begitu marah dan kecewa ada Joe saat ini, Namun ... hati kecil Dinda sadar bahwa Dinda bukan siapa-siapa bagi Joe, lalu kenapa ia begitu emosional dengan hal ini.
__ADS_1
Perlahan tapi kini Dinda sudah keluar dari apartemen Joe.
Air matanya tanpa ia rasa sudah keluar dengan terjun bebas, dadanya terasa sesak.
'Apakah aku mulai menyukai nya ...? aku pernah merasakan ini ... aku pernah merasakan sakit ini, sakit dimana Arita mengambil nya dariku, apakah sakit itu harus terulang sekarang ...? Dinda hayo sadarlah ... jangan buat hatimu terluka kembali, Joe bukan siapa-siapa bagimu, dia hanya baik ... mungkin dia baik pada semua orang, hanya saja kau terlalu percaya diri untuk mengartikan kebaikan Joe' bathin Dinda.
Benar saja, Dinda sudah pergi meninggalkan apartemen Joe, dan Joe baru saja tiba, ia menampilkan senyum nya karena ia percaya orang yang ingin ia lihat sudah ada di apartemen nya dan sedang menunggunya.
Karena Dinda tadi sudah meng-upload foto dirinya dengan suasana apartemen Joe.
Namun sayangnya ... harapan dan khayalan itu tak berjalan dengan sesuai prediksi nya.
Saat Joe sudah membuka pintu Apartemen nya, ia kini di suguhkan dengan seorang Wanita berparas cantik dan mungkin jauh lebih cantik dari pada Dinda, wanita yang begitu Joe gila i dulu, tapi kini sudah tidak ada lagi di hatinya.
"Kau sudah datang ...? aku sudah menyiapkan ini semua untuk mu, apakah kau menyukainya ... ?" tanya wanita itu yang bernama Jeni.
"Untuk apa kau kemari ... ?" hanya kata itu yang Joe keluar kan dan memilih abai pada kehadiran Jeni
"Jangan mendekat ... ! pergilah ... aku tahu bukan kau yang menyiapkan ini semua untuk ku" ucap Joe
"Ya ... pelayanmu tadi yang menyiapkan nya, aku sudah memberinya tips untuk kerja kerasnya tadi" ucap santai Jeni dan itu membuat tangan Joe mengepal keras.
"Kau tidak berhak atas apa yang terjadi di sini, lalu kenapa kau menyimpulkan kalau wanita itu adalah pelayan ku ... !" bentak Joe dengan begitu keras, tentu membuat Jeni langsung terlonjat kaget.
Ia tidak pernah melihat Joe semarah ini.
"A ... apakah dia kerabat mu ... ? maaf ... aku tidak tahu ... aku .. aku tadi hanya bilang kalau aku kekasihmu lalu ... lalu aku masuk kekamar mu untuk cuci muka,saat aku keluar dia sudah tidak ada" ucap Jeni dengan wajah ketakutan dan suara yang gugup.
Bukan rasa simpati yang Joe rasakan malah rasa marah dan khawatir yang Joe rasakan.
"Sial ... !" umpat Joe yang langsung mengambil jaketnya dan segera kembali keluar.
__ADS_1
"Joe ... kau mau kemana ... ? aku sudah kembali Joe ... !" teriak Jeni.
Namun Joe mengabaikan suara Jesi, suara yang dulu mampu membuat nya tidak berkutik, yang ada dalam fikiran Joe saat ini hanyalah Dinda, Saat kata kekasih yang Jeni katakan, Joe sudah menyimpulkan banyak hal.
'Aku harap kau bisa berfikiran dewasa seperti biasanya Din ... jangan termakan dengan omongannya dan dengarkan penjelasan mu dulu ' bathin Joe seraya melihat keseluruh sisi jalan, berharap ia masih bisa menemukan Wanita kecil itu.
Semua orang memiliki masa lalu masa dimana mereka memiliki impian namun hilang seketika, masa dimana mereka memiliki cinta namun kandas seketika.
Begitu pun dengan Joe, dia punya masa lalu, masa dimana ia sangat mencintai seorang wanita namun di tinggalkan tanpa pamit terlebih dahulu, dengan alasan ingin mengejar cita-cita nya, andaikan ia pamitan, Joe tidak akan seterluka itu.
*****
"Ini sudah malam, kita lanjutkan besok pagi saja" ucap Veni seraya merapikan beberapa berkas yang berserakan di meja Asisten Li
"Tunggu sebentar lagi, ini sudah hampir selesai " ucap Asisten Li
"Sudah dari tadi kau bilang hampir selesai, kalau kau masih lama, aku pulang saja" ucap kesal Veni.
"Kalau mau pulang, ya pulang saja ... !" ucap Asisten Li dengan tanpa melihat kearah Veni.
Rasa kesal yang menyelimuti hati Veni kian memuncak karena sikap cuek Asisten Li.
Dengan ras amarah, Veni keluar dari ruangan Asisten Li seraya membanting pintu ruangan itu, namun lagi-lagi Asisten Li mengabaikan hal itu, matanya masih fokus dengan layar laptopnya.
Sehingga ia selesai barulah ia sadar, bahwa Veni benar-benar sudah tidak ada.
Betapa terkejutnya Asisten Li saat ia lihat jam yang melingkar di tangan nya.
"Ah sudah hampir jam 12, pantas saja dia merengek minta pulang dari tadi " Asisten Li berkata seraya mengambil kunci mobilnya.
Sedangkan Veni ia sudah berada di sebuah kamar, dan istirahat dengan nyenyak, namun bukan kamar apartemen nya ataupun kamar apartemen asisten Li.
__ADS_1
Ah Veni ... kau menginap dimana sekarang ... ?