Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 217


__ADS_3

Akhirnya semua drama yang ada di tempat makan itu telah selesai, banyak yang bilang terima kasih atas kebaikan Tian fan kawan-kawan.


Kini Tian dan Leona telah kembali ke rumah Mami Tian, begitu juga dengan Veni, sedang kan Joe dan Dinda sudah kembali ke apartemen Dinda.


Marissa dan Angelina beserta Alan dan Galla kini telah berkumpul di ruang keluarga.


"Ah, sepi sekali sekarang" ucap Marissa.


"Menikah lah dan tinggallah dirumah Alan"ucap Galla yang mana berhasil membuat Marissa terperanjat karena terkejut.


"Kakak bercanda, mana mungkin kak, aku menikah sedangkan Kakak masih baru saja tunangan, aneh deh kakak" ucap Marissa


"Tidak apa-apa, kan enak, kamu ada temannya dirumah, ada ibunya Alan dan juga Ayahnya Alan kan" ucap Galla


"Tapi tidak harus terburu-buru juga kak, tunggu kakak menikah baru Marissa yang menikah" ucap Marissa dengan cemberut.


"Benar kata Marissa, kita tidak terburu-buru dalam hal menikah, kak Galla dan Ka Angelina saja duluan, lagian Marissa dan aku akan melakukan penggabungan bisnis, antara desainer perhiasan dan juga Desainer pakaian, siapa tahu jodoh seperti orangnya" ucap Alan.


*****


Persahabatan dan percintaan ibarat kepompong yang akan berkembang dan tumbuh menjadi indah, jika kita menanam nya dnegan rasa kasih dan sayang, serta ketulusan dalam pertemanan.


*****


"Kalau begitu aku pamit pulang ya, besok kau ada kuliah, istirahat lah" ucap Joe pada Dinda setelah seharian.ia berada di apartemen Dinda


"Baiklah, hati-hati di jalan " ucap Dinda


Saat Joe sudah melangkah kan kakinya, Langkah nya tiba- tiba terhenti, membuat Dinda yang melihat nay juga ikut heran


Joe kini berbalik menatap Dinda


"Ada apa ... ? apa ada yang ketinggalan ?" tanya Dinda


"Iya, ada yamg ketinggalan " jawab Joe yang masih menatap Dinda


"Apa ... ? biar ku carikan" ucap Dinda hendak masuk ke apartemen nya, namun sayangnya Joe menarik tangan dinda sehingga kini Dinda ada dalam pelukan Joe, Joe langsung mencium bibir Dinda dengan begitu lembut, Dinda mencoba membalas ciuman itu.


"Itu yang tertinggal, selamat istirahat, semoga mimpi indah" ucap Joe memegang pucuk kepala Dinda.


Dinda hanya bisa tersenyum mendapatkan perhatian dan cinta itu dari Joe. Ia berfikir bahwa ia sudah tidak ingin membuka hati untuk pria lagi, tapi ternyata ... hati nya terbuka sendiri tanpa ia sadari, ia sudah bergantung dengan pria itu.

__ADS_1


Melihat bayangan Joe yang sudah tidak ada, Dinda pun masuk kedalam apartemen nya, ia menghela nafasnya dan tersenyum selalu.


Merebahkan tubuhnya karena merasa lelah, seharian hanya bercanda saja dengan Joe, kadang masak bersama, dan kadang membersihkan apartemen bersama, dan itu membuat Dinda selalu tersenyum.


Saat ia masih dalam lamunannya, dering ponsel nya membuat ia sadar.


Ia pun melihat kelayar ponselnya di situ tertera nama Sang Papa


"Hallo, Pa" ucap Dinda


"Putri papa belum tidur kah ...?" tanya Candra


"Belum, Pa ... papa sendiri ?" tanya Dinda


"Papa baru tiba di rumah, maaf ya ... karena belum sempat berkunjung kesana, bagaimana kuliah mu ... ?" tanya Candra


"Kukiah Dinda lancar, pa ... di sini jjga Dinda sudah banyak teman, tidak masalah kalau papa belum bisa kesini" ucap Dinda


"Putri Papa memang sangat pengertian "ucao Candra yang mana matanya sudah berkaca karena menahan rindu


Lama mereka dalam perbincangan yang sekedar melepas rindu, bicara yang awalnya nelfon biasa kini menjadi vidio Call, di situ Dinda dan Candra benar-benar melepaskan rindu.


*****


"Tidak bisa Mi ... Nathan dan Nala tidak ikut, kasihan Ibu dan Ayah "ucap Tian


"Mami tidak bertanya sama kamu, Mami bertanya pada menantu Mami" ucap sang Mami seraya membelai rambut Leona.


"Kami akan tinggal 3 hari lagi disini Mam, apakah Mami bahagia ... ?" tanya Leona


"Nah, ini baru menantu kesayangan Mami" ucap Maminya Tian


"Tapi Leona ada dalam kendaliku Mam, kalau kataku pulang ya pulang " ucap Tian


"Mau kau ku pecat jadi anak Mami ... ?"ucap sang Mami seraya melebar kan bola matanya


"Selalu itu ancaman Mami dari dulu, Pi ... Tian ke atas dulu, kenapa Papi gak pecat Mami aja jadi istri ... " ucap Tian seraya berlalu


"Ti ... a ... n!" teriak sang Mami yang mana membuat Leona dan Papinya tersenyum melihat pertengkaran antara anak dan Maminya.


Begitu juga Tian, ia tersenyum seraya terus melangkah kan kakinya. Ia suka sekali menggoda sang Mami.

__ADS_1


"Baiklah, Leona ... kau istirahat lah juga, jangan ladeni Mamimu bicara, kalau dia ditemani maka jam malam mu akan habis " ucap sang Papi


"Papi ... tunggu lah Na ... temani Mami ya ... 10 menit saja, kita bicara masalah fashion, dan Desain yang sudah kau tinggalkan ya ... " ucap sang Mami


"Mami ... Leona sudah lelah, masih ada besok " ucap sang Papi


"Ah, baiklah sayang, pergilah ... " ucap sang Mami seraya menepuk lembut lengan Leona


"Mami juga istirahat, jaga kesehatan ... jangan sering begadang dengan hal yang akan menurunkan kesehatan Mami" ucap Leona


"Papi ... menantuku sangat peduli padaku, Mami semakin sayang sama kamu Nak" ucap sang Mami yang langsung memeluk Leona, sedangkan Papinya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri yang terlalu lebay menurut nya.


Tapi itulah sifat Maminya Tian, yang membuat Tuan Alvaro menatap dirinya dan menjadi kan nya satu-satunya wanita dalam hidupnya.


Leona pun meninggalkan kedua mertuanya, dan menuju ke kamarnya, dimana Tian sudah menunggunya .


Saat pintu terbuka, tatapan Tian sudah tertuju padanya.


"Kau mau kemana lagi ... ?" tanya Tian


"ke kamar mandi Mas " ucap Leona seraya menoleh ke arah Tian


"Oh, tak kirain mau kemana lagi" ucap Tian yang sedari tadi lelah menunggu Leona.


Leona pun masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri dengan guyuran air hangat, ia keluar dengan baju tidur yang sudah ia sediakan.


Leona mengeringkan rambut nya sebelum tidur.


Tian memiringkan tubuhnya melihat sang istri yang menurutnya semakin hari terlihat semakin cantik.


"kau pakai skincare apa ... ?" tanya Tian sambil tidur miring menatap Leona


"Tidak ada Mas, kenapa ... ?" tanya Leona


"Kau semakin cantik sayang, rasanya aku tidak rela kalau kau sering keluar dari rumah" ucap Tian yang masih terus menatap Leona.


"Kau jangan lebay deh Mas, sejak kapan kau pandai berkata" ucap Leona


"Aku belajar sedikit demi sedikit, agar kau yidak jenuh dengan kehidupanku " ucap Tian yang kini sudah memeluk Leona dari belakang.


"Sejatinya, wanita tidak butuh kata-kata gombal dan lebay, yang mereka butuhkan adalah tindakan yang nyata, jika hanya ucapan semua orang juga bisa mas, tapi tindakan ... Nol mas" ucap Leona

__ADS_1


"Kau benar, aku beruntung sudah memiliki anak dengan mu, itu adalah bukti, bahwa aku benar-benar sayang sama kamu, Nathan dan Nala adalah bentuk dari cintaku" ucap Tian


Tanpa di beritahu pun, Leona tahu akan itu


__ADS_2