![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Perasaan gugup mengiringi langkah Leona, langkah demi langkah terasa berat ia tapaki,
Meski ini bukan pertama kalinya Leona bertemu dengan Papinya Tian, pertama dulu saat menyelamatkan Maminya.
Sebelum Leona sampai di ruang tamu, ibunya memanggil nya.
"Nak ... bawakan ini untuk calon mertuamu"ucap sang ibu seraya mengambil nampan di tangan pelayan.
"Nyonya jangan ... nanti saya kena marah oleh tuan Tian"ucap pelayan.
"Tidak apa-apa bik ... ini sebagai perkenalan awal calon mantu dan calon mertua, Nak Tian tidak akan memarahi bibik"ucap Ibu Leona.
Leona pun menuruti kemauan Ibunya, karena dulu ia juga melakukan hal itu.
Saat Leona melangkah membawa nampan di tangannya, Tian berdiri menatap nanar pada pelayan yang hanya bisa mengikuti Leona dari belakang, dan membiarkan calon istrinya melakukan itu sendiri.
Ibunya Leona faham dengan tatapan mengancam itu.
Lalu Ibunya Leona berkedip pada Tian saat pandangan mereka bertemu.
Tentu Tian tidak puas dengan isyarat kedipan mata itu.
Namun Tian tidak bisa berkata apa saat ia dengar Papinya sedang memuji Leona.
"Memang anak yang baik dan penuh dengan didikan, Kamu tidak salah memilih calon istri Tian"ucap sang Papi.
Tian menoleh kearah Leona yang masih duduk menyajikan minuman untuk Papi dan Maminya, serta untuk dirinya.
"Na ... bangunlah ... kau tidak harus melakukan ini"ucap Tian seraya berjongkok mensejajarkan Leona.
Matanya berkaca menatap wanita yang begitu ia cintai harus duduk di bawah, Leona menatap ke arah Tian dengan bibir yang tersenyum.
"Duduklah di sini sayang ... nanti Tian bisa menangis jika kau terus duduk di bawah"Goda sang papi seraya menepuk sofa di dekatnya.
"Nak Tian, tidak apa-apa ... itu adalah bentuk hormat Leona pada kedua orang tua Nak Tian, selanjutnya ... dia akan mengurus kalian semua nanti, begitulah tugas seorang istri"ucap Ibunya Leona.
"Tidak bu, aku tidak akan mengijinkan Leona melakukan itu, dia wanita ku bukan pembantuku,"ucap Tian seraya memegang wajah Leona.
Tentu itu menjadi drama bagi para jomblo.
__ADS_1
"Tian ... aku sering jatuh cinta tapi tidak se bucin kamu kali"ucap Alan dengan terkekeh.
"Itu karena kau belum tulus mencintai seorang wanita"balas Galla dengan ilmu yang sudah ia dapat dari Tian.
"Emangnya kakak sudah pernah jatuh cinta ...?"Tanya Marissa
"Tidak, aku cuma tahu dari Tian tadi"jawab Galla dengan senyum kudanya.
"Kakak mu hanya bisa mengejar, tanpa tahu makna nya"timpal Angelina.
Semuanya tertawa mendengar semua ucapan para teman-temannya Tian,
"Sudah ... sudah ... kalian duduklah, nikmati semua hidangan, besan juga ... jangan berdiri duduklah bergabung lah dengan kami"ucap Papinya Tian.
Mereka semua pun duduk, dan saling bicara satu sama lain, sungguh suasana yang sangat jauh berbeda dengan saat pertama kali Leona di lamar oleh Arsa.
Hanya ada keheningan dan kacanggungan saat itu, tanpa terasa air mata Ibunya Leona terjatuh tanpa di rasa.
Ia bahagia melihat putri nya begitu di cintai oleh calon suami dan calon mertuanya.
Tidak ada lagi kebahagiaan yang ingin ibunya Leona pinta selain ini.
"Iya tah Pi ... tapi Tian tidak merasa mengucapkan itu deh pi, Hai para readers ... yang membaca kalimat kalau Papi meninggal tolong beri tahu ya ... ada di bab berapa" ucap Tian.
*****
"Benarkah ...? dia kesini? dia tidak menyakiti Mama dan papa kan?"tanya Arsa saat mendengar kalau Tian tadi siang datang.
"Apa yang kau katakan ... dia datang dengan begitu tampan dan sopan, dia hanya minta kami datang dan membuat Leona tersenyum"ucap sang Mama.
"Dia begitu mencintai Leona sehingga dia datang sendiri kemari"ucap lagi sang mami.
Arsa terdiam ... ia tahu mantan istrinya itu memanglah sangat baik, tapi masih banyak lagi gadis cantik dan dari keluarga konglomerat, tapi ... kenapa seorang Tian bisa jatuh dalam dekapan mantan istrinya itu.
Terlihat Arsa yang tersenyum dengan menahan sakit hatinya, karena menyesali perbuatannya, nikmat yang sementara harus mengorbankan istri sebaik Leona, ia harus merasakan penyesalan seumur hidupnya.
"Kau menyesal ... ? mama juga menyesal"ucap Sang mama menepuk punggung putra nya yang terluka.
"Itu sudah terjadi, berubah dan menyesali adalah yang terbaik, jangan ulangi perbuatan kalian, terutama mama, jaga mulut ... karena mulutmu harimau mu"ucap sang papa yang kini juga ikut duduk di sofa ruang keluarga.
__ADS_1
"Kau tahu ... Tian fan Leona bukanlah bertunangan tapi mereka langsung mengadakan pernikahan, seluruh pengusaha besar di kota dapat Undangan itu" ucap papa Arsa.
"Pernikahan ... bukankah pertunangan pa?"tanya Arsa.
"Awalnya begitu ... entah kenapa bisa berubah, tapi percayalah ...Tian begitu mencintai Leona, papa bisa melihat itu, rasa takut kehilangan terlihat jelas di matanya, rasa tidak terima karena perbuatan kita padanya terlihat jelas"ucap papa Arsa.
Arsa hanya bisa diam ... waktu itu sudah bisa dihitung dengan hitungan jam.
Secepat ini kah Leona akan menikah lagi, sedangkan dirinya ... masih setia dengan rasa bersalah dan rasa penyesalan nya.
Jangan kan mau mencari wanita lain, ia kini lebih fokus membuat penyakit nya sembuh.
Tidak mungkin ia akan bercinta dengan penyakit yang masih menempel, selagi penyakit nya masih dalam tahap awal, ia harus benar-benar menyembuh kan agar tidak parah.
Semua orang sudah beristirahat melepaskan penat yang tersisa dengan aktifitas siangnya.
Di pagi hari yang cerah, Tian sudah terbangun, sosok yang pertama kali ia cari pastilah calon istrinya.
Katena semalam Leona tidur dengan ibunya.
Betapa bahagia nya Tian saat melihat ketiga wanita sedang bercengkrama di ruang dapur.
Tanpa malu Tian memeluk Leona dari belakang, Membuat Leona secara tidak sengaja berteriak.
Maminya Tian dan Ibunya terkejut, namun mereka langsung tersenyum saat melihat apa yang terjadi pada anaknya.
"Jika ingin pacaran, kalian pergilah ... "ucap Maminya Tian dengan menahan tawanya.
"Tian ... malu ah"bisik Leona saat Tian menggiring
"Ayo siap-siap, kita akan ke KUA sebentar lagu, nanti malam kita akan sudah sah"ucap Tian seraya mencium tengkeruk leher Leona.
"Aku tahu ... jangan gini ah, kau tidak lihat, tuh di atas sedang menonton kita" ucap Leona.
"Biar kan saja, mereka hanya iri pada kita"ucap Tian mengabaikan pandangan 3 pasang mata yang berada di atas.
"Lihatlah ... Apakah benar itu Tian Alvaro ..." ucap Angelina.
"Tau Ah ... rasanya sakitnya tuh disini "ucap Marissa dengan drama nya.
__ADS_1
"Apalah dayaku yang hanya bawahan, ingin menggapai kasih seorang Presdir hanya lah ada di dunia Novel"ucap Veni seraya menjatuhkan bobot badannya di ranjang.