Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Bab 270


__ADS_3

Di dalam sebuah rumah bernuansa sederhana, Namun terlihat nyaman, dengan di kelilingi taman di sekitar rumah, Di sana lah Dani selalu membuat konten dengan para Kru-nya.


"Veni hamil, lalu kapan kau akan menyusul adikmu itu ... ?" tanya sang Ibu


"Dani laki-laki, Bu. Tidak apa-apa lah telat, lagian umur Dani masih 31 tahun, Hehehe " ujar Dani dengan di iringi tawa.


"Ibu susah tua, Sebelum Ibu pergi, ibu ingin melihat anak-anak Ibu bahagia, apalagi kamu, kalau Ibu tidak ada, siapa yang akan mengurus mu ... ?" tanya Ibunya Dani


"Apa yang ibu katakan, Ibu akan sehat selalu sampai Dani punya cucu nanti, jangan berkata hal yang membuat kita sedih, Doa kan saja Dani, semoga segera ketemu jodoh "ucap Dani seraya memegang kedua tangan Ibunya.


"Apakah kau masih menunggunya ... ?" tanya Ibunya Dani


"Tidak, Bu ... Dani tidak menunggunya, hanya saja ... Dani belum mendapatkan kabar darinya, jika dia bahagia, tentu Dani akan bahagia meneruskan hidup Dani, setahun ... mungkin rasa itu belum sepenuhnya sirna, mengingat Dani dan dia tidak ada kata putus, tapi ... jika Ibu menanyakan, Apakah Dani susah dekat dengan wanita lain, Dani sudah ada, tapi Dani belum yakin dan belum berani, gadis itu jauh dari jangkauan Dani" ucap Dani menundukkan kepalanya


"Jodoh sudah di atur, setinggi-tingginya dia pasti akan ada jalan untuk menjemput nya, kau sebagai pria harus memiliki keyakinan, bahwa kau yakin dengan pilihan mu" nasehat Ibunya Dani.


"Dani tahu, jadi ... sekarang ... Doakan saja Dani agar Dani bisa segera mencapainya " ucap Danu tersenyum pada Ibunya, satu-satunya orang yang ingin Dani buat bahagia. Karena Kini Dani yakin Veni sudah sangat bahagia memiliki suami tang begitu mencintai nya, Kecemasan dan kekhawatiran Dani pada Veni susah hilang, bersama anggota Tian, Veni akan hidup nyaman, begitulah pikiran Dani.


*****


"Joe, kau mau kemana ... ?" tanya Alan


"Jemput Dinda, katanya Tuan Tian dan Asisten Li akan kembali" ucap Joe


"Berarti Tuan Candra juga akan kembali hari ini ... ?" tanya Alan


"Iyup, bener" ucap Joe


"Oke, Thank's ya ... aku kasih tahu Marissa, takutnya dia tak tahu, bisa ngamuk dia" ucap Alan seraya tersenyum kekeh.


"Kalau dah ngamuk, otomatis jatah malam mu di kurangi" goda Joe, seraya berlalu dari hadapan Alan, dan menuju ke parkiran.


Dengan segera mobil Joe meninggalkan perusahaan, dan menuju ke kampus Dinda, sesampainya Joe di Kampus Dinda, ia susah melihat Dinda dan Zhan berbincang. Mungkin karena kelamaan Joe menjemput Dinda. Terlihat Dinda yang tertawa lepas saat bersama Zhan, Apakah Joe cemburu ... ?

__ADS_1


*****


"Kau yakin ... ? Bukankah Dosen itu galak ya ... ?" tanya Dinda pada Zhan


"Bukan Zhan namanya jika menyerah begitu saja, Iya gak ... ?" ucap Zhan


"Hebat ... hebat ... Asal singgel saja, ya ...oke ... oke ajalah, " ucap Dinda


Ehem ...


Suara deheman itu membuat tawa keduanya terhenti seketika.


"Apakah mengasyikkan ... ?" tanya Joe seraya membelai rambut Dinda yang masih duduk di samping Zhan. Seketika Dinda hendak berdiri, Namun .. Joe menahannya.


"Jangan takut padaku, Bagaimana kuliah tadi ... ?" tanya Joe seraya menatap Dinda dan bergantian pada Zhan yang tenang tidak cemas seperti Dinda


"Menyenangkan, bahkan sangat menyenangkan " jawab Zhan


"Oke, Dinda ... hati-hati, kak Joe ... hati-hati juga" ucap Zhan seraya melambaikan tangannya pada kedua manusia yang kini berjalan menuju ke mobilnya.


"Kenapa diam hah .. ?" tanya Joe seraya mengangkat dagu Dinda


"Kau marah ... ?" tanya Dinda ragu


"Apa aku terlihat marah ... ?" tanya balik Joe


Dinda menggelengkan kepala nya, ia seakan ragu untuk bicara, melihat keraguan di wajah Dinda, Joe memeluk Dinda seraya berkata


"Aku ingin kau tertawa lepas seperti tadi saat kau ada di hadapan ku, Jangan ragu, aku dan kamu sudah menjadi kita, ku mohon ....jangan canggung kepadaku " ucap Joe seraya memeluk Dinda


"Siapa yang takut ... ? dan siapa yang ragu, hanya saja, Zhan kan memiliki kisah yang tak bagus dengan kakak, aku takut kakak marah, jika aku dekat dengannya" ucap Dinda


"Zhan, Zhan ... terbukti mengalami gangguan saat itu, semua yang ia lakukan karena dendam nya yang salah sasaran, sekarang, dia tidak akan berani menyukaimu " Ucap Joe yakin

__ADS_1


"Jadi ... ?" tanya Dinda


"Jadi, kau bebas berteman dengan siapa saja, asalkan tidak membahayakan mu, kau berhak mencari teman sebanyak apapun, tapi ingat, senyuman mu, hatimu ... hanya milik aku, dan hanya untukku" ucap Joe seraya menarik tengkuk leher Dinda sehingga kini wajah mereka saling bersentuhan.


"Di sini hanya boleh ada aku" icao Joe seraya menyentuh dada Dinda dengan posisi yang sama.


"Hanya kakak, dan akan selalu kakak" ucap Dinda seraya menyatukan hidung mereka berdua. Sangat indah sekali, sayangnya ... kini mereka ada urusan penting, jika tidak mungkin Joe akan melahap bibir ranum Dinda.


"Papa mu sudah menunggu kita, dua jam lagi mereka akan berangkat " ucap Joe Seraya merapikan rambut Dinda dan baju Dinda.


"Baiklah, sebaiknya kita harus segera sampa" ucap Dinda dengan pipi merona setelah melakukan hal yang panas tadi.


*****


"Tidak bisakah Papa tinggal lebih lama lagi disini ... ? toh Tante ada disini juga" ucap Marissa seraya menatap ke arah Mamanya Angelin.


"Sayangnya, Papa ada pekerjaan yang sedang menunggu papa disana, Papa Alan sering main kesini jika ada waktu senggang nanti" ucap Candra


"Candra, tak di sangka, Marissa malah begitu menginginkan mu" ucap Mamanya Angelin


"Papa menikah saja dengan Mamanya Angelin, dengan begitu kita bisa saudara_an" ucap Marissa yang membuat semua terkejut.


Sejenak tiba-tiba ruangan itu menjadi hening,


"Kenapa kalian malah diam ... ? Apakah perkataan ku ada yang salah ... ?" tanya Marissa


"Sayang, Papa sudah tua, tidak pantas sama sekali untuk papa menikah lagi" ucap sang papa.


"Siapa yang bilang papa sudah tua. ... ? Papa masih ganteng, gagah dan juga strong, masih serasi dengan tante ... " ucap Marissa yang tak menyerah.


Seketika Candra menatap lagi ke arah Mamanya Angelin yang menjadi salah tingkah saat tatapan Candra tertuju padanya.


Mamanya Angelin memiliki rasa pada Candra, sayangnya Candra mencintai wanita lain yaitu Mamanya Dinda, Mamanya Angelin tidak ingin menjadi orang ketiga, Akhir nya pacaran dengan Abimanyu sehingga hamil di luar nikah, Mengetahui kekayaan keluarga Mamanya Angelin, Sabahat Abimanyu pun membunuh Abimanyu guna memperenak kehidupan dimasa depan, hingga akhirnya terjadilah tragedi pembunuhan itu tepat di hari ulang tahun Dinda"

__ADS_1


__ADS_2