![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Musuh yang kini ada di hadapan Darrel ada lah anak dari ketua ter*ris yang dulu ia bunuh dengan tangannya sendiri, Dia pria yang tampan dan gagah, berumur sekitar 38 tahun.
Ia menjalin cinta dengan seorang wanita yang kini juga tinggal di kediaman Tuan Darrel.
Cinta yang ia beri, semata hanya ingin tahu kapan Tuan Darrel keluar dan bersama siapa ia akan keluar.
"Tuan, dia Tuan Marcell ... ! ketua Mafia ... dia bahkan lebih kejam daripada Tuan Darrel" bisik salah satu anggota musuh yang terlihat jauh lebih tua dari sang ketua.
"Serang ... !" ucap pemuda itu.
Dan benar saja ... pertempuran dan saling tembak kini sudah terjadi.
Alan dan Joe kini berada jauh dari Tian. Asisten Li yang selalu memantau Tian, hampir saja kena tembak.
Untungnya Tian berhasil mengarahkan pistolnya pada orang yang ingin menembak Asisten Li.
Tiba-tiba saja ...
Door ...
Satu tembakan kini terkena pada ketua musuh sehingga kaki sang ketua tertekuk dan jatuh.
Semua anak buahnya terhenti.
Namun tiba-tiba ...
"Berhenti ... ! atau wanita ini akan mati" ucap seseorang yang mana membuat Darrel terkejut.
"Bramono kau ... ! Dasar pengkhianat ... !" ucap marah Darrel
"Hahhaha ... Darrel ... Darrel ... kau memang selalu bodoh dan selalu bodoh seperti masa lalumu, Hahahahah ... Keponakan ku ... maafkan paman karena datang terlambat " ucap sahabat Darrel yang kini telah menyandra Ibunya Leona
"Kalian jangan pedulikan aku, bunuhlah ia ... dialah pengkhianat negara selama ini, Mas ... bunuh dia ... jangan menyerah karena aku ... ku mohon ... jangan hiraukan aku ... !" teriak Ibunya Leona
"Diam ... !" bentak Bramono seraya menarik rambut Ibunya Leona
"Kau tahu ... pengkhianat sejati ada di dekatmu selama ini ... ah tapi biarlah ... biarkan dia hidup nyaman di dekatmu, menyerahlah Darrel dan ikutlah dengan kami, maka istrimu ini akan baik-baik saja, atau ... seperti yang kau inginkan ... aku akan menikahinya setelah kau Mati"
__ADS_1
Begitu lah ucapan Bramono yang selama ini sudah ia anggap sahabat.
Ternyata ia adalah musuh yang selama ini ia cari, beruntung nya Darrel tidak pernah membocorkan rahasia negara pada Bramono.
"Kau telah membunuh adikku dengan tangan mu bukan ... ! jadi ... kau pilih ... nyawamu atau nyawa istrimu" ucap Bramono menatap seluruh orang yang ada di dihadapan nya sekarang.
"Pengecut jika kau melakukan penyanderaan pada seorang wanita, Bram ... ! lepaskan sia, aku akan ikut dengan mu" ucap Darrel yang kini telah menjatuhkan pistol nya.
"Jangan Mas ... Tian ... Ibu mohon ... cegah ayahmu melakukan hal itu, Aku sudah cukup hidup dengan anaknya, sekarang ... giliran dia menjaga anaknya, Tian ... Ibu mohon" ucap Ibunya Leona dengan derai air mata.
Tangan Tian mengepal, wajahnya memerah, ia menatap ke arah Om nya, Dimana Om nya mengedipkan matanya seolah memberi kode pada keponakan nya itu.
Perlahan semua anak buahnya Omnya Tian bergerak tanpa suara, melumpuhkan musuh yang berada di jauh pandangan Bramono.
"Lepaskan dia ... dan bawalah aku ... " ucap Darrel yang kini sudah makin dekat dengan Bramono.
"Aku mengira ... kau adalah sahabat terbaik bagiku Bram ... nyatanya ... aku salah ... kau benar aku bodoh dan akan selalu bodoh, bodohnya aku karena berharap kau akan menjadi pengganti ku setelah ini, Bram ... kematian adik mu itu sudah akibat dari ulahnya sendiri, dalam pertempuran pasti akan ada yang mati dan ada yang bertahan, begitu kuga dengan aku, jika aku mati hari ini ... aku sudah lega, karena aku sudah melihat seseorang tang dari dulu ingin aku lihat, lepaskan dia ... " ucap Darrel yang kini sudah berdiri di hadapan Bramono.
Saat Bramono sedikit lengah, Darrel langsung menarik tangan Istrinya dan membawanya dalam pelukan nya, dan akhirnya ...
Door ...
Aaaa ...
Seketika Tian berlari dan menerjang Bramono sehingga pistol yang Bramono pegang terlempar, saat itulah Tian sudah menembak Bramono dengan membabi buta, Entah berapa peluru yang Tian keluar kan untuk menghabisi Bramono, seketika Tian langsung menangkap Ayahnya saat hendak jatuh.
Sedangkan Omnya Tian sudah bereaksi membantai seluruh anak buah Bramono.
"Joe ... Alan ... wanita yang memberikan kalian minuman itulah kekasih keponakan Bramono, sampaikan pada pemuda yang menyerang Tian untuk lebih hati-hati " ucap Darrel saat tubuhnya sudah tengkurep di pangkuan istrinya.
"Apa yang kau katakan, cukup ... kau harus segera di obati, Tian ... Ibu ... "
"Ibu tenanglah ... Tian akan mengurus semuanya, Polisi akan segera tiba, Ayah akan mendapatkan perawatan yang terbaik, percayalah" ucap Tian
"Polisi ... ? lalu ... bagaimana dengan mayat-mayat ini ... apa yang akan kita katakan pada polisi Nak ... " tanya cemas Ibunya Leona
"Ayah adalah seorang Militer, mereka adalah ******* yang selama ini menjadi incaran polisi, tentu kematian mereka bagaikan kemenangan bagi polisi " Tubuh Ayahnya Leona pun di angkat dan di bawa kerumah sakit.
__ADS_1
"Jangan menangis ... ! aku baru melihat mu, kau malah menangis " ucap Darrel
"Kau jahat sekali ... kau tega padaku dan anakmu" hiks ... hiks ... hiks ... ucap Ibunya Leona
"Keadaan ku sudah seperti ini ... aku salah ... maafkan aku ... " ucap Darrel
"Kenapa kau tidak mengeluh sakit, itu peluru loh" ucap Ibunya Leona
"Hal yang paling menyakitkan bagiku adalah berpisah dengan kalian, sakit karena tembakan sudah terbiasa aku rasakan" ucap Ayahnya Leona ( Darrel )
"Sudah jangan menangis, Leona tumbuh jadi gadis cantik ... dan juga wanita yang mandiri, aku bangga padanya ... terimakasih karena didikan mu, ia menjadi wanita kuat seperti mu" ucap Ayah Darrel
"Kau benar ... dia satu-satunya alasan bagiku bisa kuat tanpa ada kamu" Ibunya Leona menatap rindu pada suaminya itu.
Ia belum tahu keadaan suaminya yang sebenarnya, bahwa Darrel sudah tidak memiliki kaki bagian sebelah.
Sedangkan Alan dan Joe juga mengalami luka parah, bahkan lengan Joe terkena siratan benda tajam yang lumayan dalam.
Kaki Alan kena goresan tembakan.
Sedangkan Asisten Li sama sekali tidak luka, bahkan di bilang ia tidak tersentuh sama sekali.
Setelah Tian mengantarkan Ibu dan Ayah nya serta semua yang terluka ke rumah sakit.
Tian langsung menghampiri Omnya.
"Tian, Ternyata yang menyerang di Mall saat itu ternyata mereka juga, mereka berniat memancing Darrel keluar, tapi ternyata ... anak nya yang melawan" ucap Marcell Omnya Tian.
"Om, Terimakasih ... karena Om ... kami bisa melewati semua ini" ucap Tian memeluk sang Om.
"Kau keponakan kesayangan Om, tentu Om akan selalu membantumu, buatlah Leona mengerti situasi Darrel, jangan sampai terjadi kesalahpahaman antara Leona dan ayahnya, ingatlah Tian, setiap orang memiliki kesalahan, tapi ... memperbaiki kesalahannya adalah jalan yang terbaik, Darrel salah ...tentu ... jika Leona marah maka diamlah ... tapi setelah ia merasa tenang maka kau nasehati lah" ucap Omnya Tian
"Tian mengerti Om ... aku kenal betul bagaimana karakter istriku" ucap Tian.
Saat mereka masih berbincang, suara dering ponsel Tian membuat Tian langsung membuka ponselnya. ternyata yang menelfon nya adalah orang yang tadi ia bicarakan, Leona.
"Hallo ... kau baik-baik saja kan ... ? aku lihat ada penyerangan di bandara, apakah kau baik-baik saja ... ?" Tanya Leona
__ADS_1
"Itu kejadian tadi, sedangkan aku baru saja sampai di Bandara" ucap bohong Tian
"syukurlah sayang ... aku khawatir banget soalnya, anak-anak nangis terus sedari tadi, baru saja mereka diam" ucap Leona