Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 116


__ADS_3

Jalanan terasa lebih menyenangkan saat bersama dengan pasangan, beberapa saat kemudian, Tian dan yang lainnya sudah sampai di bandara.


"Asisten Li dengan segera membuka kan pintu untuk Tian dan Veni untuk Leona.


"Ven ... aku bisa melakukan sendiri, lama-lama kau kayak Asisten Li ya ... "goda Leona pada Veni.


"Demi hadiah " bisik Veni di telinga Leona.


Leona tertawa dengan jawaban Veni, ia tidak menyangka kalau hanya demi hadiah, Veni akan bertingkah baik di hadapan Li.


Sedang kan rombongan Galla juga sudah turun dari mobil.


Mereka kini telah berkumpul.


"Selamat ya Bro ... dan semoga ada kabar bahagia untuk kami" ucap Galla memeluk Tian.


"Terima kasih, karena.kalina sudah menjadi saksi untuk hari bahagia ku, Marissa ... jangan susahkan kakak mu lagi, kau sudah dewasa, kau bisa lebih dekat lah dengan Alan, dia lelaki yang baik, meski ia sering menggombal, tapi dia setia" ucap Tian pada Marissa.


"Untuk mu Angelina, terimakasih untuk semua yang sudah kau lakukan untukku, kau pecinta yang terbaik, tidak egois dan juga berfikiran dewasa, aku yakin ... perusahaan ayahmu ada di tangan mu akan lebih maju" ucap Tian pada Angelina.


"Aku yang harus berterima kasih, karena kau telah memberikan kepercayaan mu padaku untuk melakukan proyek itu, Semoga kalian bahagia"ucap Angelin memegang kedua tangan Leona.


"Kau juga, semoga segera menemukan dambatan hatimu" ucap Leona.


"Baiklah ... kalau begitu ... kami pamit " ucap Galla.


"kak ... bilangkan ke Marissa jangan galak-galak padaku gitu" bisik Alan di telinga Tian.


"Ris ... kalau Alan berbuat sesuatu padamu, kau lemparkan saja sepatu mu di wajahnya" ucap Tian yang malah membuat Alan melotot.


"kau itu kakak ku bukan sih" ucap Alan seraya berlalu meninggalkan mereka terlebih dahulu.


Semuanya tertawa melihat tingkah Alan, fan tentu Marissa mengejar nya dan langsung meloncat di punggung Alan.


"kau dengar kata Kak Tian, berarti kau harus nurut padaku" ucap Marissa yang kini telah gendong di punggung Alan.


*****


"Candra ... Dinda ... aku pergi sebentar, Bibik menyuruh lu ke ruangan nya, kalian mengobrol lah" ucap Arsa.


"Jangan lama-lama" ucap Dinda tanpa di rasa.


Arsa pun meninggalkan ruangan mya, Dinda menjadi gugup sekali, Dinda menarik nafas dalam-dalam, membuang semua rasa gugup dan groginya.


"Bagaimana kabarmu ...? tanya Candra yang juga gugup.


"Baik Tuan " jawab Dinda.

__ADS_1


"Jangan panggil Tuan, panggil saja Om" ucap Candra.


"Kau gadis yang baik, orang tuamu pasti sangat menyayangi mu kan ... ?" ucap Candra di sertai dengan pertanyaan.


"Iy ... iya Om, mereka adalah orang tua yang baik, hanya saja ... umur mereka tidak panjang" ucap Dinda dengan penuh kesedihan.


"Maaf ... karena aku mengingat kan kamu pada orang tuamu" ucap Candra.


"Tidak apa-apa om, mereka akan selalu hidup di dalam hatiku" ucap Dinda dengan senyuman.


"Sekarang kau tinggal bersama siapa? dan bagaimana kau menjalani harimu" tanya Candra.


" Aku sudah tinggal sendiri om, semenjak Ayah dan Ibu tidak ada, aku hanya tinggal sendiri, tepat nya sama pembantu sih om"ucap Dinda.


"Syukurlah ... kau gadis yang baik, cerdas, smart, dan juga penuh Energi, semoga kau sukses selanjutnya" ucap Candra mendoakan Dinda


"Bagaimana keadaan Arita? apakah sudah baikan ... ?" tanya Dinda.


"Sudah Baikan, kapan-kapan mainlah kerumah kami" ucap Candra.


"Saya tidak bisa janji, om tapi ... akan saya usahakan" ucap Dinda dengan menampilkan senyuman terbaiknya.


Apakah karena memang ada hubungan darah? Candra merasa nyaman berbincang dengan Dinda, begitupun dnegan Dinda, yang awalnya terasa gugup dan takut, kini mulai lega.


'Om Candra sangatlah baik dan ramah, tapi kenapa ia memiliki anak seperti Arita ...? sangat bertolakbelakang ' gumam Dinda dalam hati.


"Kenapa wajah kalian terlihat sangat gugup ... ? apa yang kalian bicarakan? apakah ada hal yang serius?" tanya Arsa pada Candra dan Dinda.


"Tidak ada Arsa, aku hanya bertanya tentang kedua krang tua nya saja" ucap Candra.


"Benar Tuan Arsa ... " ucap Dinda.


"Baiklah, Nak, om pergi dulu, selamat bekerja" ucap Candra seraya mengelus kepala Dinda.


"Arsa ... aku pergi dulu" pamit Candra lada Arsa.


"Baiklah ... sering lah datang kemari" ucap Arsa pada Candra.


"Pasti ... apalagi ada Nak Dinda yang ramah, aku akan sering kemari Arsa" ucap Candra pada Arsa


Arsa tersenyum membalas senyuman Candra.


Puas memandangi wajah putri nya yang terlihat lebih mirip dengan istrinya.


Candra tersenyum keluar dari ruangan Arsa.


*****

__ADS_1


"Ris ... kamu balik sama Alan ya ... Kakak dan Angelina akan langsung ketempat proyek soalnya, di sana sudah di tunggu Tuan Abi Manyu" ucap Galla pada Marissa adiknya.


"Baiklah kak, kalau begitu kakak hati- hati ya ... " ucap Marissa pada Galla.


"Angelina, jangan kau culik kakak ku faham kau ..." ancam Marissa pada Angelina.


"Ckkk ... masih banyak lelaki yang lebih keren dari kakak mu, untuk apa aku menculik nya ... " balas Angelina.


"Siapa tahu, mau kau jadikan patung untuk melengkapi patung di mansion orang tuamu" Cebik Marissa pada Angelina.


"Sudahlah ... akan tambah panjang jika kita akan hanya berdiri saja di sini"ucap Alan seraya menarik tangan Marissa.


"Alan ... aku titip Marissa, kau dan dia tidak boleh ngapa-ngapain" ancam Galla pada Adiknya.


"Baiklah ... kau tenang saja, aku akan menjaga Marissa dengan segenap jiwa ragaku, karena ku yakin kalau dialah bidadari yang sudah ri siapkan untukku" kumat sudah alaynya Alan.


Akhirnya Galla dan Alan sudah terpisah arah.


" Hallo pa ... ada apa ?"tanya Angelina pada Papanya.


"Kau baik-baik saja kan ... benarkah Tian sudah menikah ... ?" tanya papa nya Angelina .


"Benar pa ... ini aku baru pulang dari melihat pulau" ucap Angelina pada Papanya.


"Apa maksud dari gosip kemaren apakah itu hanya settingan mu ... ?"tanya Papanya Abi manyu.


"Pa ... itu dunia bisnis pa ... bukankah itu akan sangat memajukan kekuasaan papa kan ... " ucap Angelina.


"Apakah Tian tidak menyukai mu ... ?" tanya Abi Manyu.


"Suka dan cinta itu beda pa ... kita bahas di rumah saja ya pa ... aku masih ada di perjalanan untuk meninjau langsung proyek dengan perusahaan Galla" ucap Angelina.


"Baiklah, jika tidak bisa Tian, tapi masih ada Tuan Galla, kau harus baik-baik dengannya" ucap papa nya Angelina.


Mendengar kata itu, Angelina langsung menutup ponselnya,


Galla terus menatap Angelina yang cemberut.


*****


Tian dan Leona kini sampai di perusahaan dimana Leona dulu bekerja.


Asisten Li membukakan pintu untuk pasangan yang telah membuat semua mata Karyawan ku terpesona.


Namun ... yang menjadi pusat perhatian tetaplah kaku.


Selamat membaca ...

__ADS_1


Salam sayang ...


__ADS_2