![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Hari sudah berganti kini sudah tiba saat nya Pesta di pemerintahan Negara itu.
Dan Leona adalah wakil dari perusahaan perhiasan bersama Alan.
"Na... ya ampun... kau cantik sekali, aku jadi iri melihat mu"ucap Veni yang melihat Leona sudah rapi.
"Maafkan aku ya... aku tidak mengajak mu"ucap sedih Leona.
"Ah ... jangan begitu, aku tidak apa-apa, lagian kau mewakili Nyonya Diana kan?"ucap Veni dengan senyum nya.
"Bagaimana hubungan mu dengan Asisten Li?"tanya Leona.
"Hubungan apa? kau fikir aku menjalin hubungan dengan si asisten kaku itu"ucap Veni tak percaya.
"Iya ... Bukankah kalian itu kompak banget ya, kau bahkan sampai mengerti ucapan nya hanya dengan tatapan matanya saja"ucap Leona Seraya tersenyum pada Veni.
"ingin mengejekku jangan terlalu deh Na ... Ah masa iya aku punya hubungan dengan si kaku itu ... ogah Kenapa" ucap Veni Seraya merebahkan tubuhnya di ranjang Leona.
Terdengar suara klakson dari depan rumah Leona, Leona dan Veni pun menyangka kalau itu adalah Alan.
"Baiklah kalau begitu aku berangkat dulu ya, kau jaga diri baik-baik di sini, dah ... muah"ucap Leona Seraya mencium pipi Veni.
"Bawakan cogan untukku Na ..."teriak Veni
"Baiklah akan aku bawakan asisten Li untukmu" balas Leona.
Benar saja saat daunnya membuka pintu Alan sudah berdiri di dekat mobil.
ponsel yang Alan pegang kini terjatuh, karena pandangan Alan fokus pada Leona.
'Oh my God Benarkah ini Leona ... aduh cantik banget sih, sayangnya kau sudah milik Tian' ucap Alan dalam hati.
"eh HP_mu terjatuh loh" ucap Leona seraya mengambilkan ponsel Alan yang terjatuh.
"Terima kasih"ucap Alan seraya menatap Leona tanpa kedipan mata.
"Kita jadi berangkat" ucap Leona membuyarkan lamunan Alan.
"jadi ... jadi ... jadi" ucap Alan gugup.
Akhirnya mobil yang menjemput Leona kini telah melaju menuju ke pesta itu.
*****
"Jika masalah itu terjadi, maka gunakanlah cara yang mami bilang padamu" ucap Mami Tian.
"Baiklah Mi kalau begitu Tian pamit dulu" ucap Tian.
"Bawa menantu Mami secepatnya" ucap Mami Tian.
__ADS_1
"Ini masih dalam masa perjuangan Mi ... Mami menyuruh main bawa saja"ucap Tian.
Asisten LI pun juga melajukan mobilnya tidak lupa Tian menjemput Angelina sebagai pasangannya malam ini.
"Dia pasti cantik Li, ah ... tidak ... tidak ... tidak pasti sangat cantik"ucap Tian dari kursi belakang.
"Awas saja jika baju yang ia kenakan sampai mengekspos tubuhnya" ucap Tian
"setahu saya Tuan, semua rancangan Nona Marissa kekurangan kain tuan"ucap Asisten Li.
"Kekurangan kain ...? semiskin itukah Galla sekarang?"ucap Tian heran.
"Bukan tuan, maksud ku bermodel terbuka semua"ralat Asisten Li.
"Pasti akan banyak yang memandang Leona, apalagi si Alan ..."ucap geram Tian.
Asisten Li tidak menjawab ucapan Tian lagu, Asisten Li baru tahu kalau ternyata Presdir nya itu memiliki sifat Posesif akut terhadap irang yang di cintai nya.
Setelah menjemput Angelina, Tian banyak diam.
"Tian, kau mencemaskan Leona? dia wanita yang hebat ya, berhasil menaklukkan seorang Tian"ucap Angelina yang berhasil membuat Tian melihat kearah nya, kini Angelina tahu kelemahan Tian, Nama Leona adalah hal yang ingin selalu Tian dengar.
"Bajumu ini apakah juga dari rancangan Marissa? kenapa lengan nya tidak ada semua? apakah tidak dingin?"tanya Tian bertubi-tubi.
"Jangan bilang kalau kau mencemaskan aku,"ucap Angelina.
"Tidak ... ini rancangan temanku, kenapa?"tanya Angelina.
"Kenapa pakaian wanita kekurangan bahan semua"ucap lirih Tian kesal.
Membayangkan Leona akan memakai baju seperti itu juga, membuat Tian geram sendiri.
Ternyata Tian sampai terlebih dahulu daripada Leona. Semua mata tertuju pada Tian dan Angelina, Angelina mengaetkan tangannya di lengan Tian. Tian sudah memakai sarung tangan seperti sebelum-sebelumnya.
"Hai Tuan Tian ... akhirnya anda datang juga"ucap orang pemerintahan.
Sebelum Tian menjawab, suara riuh terdengar, membuat Tian mau tidak mau melihat kearah pandangan semua orang.
'*Wah.... Nona dari keluarga mana yang bersama Tuan Alan'
'Cantik banget ... beruntung sekali Tuan Alan malam ini'
'Apakah itu kekasih Tuan Alan saat ini* ...'
Banyak yang berkomentar tentang wanita yang ada di samping Alan.
Tangan Tian menghafal saat melihat pakaian yang dikenakan.
Apalagi dengan tangan Alan yang memegang tangan Leona.
__ADS_1
kejengkelan makin Tian rasakan saat Alan menampilkan senyumannya.
Sesaat Leona juga memandang ke arah Tian sehingga pandangan keduanya terkunci satu sama lain.
Angelina juga menatap kearah Tian dan bergantian kearah Leona.
"So Beautiful"ucap lirih Angelina pada Tian.
Begitupun Marissa, Marissa menyadari pandangan Tian terhadap Leona.
saat semua masih terpana dengan kecantikan Leona, suara MC membuat semuanya tersenyum mendengar bahwa pesta dansa sebagai acara awal akan segera di mulai.
Biasanya Tian akan menghindar saat acara pesta dansa dimulai, namun saat ini Leona akan berdansa dengan Alan, Tian pasti tidak akan tinggal diam.
"mari berdansa Aku akan memberimu kesempatan bersama Leona" bisik Angelina.
"pesta ini akan bertukar pasangan, kau akan bersama Leona aku dengan Alan"ucap Angelina.
sesuai dengan arahan Angelina Tian pun mengikuti dansa itu, sehingga akhirnya ia kini berdansa dengan Leona.
Mata Tian selalu menatap netra Leona.
"Kau sangat cantik"kata itu yang pertama kali Tian ucapkan.
"Kau juga sangat tampan"balas Leona.
"Kenapa harus terbuka seperti ini?"tanya Tian.
"ini adalah pilihan Nyonya Diana"jawab Leona.
Saat mereka berdua saling pandang, Marissa datang dan hendak mengambil tangan Tian untuk berdansa dengan nya, namun dengan segera Alan melempar Angelina hingga kini Angelina berada dalam dekapan Galla, sedangkan Alan mengambil tangan Marissa yang sudah hendak menyentuh Tian.
"Hai cantik berdansa denganku yuk" ucap Alan dengan senyum jenaka nya.
"Kau tahu sesuatu kan ... siapa kekasih Tian yang sebenarnya?"ucap Marissa seraya berdansa dengan Alan.
"Marissa move on lah, hati Tian bukan lah untukmu, daripada kau berikan pada orang yang tidak menginginkan, Kenapa kau tidak berikan kepadaku saja" ucap Alan.
"kau selalu berkata begitu saat aku menanyakan kekasih Tian"ucap Marissa.
"Tapi itu kebenaran Marisa ... Tian tidak bisa mencintaimu,dia hanya menganggap mu sebagai seorang adik" ucap Alan.
"Kita buktikan saja nanti, jika dia benar-benar menganggapku seorang adik ... dia tidak akan menyentuhku, tapi ... jika Tian menyentuhku berarti rasa dia terhadap ku bukanlah rasa seorang adik"ucap Marissa.
"Menyentuh dalam segi apa? kau jangan coba-coba menjebak dia, karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi"ucap Alan tegas.
"Kau takut?"tanya Marissa.
"Di sisi Tian saat ini ada Asisten Li, apakah kau fikir dia akan membiarkan hal sedikit pun terjadi pada tuannya, berfikir lah sebelum bertindak, jangan biarkan Tian semakin menjauh darimu bahkan membencimu"ucap Alan.
__ADS_1