Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 235


__ADS_3

Hari berjalan dengan begitu cepat, Baby Nathan dan Nala semakin menggemaskan, dengan tubuh mereka yang mulai melebar, dan pipi nya mulai chabi.


"Kalian berangkat lah, selamat bersenang-senang Aunty Veni"ucap Leona Seraya melambaikan tangannya si mungil pada Veni


"Terimakasih, semua ini berkat kebaikan " ucap Veni memeluk Leona


"Sayang ... Aunty pergi dulu ya, jaga Mama baik-baik" ucap Veni seraya mengecup pipi si Nala.


Beruntung nya kedua anak Tian, tidak memiliki penyakit aneh seperti sang Papa, sehingga mereka bebas di gendong oleh siapapun.


"Tuan, kami berangkat dulu" ucap Assisten Li pada Tian


"Berangkat lah, sudah saatnya kau bersenang-senang untuk dirimu sendiri" ucap Tian seraya menepuk bahu Asisten Li


"Jaga kesehatan Tuan" ucap Asisten Li yang mana Tian langsung memeluk sang Assisten sekaligus saudara baginya.


Semuanya melambaikan tangan pada pengantin baru yang kini Tian kirim ke tempat yang sangat jauh, dan begitu ingin Veni datangi.


Alan,Marissa, Galla dan Dinda hanya busa melambaikan tangannya, Sedangkan Joe mengantarkan Asisten Li dan Veni kebandara.


"Apakah kalian juga akan kembali setelah ini ... ?" tanya Tian


"Kalau aku harus, Tian. Kau kan tahu sendiri keadaan perusahaan ku sekarang lagi sibuknya" ucap Galla


"Kalau masih boleh, aku mau disini dulu dengan Marissa, mau mengambil gambar Dinda di pemandangan sini"ucap Marissa


"Kalian tanya dulu sama Dinda, Dia kan di sana sekolah" ucap Leona.


"Siap Nona Tian" ucap Marissa seraya memberi hormat pada Leona.


"Bagaimana Din ... ?" tanya Alan


"Aku ikut Kak Joe saja," ucap Dinda


"Nurut amat dah nih bocah" ucap Marissa.


Tian dan Leona hanya bisa menggelengkan kepalanya tersenyum dan segera masuk kefalam mobil masing - masing guna kembali ke kediaman Tian.


Awalnya Alan meminta ingin tinggal di hotel saja bersama Marissa, hanya saja Alan langsung seperti kucing yang langsung tertunduk saat tatapan Tian mengarah padanya.


"jika ingin selalu bersama, maka resmikan lah hubungan kalian" ucap Tian seraya berlalu. Membuat semuanya terdiam.

__ADS_1


Tian terlahir di kota yang penuh kebebasan tapi kenapa jiwanya tidak ada kebebasan sama sekali.


Semuanya pun mengikuti Tian, namun tidak dengan Galla. Galla sydah berpamitan untuk segera kembali ke Negaranya.


*****


"Jangan terlalu keras pada Alan" ucap Leina saat di dalam mobil.


"Anak itu, aku tahu ... mereka tidak akan melewati batas, hanya saja jika di biarkan apakah itu tidak akan merusak merka sendiri,Aku hanya ingin yang terbaik untuk Alan dia adalah adikku, Paman menyerah kan dia padaku" ucap Tian


"Jika kebebasan di sana ia ikuti, akan ku pastikan banyak wanita yang akan di rendahkan, setelah digauli mereka akan di tinggalkan seperti barang begitu saja" ucap Tian seraya mengingat bagaimana teman-teman nya dulu begitu.


Leona terdiam, ia membenarkan semua ucapan Tian.


"Aku tahi, suamiku adalah pria yang sangat baik, aku percaya padamu, semua keputusan mu adalah yang terbaik untuk mereka, Terimakasih karena sudah menjaga kami semua" ucap Leona seraya menyandarkan dirinya pada Tian.


"Aku hanya ingin yang terbaik, untuk orang-orang yang aku sayang" ucap Yian seraya merangkul Leona. Sedangkan Baby Nathan fan Nala beda mobil dengan baby sitter masing-masing.


Alan dan yang lainnya juga beda mobil.


Sesampainya di kediaman Tian dan Leona, mereka sudah di sambut oleh Ayah Darrel.


"Dia sudah kekantor, katanya ada klien yang datang tiba-tiba " ucap Ayahnya Leona


"Hallo Alan, bagaimana kabarmu ?" tanya Ayah Darrel


"Sehat Om, Om sendiri bagaimana ... ?" tanya balik Alan


"Sehat, Ada kakak mu di sini, apakah Om akan sakit ... ?" ucap Darrel seraya melihat kearah menantunya.


Tian memang jarang berkomunikasi dengan Darrel, tapi kecintaan Tian pada Darrel sama seperti cintanya pada sang Papa.


Mendengar Darrel sakit, Tian tidak langsung mendatangi nya, tapi ia langsung menghubungi Dokter.


Hanya saja Dokter Jimmu sudah tidak ada di Kota ini, jadi ia terpaksa memanggil Dokter yang sudah di rekomendasikan oleh Jimmy untuk merawat sang Ayah.


Mendengar ucapan sang Ayah, Tian hanya tersenyum.


"Kalian masuklah, kenapa masih berdiri disini" ucap Tuan Darrel


"Mari,Om juga" ajak Alan

__ADS_1


Akhirnya mereka semua pun masuk kedalam kediaman Tian. Tian yang memang yidak suka berkumpul, langsung menuju ke kamarnya.


"Apakah kakak tidak pernah duduk berdua dengan Om ... ?" tanya Alan


"Dia terlalu lelah untuk bersantai, Dia menanggung beban yang sangat berat di pundak nya, Om salut padanya, dan beruntung memiliki menantu seperti nya" ucap Darrel dengan tatapan yang kagum


"Kalian beruntung ada dalam lindungan nya, dengarkan apa yang ia katakan, setiap hari yang dia pikirkan adalah kalian, jadi ... jangan kecewakan dia, " ucap Ayah Darrel


Mereka semua terdiam seraya melihat kearah Tian yang sudah menghilang dari pandangan mereka bersama Leona.


"Sudahlah, ayo kita minum" ucap Ayah Darrel seraya mengambil gelas yang sudah disediakan oleh pembantu nya tadi.


Seketika suasana yang tadi hening kini menjadi ceria kembali.


*****


"Joe ... jaga Tuan baik-baik selama aku pergi, jangan tinggalkan dia, masalah kuliah Dinda, kau bisa mengurus nya kan ... ? Joe, selain Veni, Tuan Tian adalah orang yang sangat berarti bagiku, aku tidak akan memaafkan diriku jika sesuatu terjadi padanya, ingat ... jaga Tuan sepenuh hatimu " ucap Asisten Li


"Kakak begitu khawatir padanya, bukankah Tuan Tian orang yang sangat hebat dalam pertarungan, bukankah Tuan adalah Orang yang tak terkalahkan " ucap Joe


"Benar, jika bertarung dengan secara terang-terangan, siapa yang berani menyerang Tuan dari depan, Aku khawatir kepergian ku akan dimanfaatkan oleh orang yang mengincar Tuan, Jangan banyak bertanya lagi, lakukan tugasmu, atau aku batalkan saja Bulan madu ini" ucap Asisten Li


"Oke .. Oke, sudah sana,istrimu sudah menunggu tuh" ucap Joe melihat kearah Veni, yang tersenyum padanya, tentu Joe membalas senyuman nya.


"Kenapa kau malah tersenyum pada istriku ... " ucap Asisten Li seraya menjitak kepala Joe


"Kenapa kau malah memukulku, Kak. Istrimu tuh yang senyum padaku, aku hanya membalasnya sebagai adik ipar yang baik" ucap Joe seraya mengusap kepala nyanyang Li pukul.


"Sudah sana balik" ucap Asisten Li


Akhirnya Joe pun pergi dengan perasaan kesal. Joe bisa manja hanya pada Asisten Li dan sama dengan Li pendiam di hadapan orang lain .


Kini tugas Joe lah menjaga Tuan Tian.


"Kenapa lama sekali ... ? Apa yang kalian bicarakan,apakah ada masalah ... ?" tanya Veni


"Tidak ada, hanya saja ... Joe sekarang menjadi pengganti ku untuk menjaga Tuan Tian, kalau aku tidak memasrahkan Tuan ke Joe, akuntidak akan tenang bulan madu dneganmu" bisik Asisten Li di daun telinga Veni.


"Jadi .. sekarang kau bisa fokus hanya padaku kan ... ?" tanya Veni memeluk pinggang Asisten Li


"Tentu" ucap Asisten Li seraya masuk kedalam Bandara seraya tetap merangkul tubuh Veni.

__ADS_1


__ADS_2