![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Setelah melalui jalan yang gelap, akhirnya Asisten Li dan Veni pun sampai di kediaman Galla, dari luar sudah terdengar candaan mereka, padahal jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, apakah mereka tidak merasa ngantuk ... ?"pikir Asisten Li dan Veni
Akhirnya tawa mereka terhenti saat melihat dua sosok masuk kedalam, dan menutup pintunya.
"Bagaimana ... ?" tanya Tian
"Sesuai yang anda perintah kan Tuan" ucap Asisten Li
"Duduklah sini ... " ucap Leona pada Veni
Veni pun mendekati Leona dan duduk di sampingnya.
"Kau sudah bekerja keras, kenapa kau yang ikut, masih banyak orang yang bisa ikut Li kan ... ?" tanya Leona
"Aku tidak mau dia berbuat kasar lagi, jadi aku ikut"bisik Veni
"Emangnya Li suka kasar ... ?" tanya Leona dengan suara pelan
"Iya, tapi itukan atas perintah suamimu"bisik Veni lagi.
Leona tersenyum seraya menyentuh tangan Veni
"Itu adalah tugasnya" ucap pelan Leona
Sedangkan Tian sudah bicara serius dengan ke empat bawahan mya sekaligus sahabatnya yang sebentar lagi akan menjadi saudaranya.
"Kalian tidurlah ... " ucap Leona pada Veni, Dinda, Marissa dan juga Angelina
"Kau benar, aku sangat ngantuk, ah aku ingin merebahkan tubuhku saat ini juga" gerutu Veni
"Bik, bawa mereka ke kamarnya masing-masing ya" ucap Angelina
"Baik Nona" jawab pembantu Galla
Akhirnya mereka pun istirahat di kamar masing-masing, kecuali Tian yang tidur bersama sang istri tercinta.
*****
"Bagaimana perkembangan perusahaan sekarang ... ?" tanya Ayah Leona pada ibunya
"Seperti yang mas ketahui, Aku masih harus banyak belajar, menantumu yang mewujudkan impian itu, awalnya aku dan Leona hanya ber hobi membuat rancangan parfum dari sari bunga, sayangnya semua di hancurkan oleh Arsa" ucap Ibunya Leona
"Anak itu, aku belum buat pelajaran padanya" ucap Ayahnya Leona
__ADS_1
"Sudah terlambat Mas, dia sudah berubah sekarang, lagian dia juga gak akan mengenali mas"ucap Ibunya Leona seraya memangku cucunya.
"20 tahun lebih telah berlalu, aku kehilanganmu dan kehilangan masa kecil anak kita, Nathan dan Nala ... aku akan menikmati hari tua bersama cucuku, akan ku jadikan cucu - Cucuku sosok yang tak terkalahkan nantinya" ucap Tuan Darrel
"Aku ingin mereka jadi orang biasa, agar mereka tidak merasakan apa yang ibunya rasakan, kehilangan mu karena tugas negara, kehilangan mu karena kau hebat" ucap Ibunya Leona.
Darrel mengerti dengan apa yang istrinya itu katakan, perpisahan yang sudah lama, membuat Tuan Darrel dan Juga Nyonya Darrel melakukan pernikahan ulang, hanya dalam. agama saja.
"Kita letakkan mereka, mereka sudah tertidur nyenyak " ucap Tuan Darrel
"Mas benar, ayo" ucap Ibunya Leona
Akhirnya Baby Nathan dan Nala kini telah di letakkan di kasur bayi, mereka sangat anteng dan nyaman dalam tidurnya.
Hari telah tiba, semua mata terbuka untuk menyaksikan indahnya dan cerah nya hari ini.
"Sayang ... " ucap Leona tepat di telinga Tian
"Hem ... " jawab Tian
"Udah siang nih, Mami juga udah nelfon dari tadi, dia pasti alan menanyakan kejadian semalam" ucap Leona yang sudah membersihkan tubuhnya.
"Kau benar sayang, ya sudahlah ... dengan sikap Mami, kita harus menceritakan semuanya padanya, kalau tidak ia bisa cari tahu dari orang lain" ucap Tian yang kini sudah menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjangnya.
"Iya, para wanita mau jalan -jalan di sekitar sini, katanya daerah sini lumayan banyak taman yang indah, mumpung masih ada disini, aku bolehkan menikmati nya" tanya Leona
"Kemarilah" ucap Tian seraya merentangkan tangannya.
Tentu Leona langsung mendekat dan menyandarkan kepalanya di dada Tian, Tian yang saat ini tidak memakai baju otomatis kepalanya Leona menyentuh kulit mulus Tian
"Jangan nakal, dan bersenang-senang lah" ucap Tian seraya mengecup pucuk kepala Leona
"Terimakasih, " ucap Leona seraya mendongakkan kepalanya, dan mencium bibir Tian sekilas.
Tian tersenyum dan melepaskan pelukannya.
"Pergilah, sebelum aku berubah fikiran" ucap Tian, yang mana langsung membuat Leona berlari keluar dari kamarnya, Tian yang melihat aksi Leona langsung tertawa.
"Hai, kenapa berlarian ... ?" tanya Angelina yang memergoki Leona berlarian keluar dari kamar nya.
"Enggak, gimana jadi kan jalan- jalannya ... ! mumpung Tian lagi ngizinin nih " ucap Leona
"Tentu jadi dong, Dinda dan Veni susah ada di bawah, tinggal Tuan putri yang belum nongol" ucap Angelina
__ADS_1
"Baiklah, kau turun saja, aku yang akan membangun kan Tuan putrinya" ucap Angelin pada Leona
"Oke, kalau begitu aku kebawah ya ... " ucap Leona seraya menuruni tangga dan menghampiri Dinda dan Veni.
"Hai, sedang apa ... ?" tanya Leona
"Eh, Kau Na ... aku kira kau tidak di perbolehkan ikut" ucap Veni
"Ya ... awalnya aku juga takut, mungkin hatinya gak geser kali ya, makanya di ijinin" ucap Leona dengan di iringi tawa renyahnya
"Kak Leona mah beruntung, Tuan Tian sangat peduli sama Kakak" ucap Dinda yang sedari yadi hanya duduk dengan Veni
"Joe juga begitu, pandawa lima adalah salah satu contoh pria yang setia dengan satu wanita, mengutamakan sang wanitanya di atas segalanya, Pandawa Lima adalah cerminan bagus untuk para generasi muda jaman sekarang, karena mereka sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat seorang wanita, aku bangga pada mereka semua, terutama pada suamiku, kau benar Dinda, aku adalah wanita yang paling beruntung " ucap Leona seraya menatap kearah Dinda
"Tidak butuh waktu yang lama, Angelina dan Marissa sudah muncul
"Kenapa lama banget Ris ... ?" tanya Veni
"Bangunnya kesiangan, kalian sih ... enak gak di gangguin ma cowok kalian, aku ... Alan datang ke kamarku fan mengganggu tidurku, jadinya aku kesiangan kan bangunnya " ucap kesal Marissa yang membuat semua yang ada di situ tersenyum.
"kalian jahat sekali, mau menertawakan aku ... silahkan ... kantung mataku sangat terlihat, jelek banget kan aku nya ... " ucap Marissa dengan cemberut
"Hei, siapa yang bilang kau jelek, kau masih cantik" ucap Angelina
"iss ... kau memujiku karena mau jadi ipar uang terbaik kan ... jujur saja kak" ucap Marissa yang kini memanggil Angelina kakak, bukan Anggelina lagi.
Tentu karena Marissa juga menyukai Angelina sebagai iparnya.
"Sudah, ayo ... mumpung para pria gak berubah pikiran, nantinya malah mereka ikut, gak jadi dong kita senang-senang nya" ucap Leona ..
Akhirnya mereka pun berjalan kaki menikmati pemandangan di sekitar kediaman Galla atau Marissa
"Di sekitar sini juga ada pusat perbelanjaan ya .. lumayan besar lah ... mau mampir ... ?" ucap Marissa yang kini sudah ceria lagi
"Tentu, ayo ... !" ucap semua nya.
Mereka pun menyusuri jalan, Marissa yang aktif di media selalu mengambil gambarnya di tempat yang menurut nya indah, begitu juga dengan Dinda dan Veni.
Kecuali Leona dan Angelina, mereka hanya berbincang seraya menertawakan tingkah ke tiga wanita yang ada di hadapannya dengan pose gaya mereka masing-masing, terkadang Marissa, Veni dan Dinda foto bertiga dengan Angelina sebagai fotografer nya.
Lalu mereka memposting gambar mereka di Media masing-masing.
"Kak Leona dan Kak Angel tidak mau foto ... ?" tanya Marissa
__ADS_1
"Bisa ngamuk Tuanku ... " ucap Leona dan Angelina bersamaan, sehingga Angelina dan Leona tertawa dengan jawaban yang kompak itu