![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Saat Asisten Li dan Putri hendak pergi, Veni memegang tangan Li seraya tunggu
"Tunggu sayang" ucap Veni manja bergelayut di lengan Assisten Li.
Asisten Li menatap mata sang istri, ia mengerti dengan tatapan itu, pasti ia ada maunya. pikir Asisten Li
"Kau menginginkan apa? biar aku berikan sebelum aku berangkat ke kantor " ucap Asisten Li seraya mengelus pipi Veni dengan jari jempolnya.
"Kau selalu ngerti , ah Malik sayang akan aku nya, kalau begitu ... aku tidak akan sungkan lagi, aku mau ... Putri buatkan aku, susu dan roti panggang sebelum kalian berangkat, boleh kan ... ?" ucap Veni seraya mengedip-ngedipkan matanya. Membuat Asisten Li merasa tak nyaman jika tak mengabulkan nya. Sedangkan Putri mengerti dengan pandangan Veni padanya, ia hanya ingin mengerjai Putri pagi ini.
Putri menghela nafasnya agar tidak Emosi.
"Tuan, akan saya buatkan" ucap Putri akhirnya.
"Nah, Cakep. Gini nih yang aku suka, jadi kan ... ada gunanya juga kau di bawa kemari, meski hanya satu malam" cebik Veni yang masih merasa kesal dengan Putri
"Iya, Nona. Maafkan saya " ucap Putri yang kini mulai membuatkan apa yang Veni ucapkan.
'Kalau tahu begini, aku minta aja, buatkan tumis kangkung, atau apalah yang ruwet, enak juga kan ngerjain nih perempuan gatel' bathin Veni seraya menatap Putri
Tentu Asisten Li mengerti dengan tatapan istrinya yang jelas ia memang sengaja mau mengerjai Putri, Assisten Li langsung mengelus perut sang istri seraya berkata dengan suara pelan.
''Sayang, Mamamu lagi ngerjain orang, kau jangan sampai seperti itu ya sayang" ucap Asisten Li seraya terus mengelus perut sang istri. Veni yang mendengar ucapan suaminya ingin tertawa namun segera ia tahan.
"Nona, Ini roti panggang nya, dan ini susunya, selamat menikmati, dan semoga Nona suka " ucap Putri yang jengah menatap senyuman mengejeknya Veni padanya.
"Ah, baiklah. Aku sudah tidak ingin makan itu, makan saja sendiri, sayang ... aku mau ke kamar ya, Eh ... ulat bulu, jangan dekat - dekat dengan suamiku ya, karena aku punya obat mujarab untuk membasmi mu" ucap Veni seraya meninggal kan Putri dan Asisten Li yang termangu dengan ucapan Veni, Namun ... Asisten Li segera membawa Putri pergi.
"Kita berangkat sekarang " ucap Asisten Li seraya melangkah terlebih dahulu
"Baik, tuan" ucap Putri seraya mengekori langkah Asisten Li.
*****
"Kau jahat sekali,Ven" ucap Leona menahan tawanya
"Biarin, aku masih kesel ma tuh anak, Yakin kau hanya ingin memancing kedua saudaranya keluar ? Awas saja kalau di coba-coba goda punyaku, aku sambelin tuh donatnya" ucap Veni yang semakin membuat Leona tertawa.
__ADS_1
"Oh Tuhan ... Veni,Gak bakalan lah, Asisten Li itu sebelas dua belas sama Tian, Mereka anti wanita, udah, kamu percaya saja sama suamimu" ucap Leona, Masih terdengar suara tawa Leona.
"Lucu ya ... ini gara-gara kamu tau! Iya Suami mu punya penyakit yang istimewa,lah suamiku ... ?" cebik Veni yang masih takut.
"Wajarlah, kau hamil saat ini, rasa was-was mu makin besar, Aku main kesitu sama Nathan dan Nala, Oke" ucap Leona
"Aku tunggu, buatin tumis kangkung ya ... tiba-tiba pingin nih?" ucap Veni
"Tumis kangkung, ah baiklah ... akan aku buatkan " ucap Leona
*****
"Kau yakin tidak ingin ke kantor? aku tidak apa-apa loh di tinggal " ucap Dinda yang sudah rapi dengan pakaiannya.
"Bik, Kau boleh keluar " ucap Joe pada pembantu yang membantu Dinda membersihkan diri dan berganti pakaiannya.
"Baik, Den. Permisi " ucap pembantu yang tinggal di Apartemen Joe
"Bagaimana kalau kau butuh sesuatu ? misal kau ingin makan atau _"
"Sama Alan ... ?" tanya Joe
"Tidak, katanya sendiri " jawab Dinda
"Beneran tidak apa-apa aku tinggal, entar nangis karena perih " goda Joe
"Mana ada aku nangis kak ... !" ucap Dinda seraya mendusel kan wajahnya ke dada Joe yang ada di depannya.
Joe membelai kepala Dinda.
"Jangan begini, aku gak kuat, Apalagi kita belum sah" ucap Joe seraya terus mengelus kepala Dinda menahan gejolak yang kini bangkit, Mendengar ucapan Joe, Dinda mendongakkan kepalanya menatap mata Joe yang terus menatapnya.
"Kalau begitu ... cepat halalkan hubungan kita" ucap Dinda membuat Joe terkejut. Karena setiap Joe meminta Dinda untuk segera menjadi istrinya, Dinda selalu berkata, Tunggu dan sabarlah. Tapi saat ini ... ? Apakah dia salah dengar ? atau Dinda yang salah bicara ?
"Dinda,kau tidak bercanda kan ... ? Kau tadi bilang _"
"Cepat halalkan hubungan kita" ulangi Dinda pada Joe
__ADS_1
Joe langsung memeluk Dinda dengan penuh haru, ia tak tahu harus bicara dan berkata apa, sebagai rasa bahagianya, Saat kekasih yang begitu ia cintai mengatakan hal yang selama ini nantikan.
Menjalin hubungan itu mudah, menjaga komitmen yang susah, Menjalin kasih itu mudah, menjaganya sampai hari tua itu yang susah.
Semua nya butuh rasa percaya , kasih sayang dan keikhlasan. Joe ingin mengambil pengalaman dari pernikahan semua orang yang ada di sekitarnya, Tian, Lihaonan, Galla dan Alan. Joe berharap, semoga ia bisa menjadi suami yang baik seperti keempat temannya itu.
"Udah cukup pelukannya, lanjut pas hala.aja, biar seminggu gak keluar" ucap Marissa yang ternyata sudah berdiri di pintu kamar Joe yang memang terbuka Dengan malu ...Dinda melepaskan pelukannya.
"Aku dan Dinda bukan kau dan Alan, Seminggu gak keluar dari kamar, emangnya gak bosen" ucap Joe seraya mengambil kontak mobilnya yang ada di nakas.
"Idih, sekarang aja kau berkata seperti itu, entar pas udah nikah,1 bulan kau tak mau keluar kamar" cebik Marissa yang mendekati Dinda.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Marisa dengan metode suara yang lembut.
"Sudah baikan " jawab Dinda.
"Aku berangkat dulu ya, Ris ... titip dia ya ... " ucap Joe
"Oke," jawab Marissa yang kembali dengan metode kalem nya.
Joe pun keluar dari kamarnya meninggalkan dua wanita yang terlihat seperti bercengkrama. Terlihat dari Dinda dan Marissa yang tertawa.
"Kita periksa lagi ya ... kasihan sekali wajahmu " ucap Marissa seraya melihat wajah Dinda
"Udah baikan kok, Kak. Tidak usah ke Dokter lagi, obatnya juga masih banyak" ucap Dinda
"Papa belum tahu ya ... ?" tanya Marissa
"Jangan di kasih tahu lah kak, aku gak mau Papa khawatir " ucap Dinda
"Ya, enggak. aku juga gak ngasih tahu kok" ucap Marissa
"Maaf ya, aku gak bisa jaga kamu" ucap Marissa
"Bukan salah kakak kali, ini murni karena bersaing cinta " hahhaha ucap Dinda dengan tawanya.
"Udah biasa aku kak, Ternyata kak Joe populer juga di kalangan wanita" ucap Dinda.
__ADS_1