![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Venny pun melangkahkan kakinya meninggalkan asisten Li dengan perasaan jengkel, ia tidak tahu kenapa akhir-akhir ini asisten Li menjadi sensitif padanya, dikit-dikit ingin menghukumnya, dikit-dikit menceramahi nya, padahal Veni sangat tahu kalau asisten itu adalah orang kaku dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar, apalagi dengan dirinya yang hanya karyawan biasa.
Begitu pun dengan asisten Li, Ia juga tidak mengerti dengan perasaannya, Mengapa akhir-akhir ini ia menjadi emosi saat beradu bicara dengan Veni.
Malam telah berlalu ... semua insan telah tertidur dengan nyenyak, sedangkan Arsa ia memikirkan apa yang telah Chandra katakan padanya, Apa hubungannya anak Chandra dengan pembantunya ...? setahu Arsa pembantunya tidak memiliki anak seusia Arita.
Entah kenapa semua itu menjadi pikiran bagi Arsa, iya penasaran teka-teki apa yang Tian berikan pada Chandra.
"Ckkkk ... kenapa aku jadi penasaran begini ya ..., apa yang harus saya lakukan sekiranya Si Mbok membuka suara ... ?" pikir keras Arsa.
"Apakah Leona tahu akan hal ini, aku sangat tahu, Leona sangat menghormati Candra selama ini kan ... ? apa karena Arita dia akan menutup mata jika ia tahu akan kebenaran nya, ah tidak mungkin ... aku kenal betul Leona, aku yakin Leona tidak tahu apapun akan hal ini"
Arsa berdialog pada diri sendiri karena tidak bisa tidur hari malam ini.
"Arsa ... istirahat lah ... kau besok ada rapat, ayolah ... " ucap Arsa seraya memejamkan matanya.
Matahari bersinar dengan begitu cerah, secerah pengantin baru yang sudah keramas pagi, benar saja, Tian mempraktekkan apa yang sudah Dokter Raisa katakan, melakukan hubungan badan saat baru bangun tidur.
"Ah mengapa semenyenangkan ini ... "ucap Tian dalam hati seraya mengering lan rambutnya yang basah.
Melihat Tian yang baru keluar dari kamar mandi, Leona mengambil handuk untuk suaminya, dan membantunya untuk mengeringkan rambut.
"Kau akan pergi ... ?" tanya Leona seraya membantu Suaminya untuk memakai baju.
"Kenapa ... ? apakah tidak boleh ... ? apakah kau ingin di kamar sepanjang hari seperti hari kemarin ... ?" goda Tian seraya menatap Leona yang kini telah bersemu.
"Bukan ... kenapa pikiran mu selalu ke arah sana ... "ucap Leona membantu suaminya memakai dasi.
"Kenapa ... ? apakah kau jenuh ... ? kalau begitu pergilah bersama wanita-wanita itu, tapi ingat jaga diri" ucap Tian mengecup kening Leona.
Akhirnya Leona dan Tian pun turun dari kamarnya, mereka sudah melihat para teman-teman nya sudah berkumpul di tuang makan.
"Kalina yakin akan kembali besok?" tanya Tian seraya menatap ke empat manusia yang duduk di hadapannya.
"Iya ... sudah berapa hari kami meninggalkan perusahaan, ya ellu enak main kelon terus, nah kita-kita ... ?" ucap Galla.
"Kalau begitu nikahlah dengan Angelina, kalian terlihat sangat cocok" ucap Tian tanpa berfikir.
__ADS_1
"Main menjodohkan orang saja kau ... aku belum siap nikah" ucap Angelina seraya melihat ke arah Galla.
"Papi dan Mami ... apakah yakin ingin balik nanti ... ?" tanya Tian.
"Kau sudah di sini, lalu siapa yang akan mengurus yang di sana, tapi ... jangan kau fikir kan, kau harus lebih fokus pada istrimu, seperti yang Mami mu harapkan, Papi juga mengharapkan kabar baik itu secepatnya ... lakukan yang terbaik Tian ... " ucap sang Papi dengan serius, dan itu membuat Leona gugup.
"Sayang ... tidak apa-apa meskipun lama, kau jangan terbebani, kami hanya ingin kebahagiaan kalian, tapi ... jika di kasih cepat ... kebahagiaan itu alan bertambah sayang" ucap Sang Mami seraya mengelus pipi menantunya yang duduk di samping nya.
"Jeng ... titip Tian ya ... " ucap Maminya Tian pada ibunya Leona yang hanya diam.
Ibunya Leona merasa sangat bahagia saat ini, ia bisa merasakan kehangatan dalam keluarga anaknya.
Akhirnya sarapan pagi pun telah selesai.
Alan dan Galla ikut Tian untuk meninjau seluruh perusahaan yang berada dalam naungan perusahaan papi nya.
Sedangkan Ibunya Leona pergi ke kantor yang sudah Tian serahkan pada mertuanya itu.
"Ven ... kenapa kau seperti nya kesal sama Asisten Li itu? apa dia memarahimu lagi ... !" tanya Marissa pada Veni.
Veni mengangguk kan kepala nya pelan.
"Pantas untuk di juluki pria kaku" ucap Angelina.
"Tapi Ven ... kau cukup berani loh kemaren berkata padanya dengan lantang, keren ..." puji Angelina pada Veni.
"Keren apanya, setelah berkata kaki ku terasa lemas tau gak, eh mana Leona ... ? katanya mau jalan-jalan" tanya Veni.
"Tuh di omongin langsung nongol" ucap Marissa saat melihat Leona yang menuruni anak tangga.
"Hai ... maaf sudah membuat kalian menunggu" ucap Leona.
"Kau masih membereskan kamar bekas percintaan kalina ya ... iss .. " ucap Marissa ketularan Alan yang blak-blakan.
"Lama-lama kau seperti Alan deh Ris ... " goda Angelina dengan terkekeh nya.
"Jangan sama kan aku sama cecunguk itu, beda banget kali ya ... "
__ADS_1
Dan itu membuat ke empat wanita cantik itu tertawa lepas.
"Baik lah ... mari bersenang-senang tanpa para pria itu, akhirnya kita bebas" ucap Angelina.
Mereka ber empat pun pergi dengan Marissa yang membawa mobilnya.
Tempat utama yang menjadi tujuan mereka adalah Mall, mereka berbelanja dengan sesuka hati.
"Eh Ven ... bukannya kau kemaren ... ya yang belanja ... sekarang belanja lagi ... keren"ucap Angelina.
"Ah aku ingin balas dendam dengan Asisten Kaku itu, toh dia yang memberikan ku Kartu itu kan ... bukan aku yang minta" ucap Veni seraya memilih pakaian yang ia suka.
Leona, Angelina dan Marissa saling melempar pandang.
"Kamu bilang Asisten Li yang memberikan kartu itu ... ?"tanya Leona.
"Iya ... katanya itu bonus dari Tuan Tian karena sudah menjadi sahabat yang baik dan karyawan" ucap Veni mengabaikan pandangan mereka.
Marissa yang sudah lama mengenal Asisten Li dan juga Tian menggeleng kan kepalanya.
mengisyaratkan bahwa ini bukanlah dari Tian.
"yakin itu dari Tian? tanya Leona pada Veni.
"yakinlah ... masa iya itu dari asisten kaku itu gak mungkin kan ... ?"
"cie ... cie ... ada yang ditaksir si kaku nih" goda Marissa.
"Apa-apaan ... kalian, udah Ah ... belanja aja, kita happy - happy sekarang" ucap Veni.
"Kau sudah mengecek saldo rekening mu ... ? setahuku ... bonus mu masuk ke Rekening pribadi mu" bisik Leona, karena Tian pernah menceritakan perihal itu pada Leona.
*****
"Kenapa si Mbok terkejut begitu ... ?" tanya Arsa saat melihat pembantu nya terkejut melihat foto yang terpajang di ruang tamu.
"Nggak Tuan, ini ..m ini foto siapa tuan ... ?" tanya Si mbok dengan gugup.
__ADS_1
"Oh dia Istri nya Candra mbok, si mbok sudah tahu Candra kan ... ? " tanya Arsa.
"Istri nya meninggal saat ia melahirkan anak pertama untuk Candra, kasihan sekali kan Mbok ... dan sekarang malah Candra mengetahui kalau ternyata anak yang kini bersamanya bukanlah anak kandung nya" ucap Arsa seraya menoleh ke arah si mbok.