![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Sedangkan Omnya Tian, ayahnya Alan sudah menerima kabar dari Tian, tentang alasan Ayah nya Leona.
Beberapa tahun dalam sekapan musuh, hingga Darrel berhasil keluar dengan kaki yang terluka parah, dan harus di amputasi, hingga kini ia berada di daerah terpencil.
"Aku juga sudah mendapatkan berita itu, benar saja ... Darrel adalah pimpinan tentara itu, sehingga kematian nya adalah incaran musuh hingga saat ini, musuh dendam karena pemimpinan mereka mati di tangan Darrel sendiri, dan itu tepat di hadapan anaknya, Tian... kau yakin akan membawanya keluar ... bukankah itu akan mengundang maut untuk Darrel dan keluarga mu ... ?" tanya Omnya Tian
"Apa gunanya aku punya Om seorang pimpinan mafia jika aku harus menghindar dari hal begituan, Om atur agar ayah dan kami bisa keluar dan sampai dengan selamat " ucap Tian
Sejenak Omnya terdiam
"Baiklah jika kau menginginkan itu, maka kau juga harus bersiap-siap, karena tidak luput kemungkinan, mereka juga akan menyerang mu di jalan. Apakah kau sudah siap ... ?" tanya Omnya Tian yaitu Marcel
"Kami juga akan mempersiapkan semuanya Om, Ayah juga memiliki luka dibeberapa punggung, kemungkinan beberapa saat yang lalu ia juga menghadapi pertarungan" ucap Tian
"Itulah besar kemungkinan bahwa ayahmu tidak muncul karena dia tidak ingin melibatkan keluarganya dalam kerusuhan" ucap Marcell
"Baiklah Tian, jaga diri baik-baik, kalau bisa lakukan penyamaran untuk ayahmu" ucap Omnya Tian
"Baik Om, Tian akan melakukan saran yang Om katakan"
"Tian ... keluarga Darrel ada kerja sama dengan perusahaan mu, dan sekarang mereka mengintai Ibumu, jadi hempaskan semuanya secara bersamaan, biar kau dan keluarga mu bisa tenang" ucap Omnya Tian
"Benarkah ... ? siapa ... ?" tanya Tian
"Bukankah kau memiliki klien bermarga Atmajaya, dialah sisa keluarga Ayahmu, adiknya Darrel" ucap Omnya Tian
"Ckkk, apakah dia jahat Om ... ?" tanya Tian
"Tidak, semua keluarga Ayahmu sudah di bantai, sisa adiknya dan keluarga kecilnya, jika kau tidak ingin ada hama, maka bantai juga sekalian" ucap Omnya Tian
"Tidak Om, jika dia tidak jahat, mengapa kita harus berbuat jahat, ah aku jadi penasaran dengan keluarga ayah, apakah ayah sudah tahu kalau keluarganya sudah tidak ada ... ?" tanya Tian
"Tidak, dia tidak tahu sama sekali, karena dia sudah putus kontak dan juga sudah menghilang seperti kabarnya, Mati" ucap Marcell.
"Baiklah Tian, kita akan bicarakan lagi setelah kau sampai di rumahmu, Om akan menyiapkan semuanya, jaga Alan juga untuk Om" ucap Marcell
__ADS_1
"Baik Om, terimaksih" ucap akhir Tian, yamg mana ia langsung termenung mengingat semua ucapan Om nya.
Mengapa semuanya jadi begini ... ? kenapa keluarga istrinya harus berurusan dengan hal yang mengerikan, Tian mengira istrinya dari kalangan biasa, tapi ternyata kehidupan nya malah penuh dengan misteri.
Tian menghela nafasnya dan mengusap wajahnya dengan kasar.
Setelah itu ia menelfon istrinya.
"Hallo sayang, bagaimana keadaan mu di sana ... ?"tanya Tian
"Baik sayang, kau sendiri bagaimana ... ? Mengapa suaramu seperti ada kesedihan ... ?" tanya Leona
"Tidak ... ! aku hanya merindukan mu saja, dan juga merindukan dua anakku, Bagaimana apakah mereka nakal hari ini ... ?" tanya Tian
"Tidak ... ! Ibu selalu menemani mereka dari tadi" ucap Leona
"Ibu ... ?" tanya Tian
"Iya, tadi ibu pulang nya lebih awal jadi ... banyak waktu bermain sama si kembar" ucap Leona
"Oh, kau istirahat lah, ini sudah malam" ucap Tian
"Besok saya usahakan sampai di sana, atau tidak, lusa baru sampai" ucap Tian
"Ah ... kenapa hari berjalan begitu lama ... " ucap Leona dengan suara yang menahan rindu.
"Aku akan segera pulang, istirahat lah sayang, aku mencintaimu" ucap Tian
"Aku juga, jaga diri, Mmmuuuwaahhhh" cup jauh Leona dari balik ponselnya, membuat Tian tersenyum dengan tingkah Leona saat ini.
"Baiklah ... mmuuuaaah " balas Tian
Panggilan telfon itupun berakhir dengan senyuman di bibir keduanya.
"Sayang ... semoga apa yang aku lakukan bisa membuat mu bahagia, dan juga ibu ... semoga kalian bisa memaafkan apa yang sudah Ayah lakukan, ia hanya ingin yang terbaik untuk kalian" ucap Tian seraya memandang wajah Leona yang ada di layar ponsel nya.
__ADS_1
Malam semakin larut, Tian kini berkumpul dengan Alan, Joe, dan Asisten Li.
Mereka sudah merencanakan strategi penyamaran untuk Tuan Darrel dengan serapi mungkin.
"Semua pistol sudah diisi, ah kau tahu kak ... aku paling benci jika papa mengajakku untuk latihan, tapi kali ini ... akan ku perlihatkan kemampuan menembak ku" ucap Alan seraya mengarah kan pistol ke Joe
"Kau diamlah ... kau hanya menjaga Ayah saja, selebihnya biar kami yang melakukan nya" ucap Tian
"Tian ... jaga dirimu baik-baik, aku tidak akan memaafkan diriku jika terjadi sesuatu padamu" ucap Darrel yang tiba-tiba datang ketempat mereka berkumpul
"Ayah jangan khawatir kan aku, kami akan melindungi ayah dengan baik nanti nya" ucap Tian
Mereka pun akhirnya sudah siap menyiapkan semua yang mereka butuhkan.
Pakaian anti peluru juga sudah mereka dapatkan dari anak buah Tian.
Setelah semuanya siap, mereka pun istirahat ... semoga besok bisa berjalan dengan lancar.
*****
'Benarkah ... ? benarkah kau akan datang ... dimana saja kau selama ini ...? 20 tahun ... 20 tahun alu menunggu mu, tapi kau tidak pernah datang ...? Darrel Atmajaya, bagi kami ... bagi kami kau sudah tiada ... tapi kabar apa ini ...? dimana kamu selama ini ... ? hiks ... hiks ... tangis Ibunya Leona.
Ia tidak ingin menangis ... tapi, mendengar kabar bahwa suaminya masih hidup, membuat pertahanan nya tidak bisa lagi ia tahan.
Gambar sosok pria yang berseragam militer, memiliki mata biru yang tajam saat menatap.
Ya ... mata yang kini di miliki Nala adalah warisan dari sang kakek, Ibunya Leona tidak mengatakan pada Leona karena ia tidak ingin putrinya itu merindukan ayahnya kembali
Berusaha menguatkan anaknya agar melupakan sang ayah bukanlah perkara yang mudah bagi seorang ibu.
Ibu Leona sangat ingat, di saat Leona sangat merindukan sang ayah hingga ia sakit demam dengan jangka waktu yang lama.
Kerinduan yang membawa luka saat itu, apalagi di tambah dengan hinaan dari keluarga sang suami, yang mengatakan bahwa meskipun Darrel meninggal, ia tidak alan memberikan harta sedikitpun pada Leona.
'Aku mencintai Darrel bukan karena hartanya, tapi karena hatinya, aku mencintai Darrel bukan karena pangkatnya tapi karena cintanya, aku bukan lah wanita materialistis yang hanya berharap harta dari suami, meskipun suamiku kalian kabarkan meninggal tapi bagiku ... dia masih hidup'
__ADS_1
Itulah kata yang dulu pernah Ibunya Leona katakan pada keluarga Suaminya.
"Aku tidak tahu ... apakah aku harus bahagia atau sedih mendengar kau masih hidup, Darrel ... jangan biarkan anak kita kecewa karena mu, aku sudah menanam kan rasa bangga yang dalam di hatinya tentang mu, berikan alasan yang bijak pada anakmu, dimana kamu selama ini" ucap Ibunya Leona pada foto yang masih ia genggam