Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 112


__ADS_3

Siang telah berganti sore, Tian Mami dan Papi nya katena tidak bisa mengantarkan mereka ke bandara, jadi hanya Leona dan ibunya saja yang mengantar kan Mami dan Papi nya Tian.


"Sayang ... Mami dan Papi pamit dulu, jaga kesehatan dan jangan lupa seringlah datang ke tempat Mami dan Papi oke" ucap mami nya Tian seraya memeluk Leona sang mantu.


"Pasti Mam ..., Mami dan Papi hati-hati fan juga jaga kesehatan" ucap Leona.


"memang menantu yang baik ya Pi ... " ucap Mami nya Tian.


"Leona menantuku ... ini adalah hadiah dari Mami dan Papi, semoga menantuku dan anakku selalu bahagia" ucap sang Papi seraya mengelus pucuk kepala Leona.


"Jeng ... kami pamit dulu ya ... dan selamat untuk karir ajeng" ucap Maminya Tian seraya memeluk besannya.


"Seharusnya saya yang berterima kasih pada kalian, tanpa kalian saya dan anak saya tidak akan seperti sekarang" ucap Ibunya Leona.


"Ini balasan untuk cinta yang sudah Leona berikan pada putra kami" balas Papinya Tian.


Akhirnya mereka pun berpisah dan saling melambaikan tangan satu sama lain.


"Bu ... ayo" ajak Leona pergi, saat sudah tidak melihat kedua mertuanya.


"Kamu bahagia, nak ... ?" tanya Ibunya Leona.


"Tentu bu ... di cintai dengan begitu besar oleh suami dan orang tua suami adalah impian Leona selama ini, keluarga Tian sudah memberikan kebahagiaan yang selama ini aku impikan bu ... sudah seharusnya aku juga mewujudkan apa yang mereka inginkan ..., ibu, Leona ingin segera hamil"ucap Leona berjalan beriringan dengan ibunya.


"Kau subur, nak ... jadi kau jangan terlalu memikirkan hal itu, karena jika terlalu di harapkan itu juga tidak baik untuk mu, biarkan semuanya berjalan" ucap Ibunya Leona.


"Na ... seperti nya ... Nak Veni itu masih muda ya ... " tanya sang ibu.


"Ya bisa di bilang begitu sih bu, tapi usianya sudah 23 loh bu, masih kelihatan chubby ya bu?" tanya Leona pada sang ibu.


"Iya ... mungkin karena cara berpakaian nya kali ya Na ... " ucap sang ibu yang di Iya kan oleh Leona.


Mereka pun meninggalkan bandara, sedangkan Tian dan asisten Li sibuk dengan beberapa urusan, Galla dan Alan pulang terlebih dahulu karena mereka merasa lelah.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam akhirnya Chandra telah tiba di tempat yang sudah Tian katakan.


Candra duduk di kursi sudut dekat jendela.


ya ... Chandra tiba di kafe dekat dengan perusahaan arca yang lalu.


Kenapa harus memilih tempat ini ... ?itulah yang ada dalam fikiran Chandra.


tidak butuh waktu lama Candra pun melihat sosok yang selalu menjadi pusat perhatian semua orang, benar saja semua yang ada di kafe menoleh ke arah asisten Li dan Tian.


asisten Li pun menyeret kursi untuk diduduki oleh Tian.


"Apakah sudah lama menunggu Tuan Candra ...?"tanya Tian tersenyum.


"Tidak Tuan ... baru 5 menit yang lalu" ucap jujur Candra.


"Tuan bisakah kau katakan dimana putri ku sebenarnya ... ?" tanya Candra to the poin.


"Kau sungguh tidak sabaran tuan Candra, tapi baiklah ... anak mu ... ia tumbuh jadi wanita yang baik, sesuai dengan sikap dan sifat mu, tegas dan tulus, blak-blakan seperti mendiang istrimu, tapi ... akte kelahiran nya dipalsukan, karena saat itu ia tumbuh bongsor ... tubuhnya lebih berisi dari usia nya, ia di tukar dengan bayi yang lain, yaitu anakmu yang sekarang Arita.


"Di tukar ... dengan alasan apa Tuan, dan ... dan siapa yang menukarnya, lalu ... apa hubungannya dengan pembantu nya Arsa ... ?" tanya bingung Candra.


Tian memberi isyarat agar Asisten Li yang menjelaskan semuanya.


"Baik tuan" ucap Li pada Tian.


"Sepasang suami istri menginginkan anak, tapi mereka ingin anak yang dari keluarga baik-baik, ia menyuruh pembantunya untuk mengadopsi anak, oleh seorang suster mereka di beri anak yang mereka temukan di jembatan, sayangnya keluarga itu tidak mau, dan terjadi lah penukaran bayi itu terjadi" ucap Asisten Li dengan lugas.


"Lalu ... lalu bagaimana dengan putriku ... apakah dia sehat ... ?" tanya Candra


"dia sehat, bahkan kau berulang kali bertemu dengannya" ucap Tian seraya pandangannya masih tertunduk ke ponsel.


"Tuan Bisakah kalian memberikan petunjuk agar aku bisa bertemu dengannya?"mohon Candra pada Tian dan asisten Li.

__ADS_1


"dia baik-baik saja dan tumbuh menjadi gadis yang cantik Apakah kau tidak ingin fokus merawat Arita?" tanya Tuan Tian.


"aku akan merawatnya dengan sangat baik Tuan, tapi ... aku juga penasaran dengan anakku sendiri sudah bertahun-tahun aku dengannya terpisah dan sudah bertahun-tahun aku merawat anaknya orang lain, Apakah aku masih kurang perhatian terhadapnya" ucap Candra antusias.


"Apakah kau akan mengatakan yang sebenarnya pada anakmu bahwa dirimu lah Ayah kandungnya ...?" tanya Tian pada Candra.


"Tuan, jika kini Dia memiliki keluarga yang baik,maka ... aku akan mundur untuk mengungkapkan kebenaran nya, Aku hanya ingin melihat, wajahnya dan kehidupannya,sungguh hanya ingin tahu keadaan nya" ucap Candra.


"Dinda .... " ucap Tian yang langsung membuat tubuh Candra melemas tanpa terasa.


Dinda ... wanita yang Candra kenal sangat membenci Arita.


"Dinda ...?"tanya tidak percaya Chandra.


"Ya ... gadis itu tumbuh lebih dewasa dari usia nya, ia hanya kuliah sampai Semester 2, setelah itu ia mencoba melamar pekerjaan di perusahaan Arsa, keberuntungan bagi dirinya karena Arsa menerimanya dan menjadikan ia sebagai sekretaris nya."


"beruntung sekali Dinda , Ia sangatlah mudah untuk mendalami ilmu yang telah diterapkan oleh kakak senior nya, Iya mampu mempelajari ilmu sekretaris dalam waktu seminggu".


asisten Li pun menceritakan semua, Bagaimana bisa tertukar dengan yang ada di rumah sakit.


Candra begitu tidak percaya mendengar semua proses penukaran bayi saat itu.


Candra tidak ada di saat istrinya melahirkan, ia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri,


sehingga istrinya Chandra mengalami pendarahan dan tidak tertolong lagi.


Semuanya sudah asisten Li ceritakan.


Candra berusaha mengingat wajah Dinda, wajah yang kini telah menjadi sahabat Arsa, Bagaimana bisa takdir mempermainkan hidup mereka dengan begitu indah.


Hai ... semuanya ... udah aku kabulkan ya ... Kalian berharap anak Candra antara Veni dan Dinda, aku pilih Dinda saja ya ... karena di sini, Dinda lah yang paling tidak menyukai Arita iya kan ... ?


Arita berusia 18 tahun hampir 19 tahun, begitu juga dengan Dinda, hanya saja Dinda anak yang cerdas, mampu menanggapi setiap pelajaran dengan baik, ia sekolah sejak usia 5 tahun ... pasti Arsa merasa akan terkejut, jika mengetahui kalau Dinda lah anak Candra.

__ADS_1


Semoga kalian suka, nambah 1 bab saja ya malam ini. love you all ... muah ... muah muah ... selamat istirahat semuanya.


__ADS_2