![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Hari-hari di lalui terus tanpa menunggu hal yang harus di tunggu. Setelah beberapa hari dari kejadian itu, Dinda sudah kembali kuliah, lehernya sudah sembuh dari lukanya, begitu juga dengan Zhan.
Ia juga sudah mulai kuliah, hanya saja kini Zhan lebih banyak diam, hanya saja pandangan nya langsung beralih saat melihat Dinda masuk kedalam ruangan nya.
Ia ingin menghampiri Dinda, hanya saja ia urungkan.
*****
Sedangkan Tian dan Leona memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan acara pernikahan Asisten Li yang akan akan di selenggarakan besok di sebuah Hotel Bintang Lima. Alan dan yang lainnya akan datang, hanya saja mereka tidak bisa menginap lama
Sedangkan Angelina sudah meminta maaf karena tidak bisa datang, Ia harus menyelesaikan proyeknya bulan ini juga.
"Veni ... maafkan saya ya ... tapi saya pastikan hadiah akan kau terima tepat waktu"Ucap Angelina
Aku tidak berharap hadiah apapun dari kalian, tapi doa dari kalian yang aku harapkan, Angelina, Terimakasih karena sudah mau berteman dengan ku" ucap Veni
"Hei, apa yang kau katakan, tidak lucu tau ... ! aku malah yang beruntung, memiliki teman seperti kalian, jika bukan karena kalian ... aku juga tidak akan ada dalam lingkungan Tian dan kawan-kawan " ucap Angelina.
"Tapi, selamat untukmu pengantin baru, ah kalian mendahului aku, padahal aku yang tunangan lebih awal" ucap Angelina lagi.
"Kau sih pakai acara Tunangan segala " ucap Veni
"Hahhaha kau benar, kenapa aku gak langsung nikah saja ya ..., oh iya, bagi tips ya ... kalau malam pertama, sekalian kau ceritakan bagaimana Asisten Li di ranjang" ucap pelan Angelina yang tentu membuat Veni malah malu.
"Eh, ilmu malam pertama tidak harus bagu tips, itu adalah olahraga alami yang tanpa harus di ajari orang lain, cih ... kau mana bisa aku berbagi malam pertama ku" ucap Veni.
"Ah, benarkah ... bukankah kau harus bertanya dulu pada Leona agar malam pertama mu dan Asisten li makin waw gitu, bukankah Leona dan Tian adalah pasangan yang hangat di ranjang "ucap Angelina yang membuat mata Veni terbelalak tak percaya.
"Iss ... kau ingin menjerumuskan aku ... ? mana berani aku bertanya hal begituan, kau aneh-aneh saja deh" ucap Veni
Lama mereka berbincang, akhirnya Veni pun mematikan ponsel nya dengan senyuman di bibir nya.
"Siapa ... ?" tanya Assisten Li seraya mengecup kening Veni dari atas wajahnya.
"Angelina, dia tidak bisa hadir katanya" ucap Veni seraya mendongakkan kepalanya menatap wajah Li yang kini berada tepat di atas wajahnya.
"Aku sudah tahu itu dari tuan Galla, apakah kau sedih ... ?" tanya Asisten Li mengelus pipi Veni
"Sedikit ... !" ucap Veni seraya tersenyum pada Asisten Li
"Tuan Tian memberikan kita waktu untuk bulan madu, kau mau bulan madu kemana ... ?" tanya Asisten Li
__ADS_1
"Benarkah ... ? baik banget Tuan Tian, baiklah aku tidak akan sungkan lagi" ucap Veni dengan senyum lebarnya.
"Kalau begitu aku ingin ke .... kemana ya ... ?" ucap Veni pada diri sendiri
"Apakah ke tempat impian Kinan ... ?" ucap Asisten Li dengan menahan tawanya
"Iss ... kau mengingat kan aku pada si Pengkhianat Aris dan itu kalau di kehidupan nyata si Arsa, ah ngeselin" decak Veni seraya memangku kedua tangannya di depan dadanya.
"Itu kisah nyata yang bisa kita ambil hikmahnya" ucap Asisten Li
"Kau belum move on juga dari kisah itu, aku malah kesal jika mengingat nya, kisah itu mengingatkan aku sama Leona, uh sakitnya di sini tau ... !"ucap Veni seraya memegang dadanya.
Asisten Li mendekapnya dari belakang seraya berkata.
"Aku akan berusaha menjadi suami yang baik, aku akan berusaha membuat mu selalu puas dengan memiliki aku sebagai suamimu, dan aku juga akan berusaha memberikan yang terbaik untukmu" Asisten Li mencium Veni dalam pelukannya.
*****
"Dress sudah di atur di sana, jadi kita hanya tinggal hadir saja, sekarang kau bagian dari anggota Tian, karena kau adalah gadisku" ucap Joe menyentuh kepala Dinda
"Aku tidak menyangka akan menjadi bagian itu, Meski banyak hal yang harus kita lakukan" ucap Dinda menyandarkan kepalanya di dada Joe.
"Mempertahankan pun sangat susah" imbuh Dinda
Saat mereka masih saling mengungkapkan perasaan, Suara klakson mobil Alan membuat mereka sadar.
"Mereka sudah sampai, kau sudah siap kan ... ?"tanya Joe
"Sudah, Ayo ... Nanti kak Alan bisa nyindir kita habis-habisan" ucap Dinda seraya mengambil tas nya.
Joe pun ikut berdiri dan mengikuti langkah Dinda. Penampilan Dinda yang memakai rok pendek dan baju hem wanita, membuat pahanya terpapang jelas.
"Bisakah itunya di tutupi" ucap Joe dari belakang
"Apanya Kak ... ?" tanya Dinda seraya membuka pintu
"Ya itu ... tu kelihatan sekali, sangat menggoda" ucap Joe dengan wajah memerah nya.
Saat Dinda menyadari apa yang Joe katakan, Marissa sudah berdiri di hadapan keduanya.
"Waw ... kau cantik banget, Din" puji Marissa
__ADS_1
"Ini kan saran dari kak Marissa " ucap Dinda seraya melihat kearah Joe, seolah ingin mengatakan kalau bukan dirinya yang milih Fashion seperti ini.
"Jadi kamu yang milih Fashion seperti ini, pantas saja, lain kali jangan di suruh pakai Rok sejengkal kayak gini" ucap Joe seraya mengikatkan jaketnya di pinggang Dinda.
"Cih, itu nge-trend sekarang ya ... apakah kau tidak lihat, Dinda sangat cantik dan sangat menggoda tadi " ucap Marissa
"Tapi Di da hanya boleh menggodaku, kalau begini ... semua mata akan menatap nya, aku gak mau itu ya ... " ucap Joe
"Cih, jangan terlalu posesif, asal Dinda hak tergoda kan gak masalah" ucap Marissa
"Tapi kalau begini akan mengundang masalah" ucap Joe tak mau kalah.
Dinda tau perdebatan ini akan semakin panjang jika di biarkan. Marissa yang notabene nya tidak mau kalah akan terus menemukan jawaban untuk segala ucapan Joe.
"Ehem ... sudah, kasihan kak Alan yang menunggu, lagian kita nanti bisa terlambat jika kalian terus berdebat kayak gini" ucap Dinda seraya menarik tangan Joe agar mengikutinya.
Begitu juga dengan Marissa, ia ngedumel sambil berjalan mengikuti dua pasangan di hadapannya.
"Kenapa cemberut ... ?" tanya Alan saat mendapati kekasihnya cemberut
"Tuh, Joe ... " ucap ketus Marissa
Alan melihat ke arah Joe, dan Joe mengisyaratkan dengan matanya yang tertuju pada penampilan Dinda, tentu Alan mengerti, pandawa Lima seperti memiliki telepati yang kuat, yang bisa menebak apa yang di maksud dengan tatapan matanya.
"Dia cantik Joe, hanya saja ... akan mengundang pria lain untuk menatapnya, fan itu juga tidak baik untuk Dinda" ucap Alan yang tidak ingin memihak pada siapapun
"Tidak baik bagaimana ... ? kan bagus jika Di da banyak yang suka" protes Marissa dengan bibir mengerucut.
"Tapi ... itu membahayakan Dinda sayang, bagaimana jika ada orang jahat yang menyukainya, apalagi sekarang banyak sekali kasus pemerkosaan, kau mengerti maksudku kan ... ?" ucap Alan seraya memegang belakang kepala Marissa dengan tangan satunya.
"Itu yang aku maksud dari tadi, tapi kekasihmu ini ... sama sekali tidak mengerti " ucap Joe
Sejenak Marissa terdiam, lalu menatap Dinda dengan penampilan nya.
"Maaf,Maafkan aku karena aku tidak berfikir sejauh itu" ucap Marissa tertunduk.
"Jadikan ini sebagai pelajaran juga, penampilan kita adalah bentuk kehormatan diri kita" ucap Joe
"Baik, aku akan mengingat apa yang kau ucapkan, Maafkan aku ... " ucap Marissa mengulurkan tangannya pada kedua manusia yang duduk di belakang.
Tentu, Joe dan Dinda tersenyum lalu mengepal tangan Marissa secara bersamaan.
__ADS_1