Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 228


__ADS_3

Waktu telah berlalu, Sekitar jam 9 Malam, mereka sudah mendarat di kota Leona.


Di sana Dinda dan Marissa terlihat begitu lelah.


"Kalian langsung ke hotel saja, disana sudah di sediakan kamar Kalina " ucap Galla


"Lalu aku kak ... " ucap Alan


"Kau akan tidur sendiri, Marissa akan bersama ku, Joe ... pergilah " ucap Galla.


Alan memasang wajah cemberut seperti anak kecil.


"Hilang sudah hari bahagiaku ... " ucap lirih Alan, namun masih terdengar oleh Galla dan yang lainnya. Tentu itu membuat mereka tertawa.


Mereka pun menuju ke hotel , di sana sudah tertulis nama mereka dan kamar sudah di siapkan.


Seharusnya Joe dan Dinda beda kamar, hanya saja ... malam ini Dinda kelelahan, Joe hanya ingin menemani nya.


Di saat Joe ingin memejamkan matanya, Nama Kamila tiba-tiba ia ingat kembali. Joe segera duduk dan meminum air putih yang ada di dekat ranjang nya.


"Sudah begitu lama, aku tidak mendengar nama itu,apa yang harus aku lakukan, wajahnya jelas itu adalah Kamila 2 tahun yang lalu" ucap Joe seraya mengingat wajah Kamila yang Dinda tunjukkan di ponselnya.


"Anak itu ... oh my God, apa yang sudah terjadi, kasihan sekaki nasibnya." ucap Joe merasa frustasi.


Kamila bukanlah wanita yang Joe Nodai, para readers jangan suudzon dong, Joe kan anak baik.


Kamila adalah wanita yang mana sudah merebut hati sahabat nya Joe, seorang wanita penghibur namun berhenti kala menjalin hubungan dengan sahabat nya.


Sahabat Joe sudah memiliki istri, dan mereka tidak di karuniai seorang anak. Menjalin hubungan dengan Kamila, Sahabat Joe mendengar kalau Kamila hamil, ia berniat untuk menikahi Kamila, hanya saja ... seorang tentara saat itu di tegaskan tidak boleh melakukan Pengkhianatan, dan tidak di perbolehkan nikah diam-diam.


Hingga akhirnya, Sahabatnya itu gugur dalam tugasnya, namun ... sebelum ia pergi bertugas. Sahabatnya itu meninggal kan sebuah kartu, dimana sebagian hartanya sudah ia letakkan dalam kartu itu, dan berharap Joe bisa menemukan Kamila dan memberikan kartu itu padanya, kata sandinya sesuai dengan tanggal dimana mereka menjalin hubungan.


Joe merasa bersalah, karena lama tidak bisa menemukan Kamila. dan sekarang, ia merasa sedikit lega, karena Kamila benar-benar keluar dari pekerjaan kotor itu, hanya demi anak sahabatnya. Kamila patut di acungi jempol karena mau keluar dari pekerjaan yang menjijikkan itu.


"Kakak tidak bisa tidur ... ? kenapa ... ?" tanya Dinda yang menyadari Joe tidak ada di sampingnya.


"Kenapa kau bangun ... " ucap Joe menyentuh kepala Dinda


"Aku kedinginan, saat mau peluk kakak, kakak tidak ada " ucap Dinda

__ADS_1


"Baiklah, ayo tidur " ucap Joe seraya menuntun Dinda ke ranjangnya kembali


Akhirnya Dinda pun tidur dalam dekapan Joe, saat itu Dinda merasa nyaman dan hangat.


"Semoga kau tenang di sana, Bro ..." ucap Joe dalam hati


"Aku sudah menemukan putra mu, meski terlambat tapi aku sudah berusaha mencarinya selama ini" ucap Joe dalam hatinya.


Pagi telah tiba, Semua sudah menyantap sarapan pagi mereka masing-masing.


"Kau mau bertemu dengan Arsa bukan ... ? alu ikut, aku juga ingin bertemu dengan istrinya Arsa, Kamila" ucap Joe yang mampu membuat langkah Dinda terhenti.


"Kakak mengenal kak Kamila ... ? " Tanya Dinda


"Jangan berfikiran yang tidak-tidak, aku tidak mengenal nya, tapi aku punya amanah yang harus aku sampaikan pada Kamila, ceritanya panjang, nanti aku ceritakan ya, intinya aku tidak kenal Kamila dan tidak ada hubungan apapun di antara kami" ucap Joe


Di saat mereka hendak masuk ke lift, mereka berpapasan dengan Alan serta Marissa


"Kalian mau kemana ... ?" tanya Marissa


"Ada urusan sebentar, kalian mau keluar juga ... ?" tanya Joe


"Aku mau ke Leona" jawab Marissa


Dinda sudah mengabari Arsa bahwa ia akan kerumah Arsa. Benar saja ... Kamila membuat kan mereka banyak cemilan dan kue.


Sesampainya Joe dan Dinda, Meraka di sambut bahagia oleh kedua pemilik rumah.


Kini Arsa dan Kamila tinggal dirumah yang duku di tempati oleh Arsa dan Leona.


"Masuklah ..." ucap Kamila pada Dinda dan Joe


Joe dan Dinda pun masuk.


"Mas, Dinda sudah datang, mana Laksya ... biar aku yang menggendong nya" ucap Kamila seraya mengambil Laksya dari pangkuan Arsa.


"Baiklah ... terimakasih " ucap Arsa yang selalu mengatakan terimakasih pada Kamila.


Saat Arsa turun, ia melihat Dinda dan Joe, Arsa tersenyum kala pandangan nya bertabrakan dengan Dinda.

__ADS_1


"Hao, selamat datang " ucap Arsa menjabat tangan pada Dinda dan Joe .


"Dinda ... duduklah, kenapa kau berdiri" ucap Arsa.


"Emmmm ... Kita bicara di depan saja ya, kak Kamila ... aku pinjam suaminya dulu ya, dan kak Joe juga ada urusan sama Kak kamila" ucap Dinda yang membuat Arsa dan Kamila terkejut. pasal nya, Kamila tidak tahu tentang Joe


"Memangnya ada urusan apa pa ..."


"Udah ayo ikut aku, ... kau tidak merindukan aku ... " ucap Dinda seraya menarik tangan Arsa keluar dari rumahnya


*****


"Hai, .. wah calon pengantin, auranya beda ya ... Asisten Li jangan kaku kalau di pelaminan, gak bagus nanti fotonya " goda Marissa


"Aku malah tidak suka lama-lama di atas pelaminan, jika bukan karena Tuan, seharusnya aku sudah tidur-tiduran di ranjang bersama istriku." ucap Asisten Li.


Benar saja, akad nikahnya sudah terjadi tadi malam, yang hanya di saksi kan oleh Ibu Veni dan keluarga Leona, serta Mami dan Papinya Tian, yang menjadi wakil dadi keluarga Li, sedangkan keluarga dari Leona menjadi wakil dari keluarga Veni.


"Cih, kau sudah tidak sabar juga rupanya " goda Alan.


"Tuan Galla kemana ... ?" Tanya Asisten Li


"Dia ada di ruang kerja kak Tian" jawab Marissa


Asisten Li kini bergabung duduk dengan Alan, meski.masih kaku, tapi Li berusaha berbaur dengan orang lain di masa bahagianya ini.


"Dinda dan Joe kemana ... ?" tanya Asisten Li


"Mereka masih ada urusan, sebentar lagi juga mereka akan nyusul kemari " ucap Alan.


"Asisten Li terlihat terus menggenggam tangan Veni. Rasa gugup pasti mereka rasakan.


Sesekali Alan membisikkan kata untuk malam pertama nanti, Namun ... Veni yang mengerti itu langsung menarik tangan Asisten Li.


"Tuan Alan, Anda tidak perlu mengajar kan ia masalah itu, biar kami saling belajar bersama, toh hal semacam itu tidak perlu ada gurunya kan ... ?" ucap Veni yang mampu membuat Alan tertawa sampai memegang perutnya.


"Hahahhaha ... kau benar, Li ... istrimu ini sangat pintar sekali ... jangan dikasih kendor nanti ya ... " ucap Alan Seraya masih tertawa.


Sedangkan Asisten Li hanya bisa tersenyum, ia sudah tahu watak Veni yang selalu keceplosan, meski dalam hal pribadi.

__ADS_1


Tapi itu malah membuat Asisten Li merasa semakin gemas pada Wanita yang ada di sisinya saat ini.


Wanita yang baru sehari ini sudah menjabat sebagai Istrinya.


__ADS_2