Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 286


__ADS_3

Waktu berjalan dengan begitu cepat, Disaat datang nya, Joe dan Dinda keperusahaan, semua mata tertuju pada mereka, sosok wanita yang terlihat sekali kemarahannya.


"Dimana wanita itu ?" tanya Marissa pada Joe


"Ada diruang Security " ucap Joe


Tanpa berkata apa-apa.lagi, Marissa melangkah Menuju keruang dimana kedua wanita itu berada.


Betapa terkejutnya kedua wanita itu saat melihat seseorang membuka pintu dengan kasar.


"Tuan, Maafkan aku ... Bukan aku yang melakukan hal itu, itu Vlo Tuan" ucap Karyawan yang sudah merasa takut.


"Kau, dasar Pengkhianat kau ... !" pekik Vlo saat temannya itu mencari pembelaan


Plak ...


"Itu tamparan karena telah membuat adikku kepanasan, Pak ... ambilkan saya segelas kopi panas" perintah Marissa pada Security itu.


"jangan Nona, aku mohon, Maafkan saya ...saya berjanji ... saya berjanji akan minta maaf dan bersujud pada nya, tapi kumohon ... jangan rusak wajahku ... " mohon Vlo pada Marissa


"Dimana pikiranmu saat melakukan itu padanya ... !" teriak Marissa emosi. Joe hanya melihat tanpa ingin melerai


Security datang dengan membawa kopi yang Marissa minta. Tanpa berkata, Marissa langsung mengambil kopi itu dan menyiramkan nya Vlo.


"Aw ... panas ... panas ... "teriak Vlo mengibaskan tangannya dan wajah nya juga terkenal kopi itu.


"Begitu yang adikku rasakan tadi, Makanya jadi orang jangan jahat, jangan iri, untung aku masih punya hati, kalau tidak ! habis kau" ucap Marissa seraya melenggang pergi dengan begitu elegan.


"Sekarang giliran kau, mau memberi keadilan bagaimana untuk kekasihmu" ucap Marissa saat berada tepat di dekat Joe, setelah berkata seperti itu, Marissa berlalu pergi.


"Bawa dia kerumah sakit, Vlo ... dan kau, kalian di pecat" ucap Joe yang hanya bisa melakukan itu saat ini, mau nampar juga, wajah Vlo saat ini sudah kayak udang rebus.


Setelah mengucapkan kata itu, Joe berlalu dan Vlo segera di bawa kerumah sakit untuk di obati.


"Seseorang di berikan otak itu untuk berfikir ,Nona. Nona malah tidak menggunakan nya" ucap Security


Namun Vlo dan temannya tidak menjawab


"Kalian malah berani menyakiti wanita Tuan Joe, perlu kalian tahu ... wanita itu adalah hidup Tuan Joe, untung saat ini Tuan Joe masih berbaik hati pada kalian, hanya memecat kalian, setahuku ... siapapun yang menyentuhnya maka habislah dia" ucap lagi Security itu.


"Kenapa ? kenapa anak ingusan itu yang menjadi kekasihnya, Kenapa bukan aku" ucap lirih Vlo seraya mengibaskan tangannya ke wajahnya karena panas dan lebih kian terasa.

__ADS_1


Suasana perusahaan kini menjadi hening, tak ada seorang pun yang berani bergosip saat Joe menatap semua karyawan yang berpapasan dengannya. Terlihat sekali wajah Joe yang tak bersahabat, dan mereka mengerti, jika sudah begini ... Joe tidak ingin mendengar kesalahan kecil apapun, jika terjadi maka akan jadi bumerang bagi mereka.


Hati siapa yang tidak sakit, saat melihat orang yang kita cintai disakiti oleh orang lain, Amarah ingin sekali Joe luapkan, tapi dia wanita ... lantang Joe melakukan kekerasan untuk wanita.


Joe kembali keruangannya hanya untuk mengambil barang Dinda yang belum dia bawa. Ia menghela nafas saat ingat ucapan Dinda sebelum mengalami kejadian itu.


'Jika ada yang menggangguku?'


'Maka kakak yang akan menolongku'


"Maafkan aku ... Maaf" gumam Joe pada diri sendiri seraya menatap tas kecil Dinda.


*****


"Bikin kesal sekali, harusnya aku Jambak dulu , baru ku siram sama kopi panas" cerocos Marissa saat masuk kedalam ruangan Dinda


"Apa yang kakak lakukan ... ?" tanya Dinda


"Ya siram balik dia lah, biar dia tahu ... bagaimana rasanya disiram kopi panas, tapi sebelum itu, ku tampar saja tuh wajah, bikin emosi" ucap Marissa kesal


"Sudah aku duga kan Din ... ? Marissa akan membalas seperti yang mereka lakukan, jangan khawatir, dia tidak akan membunuh nya, Marissa juga gak berani, kalau Joe ... mungkin sih,tapi gak yakin juga ... karena setahuku Joe tidak akan melawan cewek" ucap Alan


"Kenapa begitu ... ? mereka jahat tentu harus di basmi juga, baik laki atau cewek, kalau jahat yang harus di hempaskan " ucap Marissa


"Jangan ... gak usah, toh kak Marissa dah balesnya, semoga kak Joe tak melakukan apapun lagi, dia suka sama Kak Joe, makanya dia begitu padaku" ucap Dinda


"Suka sama orang tua gak begitu juga caranya Dinda" ucap Marissa


"Tapi ... aku dulu juga gitu sih, hehehhe saat suka sama Kak Tian, segala cara aku lakuin " ucap Marissa menyadari sikapnya dulu yang sudah keterlaluan


Dinda dan tersenyum melihat raut wajah Marissa yang malu dengan perbuatan nya di masa lalunya.


"Kak Joe mana sekarang ?" tanya Dinda


"Aku disini " ucap Joe yang baru saja masuk kedalam ruangan Dinda.


"Masih sakit?" tanya Joe


"Susah tidak terlalu kak, gaya perih saja" jawab Dinda


"Maafkan aku" ucap Joe

__ADS_1


"Kenapa selalu minta maaf, ini bukan salah kakak" ucap Dinda


"Ah sudahlah, kalau kakak merasa bersalah, maka hukumannya adalah, kakak rawat aku sampai sembuh, tidak boleh mengeluh atau apapun itu, harus nurut sama aku " ucap Dinda


"Ya elah, enak banget hukuman nya, kalau begitu aku juga maulah di hukum" cebik Alan yang membuat Marissa melotot


"Maksud nya di hukum oleh kamu lah sayang, bukan sama Dinda, bisa di bogem aku sama si Joe" ucap Alan pada Marissa


"Awas saja kalau kau macam-macam di belakang ku, " ancam Marissa


"Mana berani aku sayang " ucap Alan


Akhirnya Dinda pun di bawa pulang oleh Joe ke apartemennya. Joe juga sudah membeli semua makanan untu persediaan dilemari pendingin nya.


"Istirahatlah dulu, aku mau bereskan ini dulu" ucap Joe pada Dinda


"Aku tunggu kakak saja disini" ucap Dinda seraya duduk di kursi yang bisa menghadap ke dapur


"Baiklah, kau ingin minum ? biar ku buatkan " ucap Joe


"Bisa tidak aku minta air putih saja" ucap Dinda


"Tunggu ya ... aku ambilkan" ucap Joe


Joe pun mengambil air putih, saat ingin memberikan pada Dinda, Dinda mengangkat kedua telapak tangannya yang merah.


Akhirnya Joe pun membantu Dinda untuk minum, dengan tawa yang terlihat di keduanya.


*****


"Mas, bagaimana ya ...reaksi Veni saat ini, pasti emosi sekali " ucap Leona pada Tian


"Hanya untuk saat ini, kau juga ... Kenapa harus membebaskan nya, biarkan saja dia mendekam di penjara " ucap Tian


"kau kejam sekali sayang" cebik Leona


"Kau lebih kejam sayang" balas Tian


"Eh, aku baik hati loh, suka menolong dan murah senyum" ucap Leona


"Baiklah, aku mau ke Nahan dan Nala dulu" ucap Leona seraya bangun dari ranjangnya

__ADS_1


"Bawa kesini mereka, aku juga mau tidur dengan mereka " ucap Tian


"Ah baiklah ... aku akan membawa mereka kemari" ucap Leona setelah itu langsung meninggalkan kamarnya.


__ADS_2