![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Manusia wajar memiliki rasa marah dan kecewa, karena hati seseorang itu berbeda.
Memaafkan kadang mudah, Namun ... melupakan hal yang telah terjadi, apalagi hal menyakitkan itulah yang sulit di lupakan.
Jadilah orang yang berlapang dada, memaafkan segala kesalahan orang lain,karena Tuhan saja maha mengampuni.
Tapi kita hanya manusia biasa, yang hatinya tak sebersih kapas dan tak sejernih air.
"Kak Leona ... kau menjengukku ... ? ah aku jadi sangat terharu" ucap Alan yang kini sedang bermain ponselnya.
"Bagaimana keadaan mu ? sudah mengabari Marissa, pasti dia sangat khawatir padamu " ucap Leona
"Boro-boro khawatir kak, dia malah banyak bertanya tentang Ayah kakak, katanya Ayah kakak pasti keren lah ... Ayah kakak lebih keren dari Kak Tian lah, ah pokoknya bikin hati ini tercabik-cabik " ucap Alan dengan sok lebay nya.
Bukan simpati, Leona malah tertawa mendengar pengaduan Alan, Leona langsung melihat ke arah suaminya.
Leona tertawa seraya memandang Alan dan Tian yang bergantian.
"Berarti pikiran Marissa sedang happy, makanya dia bisa berfikir jernih" ucap Leona menutup mulutnya karena tertawa.
Leona menghampiri Joe tang sedang berusaha membalut lukanya sendiri.
"Biar ku bantu" ucap Leona
"Terimakasih Nona, tapi saya bisa sendiri " ucap Joe
"Joe bisa melakukan nya sendiri, kalau tidak bisa ... masih banyak perawat yang bisa melakukan hal itu, Kau jangan berbuat yang macam-macam " ucap Tian dari arah belakang Leona.
Tentu Joe faham dengan kode cemburu Tuannya.
*****
"Rapat ini akan fi lanjutkan setelah Tuan kembali ke perusahaan, semua kesalahan harap segera di perbaiki " ucap Asisten Li
"Terimakasih Asisten Li untuk kesempatan itu bagi kami" ucap beberapa kepala devinisi yang melakukan kesalahan.
"Kesempatan tidak akan datang dua kali, jadi gunakan kesempatan yang aku berikan untuk mempelajari kesalahan kalian dan tidak mengulangi lagi di kemudian hari" ucap Asisten Li menatap semua orang yang menghadiri rapat secara bergantian.
Veni yang tidak ikut rapat, kini masih fokus dalam tugas nya.
Setelah rapat selesai, Asisten Li berjalan, namun langkah nya terhenti saat ia melihat Veni yang sangat serius.
"Nona Ana ... kau panggil kan Veni keruangan saya" ucap Asisten Li pada ketua Devinisi pemasaran dimana Veni kini berada
"Baik, Tuan" ucap Ana
__ADS_1
Asisten Li pun melanjutkan langkahnya hingga keruangan nya, Lalu ia menelfon seseorang untuk membawakan makan siangnya dengan dua porsi.
Kebetulan rapat selesai saat jam sudah hampir menunjukkan waktu istirahat.
Suara ketukan pintu terdengar dari dalam ruangan Asisten Li.
Pintu ruangan itu terbuka secara otomatis, seperti ruangannya Tian.
Veni pun masuk, meski mereka sudah lama berpacaran, dan Veni sudah sering keluar masuk kedalam ruangan Asisten Li, tapi rasa gugup masih sangat Veni
"Kemarilah " ucap Asisten Li yang melihat Veni masih mematung di dekat pintu
"Apa aku ada salah ... ?" tanya Veni seraya perlahan mendekati Asisten Li
"Kemarilah ... !" ucap lagi Asisten Li masih dengan tanpa expresi.
"Lihaonan ... ! aku merasa tidak punya salah apapun ... ! kau jangan menakut-nakuti aku ... !" Teriak Veni saat sudah sampai di samping Asisten Li, benar saja Asisten Li langsung menarik tubuh Veni dan membuat nya duduk dalam dekapannya.
"Apa yang kau fikirkan ... hah !" ucap Asisten Li seraya menatap wajah Veni
"Apakah Ana memberimu tugas yang banyak,
?kamu terlihat begitu serius tadi" ucap Asisten Li
"Benarkah ... ?" tanya Asisten Li tidak percaya
"Kau bicara sama Ibu tanpa memberi tahuku terlebih dahulu, jahat banget kamu" cebik Veni
"Kau sudah mengetahuinya ... ? baguslah, awalanya aku ingin memberimu kejutan, baiklah ... sekarang kita makan siang, aku pastikan kau belum makan apapun" tebak Asisten Li
Benar saja beberapa saat kemudian suara ketukan pintu terdengar dari luar ruangan, dengan segera Pintu itu terbuka, muncullah beberapa staf yang membawa makanan pesanan asisten Li.
Veni yang mendengar suara ketukan itu langsung terperanjat dari pangkuan asisten Li.
Dengan wajah yang terheran bagian staff itu hanya meletakkan makanan di meja.
Mereka pun keluar saat mendapatkan instruksi dari asisten Li.
"Sekarang, ayo makanlah" ucap asisten Li Seraya menarik tangan Veni menuju ke sofa.
Yangan Veni yang tertarik membuat mau tidak mau Veni mengikuti langkah asisten Li dan duduk berdampingan dengannya.
"Makanlah yang banyak, bukankah ini semua kesukaan mu ... ?" ucap Asisten Li
"Kau benar, hanya saja aku diet sekarang ... " ucap Veni seraya memajukan bibir bawahnya, membuat Asisten Li merasa gemas sendiri.
__ADS_1
"Ubtuk apa diet ...?" ucap Asisten Li seraya mengelus rambut Veni
"Agar di hari pernikahan kita, aku tidak terlihat gemuk" cebik Veni
Asisten Li tersenyum mendengar penuturan polos itu.
"Dengarkan aku, tidak perduli bagaimana bentuk tubuhmu nanti, aku akan tetap mencintaimu, yang penting bagiku, kamu sehat, jadi ... tidak usah pakai diet-diet segala" ucap Asisten Li
"Malah kamu lucu kalau gemuk" imbuh Asisten Li seraya mengambilkan Veni nasi kepiringnya.
"Sekarang habiskan ... !" ucap Assisten Li
"Ah, kau mau bikin baju-baju ku gak muat ... !" pekik Veni seraya menatap kesal pada Asisten Li
Asisten Li hanya tersenyum seraya menyuapi Veni, meskipun kesal, saat menerima perhatian seperti itu, tentu Veni akan luluh dan menghabiskan semua makanan yang Asisten Li suapkan.
"Ingat ... ! aku tidak suka kalau kau main diet-dietan , cukup makan, olahraga dan kurangi cemilan, badan mu tidak akan gendutan" ucap Asisten Li.
"Kau yang bilang ya ... ? nanti jika lita sudah menikah, lalu tubuhku kayak tong, kamu jangan mendua ... ! awas saja kau" ancam Veni pada Asisten Li
"Apakah kau fikir, aku tipe Lelaki seperti itu ... !" tanya Asisten Li
"Ya ... kalau dari wajah ... nggak sih, tapi ... namanya juga manusia, yang terkadang di kuasai oleh nafsunya" ucap Veni
"Semoga saja, hubungan kita tidak diuji dengan namanya orang ketiga, satukan hati kita, satukan lah jalan, semua pasti akan indah" ucap Asisten Li lalu mencium kening Veni.
*****
"Om sudah makan ... ?" tanya Tian saat baru sampai di rumahnya.
"sudah, baru saja ... bagaimana keadaan Darrel, Alan dan juga Joe ... ?" tanya Marcell
"Mereka baik-baik saja, semuanya akan pulang hari ini" ucap Tian
"Lalu istrimu bagaiamana ... ?" tanya Omnya
"Dia sempat emosional, Om ... hanya saja, seperti yang aku katakan, aku sangat mengenal karakter istriku" ucap Tian yang kini duduk di samping Om nya.
"Syukurlah, Om harap ... kaluarga mu tidak akan mengalami masalah apapun di kemudian hari" ucap sang Om
"Terimakasih Om, semua ini berkat Om jiga" Ucap Tian seraya berpelukan dengan Om nya.
"Tetaplah menjadi kebanggaan Papi, dan Om mu ini" ucap Om nya Tian
"Tian akan selalu berusaha yang terbaik, Om ... ? jawab Tian.
__ADS_1