![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Di tengah mabuknya Arsa, ia mendapat kabar bahwa Arita sudah siuman.
Ia tersenyum dalam kelinglungan nya.
"Candra... aku nanti malam saja ke sana, okay..."ucap Arsa pada si penelfon.
Candra pasti mengerti dengan suara itu, ia menghela nafasnya.
Ia merasa semua nya tidak akan berakhir dengan baik, apalagi dengan keadaan Arsa yang sekarang, apakah Arsa benar-benar akan bertanggung jawab pada putrinya.
Candra benar-benar sudah tidak tahu harus bagaimana,rasanya sudah tidak ada harapan untuk putrinya bahagia.
Ia menyesali segala sikapnya selama ini, sehingga membuat putrinya menjadi seperti ini.
Di saat Candra melamun kan nasib putrinya, seorang Dokter yang pernah memakai jasa Candra datang mendekati nya.
"Tuan Candra"ucap Dokter wanita
"Hai Dokter Mei, kau kerja di sini?"tanya Candra saat sudah melihat siapa yang sudah menyapa nya.
"Iya, sudah 6 bulan saya bekerja di tempat ini, Tuan Candra berita tentang anda dan masalah putri Anda saya sudah mendengar nya, Sabarlah...anda orang yang baik, pasti akan ada jalan buat Karir anda"ucap Sang dokter Wanita itu.
"Terima kasih Dokter, hanya saja entahlah ..aku bingung harus bercerita bagaimana,"ucap Candra.
"Cerita kan saja, siapa tahu saya bisa bantu, seperti anda dulu membantu saya"ucap Dokter itu.
"Anak saya memiliki penyakit kelainan dalam hubungan S*x, saya sudah ikut terapi untuknya selama ini, dia sering mengeluh sakit saat buang air kecil, sebelum kecelakaan itu terjadi, tapi... beberapa hari ini keluhan itu tidak ia ucapkan, mungkin karena masalah yang datang bertubi-tubi"ucap Candra menceritakan hal yang sama sekali tidak di ketahui oleh orang lain.
"Saya mengerti maksud mu Tuan, biar saya periksa anak anda nantinya"ucap Dokter Mei.
"Rahasia kan ini Dok"ucap Candra
"Dari ciri-ciri cerita anda, kemungkinan Putri anda mengidap penyakit 'GONORE' "ucap Dokter Mei.
Membuat tulang kaki Candra terasa lemas.
"Tapi...itu hanya kemungkinan tuan, setelah putri anda selesai di periksa, saya akan mencoba melihat nya nanti"ucap Dokter Mei.
"Baiklah Dokter terimakasih atas kemurahan hati anda"ucap Candra dengan wajah yang penuh sedih.
Dokter Mei sejenak menatap pada arah Candra, entah apa arti dari pandangan itu, namun.. Dokter Mei tersenyum seraya mengatakan.
"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Candra"ucap Dokter Mei yang di balas senyuman dan anggukan kepala oleh Candra.
__ADS_1
Tangan Candra mengepal keras, namun ia tidak tahu harus marah pada siapa, jelas-jelas Putri nya yang salah dan juga Arsa.
*****
"Selamat datang Tuan"ucap Dinda pada kedua pria yang baru saja datang pada mejanya.
"Tuan, ini adalah Tuan Arsa pemilik perusahaan PM group"ucap Dinda seraya tersenyum pada kedua pria yang sudah membuat janji dengannya.
Arsa pun berdiri menghormati kedua pria itu, dan bersalaman dengan mereka.
"Silahkan duduk Tuan"ucap Dinda.
"Baiklah, saya tidak akan berbasa-basi lagi Tuan Arsa, saya sangat tahu, anda saat ini dalam masa kesulitan, karena itu... Bos besar kami..ingin sedikit bermurah hati pada anda untuk membeli saham perusahaan anda, dengan syarat... anda keluar dari perusahaan" ucap pria berdasi yang terlihat garang itu.
"Baiklah Tuan, syarat saya terima"ucap Arsa yang tidak punya pilihan lain.
"Perusahaan anda akan tetap beroperasi hanya akan berubah nama dan kepemilikan nya"tetang orang itu.
"Baiklah Tuan"ucap pasrah Arsa.
"Segera tanda tangani semua berkas ini dan uangnya akan segera saya transfer"ucap orang itu lagi.
Betapa terkejutnya Arsa saat melihat siapa nama pemilik baru perusahaan nya.
RINA ATMAJAYA
Begitulah gumaman hati Arsa saat membaca berkas pengalihan nama.
"Tuan, kalau boleh tahu...?"
"Jangan tanyakan siapa wanita itu, karena itu dilarang oleh Bos besar kami"ucap orang itu.
Arsa pun segera menandatangani surat itu, dan benar saja setelah semua berkas tertanda tangani, suara notifikasi ponselnya sudah membuat Arsa tersenyum.
Pesan dari Mbanking nya membuat ia tersenyum puas dengan Nominal yang masuk.
Setelah acara itu selesai benar saja, Arsa mendatangi rumah sakit, di sana ia sudah melihat Candra dan juga ibunya Candra yaitu neneknya Arita.
"Kau akhirnya datang Arsa,"ucap Candra.
"Kenapa? apakah ada hal yang terjadi?"tanya Arsa.
"Tidak ada, hanya saja Arita dari tadi seperti mencari mu"ucap Candra.
__ADS_1
"Sebaiknya kalian cepat menikah, Arita sekarang tidak akan bisa menampakkan wajahnya sebelum kalian resmi menikah"Ucap tiba-tiba neneknya Arita yang mana membuat Arsa terdiam seribu bahasa.
"Candra aku masuk dulu"ucap Arsa setelah lama terdiam.
Candra hanya mengangguk kan kepalanya.
"Kenapa ibu katakan itu sekarang?"ucap Candra.
"mau menunggu kapan lagi Candra? anakmu sudah di DO sekarang ia positif mengidap penyakit Gonore lalu mau menunggu kapan lagi? mau menunggu setelah Arsa mendapatkan wanita lain begitu!!"ucap marah sang ibu Candra.
"Ingat Candra, semua ini karena ulah mu yang selalu menyalahkan Arita, sekarang kau tidak ingin melihat putri mu bahagia? kau harus mendesak Arsa agar segera menikahi Arita"ucap Ibunya Candra dengan nada . penekanan.
"Apalagi keuangan kita sudah seperti sekarang, kau harus manfaatkan keluarga Arsa agar bisa membayar uang biaya rumah sakit ini juga"ucap ibunya Candra
Candra hanya terdiam mendengar semua ocehan sang ibu.
*****
"Bagaimana keadaan mu?"tanya Arsa saat melihat mata Arita terbuka.
Namun Arita tidak bisa berkata hanya sorot mata yang menyedihkan yang ia tampak kan.
"Segeralah sembuh, dan kita bisa bersama seperti dulu lagi"ucap Arsa seraya menggenggam tangan Arita.
"Aku pulang dulu, keadaan ku sudah tidak sama seperti dulu, besok aku harus mencari pekerjaan, tepatnya aku akan ke perusahaan pamanku"ucap Arsa yang mana membuat mata Arita membulat, mungkin ia terkejut dengan apa yang ia dengar.
Terlihat senyum menyedihkan di bibir Arsa. sebelum lelaki itu menghilang dari balik pintu.
*****
Hoaaaaaammmm
Terlihat Leona yang baru menggeliatkan tubuhnya, rasanya tidur nya sangat lah nyenyak malam ini.
dengan mata yang sedikit tertutup ia meraih ponselnya dan melihat jam yang tertera.
Sudah pukul 6, sebaiknya aku buat sarapan pagi lalu bersiap-siap.
Namun... saat Leona ingin beranjak ke kamar mandi guna mencuci wajahnya, dering ponsel nya menghentikan langkahnya, ia pun langsung mengambil ponsel nya, panggilan yang masuk itu adalah panggilan vidio dari nomor yang tidak ia kenal.
Awalnya ia ragu untuk mengangkatnya, namun setelah panggilan kedua nya, Leona pun menarik tombol hijau ke atas.
Betapa terkejut fan bahagia nya saat melihat siapa yang menelfon nya sepagi ini.
__ADS_1
Tanpa terasa Air matanya menetes dengan bibir tersenyum.
Dan di situ, Leona juga melihat lelaki yang semalam telah berjalan kaki bersama nya.