Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 269


__ADS_3

Setelah mengirim kan pesan itu, Kinan menggendong Devan dan berdiri di dekat jendela, ia melihat ponselnya, dimana ia melihat YouTube tentang bagaimana cara seorang wanita bersikap di hadapan sang suami.


'Terimakasih atas cinta yang sudah kau berikan padaku di masa lalu, karena mu aku bis lalui hati kelamku, karena mu aku bisa menjadi wanita seperti sekarang, Kau bukan malaikat tapi kau pahlawan bagi setiap pencinta acaramu, kau berpenampilan bukan seperti seorang ustadz tapi hatimu sulit untuk di jangkau, ku harap kau bahagia sekarang, aku sudah tak pantas untukmu ' bathin Kinan berkata seraya menatap layar ponselnya, terlihat Dani yang tersenyum dengan begitu indahnya.


Air mata yang tak terasa jatuh di pipinya, Tentu Haris melihat itu.


"Apakah kau menangis karena ucapan Mama ... ?" ucap Haris yang kini ada di belakang tubuh Kinan dengan mendorong kursi rodanya sendiri


"Eh, Mas ... kenapa tidak memanggil ku kalau mau kemari ... ?" ucap Kinan seraya tersenyum pada Haris


"Kau bilang kita berteman sekarang, kenapa kau merahasiakan kesedihan mu dariku ... ?" ucap Haris


"Tidak ada mas, hanya saja aku mengingat masa setahun belakangan ini, semua berjalan tanpa kita rasa" ucap Kinan tersenyum seraya meletakkan Devan di ranjang nya.


"Bagaimana ... Apakah besok mas akan ikut ... ?" tanya Kinan kembali


"Aku ikut, sudah lama aku tak kesana, Kinan ... terimakasih, kau telah tulus merawat ku selama ini" ucap Haris


"Aku adalah istrimu, sudah kewajiban ku untuk merawat suamiku" jawab Kinan


"Kau telah memenuhi tugas mu sebagai seorang istri yang baik dan Sholehah, sedang kan aku belum bisa memenuhi tugasku sebagai seorang suami yang baik untukmu" ucap Haris tertunduk

__ADS_1


"Tapi Mas adalah sosok yang sangat baik untuk seorang anak" ucap Kinan seraya mendekati tubuh suaminya yang masih duduk di kursi roda, Kinan berjongkok di hadapan suaminya lalu memegang kedua tangan suaminya seraya berkata


"Mas, ingat apa yang aku katakan pada Tuan Galla, bagaimana pun keadaan rumah tangga kita kedepannya, aku akan selalu ada di sampingnya mas, kecuali Mas yang menginginkan aku pergi, maka aku akan pergi seperti angin yang akan hilang tanpa jejak, tapi selama mas masih menginginkan aku, aku akan bertahan tak perduli m


apa yang akan terjadi " ucap Kinan


"Apa kau tak memiliki pria di masa lalu ... ?" ucap Haris seraya memberi isyarat agar Kinan berdiri, Kinan berdiri dan menatap jendela kamar nya yang langsung mengarah pada langit yang hitam.


"Mencintai dan di Cintai, aku pernah merasakan itu juga,Mas. hanya saja ... apalah arti itu semua jika kita sudah bersuami, Awal nya aku minta untuk kembali ke kotaku, karena aku berharap orang yang penting bagiku masih bisa menerima ku, tapi ... saat aku berfikir ulang, anak dalam kandungan ku butuh Ayah kandungnya, aku juga tak boleh bersikap egois, aku sudah melupakan nya, Mas" ucap Kinan seraya menatap wajah Haris yang entah tak bisa Kinan artikan.


*****


Pagi ini mereka semua kembali berkumpul di rumah Galla, bedanya Alan dan Marissa tidak ada, hanya ada Tian dan Galla serta asisten Li.


"Kau sudaj mengambil keputusan besar dengan menikah kan mereka berdua,kau juga ikut andil dalam penderitaan yang akan wanita itu alami, tapi ... jika kulihat raut wajah wanita itu, ia bukanlah tipe wanita yang mudah menyerah, salut sama wanita itu " ucap Tian, Namun ... beda dengan Veni yang tak sengaja melihat layar yang memperlihatkan gambar Kinan, dadanya berdegup kencang, tentu Asisten Li yang berada di dekat Tian, terkejut melihat raut wajah istrinya yang memperlihatkan wajah keterkejutannya.


Veni tahu siapa Kinan bagi Kakaknya, Kinan tahu ... kenapa dulu kakaknya menjauhkan semua wanita dari sisinya,Karena Dani tidak ingin wanita yang ia sayangi terlibat dalam dunia media nya. Terutama Kinan dan Veni yang Dani sembunyikan.


Assisten Li izin pada Tian untuk pergi sebentar, Tian yang masih fokus dengan Galla seraya memperlihatkan beberapa gambar Haris dan Kinan, hanya mengangguk kan kepala nya.


*****

__ADS_1


"Ada apa ... ?" tanya Asisten Li saat ada di hadapan Veni


"Wanita itu ... wanita di layar itu, Kinan kan ... ? apa hubungan kalian dengannya ... ? dan apa tadi ... apa yang sudah Kinan lakukan sehingga bisa terlibat dengan Tuan Galla ...?" tanya Veni dengan sedikit emosi, betapa terkejutnya Asisten Li, Namun ... Asisten Li berusaha sebisa mungkin agar terlihat tenang


"Kinan ... ? kau mengenalnya ... ?" tanya Asisten Li


"Sangat ... katakan padaku sekarang, atau aku tanyakan sendiri pada Tuan Galla dan Tuan Tian " ancam Veni yang tersulut emosi, Emosi Veni tak terkontrol semenjak ia hamil, karena itulah Asisten Li harus lebih sabar menghadapi nya.


"Ikutlah denganku, aku akan menceritakan semuanya tentang wanita itu dan siapa pria yang ada di sampingnya tadi" ucap Asisten Li setaya menarik tangan Veni.


Veni pun mengikuti langkah kemana Asisten Li membawa nya.


"Duduklah, jangan emosi dulu" ucap Asisten Li seraya mendudukkan Veni di kursi taman depan rumah Galla.


"Lelaki itu afalah Haris, lelaki yang sudah ingin menodai Nona Angelina sebelum Nona Angelina menikah, ia di hukum oleh Tuan Galla, saat itu ia akan di hukum mati, tapi ... ia menyebutkan nama wanita yang sudah ia nodai dan sudah ia hamili, yang ternyata itu adalah wanita tadi, yang kau sebut namanya Kinan, Kinan di jual oleh Ibu tiri nya kepada Tian Haris, untuk satu malam, sehingga terjadi lah kejadian itu, dan saat Tuan Haris mengatakan itu, Kina sudah hamil sekitar 7 bulan dan ternyata juga dinjual kepada lelaki yang sudah memiliki 4 orang istri, akhirnya Tuan Alan menyelamatkan Kinan dari pernikahan itu, fan membawanya kehadapan Tuan Galla, Tuan Haris ingin bertanggung jawab jika Tuan Galla mengampuni nyawanya, dan terjadi lah pernikahan itu, demi anak yang ada dalam kandungan Kinan" ucap Asisten Li yang semakin membuat Veni tak percaya.


"Kejadian apa itu ... ? kenapa ada ibu seperti itu di dunia ini, kau tahu ... wanita itu adalah kekasih kakakku, Dani." ucap Veni sedikit meninggikan suaranya


"Ia menunggu kedatangan nya tapi apa ini ... ? Kinan ... kenapa malang sekali nasibnya ... ? fia gadis yang baik, bahkan sangat baik, kenapa nasibnya biruk begitu ... " ucap Veni yang kini telah menangis, Asisten Li memeluk Veni dan berusaha menenangkan nya.


"Jangan cemas, kini wanita itu hidup dengan sangat baik, Haris memperlakukan nya dengan baik" ucap Asisten Li seraya mengelus kepala Veni.

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan kakak ku ... ? dia masih menunggu nya " ucap Veni


"Dani bukanlah pria yang akan berdiam diri, Dani pria yang dewasa, jika ia tahu Kinan sudah bahagia, tentu ia juga akan bahagia, karena kebahagiaan orang yang kita cintai adalah bentuk rasa cinta kita, cinta tak harus memiliki" ucap Asisten Li


__ADS_2