![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Hallo teman-teman,maaf ya ... , anak ku lagi sakit panas, ini baru istirahat,makanya saya sempatkan up, meski sangat lelah.
Rasanya tangan ini sangat lah gatal kalau tidak menulis, maafkan jika masih banyak salah dalam penulisan.
*****
Galla dan Angelina menuruni mobil, dengan kaca mata yang bertender, membuat mereka terlihat begitu sempurna dalam berpenampilan.
"Bagaimana? apakah Tuan Galla puas dengan para pekerja perusahaan saya ...?" tanya Angelina.
"Sangat puas, apalagi dengan sikap meneger nya, aku sangat puas"ucap Galla seraya menatap Angelina dari arah samping.
"Anda sangat tidak pantas untuk membuat gombalan Tuan, hanya Tuan Alan yang bisa" ucap Angelina menahan tawa.
"Iss ... bisakah kau menghargai usahaku ... ?" ucap Galla seraya melepaskan kaca matanya.
Kini Galla dan Angelina fokus melakukan tugasnya untuk meninjau proyek yang sudah berlangsung.
Saat Angelina fokus melihat pembangunan, tiba-tiba ia terpeleset sehingga mengakibatkan ia terjatuh, namun ... saat ia mengira tubuhnya akan terjatuh, ternyata ada tangan yang menahannya.
Ya ... saat Angelina membuka matanya, ia melihat wajah Galla yang berada tepat di atas wajahnya, tangannya merangkul pinggang Angelina, dan kakinya menahan tubuh Angelina.
Lama pandanaran mereka saling terkunci, membuat detak jantung Galla berolahraga, seakan tidak ada suara lagi yang terdengar selain detak jantungnya sendiri.
Bukan hanya Galla yang merasa gugup, Angelina juga merasa seakan kesetrum, ia menjadi kaku seketika.
Ingin bangun tapi tak bisa, membuat ia semakin terus menatap lelaki uang hanya ia anggap teman.
Menyadari banyak mata yang melihat, Galla dan Angelina segera keluar dari suasana canggung.
"Tuan ... Nona ... kalina tidak apa-apa kan ...? maaf ... maafkan kelalaian kami ... Tuan ... Nona" ucap seorang mandor.
"Tidak apa-apa pak, saya yang salah, silahkan lanjutkan pekerjaan anda" ucap Angelina.
Mandor itu pun menunduk kan kepalanya berulang kali seraya berkata.
"Terimakasih Nona ... Terimakasih Tuan, kalian sangat berbesar hati" ucap kepala mandor itu lalu melangkah kan kakinya meninggalkan Angelina dan Galla.
Setelah kepergian kepala mandor itu, kecanggungan terjadi, bahkan Galla dan Angelina terlihat sama-sama salah tingkah.
"Terimakasih ... "ucap Angelina akhirnya.
__ADS_1
"Tidak masalah, lain kali hati-hati" ucap Galla.
Angelina tidak menjawab ia masih terlihat kaku.
*****
'*Lihaonan ... Lihaonan.... Lihaonan ...
Nama yang bagus, tapi kenapa hanya di panggil Li saja, tapi ... namanya ribet juga kan, gak seperti nama Asisten sebelah,'ucap Veni dalam hati*
Veni terus melamun sambil terus melangkah kan kakinya.
Namun langkah kaki itu terhenti saat ada benda keras yang menghalangi tubuh nya.
"Aww ... " pekik Veni seraya mengusap dahi dan hidung nya secara bergantian.
"Apakah Nona terlalu menyukai saya,sehingga Nona ingin berlama-lama menempel di tubuh saya"ucap kaku Asisten Li.
Dan itu berhasil membuat Veni terkejut serta jengkel.
"Yang ingin menempel di tubuhmu siapa ... ? kau saja yang tidak punya kerjaan, ngapain coba berdiri di jalan" ucap Veni kesal.
Benar saja ... kini Veni berada di ruang istirahat yang hanya khusus Asisten Li dan Tian, namun ... sekarang Tian sedang berkeliling bersama Leona.
"Eh ... aku kok ada di sini ... ?" tanya Veni linglung.
"Jangan pakai tak tik yang kuno Nona Veni ... " ucap Asisten Li dengan nada mengejek.
"Siapa yang main tak tik ... ah ... kenapa aku jadi kesini sih ... bukan kah tadi aku lagi ngikutin si wartawan itu ya ... ?" ucap Veni seraya membalikkan tubuhnya, ingin keluar dari ruangan itu, Namun dengan sigap, Asisten Li menarik tangan Veni sehingga membuat langkah kaki Veni terhenti.
"Apa yang kau katakan tadi ... ? mengejar wartawan ... ? untuk apa ... ? pria atau wanita ... ?" cecar Asisten Li, yang mana tanpa sengaja ia mengeratkan pegangannya di lengan Veni, membuat Veni meringis kesakitan. .
"Kau apa-apaan ... sakit tau ... " ucap Veni seraya memegang lengan yang sudah di remas oleh Asisten Li.
Asisten Li langsung menarik tangan Veni dan melihat lengan yang di keluhkan Veni.
"Maaf ... maaf, aku tidak sengaja, apakah masih sakit ... ?"ucap Asisten Li Seraya memijit lengan Veni.
"Tahu ... " ucap Veni seraya langsung meninggalkan Asisten Li yang mana kini wajahnya seperti orang menyesal karena berbuat kesalahan besar.
*****
__ADS_1
"Kau tahu sayang ... awal aku terjun dalam dunia bisnis, aku tidak tahu sama sekali, aku juga tidak tertarik, tapi ... lama kelamaan bisnis menjadi ambisi bagiku, Li ... dia lah orang yang ada di balik kesuksesan ku, dia dengan setia dan laten berada di belakangku, dia akan melindungi ku di depan dan belakang, dia yang turun tangan jika menyangkut diriku, Dia orang yang baik sayang" ucap Tian seraya menggenggam tangan Leona.
"Dia tidak pernah memikirkan kebahagiaan nya, yang ada dalam hidupnya adalah aku dan aku, aku ingin melihat dia memikirkan kehidupan nya sendiri"ucap Tian.
Leona menghentikan langkahnya, dan berdiri di depan Tian, mencium sekilas bibir Tian seraya berkata.
"Sekarang sudah ada aku di sisimu, aku akan setia di dekat mu, kau katakanlah pada Liohan, agar dia bisa memikirkan kehidupan mya mulai sekarang" ucap Leona.
"Terimakasih ... kau benar ... sudah ada kamu ... aku sudah bahagia, tentu dia harus bahagia juga" ucap Tian seraya membalas ciuman Leona di bibirnya.
Ciuman itupun semakin lama, semakin menuntut.
Leona menyadari bahwa kini mereka berada di luar ruangan, liona pun menghentikan cumbuan Tian dengan cara mendorong sedikit tubuh Tian.
"kita sedang ada di luar, masak iya kita berbuat seperti ini disini?" bisik Leona di telinga Tian.
Menyadari itu Tian memeluk Leona.
"Kenapa ... ? kau istriku, aku bebas mencium mu dimana saja kan ... ?" ucap Tian yang masih terus memeluk Leona.
"Ya ... terserah kau saja wahai Tuan Tian yang tidak ingin di bantah" ucap Leona seraya mengerat kan pelukan Tian.
Tian tersenyum mendengar perkataan terakhir Leona. Namun ... tanpa terasa mereka bertemu seseorang yang sama sekali tidak ingin Leona lihat.
Leona melepaskan pelukan nya saat ke empat mata itu terus menatapnya, Tian menyadari ketegangan Leona.
Tian langsung menoleh kearah pandangan Leona.
Melihat siapa yang ditatap Istri nya, Tian langsung merangkul pinggang Leona.
"Hai ... apakah kau melihat bibik ... ?" tanya orang itu yang tak lain lagi adalah Arsa dan Dinda.
"Istriku bukan tempat untuk bisa Tuan Arsa mengajukan pertanyaan"ucap Tian seraya menatap Arsa.
Arsa yang mendapat tatapan itu langsung kikuk.
"Bibik ada di ruang nomor 41, seperti nya dia kelelahan" ucap Leona.
"Bu Leona ... makasih ya .... dan juga ... semoga segera di beri momongan" ucap Dinda tanpa memikirkan. perasaan Arsa.
Maaf ya ... insyaallah besok up 3 bab, anak mulai mendingan panasnya kak, cuma tangan pegel karena nulis sambil gendong.
__ADS_1