Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 165


__ADS_3

...Jangan kan sekedar hujan air ......


...hujan saljupun ku tak perduli...


...asalkan aku bersama dengan mu ......


...Engkau gadis pujaan ku...


...Walau dingin badan tersiram hujan ......


...Dingin saljupun ku tak perduli...


...Asalkan aku bersama denganmu ......


...Pelukan mu menghangatkan tubuhku...


Tatapan mata Asisten Li begitu lekat pada netra Veni. Asisten Li pun mendudukkan Veni dalam pangkuannya.


"Kenapa ... ? apa kau tidak nyaman beristirahat di dalam ... ?" tanya Asisten Li


"Aku ingin kamu peluk, tapi kau ada tamu ... " Veni melingkar kan tangan nya di leher Asisten Li


"Kenapa kau sekarang menjadi agresif begini ... "ucap Asisten Li seraya memalingkan wajahnya yang sudah memerah menahan gejolak yang berkobar.


"Kau tahu ... tingkahmu saat ini membuat ku tersiksa" ucap lagi Asisten Li


Tentu Veni mengerti dengan apa yang di ucapkan Asisten Li


"Kau mencintaiku bukan ... ? kalau begitu cepat kita nikah, kita akan mengejar Leona yang sudah mau memiliki anak" ucap Veni asal.


Asisten Li menatap Veni dengan lekat.


"Tapi, jika kita sudah menikah, aku tidak ingin segera punya anak, aku ingin lebih lama menghabiskan waktu bersama kamu, jika kita sudah punya anak, waktu mu akan terbagi, aku tidak mau itu" ucap Asisten Li dengan gaya kekanak-kanakan.


"Sesudah kita membawa ibu berobat, kita akan membicarakan itu pada Ibu" ucap Asisten Li yang kini telah meletakkan rambut Veni kebelakang telinga nya.


"Baiklah, janji ... ?" Veni mengangkat jari kelingking nya agar Asisten Li berjanji.


Asisten Li tersenyum, masih sama ia kekanak-kanakan dan akan selalu seperti itu. karena itu yang membuat Asisten Li tertarik pada wanita yang kini duduk di pangkuan nya.


menyadari ada seseorang yang memegang handle pintu, Veni langsung berdiri dari pangkuan asisten Li, benar saja yang masuk adalah joe, Gala beserta Angelina.


Joe dan Gala tidak terkejut dengan keberadaan Veni disamping asisten Li, beda dengan Angeline, ia sampai menutup mulutnya karena melihat Veni yang berada tepat di samping Asisten Li.


"Duduklah Tuan Gala Nona Angeline "ucap asisten Li dengan sedikit tersenyum.

__ADS_1


"Kau terlihat lebih tampan di saat jatuh cinta Li"goda Galla


Tentu wajah Veni kini merah merona, pandangan Angelina selalu terarah ke Veni.


"Nona Angelina jika penasaran dengan sesuatu, maka langsung katakan saja, jangan membuat orang yang menjadi target rasa penasaranmu menjadi semakin gugup" ucap asisten Li Seraya memegang tangan Veni.


"Ah ... kau sweet banget Li ... ternyata benar ... kau masih manusia biasa yang memiliki hati, dan sekarang lenyap sudah pikiran ku yang selalu mengatakan kalau kau tidak normal dalam menjadi lelaki hehehehhe" Angelina benar-benar mengatakan apa yang ada dalam fikirannya.


"Hahahha hahahhah" Galla dan Joe sama-sama tertawa dengan ucapan Angelina.


Sedangkan Veni hanya bisa tersenyum sambil menahan suaranya.


"Ya, puas-puas lah kalian tertawa" ucap Asisten Li dengan wajah menahan malu, ia memberikan berkas pada Galla.


Seketika Galla terdiam dari tawanya.


Begitu pun dengan Joe, mereka sangat tahu kalau Asisten Li orangnya pendendam.


"Kalian datanglah ke lokasi, aku dan Tuan akan menyusul nya nanti" ucap Asisten Li


"Nah ... nah ... kan, Ayolah Li ... kami hanya bercanda, kau pendendam sekali" ucap Galla.


Galla yakin Tian akan mengiyakan setiap perkataan Li, jadi setiap apa yang Li perintah kan itu termasuk perintah dari Tian.


"Oaakh Nona Angelina akan ikut ... ? atau mau disini bersama Nona Veni dan Nona Leona, barus setelah itu kita menyusul mereka" Asisten Li menatap Angelina, Angelina yang merasa juga mendapat ancaman langsung berdiri di belakang tubuh Galla.


"Hai Ven ... sini ... " panggil Angelina pada Veni dari belakang tubuh Galla.


Veni menatap ke arah Asisten Li, tentu Asisten Li mengangguk.


Veni langsung berlari kecil seperti anak yang bebas dari pegangan sang ayah.


"Cih, manis hanya di depan wanita ... " ucap Lirih Joe.


Sedangkan Veni sudah berdiri di samping Angelina, Angelina menarik tangan Veni untuk keluar dari ruangan yang menurut nya banyak ancaman.


"Kalian duduklah, setelah itu berangkat " ucap Asisten Li


"Ayolah Li ... aku masih lelah, dan juga Tian masih sibuk dengan istrinya kan ... ?" Galla berucap seraya mendaratkan tubuhnya di Sofa.


Galla melepaskan jas nya dan menatik sedikit lengan bajunya.


Ketiga pria itupun menikmati hidangan yang ada, sedang kan Veni yang memang sudah tahu jalan perusahaan, membawa Angelina ke kantin.


"Kau beneran jadian sama si kaku, ah Veni ... kau memenangkan hadiah dari Leona" Ucap kagum Angelina.

__ADS_1


"Awalnya aku ingin meraih hadiah itu, heheheh hanya saja semakin dekat dengannya, dia tidak sekaku yang kalian katakan, dia juga punya kehangatan yang pernah aku harapkan dari Pria lain" Veni berkata dengan serius, tentu Angelina makin serius mendengarkan.


"Kenapa kau malah serius begitu ?" tanya Veni


"Sepertinya kisahmu sangat menarik Ven, bisa dong ... di ceritakan " ucap Angelina


"Cih, rahasia dong" ucap Veni.


"Mbak minuman 2 ya" ucap Veni saat sudah ada di depan tender kantin.


"Oke, kau makin cantik Ven ... " ucap penjaga Tender itu.


"Hatus dong hahhaha" tawa Veni menggelegar,.


Itulah Veni dengan segala keceriaan di atas kesedihan yang ia alami.


Banyak mata yang tertuju pada arah jalan, dimana istri sang Presdir berjalan sendiri, masih terlihat cantik dan anggun.


Benar saja, kehamilan Leona saat ini makah terlihat lebih cantik dan berwibawa, seolah-olah ada Aura lain yang mengikuti nya.


"Ada yang lihat Nona Veni ... ?" tanya Leona pada karyawan yang berlalu.


"Tadi saya lihat, Nona Veni menuju kearah kantin Nona" jawab karyawan itu dengan sopan dan tertunduk.


"Oke ... terimakasih ..." ucap Leona seraya berlalu.


Namun Aura dingin nya masih terasa oleh karyawan itu.


Akhirnya Leona pun berjalan menuju ke Kantin, Angelina yang tidak sengaja melihat Leona langsung melambaikan tangannya.


"Hai ... kemari" Angelina bersuara lantang, ahingga Leona menoleh kearahnya.


Dengan senyum bahagia Leona menuju ke meja Angelina, melihat kedatangan Leona, Veni menambah 1 minuman lagi.


"Veni mana ... ?" tanya Leona


"Tuh ... " ucap Angelina seraya menatap kearah Veni yang di ikuti oleh Leona.


"Wah, Nona besar sudah keluar dari belenggu sang Boss" goda Veni.


,"Ah, kalian sudah resmi ... udah bisa enak-enakan nah aku ... Galla gak mau nyentuh kalau belum resmi jadi istri" ucap Angelina


"Bagus dong, berarti dia menjaga kehormatan mu" ucap Leona


"Ya, itu yang selalu suamimu katakan pada Galla, huft padahal di sana hubungan suami istri itu bebas " ucap Angelina

__ADS_1


"Karena mereka melakukan tanpa adanya cinta, setelah melakukan udah ... seperti tidak apa-apa " ucap Leona


"Kenapa kalian malah membahas hak begituan ... kalian tahu ... aku juga mau nikah tau ... !" ucap Veni malu-malu.


__ADS_2