![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Dinda terkejut dengan apa yang Joe lakukan, Kenapa ia datang di jam segini,?
"Ada apa? pekerjaan mu sudah selesai ?"tanya Dinda
"Kau jauh lebih penting dari pekerjaan apapun, besok kau sudah bisa kuliah seperti biasa, mereka tidak akan menyentuh mu, mereka masih muda ternyata" ucap Joe yang kini membawa Dinda duduk kembali, setelah Dinda sempat berdiri karena terkejut.
"Masih muda?" tanya Dinda
"Iya, Masih seumuran dengan mu, sama seperti Zhan saat itu, dendam yang tak tahu benar tidaknya yang mereka bela" ucap Joe
"Owalah ... ada wanitanya kan? cantik nggak ?" tanya Dinda
"Cantik, kau masih ingat, aku pernah mengatakan kalau di tempat Tuan Darrel ada seorang wanita yang sudah menyiapkan kamar untuk ku dan Alan" ucap Joe
"Ya ... aku masih ingat, emangnya kenapa? jangan bilang kalau wanita itu adalah dia?" tebak Dinda
"Betul sekali, dia pengkhianat saat itu, yang membocorkan keberadaan Tuan Darrel pada kekasihnya, dan kekasihnya seperti yang kau tahu, mati di tempat " ucap Joe
"Dan kau pembunuhnya " ucap Dinda
"Itu tugasku, lagian aku termasuk membantu tugas polisi loh karena telah membasmi semua ******* yang tersisa, dan yang datang sekarang itu adalah ******* labil, mereka sudah ku paksa untuk menuntaskan balas dendam mereka, hanya saja mereka mundur bahkan sampai terjatuh, padahal aku belum melakukan apapun, Apakah wajahku semenyeramkan itu?" tanya Joe pada Dinda, Dinda memegang wajah Joe dan melihat kesisi kanan dan kirinya, seraya menggelengkan kepalanya.
"Tidak, wajahmu tudak menyeramkan, hanya saja ... sudah perjaka yang lewat usia" ucap Dinda sok serius namun beberapa saat kemudian Dinda tertawa,Sehingga membuat Joe gemas dan menggelitik nya hingga Dinda minta ampun agar Joe berhenti menggelitik nya.
"Ampun kak, Ampun ....Kakak tetap tampan, ampun ... geli kak" hhahahah ucap Dinda saat Joe menggelitiknya.
"Kau bilang apa tadi, Perjaka lewat usia ... ? coba katakan sekali lagi" ucap Joe yang masih membuat Dinda terus meronta karena merasa geli
"Oke deh, Maaf kak ... ampun ... kakak yang tampan dan perjaka ting - ting"ucap Dinda sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Joe.
"Berapapun usia kakak, bagaimanapun rupanya Kakak, aku akan tetap mencintai kakak" ucap Dinda Seraya menatap mata Jo dengan serius.
Begitupun dengan Joe, ia membalas tatapan Dinda dengan begitu lembut, ada kenyamanan di setiap tatapannya, ada kehangatan di setiap perkataannya, ya ... meskipun Dinda berusia jauh di bawahnya tapi Dinda bisa mengimbangi pikirannya, Dinda selalu mengerti akan dirinya meski terkadang ada kesalahpahaman di antara mereka, namun ... salah satu dari mereka selalu mengalah demi mempertahankan hubungan mereka.
*****
__ADS_1
"Kau tidak bercanda kan Leona? kau membawa wanita itu kemari? Apa kau masih waras?" ucap Veni yang emosi mendengar kalau Leona membawa Putri ke kotanya.
"Hei Nyonya Li, dengarkan dulu penjelasanku,aku juga bukan wanita bodoh yang membawa seorang wanita yang telah memfitnah suamiku dengan percuma, aku ingin memancing kedua saudaranya agar mereka keluar dari persembunyiannya, lagian jika kita lihat Putri juga tidak terlalu salah sih, dia hanya menuruti keinginan orang tuanya, siapa yang tidak sayang kepada ayah, dia melakukan itu demi ayahnya" ucap Leona dengan akhir kalimat yang sedih
"Tapi Putri pernah mengatakan agar saudaranya dan juga ayahnya tidak melanjutkan rencananya, hanya saja itu terjadi begitu saja dan kedua sadarnya terlanjur melaporkan kejadian itu kepada polisi" imbuh Leona
"Ya tetap saja mereka salah, Putri juga salah kalau sudah tahu kalau rencananya itu akan membahayakan mereka, Mengapa masih dilakukan, goblok emang" emosi Veni
"Udah jangan emosi, kau sekarang lagi hamil,tenangkan pikiran dan juga perasaanmu, itu juga mempengaruhi pada janinmu, entar anaknya jadi tukang marah loh "goda Leona pada Veni
"sekarang di mana wanita itu?" tanya Feni tidak menggubris godaan Leona
"tuh lagi makan bersama tuan Li" ucap Leona santai
"Kau masih waras kan Leona? Kenapa membiarkan suamiku bersama dengan wanita gila itu, bagaiamana jika nanti dia menggoda suamiku? kan kamu tahu sendiri suamiku dan suamimu itu sebelas duabelas lah ketampanannya" ucap Veni, dan ucapkan itu berhasil membuat Leona tertawa terpingkal-pingkal, Tian yang melihat istrinya itu tertawa merasa heran
"ada apa ?" tanya Tian pada Leona
"ini Nona Li sedang mengamuk Sekarang" jawab Leona dengan tawanya
"kami akan segera sampai,Kau buatlah hidangan yang banyak untuk kami, sambutlah kedatangan kami dengan wajah senyummu jangan emosi lagi seperti itu" ucap Leona
"loh katanya kalian sekarang lagi makan? Kenapa masih minta aku hidangkan makanan" tanya Veni
"Tidak, kami tidak makan siang mobil kami mengalami masalah, Jadi kami istirahat sebentar di dekat bengkel "ucap Leona
"Oh begitu ... ingat jangan biarkan suamiku dekat dengan wanita itu, kau paham kan ... aku cemburu, sangat cemburu ini" rajuk Veni
"Veni ... Veni kau tidak ingat perkataan asisten Li saat itu bahwa dia tidak akan tertarik pada wanita manapun meskipun dia telanj*ng, ingatkan. Apakah masih ragu dengannya? aku tidak ragu sama sekali pada suamiku, percaya sepenuhnya" ucap Leona
"Iya juga sih, baiklah ... hati-hati, dan cepat kembalikan suamiku" ucap Veni yang pasti dengan bibir manyun nya
"Hahahah baiklah, kami akan segera mengembalikan suamimu" ucap Leona sebelum mematikan ponselnya
"Kau senang sekali menggoda Veni sayang" ucap Tian
__ADS_1
"Bagaimana ya ... sejak kehamilannya Veni menjadi tipe wanita pencemburu pada asisten Li,dan aku suka sekali membuatnya kesal" ucap Leona dengan terkekeh.
"jahat sekali kau menjadi sahabat"ucap Tian Seraya menahan tawanya.
"Biarin, sekali-kali lah menggoda Veni agar menjadi hiburan buatnya nanti" ucap Leona Seraya menatap asisten Li yang melangkah menuju ke arahnya.
"Tuan mobil sudah selesai diperbaiki" ucap asisten Li
"Dimana wanita itu?" tanya Tian
"Dia sudah menunggu di dekat mobil Tuan" ucap asisten Li
"Baiklah,Ayo Sayang" ajak Tian pada Leona Seraya mengulurkan tangannya.
Leona meraih tangan Tian dan bergandengan tangan menuju ke mobilnya.
Bukankah mereka pasangan sangat romantis?
*****
Kehidupan Gala dan Angeline kini seakan sudah merasa lengkap, Marisa dan Alan sering berkunjung dan bermain dengan anak nya Angeline.
"Kapan kalian akan menyusul ?"tanya Angeline pada Marissa dan Alan
"kami sudah setiap hari kok membuatnya,hanya saja belum jadi, Iya kan Sayang" jawab Alan sekenaknya
"Udah konsultasi ke dokter?" tanya Galla
"Udah kok kak, dan kami sama-sama sehat" jawab Marisa
"Mungkin kami masih disuruh untuk berbulan madu lagi kali ya" ucap Alan dengan leluconnya.
"Eh Alan, kau seminggu lebih tidak keluar dari kamar ,Apakah masih kurang waktu itu dan sekarang kamu masih ingin berbulan madu?" tanya Angeline yang tidak percaya bahwa Alan dan Marissa bisa tidak keluar dari kamar selama seminggu lebih Apakah tidak membosankan Hanya melakukan itu itu saja.
"bilang saja kalau kakak iri, iya kan ... ?" ucap Alan yang masih sama, tidak tahu malu dan suka bercanda.
__ADS_1