Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 119


__ADS_3

Hai semuanya ... salam love ... love dari Author.


Akhirnya Tian sudah tiba di tempat Seminar, ia berjalan mengitari mobilnya dan merangkul pinggang istrinya, banyak mata yang menatap pasangan yang bagaikan Ratu dan Raja.


Kini semua orang sudah melihat langsung wajah dari seorang Tian Alvaro.


Banyak yang mengatakan kalau mereka adalah pasangan paling serasi yang pernah mereka temui, ada juga yang mengatakan Tian sangat lah sempurna, sehingga menjadi kan pendamping nya sempurna pula.


Leona menghentikan langkahnya saat ia bertatapan dengan bibik nya Arsa.


Tian yang melihat Leona menatap seseorang, juga mengalihkan pandangannya.


"Bolehkah ... ?" tanya Leona.


"Baiklah ... jaga diri, setelah ini datanglah padaku" ucap Tian melepaskan tangannya yang berada di pinggang istri nya.


Leona tersenyum memandang Tian, begitupun dengan Tian.


Tian pun melangkahkan kakinya meninggalkan Leona, sedangkan Leona melangkah kan kakinya menghampiri Bibik nya.


"Ven ... ikut aku ... kau biarkan Asisten Li bersama Tian" goda Leona pada Veni.


"Leona ... emang nya siapa yang mau mengikuti si kaku itu"cebik Veni seraya mengikuti langkah Leona yang menghampiri Bibik nya Arsa.


"Selamat siang bik" sapa Leona.


"Bibik mengira, kau tidak akan lagi mau mengenal bibik setelah kau menjadi seorang Nyonya Tian Alvaro" ucap Bibik nya Arsa.


"Mana mungkin aku bersikap seperti itu pada bibik, bibik sudah ku anggap sebagai ibuku"ucap Leona.


"Bik, kenalkan ini Veni, temanku"ucap Leona


"Hai sayang ... aku bibiknya Leona, tepatnya Bibik nya Arsa" ucap Bibiknya Arsa.


"Hai tante ... aku Veni"ucap sopan Veni.


mereka pun berbincang, hingga lupa kalau Leona harus segera menghampiri Tian.


"Kau memang anak yang baik Na ... Arsa sangat lah bodoh telah melakukan kesalahan itu"ucap Bibik nya Arsa.


"Itu sudah berlalu bik, Leona sudah melupakan hal itu, Nana harap ... Arsa juga bahagia dengan jalan hidup yang sudah ia ambil, mmmm ... bagaimana kabarnya papa bik" Tanya Leona.


"Papa mertuamu jauh lebih baik, dengan obat yang kau kirimkan, dia sudah jauh lebih sehat, terimakasih Leona" ucap Bibik nya Arsa seraya membelai pipi Leona.


Obrolan mereka pun berlanjut, beberapa pembicaraan mengenai bisnis membuat Bibik nya Arsa juga mengagumi sosok ibunya Leona.

__ADS_1


Berita tentang bangkit nya perusahaan Parfum itu, sudah banyak di dengar oleh kalangan pembisnis, termasuk Bibik Arsa.


"Selamat untuk ibumu, dan juga salam dari bibik" ucap Bibik nya Arsa.


"Akan Leona sampaikan bik"


Saat mereka masih asyik berbincang, ternyata Tian sudah di panggil ke atas podium.


"Ini pertama kalinya aku mendatangi acara seperti ini, saya kurang faham akan hal itu, aku hanya tahu berbisnis dan menyerang lawan, aku tidak begitu faham untuk hal lainnya" ucap Tian yang di anggap bercanda oleh semua yang hadir.


"Tuan ... apakah anda benar-benar sudah menikah ... ?" tanya tiba-tiba seseorang yang duduk di barisan depan.


Terlihat Tian tersenyum.


"Ya ... karena dia aku hadir di tempat ini, Namanya Leona ... wanita tercantik yang pernah aku temui, aku mencintaimu istriku" ucap Tian dari atas panggung.


Leona yang mendengar kalimat itu, terasa menegang, bagaimana bisa Tian mengatakan hal itu di hadapan banyak orang.


Wajahnya memerah karena banyak mata yang menatap ke arahnya.


"Suami yang romantis ya ... " ucap seorang wanita.


"Baiklah ... aku akan memulai acaranya" ucap Tian yang mana lampu sudah di matikan dan layar LED untuk acara sudah di hidup kan.


Leona kini duduk di depan, tempat dimana yang sudah di siapkan untuk seorang Nyonya besar.


Leona mengamati suaminya yang kini telah memberi materi tentang keluhan banyak pembisnis, Tian memberi cara bagaimana cara mengalahkan pesaing.


Leona kagum dengan cara yang Tian berikan.


Pantas saja perusahaan nya maju dalam genggamannya.


Suara tepukan tangan menggema di ruangan itu.Tian tersenyum saat mendapati istrinya memberi tepukan tangan untuk nya.


"Kunci Tuan untuk sukses apa? kalau boleh tahu"ucap pembawa acara.


"Di balik kesuksesan mu, ada orang hebat fi belakang ku, yaitu asisten ku Lihaonan, dia yang banyak berperan atas apa yang aku capai, seharusnya dia lah orang yang pantas di beri penghargaan, Tanpa nya aku tidak akan menjadi seperti sekarang" ucap Tian menatap Asisten Li yang terharu dengan ucapan Tuannya.


"Ternyata namanya Lihaonan ... lucu juga namanya ya ..." ucap Leona


"penasaran banget sih kamu"ucap Veni pada Leona namun ... akhirnya Veni menyadari kalau ia tidak boleh meninggikan suaranya di saat acara masih berlangsung.


*****


Arsa sangat menyesal karena menolak ikut ke seminar, ternyata di sana tantenya yang bicara dengan Leona menambah rasa penyesalan nya.

__ADS_1


"Kenapa ... nyesel ya ... karena gak ikut ... ? goda Dinda


"Ckkk ... kasihan sekali kau ini , ya sudahlah ayo ... katanya mau makan bareng" tanya Dinda pada Arsa.


"Eh iy ... iya...ayo" ucap gugup Arsa seraya mengikuti langkah Dinda"


Akhirnya mereka pun sampai di kantin perusahaannya.


Dinda kini sudah kembali ke metode bar-bar dan mulut pedas nya.


"Cantik banget bu Leona sekarang ya ... ah ... lupa ada yang lagi panas hati, mau ku bantu siram dengan jus ini .... " ucap Dinda seraya mendekati tubuh Arsa.


"Apa yang kau katakan, Leona memang sangat cantik"ucap gugup Arsa.


"Tapi tidak secantik sekarang, itu sudah jelas kalau Tian begitu mencintai istrinya" ucap Dinda.


Tidak bisa Arsa pungkiri, Leona sekarang memang jauh lebih cantik dari pada saat bersama dengannya, Arsa mengingat, Leona selalu melakukan pekerjaan rumah sendiri, tentu hanya bisa perawatan ala kadarnya.


Selain menghemat, Leona juga tidak suka berdandan.


Arsa terlihat tersenyum kecut mengingat kenyataan itu lagi.


Wanita akan jadi Ratu saat berada di sisi Pria yang tepat.


Akan tetapi wanita akan menjadi babu saat berada di sisi pria yang salah.


Pepatah itu ternyata sangat lah benar.


"Udah ... jangan di ingat lagi, kita akan mendapatkan tugas berat, selesai kan makannya lalu berangkat"ucap Dinda.


Detik waktu berjalan dengan begitu cepat, Arsa seakan tidak ada puasnya menatap wajahnya Leona dalam acara itu.


Bibiknya membuat vidio lalu mengirim kannya untuk Arsa.


Bibi nya tahu ... ini tidak benar, tapi bibinya mengerti, kalau Arsa sangat merindukan Leona.


Tujuan bibi nya mengirimkan vidio itu pada Arsa adalah, agar Arsa menyadari kesalahannya, bahwa kita sebagai manusia, janganlah merasa hebat, karena di atas bumi masih ada langit.


Terbukti Leona terlihat cantik saat cinta suami hanya untuk dirinya.


*****


Galla dan Angelina kini sudah sampai di tempat tujuan, teriknya matahari tidak menyurutkan para pekerja untuk selalu melakukan tugasnya.


Istirahat wes ya semuanya.....

__ADS_1


__ADS_2