![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
tatapan mata Tian kini fokus pada Mora yang berdiri tepat di depannya bener kata maminya Mora kini jadi jauh berbeda dengan Mora yang dulu. Kini Mora tampil elegan dan berperilaku sopan, tidak manja yang selalu bergelayut manja pada semua orang, pakaian yang sudah mulai sedikit tertutup dari pada yang dulu, membuat Tian merasa heran.
"Hai, Kak. Kenapa ...? Apakah ada yang salah dengan Mora ... ?" tanya Mora saat semua mata menatap kearahnya.
"Siapa yang sudah berhasil membuat kau begini, bawa kehadapan kakak, akan kakak beri dia hadiah besar" ucap Tian seraya menyentuh pucuk kepala Mora, untungnya Tian sudah memakai sarung tangannya.
"Kau tidak ingin memeluk kakak ...?" ucap Tian seraya merentangkan kedua tangannya pada Mora.
Tian merasa bangga pada Mora malam ini, penampilan Mora yang dulu selalu Tian kompline kini telah berubah sendiri, pasti ada orang lain di balik perubahan nya itu.
Mora langsung memeluk Tian seraya berkata
"Benar yang kakak katakan, orang lain menghormati kita saat kita menghormati diri kita sendiri, Mora sidah merasakan itu kak" ucap Mora
"Kau sudah menyadari nya itu sudah baik, sekarang ... bagaimana kuliah mu ... ?" tanya Tian
"Kuliah Mora baik, bahkan sangat baik kak" ucap Mora seraya melepaskan pelukannya.
"Alan ... Selamat untuk pernikahan kalian" ucap Tian pada Alan dan Marissa
"Kak Tian tidak ingin memelukku juga ... ? aku adikmu juga loh" ucap Marissa yang mana membuat semua orang tertawa.
Leona memeluk Marissa seraya berkata
"Akhirnya ... selamat ya ... semoga Alan kecil dan Marissa kecil segera hadir di antara kalian" ucap Leona
"Terimakasih, Eh Baby Twins juga ikut, ah aunty ingin gendong, tapi takut riasan Aunty rusak" ucap Marissa
Yang semakin membuat orang yang ada di sekitar tertawa, semua para tamu sudah menikmati hidangan yang tersedia, benar-benar acara yang sangat meriah , para penyanyi yang sedang membawakan lagu untuk semua, acara dansa yang juga sudah berjalan, Joe dan Dinda ikut berdansa bersama Alan dan Marissa, pengantin itu tidak mau kalah dengan pasangan yang lain.
"Kau lihat ... ! semua orang bahagia, suatu saat nanti, kalau kau susah selesai kuliah, aku juga ingin membuat keluargamu bahagia seperti itu" ucap Joe
"Keluarga ku ... ? awalnya aku mengira kalau aku sudah tidak memiliki keluarga, tapi ternyata ... aku masih ada Papa dan Nenek, Kak Joe ... kau adalah pelengkap dalam keluarga ku, aku tidak ingin pernikahan yang mewah, yang aku inginkan hanyalah keharmonisan keluarga kita nanti" ucap Dinda seraya terus berdansa.
"Bukan kemewahan pernikahan yang aku inginkan, tapi kemewahan kasih sayang mu yang selalu aku harapkan" ucap Dinda
"Kau yang terbaik sayang, aku berjanji akan memberimu cinta selalu setiap saat" ucap Joe
__ADS_1
Mereka berdansa dengan gaya berpelukan, Candra yang melihat kebahagiaan di mata Dinda mengusap air matanya, ia tidak mengharapkan apapun dalam hidupnya saat ini, yang ingin ia utamakan adalah kebahagiaan Dinda dan hanya Dinda, ia merasa gagal menjaga Ibunya Dinda, dan ia tidak ingin gagal menjadi seorang Ayah.
Candra pun melangkahkan kakinya hendak ingin mengambil minuman untuk menyiram tenggorokan nya yang kering, Namun ... langkahnya terhenti saat ia melihat sosok wanita yang begitu ia kenali di masa lalu.
'Benarkah dia ... ?' bathin Candra.
Langkah Candra semakin dekat dengan wanita itu, di dekat wanita itu berdiri sesosok wanita yang sedang menggendong bayi di pangkuan nya.
"Candra ... ! itukah kau ... ?" ucap wanita itu yang tak lain lagi adalah Mamanya Angelina
"Amalia ... itukah kau, tak menyangka akan berjumpa di sini" ucap Candra seraya berjabat tangan dengan Amalia.
"Bagaimana kabar Abimanyu ... ?" tanya Candra
"Dia sudah meninggal, sudahlah ... jangan bahas itu, dimana istrimu ... ?" tanya Mamanya Angelina
"Dia juga sudah meninggal saat melahirkan anak kami satu-satunya" ucap Candra yang terlihat jelas kesedihan di wajahnya
"Maaf, kau pasti sangat merasa kehilangan istrimu, mengingat bagaimana kau sangat mencintai istrimu dulu, oh iya, kenalkan ini putriku, Angelina, dan ini Cucuku" ucap Mamanya Angelina
"Hai Om, loh ... bukankah Om ini ayah angkat Marissa ...? berarti Ayahnya Dinda dong?" ucap Angelina
"Dinda putrimu ... ? pantas aku merasa sangat familiar dengan wajah nya, mirip banget ya sama Ibunya" ucap Mama Angelina.
Sehingga terjadilah pembicaraan panjang antara Papa Candra dan Mama Angelina.
Semua keluarga akhirnya berkumpul, begitu juga dengan Candra dan Mama nya Angelina.
Dinda yang mendekati Papanya dan menggaet tangannya, membuat Candra menoleh kearah Dinda.
"Bagaimana ... kau menikmati acaranya ... ?" tanya sang Papa
"Sangat Pa ... " ucap Dinda
"Kau ingin acara seperti ini ... ?" tanya Candra, Dengan cepat Dinda menggeleng kan kepalanya.
"Kenapa ... ?" tanya Candra
__ADS_1
"Tidak apa-apa, hanya saja Dinda gak suka" ucap Dinda seraya menyender kan kepala nya di lengan sang Papa.
"Kau sudah besar sayang, sebentar lagi kau akan meninggalkan papa, sejak kecil kita tak pernah bersama, setelah kita bersama, kau akan di bawa oleh suamimu nanti" ucap Candra
"Mengapa papa berkata seperti itu ... ? Dinda tidak akan meninggalkan Papa dan Nenek" ucap Dinda yang kini telah melingkar kan tangannya di perut sang Papa.
"Tapi begitulah semua anak wanita, Sayang, Dia akan keluar dari rumahnya dan ikut kerumah suaminya" ucap Candra mengelus kepala Dinda.
*****
"Aku bangga padamu, setidaknya kau sudah banyak berubah, aku bukan orang alim, aku juga bukan orang yang memiliki ilmu agama banyak, hanya saja, saya ingin menjaga kehormatan mu sebagai seorang wanita" ucap orang itu.
"Aku juga memiliki adik perempuan, dia cantik sama seperti mu, Amor ... kau pelan-pelan lah berubah, saya tidak meminta mu untuk berubah seperti orang yang aku cintai, tapi ... pakaian yang kau gunakan dulu sangatlah mengundang lekaki hidung belang untuk mendekatimu" ucap Orang itu.
"Aku tahu, aku tak bisa menjadi seperti wanita itu, tapi setidaknya aku sudah mau berubah, tidak kah kau mau memberi ku kesempatan untuk menjadi wanita yang dekat denganmu ... ?" ucap Mora
"Kau bukanlah orang yang bisa aku jangkau, keluarga kuta berbeda, kasta kita jauh, meskipun kita bisa menyatukan hati kita, tapi bagaimana dengan keluarga kita ... ? Apakah keluarga mu bisa menerima keluarga mu, aku yang hanya memiliki seorang Ibu, dan tidak memiliki harta seperti dirimu, Apakah mereka akan menerima nya?" ucap lelaki itu.
"Kakak ku bukanlah orang yang memandang seseorang dari segi harta, bahkan ia memintaku untuk membawa mu kemari, ia ingin sekali bertemu dengan orang yang sudah berhasil membimbing ku " ucap Mora
"Kakakmu, lalu bagaimana dengan orang tuamu ... ?" tanya Lelaki itu
"Orang tuaku apa kata kakak ku, aku janji alan menjadi wanita seperti yang kau inginkan" ucap Mora
"Baiklah ... suatu saat aku akan menghadap keluarga mu, beri aku waktu" ucap lelaki itu.
Tak lama kemudian panggilan itu telah terputus.
Leona melihat itu, lalu ia mendekati Mora
"Apakah dia yang sudah berhasil membuat si centil Mora menjadi pendiam begini ... ? sayang ... dengarkan Kakak, kau berubah begini ... sungguh kami senang, tapi ingat jangan sampai merasa tertekan" ucap Leona
"Aku tidak tertekan kak, yang membuat ku tertekan hanyalah, aku terlalu menyukainya, aku sudah berusaha menjadi seperti orang yang ia cintai, tapi jika untuk berhijab, aku masih belum siap" ucap Mora
"Sayang, dengar kan kakak, jangan berubah karena orang lain, tapi karena keinginan kita, jangan karena orang lain mita berpenampilan sopan atau menarik, tapi karena hati kita, bukankah pria itu juga berkata demikian ... ?" tanya Leona
"Iya, kok kakak tahu ... ?" Tanya Mora
__ADS_1
"Dia lelaki yang baik, perjuangkan ... dia ingin menjaga kehormatan mu itu sudah bagus" ucap Leona tersenyum pada Mora.
Dan itu semakin membuat Mora yakin dengan pilihannya itu. Mencintai seorang YouTubers dan sekaligus teman sosial medianya sangat lah menyiksa bagi seorang Mora.