Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 95


__ADS_3

Leona memandang wajah Tian sejenak, lalu melangkah kan kakinya mendekati jendela kamarnya.


Menyendekapkan kedua tangannya.


memandang jauh pemandangan dari dalam kamar.


:Berbahagialah Na ... aku sangat yakin, Tian ... adalah yang terbaik, kau ingat ... sudah berapa banyak hal yang ia lakukan untukmu, tanpa kau ketahui ... , dia melakukan yang terbaik untukmu tanpa sepengetahuan mu, Leona ... berilah dia cinta terbaik mu, jadikan masa lalu mu sebagai pelajaran untuk masa depan mu' ucap Leona dalam hati untuk dirinya sendiri.


Saat masih melamun, ada sebuah tangan melingkar di perutnya, tentu Leona terkejut.


"Tian ... kau"ucap Leona saat mengetahui pemilik tangan itu.


"Apa yang kau fikirkan?"tanya Tian seraya meletakkan dagunya di bahu Leona.


"Tidak ada ... aku hanya melihat pemandangan dari sini, kenapa sudah bangun?"tanya Leona.


"Aku cuma ingin merasakan ada guling bernyawa di dekatku"ucap Tian di dekat telinga Leona.


"Guling bernyawa ... ? kata-kata dari mana itu"ucap Leona dengan tawa terkekeh nya.


"Tapi kamu mengerti kan ...? aku sangat lelah ... tapi gak bisa tidur"ucap Tian dengan gaya manjanya.


"Baiklah ... ayo ... "ucap Leona membawa Tian ke ranjangnya.


Leona duduk setengah terbaring, sedangakam Tian terbaring seraya memeluk tubuh Leona.


Leona mengelus Tian dengan begitu tulus, seraya menatap tubuh yang ingin bermanja padanya.


Leona tidak ingin terjadi kesalahan yang sama apalagi dengan masalah ranjang.


Ia di khianati karena masalah intim, dan Leona tidak ingin mengulang hal yang sama dalam kehidupan nya.


"Jangan memikirkan hal-hal yang tidak penting, kamu adalah yang terbaik, hanya saja orang fi samping mu tergoyah karena tak bisa manahan n*fsu nya"ucap Tian dengan mata yang masih terpejam.


"Kau belum tidur ... ?"tanya Leona.


"Na ... langsung menikah saja ya ... tidak usah tunangan segala, dengerin apa kata readers ya .. benar kata readers kita ... tunangan itu tidak penting, mending langsung nikah saja"ucap Tian.


"Emangnya mengurus pernikahan itu seperti mengurus permainan ? butuh banyak hal Tian"ucap Leona.


"Asal kamu jawab iya, semuanya akan kau terima beres"ucap Tian dengan senyum menggodanya.


"Kita akan mengadakan pernikahan disini, apakah kau tidak ingin membuat ibu bahagia?"ucap Tian.


"Kau selalu memakai nama ibu untuk segala hal"ucap Leona.

__ADS_1


"Jadi bagaimana ... ? iya ya ... kau setuju kan,?"


Acara pertunangan kita akan di adakan 2 hari lagi kan ... kita masih punya waktu hari ini dan besok" ucap Tian.


"Kau tidak meminta pendapat Mami mu dan juga Papi mu?"tanya Leona.


"Papi dan Mami akan selalu mendukung setiap yang aku ucapkan, Papi akan tiba nanti malam, kamu mau ya ... "ucap Tian lagi.


"Bagaimana ya ...?"terlihat Leona seakan-akan seperti otang berfikir keras.


"Sesulit itu ya ... ?"ucap Tian menyedihkan.


Sejenak Leona memandang wajah Tian yang menurut nya sangat menggemaskan.


"Tapi ada syarat, kita akan tinggal lebih lama di sini"ucap Leona yang langsung di anggukan kepala oleh Tian.


"Baiklah aku setuju ... Na ... aku mencintaimu"ucap Tian memeluk tubuh Leona.


*****


"Tante ... semuanya sudah Galla siapkan"ucap Galla pada Maminya Tian.


"Dan ini Marissa juga sudah menyelesaikan nya"ucap Marissa dengan senyumnya.


"Kalian tetap lah seperti ini, jangan musuhi Tian, Mami juga sangat menyayangi kalian, sama seperti Mami menyayangi Tian"ucap Nyonya Diana.


"Maafkan kami yang terlalu ke kanak-kanak an Tante,"ucap Galla.


"Tidak apa-apa, setelah ini jangan lakukan hal yang sama,"ucap Maminya Tian seraya mengelus pipi Marissa.


Nyonya Diana dan juga Nyonya Rina meninjau tempat pembuatan parfum bersama.


Kini mulailah awal peperangan bagi Ibunya Leona.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, semua yang berada di perusahaan sudah melakukan makan siang, sedangkan Leona sudah terlelap tidur.


Tian mengambil kesempatan itu untuk menghubungi beberapa anak buahnya,


Tian juga mengabari papinya, bahwa bukan acara pertunangan yang akan diselenggarakan tapi acara pernikahan.


segala hal sudah diatur oleh Tian, ia tidak ingin Leona merasa kelelahan saat harus mengurus sendiri acara pernikahannya.


Tian menatap wajah Leona yang terlihat nyenyak dalam tidurnya.


"istirahatlah Sayang" ucap Tian seraya membelai kepala Leona.

__ADS_1


Tian pun meninggalkan kamar Leona.


"Jaga Nona dengan baik, jika dia bertanya ... saya pergi keluar sebentar"ucap Tian.


"Baik Tuan"jawab pelayan itu.


setelah itu Tian benar-benar meninggalkan kediaman Leona ia pergi menuju rumah Arsa.


Tian ingin tahu bagaimana sosok Papa mertua tepatnya mantan mertua yang selalu disayangi oleh Leona, Iya juga ingin tahu bagaimana wajah mama mertuanya yang begitu membenci Leona.


Tidak butuh waktu lama ... Akhirnya Tian pun sampai di depan rumah Arsa.


kini yang mengikuti Tian Bukankah asisten Li, melainkan adik dari asisten Li.


Asisten Li masih diberi tugas untuk menyelesaikan beberapa proyek yang telah mengalami masalah.


Joe adalah adik Asisten Li, ia kini telah mengetuk pintu rumah Mama nya Arsa.


Seorang pembantu membukakan pintu,


Melihat dua sosok pria yang belum.oernah ia lihat, pembantu itu hanya bisa mempersilahkan masuk kedua orang itu.


"Silahkan masuk Tuan"ucap pembantu itu pada kedua sosok yang tidak ada tampang ramahnya sama sekali.


Tian dan Joe kini sudah ada di ruang tamu rumah mamanya Arsa, sedangkan pembantu nya pergi untuk memanggil kan majikannya.


"Siapa mbok ... kok siang-siang gini bertamu, apa tidak tahu kalau cuaca saat ini panas"omel Mamanya Arsa namun ia langsung terdiam saat melihat siapa yang datang.


"Pa ... papa ... coba lihat siapa tamu.kita, jangan-jangan Leona sudah mengadukan sikap kita padanya pa ..."ucap panik mamanya Arsa yang langsung kembali ke kamarnya saat pandangan nya bertemu dengan tatapan Tian yang tidak bersahabat.


"Maksud mama apa? tamu siapa? ngadu tentang apa?"ucap suami nya yang langsung duduk dari tidurannya karena melihat wajah panik milik istrinya.


"Itu pa ... di luar ada Tian ... ayo pa ... papa harus ikut, selama ini papa baik sama Leona kan? papa pasti selamat dari amukan pria gila itu pa"ucap mama Arsa dengan panik.


"Apa yang mama katakan"ucap sang papa namun ... papa nya Arsa terlihat cemas juga, karena kedatangan orang besar seperti Tian.


Namun papa nya Arsa berusaha memasang wajah yang tenang.


"Hallo Tuan ... selamat siang"ucap Papanya Arsa dengan ramah seraya menyalami Tian dan Joe.


Tian menerima uluran tangan papanya Arsa, namun saat mama Arsa menjulurkan tangannya, Tian tidak bergeming sama sekali.


Semakin tampak kecemasan di wajah mamanya Arsa.


'Leona ... semoga kau tidak mengadukan yang jelek-jelek tentang mama mu ini ...'ucap Mama Arsa dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2